
...Happy Reading...
Gemintang berulang kali memejamkan kedua matanya, sedikit mencari ketentraman disana, dengan mendengarkan suara gemercik air di lautan lepas dan kicauan burung yang seolah bernyanyi dengan merdunya.
" Gem... gimana? apa kamu suka dengan pemandangan ombak dan lautan yang membentang luas ini?" Chris langsung duduk disebelah Gemintang yang menatap luas jauh kedepan.
" Hmm... tidak ada yang lebih indah daripada melihat kegigihan laut yang menolak berhenti mencvmbvi bibiir pantai, meski berkali-kali harus menjauh karena terbawa arus." Jawab Gemintang sesuai dengan isi didalam pikirannya, semenjak dia duduk termenung sendiri disana sedari tadi.
His... kenapa dia harus bilang mencvmbv bibiir sih? aku kan malah jadi ingat Mbaknya Sizuka tadi, eh...
" Eherm... kamu masih belum bisa move on dari mantanmu itu?" Tanya Chris sambil menatap wajah cantik Gemintang yang memancar karena sorotan cahaya matahari.
" Ehh... bukan begitu mas, kok jadi bahas ke mantan sih?" Gemintang langsung tersenyum kecut karenanya.
" Gem... masalah hidup itu seperti ombak di tepi pantai, Ia akan datang, tapi pada saatnya, ia akan pergi juga." Chris langsung mencoba untuk memprovokatori Gemintang agar segera melupakan semua kenangan masa lalunya.
" Hmm... aku pun belajar dari batu karang di tepi pantai. Tetap kukuh dan tegar, meski selalu dihantam kerasnya deburan ombak." Perlahan demi perlahan rasa sakitnya mulai membaik, walau belum bisa sepenuhnya, karena William itu masih sering datang menghantuinya.
" Good... jangan terlalu larut dalam kisah silam, karena masa depanmu sudah menantimu, dia ada disampingmu." Ucap Chris dengan mantap langsung ke point nya.
Degh!
Masa depanmu? disampingmu? maksudnya apa nih? aduh... jangan nembak sekarang dong mas, aku baru dalam masa penyembuhan ini, aku masih belum siap untuk menghadapi drama-drama dalam kisah percintaan.
" Eherm... eh mas, disini bisa mancing nggak sih? ada yang bawa Joran gitu nggak, siapa tahu dapet ikan, bisa buat makan malam nanti kan?"
Saat Chris sudah mulai mengeluarkan sinyal-sinyal penembakan, Gemintang langsung pura-pura mengalihkan topik pembicaraan.
" Aku sudah bawa chef sekaligus sama perlengkapan dan semua bahan masakannya, jadi kamu tidak perlu susah-susah mencari ikan, dari makanan laut, darat dan udara semua ada, mau makan apa saja semua tersedia." Jawab Chris yang seolah langsung men-skak mat kata-kata dari Gemintang.
Mampus gue, cari alasan apa lagi dong ini?
" Owh... begitu ya, eh... Sabrina tadi kemana ya?" Hanya dia lah alasan satu-satunya yang tertinggal pikirnya.
" Mau kemana?" Chris langsung menarik lengan Gemintang saat dia ingin beranjak pergi dari sana.
" Mau nyari Sabrina mas, takut dia dinakalin sama si Peter kalau hanya sendirian."
" Dia masih sah menjadi suaminya, walaupun belum menyentuh Sabrina sekalipun, tapi belum ada kata talak diantara mereka, dan aku juga sering melihat Peter mentransfer sejumlah uang untuk kebutuhan Sabrina sehari-hari, jadi mau dia dinakalin mau dia dideketin, bahkan disayang-sayangin itu hak dia, asal tidak terjadi kekerasan dalam rumah tangga saja."
" Tapi sikapnya itu loh mas."
" Sudahlah, aku tahu kamu sahabatnya, tapi jangan terlalu masuk dalam hubungan mereka, Peter itu hanya butuh waktu saja, dia pria baik, aku kenal dia betul, bahkan dari kami masih muda dulu." Jelas Chris panjang lebar, karena memang hanya dia yang tahu Peter luar dalam.
" Tapi aku tidak mau Sabrina terluka lagi dengan perlakuannya mas, kasihan dia, sudah banyak beban yang harus dia pikul sendirian, masak masih harus sakit hati juga."
