Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
138. Iklan


__ADS_3

...Happy Reading...


Setiap kebohongan pada satu titik nantinya pasti akan terungkap dan menemukan kebenarannya. Seperti pepatah bijak mengatakan bahwa, bangkai yang disembunyikan nantinya akan tercium juga baunya. 


Chris dan Gemintang masih menunggu saat semua penghuni dirumah yang sudah seperti istana itu tertidur semua, karena misi yang pertama adalah mengambil surat kuasa milik ayahnya dan surat-surat berharga lainnya yang disimpan didalam brangkas didalam kamar ayahnya.


" Sayang... kenapa lama sekali mereka tertidur, mas udah ngantuk ini?" Chris sudah berulang kali menguap menahan rasa kantuk yang mendera.


" Akupun sudah ngantuk mas, mana dingin banget lagi, padahal ACnya sudah aku matikan ini." Gemintang kembali menarik selimut tebal dikamar itu.


" Mereka lagi ngapain sih yank? ini sudah tengah malam, coba kamu cek CCTV dikamar ayah."


" Mas aja deh, aku kan hanya anak menantu, kelewatan banget kan kalau lihat privasi mereka?" Gemintang merasa tidak enak hati.


" Nggak papa yank, ini kan demi misi kebaikan, susah payah aku menempelkan kamera itu di kamar ayah." Karena tadi Chris berhasil menyelinap masuk dan menempelkan kamera cctv mini disana.


" Nggak berani mas, kamu aja deh." Gemintang tetap menolaknya.


" Yaudah deh." Chris langsung beranjak mengambil laptop miliknya dan mulai mengecek situasi disana.


Astaga... pantesan mereka nggak tidur-tidur, ternyata mereka sedang, emh... ya ampun, benar kata orang bilang, semakin tua semakin menjadi, umur udah gocap masih lincah aja tu perempuan, pantesan ayah menurut dengan wanita itu, ternyata beliau ditakhlukkan diranj**ang bergoyang, gila juga itu wanita tua, tapi mahir juga dia!


Chris seolah tidak mau melewatkan adegan itu step by step, bahkan kedua matanya seolah enggan terpejam walau sesaat.


Antara terkejut namun juga takjub melihat cara main ibu sambungnya itu, padahal stamina ayahnya sudah jauh lebih berkurang saat ini, karena badannya juga sudah tidak sebugar dulu namun kenyataannya dia bisa merem melek dibuatnya.


" Mas... lihat apa? apa mereka sudah tidur?"


Gemintang heran sendiri melihat tingkah suaminya yang terlihat terpaku didepan layar monitor sambil memgerutkan kedua alisnya bergantian.


" Bentar yank baru Iklan ini." Chris bahkan tidak menoleh kearah Gemintang saat diajak bicara.


" Mas.. jangan bercanda deh, iklan apaan, emangnya baru nonton youtum apa, pake ada acara iklan segala? apa yang terjadi, apa wanita itu melakukan sesuatu dengan ayah? rekam aja mas, siapa tahu bisa jadi bukti untuk dibawa ke kantor polisi." Gemintang malah berfikir kearah lain.


" Iya... tapi ini bukan satu tindakan kriminal, nggak bisa juga?" Jawab Chris sambil menggaruk kepalanya sendiri yang sebenarnya tidak gatal, dia hanya merasa heran saja, diumur mereka yang mulai senja masih saja memiliki keinginan seperti itu pikirnya, mana gayanya melebihi anak muda lagi.


Gemintang langsung melompat dari tempat tidur dan mendekat ke arah suaminya karena merasa penasaran jadinya.


" Jadi mereka sedang apa sih? astaga!" Kedua mata Gemintang seolah ingin copot keluar dari cangkangnya setelah menyaksikan sendiri acara livenya.


" Yank..."


Chris langsung menarik-narik lengan istrinya dan memasang wajah mupengnya, karena si Bruno sudah mulai berulah dibawah sana.


" Apaan sih mas, kamu lupa misi kita?" Gemintang hanya mampu menatap jengah dengan tingkah suaminya kalau sudah seperti itu.


" Aku nggak lupa yank, tapi aku pengen coba gaya mereka, please?"


Namanya juga laki-laki normal, kalau melihat seperti itu sontak keperkasaannya langsung mengudara.

__ADS_1


" Mas.. nanti kalau kita kecapekan trus malah ketiduran gimana? mas mau kita lama tinggal disini?" Gemintang masih mencoba melakukan penawaran walau sebenarnya tidak tega juga saat melihatnya.


" Nggak mau, tapi mas mau kayak gitu yank, sebentar aja deh, sambil nungguin mereka selesai yank?" Rengek Chris kembali.


" Astaga mas tapi?" Gemintang berulang kali menghela nafasnya.


" Sayang... dalam agama kita, berhubungan suami istri itu halal, maka jika istri menolak tanpa ada udzur seperti haid atau sakit, maka hukumannya besar sekali loh." Chris langsung mengeluarkan ajian pamungkasnya saat burung peliharaaannya sudah mendesak ingin keluar dari sangkarnya.


Skak!


" Woah... mas sudah pandai ya sekarang?" Gemintang langsung bersidekap saat mendengar ceramah dadakan dari suaminya.


" Biar nggak ngantuk juga yank, sekalian kita olahraga biar nggak masuk angin, tadi katanya kedinginan kan?" Bujuk Chris dengan berbagai alasan.


Jika sudah seperti ini Gemintang tidak bisa berbuat apa-apa selain membuka semua bajunya dan memenuhi keinginan suaminya.


Akhirnya kamar itu ikut menjadi saksi bisu pertempuran dua pasang suami istri, walau yang satu pasang hanya ada dilayar monitor.