" Percaya dengan mas, Peter itu bukan orang jahat." Chris kembali menegaskan tentang hal itu.
" Hmm... ya sudah, baiklah mas." Kalau sudah begini, memang sulit mengajak Chris untuk berdebat.
" Trus bagaimana dengan kita?" Chris kembali ke topik utama.
" Kita? emang kenapa dengan kita?" Gemintang langsung membuang pandangannya ke sembarang arah.
" Gem... aku bukan tipe orang yang bisa menutupi semua rasaku kepada seseorang, jadi aku rasa kamu sudah mengerti maksud dan keinginanku kan Gem?"
" Mas... cuacanya panas banget deh, kita masuk kedalam yuk." Gemintang terus berpura-pura tidak paham dengan maksud Chris.
" Gemintang, aku masih ingin bicara denganmu, bisa nggak jangan mengalihkan perhatianku, karena semua perhatianku hanya tertuju kepadamu."
Berrr!
__ADS_1
Angin yang tiba-tiba bertiup sepoi-sepoi terasa semakin syahdu, apalagi ditambah dengan kata-kata manis dari Chris.
" Mas..."
" Aku tahu kamu pasti paham dengan maksudku kan?"
" Iya.. aku paham, tapi.." Gemintang langsung mulai ragu.
" Good, jadi jangan coba pura-pura untuk tidak tahu."
Bagaimana ini, mau diterima tapi aku belum siap, mau ditolak tapi sayang, biarpun kadang jutek tapi sebenarnya dia orangnya baik banget.
" Begini mas, sekarang aku masih dalam tahap penyembuhan dari masa laluku, sepertinya aku belum siap untuk memulai kisah cinta yang baru lagi, maaf ya mas."
" Gem... mungkin aku memang tak sanggup menyeberangi lautan, menghantam karang, ataupun menerjang badai. Namun, satu yang aku sanggup, yaitu membuatmu bahagia. Apakah aku boleh membuktikannya kepadamu?"
Manis sekali, bahkan terlalu manis, bahkan aku sampai takut terkena penyakit diabetes.
" Mas... mungkin aku kejam jika aku menolak cintamu."
" Memanglah." Chris langsung memotongnya begitu saja.
" Hmm... aku mengerti apa yang kamu rasakan, tapi aku lebih ingin persahabatan kita lebih diutamakan dan itu akan lebih baik dari segalanya mas."
" Tapi aku tidak mau hanya sekedar hubungan persahabatan Gemintang Lea Prakoso." Saat dia sudah menyebut namanya dengan lengkap, berarti dia sudah mulai kesal.
" Mas Chris.."
" Eh.. Gem, by the way kalau di tempat kamu, apa nama lain dari Siluman?" Tiba-tiba dia punya kata banyolan, agar suasananya tidak terlalu menegangkan dan malah membuat canggung.
" Siluman?" Gemintang langsung menautkan kedua alisnya karena heran dan bertanya-tanya.
" Iya... Siluman itu jenis makhluk apa ya, aku kok lupa?"
" Yaudah... kalau kamu maksa jadian, mulai sekarang kita jadian ya." Jawab Chris dengan senyum liciknya.
" Mas... jangan main-main deh." Gemintang langsung mencubit lengan Chris, sebenarnya dia malu sendiri, biasanya dia yang sering membanyol, ini pula dia yang kena.
" Hehe... basi ya, padahal sudah semalaman aku mantengin di sosial media, maaf.. aku memang bukan pria romantis yang pandai merangkai kata-kata Gem."
Imutnya kalau senyum begini... opsh!
" Tapi mas, kenapa harus aku? aku baru saja jadi janda loh?"
" Tidak ada alasan yang pasti dan jelas, kenapa aku suka sama kamu, tapi yang pasti aku hanya ingin melihat kamu bahagia dan tidak ingin sampai kamu terluka."
" Haduh... gimana ya mas, beri aku waktu ya?"
" Kenapa? apa sangat sulit menerima aku didalam hidupmu?"
" Bukan sulit mas, aku hanya belum siap jika harus terluka."
" Asal kamu tahu Gem, aku juga salah satu pria yang paling tidak ingin melihat kamu sakit dan kecewa."
" Aku tahu mas, tapi..."