" Emh... yank, ternyata kamu lihai juga kalau soal begini ya?" Chris pun menatap takjub istrinya jika sudah beraksi.


" Ini belum seberapa mas, hmpt!" Walaupun tadi sempat menolak, kalau sudah setengah kopling begini disuruh mundur pun dia tidak mau.


" Emang masih ada cara lainnya, hmm?" Semakin hari Chris semakin tidak bisa tanpa istrinya.


" Dari satu sampai seribu cara, baru beberapa yang sudah aku tunjukan." Jawab Gemintang dengan sombongnya, karena jam terbangnya sebagai seorang janda memang lebih banyak pengalaman.


" Seneng mas?"


" Iyalah.. kamu memang paket komplit yank."


" Itu pun masih diselingkuhin tau mas?" Umpat Gemintang disela-sela pacuan asyiknya.


" Mantan suami kamu aja yang bodoh, tidak pandai bersyukur, kamu serba bisa gini kok disia-siakan, tapi mas bersyukur juga dia begitu, kalau tidak, mas tidak mungkin bisa mendapatkan dirimu sayang." Chris mengusap rambut istrinya yang sudah acak-acakkan karena ulahnya.


" Dih... mas ini."


" Tambah speednya yank, emh!" Chris pun ikut beraksi saat dia hampir sampai dipuncaknya, walau tadi dia sedikit menjiplak dari monitor miliknya.


Tulilut.. tulilut..


" Siapa sih yang nelpon jam segini, ganggu aja." Chris meraih ponsel milik istrinya yang tiba-tiba berbunyi dan berhasil membuyarkan konsentrasi mereka.


" Udah nggak usah diangkat ajalah." Gemintang yang sedang on fire pun hanya meliriknya sekilas.


" Hallo, bisa nggak nelponnya lain waktu, kami sedang dalam pembuatan project anak ini, jangan ganggu bisa nggak!" Chris langsung memilih mengangkat dan berbicara nerocos sendiri walau belum mendengar ucapan dari sang penelpon.


" Astaga mas... itu bukannya nomor mama Widya?" Saat Gemintang melihatnya kembali, dia langsung menghentikan aksinya.


" Hah?" Chris melihat nomor sang penelpon, ternyata memang benar itu nomor mama Widya.

__ADS_1


" Bagus ya kalian berdua? dikasih misi penting malah buat project, dari tadi loh mama nungguin, buat dimana kalian!" Ledek Widya dengan suara paraunya.


" Hehe... ya dikasurlah mah, masak iya diparkiran?" Jawab Chris dengan santainya sambil tetap memegang kendali ats tubvh istrinya.


" Sudah dapat surat dua perusahaan itu belom?" Tanya Mama Widya yang hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


" Belum mah, emh.. mereka belum tidur, jadi aku masih nunggu ini sambil buatin mama cucu!" Jawab Chris masih dengan segala kerajinan tangannya.


" Mas... udah dulu ih, ngobrol dulu sama mama." Gemintang langsung mendorong tubuh suaminya perlahan.


" Nanggung ini yank, bentar lagi sudah ahh ini." Chris tetap saja menahannya posisi istrinya.


" Tapi mas?"


" Astaga kalian berdua ini, cepat selesaikan misinya dulu, baru lanjutin buatin cucu untuk mama!" Umpat Widya dengan kesal.


" Iya nanti diselesaikan ma, tapi nunggu ini selesai dulu, orang mereka juga masih jungkat-jungkit dan adu de sahan sama kayak kami kok... hmpth!"


Gemintang langsung membungkam mulut suaminya yang ingin menceritakan keadaan ayahnya disana.


" Mas... kamu gila ya? nggak kasian apa sama mama?" Gemintang langsung berbisik dan melotot kearah suaminya.


" Okey, mama tutup sekarang."


Tut.. tut.. tut...


Widya langsung mematikan sambungan telponnya tanpa mendengar jawaban dari Chris terlebih dahulu.


" Tuh kan mas, mama pasti sedih!" Gemintang langsung memilih bangkit dari sana dengan kesal.


" Maaf yank, aku keceplosan." Chris langsung menjambak rambutnya sendiri, dia pun tidak sadar karena menceritakan tentang hal itu, karena pikirannya sudah melayang hampir sampai ditempat tujuan.


" Mas ini nggak bisa jaga hati mama deh, kan kasian, walau bagaimanapun juga mama pernah ada diposisi itu, apalagi belum bercerai secara sah, walau mama bilang sudah tidak ingin bersama ayah lagi, tapi kasihan mama juga dong mas."


" Iya, mas yang salah, nggak akan mas ulangi lagi, tapi kita lanjut ya, bentar lagi nih."


" Ogah!"


" Yank?"


" Main aja sono sama guling, biar mas tahu bagaimana perasaan mama sekarang!"


" Astaga, apes bener nasib luu Tong!" Chris hanya bisa menunduk lesu sambil memandangi burung perkutut yang seolah marah dengannya karena akhirnya dia tidak jadi sampai ke destinasi yang seharusnya.


Mood Gemintang pun langsung hilang, dia tahu betul bagaimana rasanya menjadi mama Widya, walau dimulut dia bilang tidak apa-apa, tapi hatinya pasti sudah hancur lebur tak beraturan.


..."Level tertinggi dalam mencintai adalah mengikhlaskan, walau sebenarnya ikhlas itu bohong, yang ada hanya terpaksa lalu terbiasa."...


Maaf ya bestie-bestieku, othor lagi sedikit 'Riweuh' didunia nyata ini, jadi nggak bisa ontime untuk updatenya tapi tenang saja, novel ini pasti akan terselesaikan sesuai dengan alurnya, terima kasih sudah sabar menanti😊

__ADS_1


__ADS_2