" Okey, aku akan memberi kamu sedikit waktu, aku harap kamu tidak memilih untuk jatuh kembali di lubang yang sama."
Menurut Chris, saingan terberat untuk mendapatkan janda muda dihadapannya itu adalah mantannya, karena dia terlihat pandai berkata-kata dan punya berbagai cara agar terus bisa berdekatan dengan gemintang.
" Ya enggaklah mas."
__ADS_1
" Dan satu hal lagi."
" Apa?"
" Secantik-cantiknya kamu, tidak ada gunanya jika kamu tidak menjadi milik aku." Ucap Chris dengan tingkat percaya diri yang penuh.
" Hah?"
" Okey... silahkan berfikir dulu, aku mau masuk kembali ke dalam."
" Hmm.. okey."
" Jangan lama-lama disana, anginnya kenceng banget, kalau cinta yang masuk ke hati itu menyenangkan, tapi kalau angin yang masuk, bisa kembung itu perut." Chris kembali menggoda Gemintang dengan perkataannya.
" Ckk... mas bisa aja."
Gemintang tersenyum sendiri melihat Chris yang sudah banyak berubah, tidak lagi kaku seperti kulkas tujuh pintu, namun dia masih butuh waktu untuk sekedar mengkoreksi diri, agar tidak lagi mengulangi hal yang sama dan akan berujung dengan sebuah perpisahan kembali.
Sedangkan Chris sebenarnya sudah menduga jika Gemintang pasti akan meminta waktu, namun yang terpenting dia sudah mengutarakan perasaan dan isi hatinya terlebih dulu, sebelum banyak setan yang menggodanya duluan.
" Gimana bos, apa misi anda sudah berhasil?"
Saat dia masuk kedalam kapal pesiar itu kembali, ternyata Peter sudah duduk dipojokan dengan wajah tidak bersemangat sama sekali.
" Huft... dia masih minta waktu." Jawab Chris dengan lemas.
" Bahahaha... itu alasan saja, palingan juga nanti di tolak, cuma dia segan aja nolak sekarang."
" Sok tahu kamu, emang situ sukses merayu istrimu kembali?"
" Wooo... jelas dong!"
" Bohong, mana Sabrina? nggak percaya aku!" Chris memang tidak percaya begitu saja, saat mengingat bagaimana sikap Sabrina tadi saat baru datang.
" Jelas ditolak lah, sepertinya dia lebih memilih menjadi janda kembang." Akhirnya Peter memilih mengaku saja, karena berbohong juga tidak akan ada gunanya.
" Bahahaha, banyak gaya kamu, gimana ceritanya tadi!"
" Panjang ceritanya bos!"
" Pendekkin lah!"
" Kalau pendek nanti nggak masuk!"
" Kamu ini ngomong apa, aku rasa memang otak kamu ini perlu di Laundry habis-habisan ya."
" Hmm... tak apalah bos! baru gagal sekali, nikah aja boleh sampai empat kali, masak di tolak sekali sudah menyerah!" Umpat Peter dengan ngasal.
" Kamu memang gila Peter!" Chris langsung menoyor lengan asistennya itu.
" Sepertinya memang iya bos, entah karena apa dan mengapa, aku pun tak tahu." Wajah sendunya pun kembali muncul saat mengingat perdebatannya dengan Sabrina baru saja.
" Karena CINTA lah, apalagi? ckk... apa memang kodratnya sebagai seorang pria itu harus selalu menunggu? nggak ber make up, nggak bercinta, semua butuh waktu."
" Hoaaheemm... nasip-nasip, sepertinya akan ada kisah Dunia Terbalik ini nanti."
Akhirnya dua sekawan itu duduk berangkulan, sambil meratapi nasip mereka yang sama-sama terlihat mengenaskan dan menyedihkan.
Saat kita tidak bisa lagi mengubah sebuah situasi, sudah terlanjur terjadi, sudah demikian adanya, maka tibalah senjata pamungkas terakhir agar kita tetap bahagia, yaitu mengubah cara kita untuk menyikapinya.
Ubahlah sikap kita, dari benci menjadi suka, dari menolak menjadi menerima, dari tangisan menjadi senyuman. Insya Alloh itu akan membuat hati kita terasa tenteram.
__ADS_1
JANGAN LUPA JUGA TEKAN TOMBOL FAVORITNYA 💙 YA BESTIEKUH...😍