Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
58. Bujang


__ADS_3

...Happy Reading...


Gemintang masih mencoba mengingat-ingat tentang saat-saat kebersamaannya dulu, namun dia tidak pernah mengingat jika William pernah bercerita tentang penyakit apapun yang dia derita kepadanya.


" Apa dia tidak bercerita denganmu? eh... tapi maaf loh mbak sebelumnya, jika saya bicara terbuka tentang hal pribadi seperti ini, makanya saya ajak mbaknya ketempat yang sepi, agar tidak ada orang lain yang ikut mendengarnya, soalnya sudah lama sekali saya tidak tahu kabar mas William selanjutnya, dan saya khawatir juga dengan keadaan dia setelahnya, karena saya harus pindah saat itu."


" Iya dokter, tidak masalah kok, saya lebih suka jika dokter berbicara terbuka dengan saya, emm... saya pernah diberi tahu sih mbak, tapi saya pikir tidak sampai separah itu." Gemintang memilih berbohong saja, takut kalau dokter itu tidak melanjutkan ceritanya.


" Sebenarnya penyakit itu tidak masalah, asal kamu bisa mengimbangi kemauan dan keinginan William yang sering datang tiba-tiba, asal ada komunikasi saya rasa mungkin dengan kekurangannya itu akan menimbulkan keromantisan tersendiri dalam hubungan pernikahan kalian bukan?"


Romantis apanya dokter, hancur iya lah, dia sampai selingkuh karenanya, astaga... kenapa mas William menutupinya dariku?


" Lagian kamu masih muda, terlihat segar bugar begini, pasti kamu kuat dong ya? bukannya mas William itu sosok pria yang romantis?"


Mending nggak romantis tapi setia dokter!


" Ya... begitulah dokter." Gemintang hanya bisa tersenyum dengan kecut saja, memang tidak salah ucapan dokter itu, karena William memang romantis, tapi tetap saja bej@t kelakuannya.


" Dia pernah bercerita denganku, kalau dia sangat menyayangi kamu, bahkan saat menunjukkan foto-fotomu dia terlihat bahagia sekali, makanya aku bisa langsung mengenalimu tadi dan satu hal lagi, dia tidak ingin penyakitnya itu berdampak buruk dengan kesehatanmu lagi."


" Maaf dokter, apa sudah sejak lama dia mengalami gangguan separah itu?"


" Hmm... mungkin sudah lama, tapi dia baru menyadari saat kamu keguguran karena katanya malam sebelum kamu keguguran dia menggarapmu dengan ekstra, opsh... tapi maaf ya mbak Gemintang, saya bicara sedikit hal pribadi tentang kalian."


Pantas saja... semenjak saat itu, dalam seminggu dia hanya beberapa kali saja meminta jatahnya, ternyata itu alasannya dan mungkin semenjak saat itu dia berhubungan dengan mbak Farah, tapi astaga... bukankah itu sudah sangat lama? jadi mereka sudah berzin@ selama itu?


" Owh... tidak apa-apa dokter? trus kelanjutannya bagaimana?" Gemintang harus mengkorek habis info itu saat ini juga.


" Ya.. setelah itu dia rutin check up di klinikku, dan aku memberinya obat dan sedikit saran agar pikiran dia tidak terlalu fokus tentang soal ranj@ng saja."


Owh... berarti tidak selama itu juga dong? kan dia minum obat, tapi sejak kapan?


" Sebenarnya apa ada efek lain dokter, kalau keinginanya tidak terpenuhi saat gangguan itu datang?"


" Iya... dia seolah akan mengalami kesakitan, fikirannya nggak fokus dan bisa tidak terkendali."


Astaga... kasian mas William, ehh... tapi tidak dengan perselingkuhan juga dong jalan satu satunya, gue juga masih kuat kalau cuma tujuh ronde tiap malam, tapi saat itu kan aku habis keguguran, memang tidak boleh langsung dipakai, dasar pria gila... kenapa tidak bisa menahan hasr@tnya sebentar saja.


" Tapi semua baik-baik saja kan sekarang? mungkin kamunya yang harus semangat, agar terus bisa memenuhi keinginann suami kamu, sebenarnya sudah lama saya ingin bertemu dan ngobrol sama kamu, agar bisa memberikan sedikit tips untuk menangani mas William saat tiba-tiba keinginannya mendesak dan kamu sedang tidak fit, tapi belum ada waktu saat itu dan tiba-tiba suami saya harus pindah dinas."


Kenapa nggak dari dulu dokter, kalau sekarang juga semua sudah terlambat dokter, dia sudah terlanjur berkhianat dariku.


" Tidak papa dokter."


" Aku harap kamu bisa menerimanya, mas William itu orang baik kok, aku sudah lama mengenalnya."

__ADS_1


Buat apa baik doang kalau ujung-ujungnya selingkuh, dia ibarat kata mencivmku namun setelahnya dia melempar kotoran diwajahku, apa kamu tahu... itu sakit dan sangat menjijikkan dokter.


" Hehe.. iya dokter."


" Lain kali kita bisa ngobrol lagi, dan kamu juga boleh ikut kalau mas William check up, apa dia sekarang sudah ganti dokter semenjak aku pindah? dulu dia minta untuk dirahasiakan sih, kalau sekarang bagaimana?"


Sekarang dia sudah menggila dokter.. ampun dah, aku sudah angkat tangan darinya.


" Emm... sepertinya tidak dokter, mungkin sudah tidak pernah kumat lagi, atau bahkan sudah sembuh karena hasr@tnya sudah terpenuhi."


" Benarkah? tapi setahu saya gangguan itu sangat sulit disembuhkan, kecuali termakan usia."


Pantesan!


" Masak sih dokter, tapi mungkin mas William adalah pengecualian, hehe.."


" Waah... kalau begitu mbak Gemintang hebat ya, sering minum jamu atau gimana? jangan obat kimia loh ya, nggak bagus nanti untuk kedepannya walau mungkin memang lebih manjur untuk menjaga stamina."


Astaga... apa yang dokter ini pikirkan?


" Emm... bukan dokter!" Entah mengapa Gemintang malah jadi malu sendiri, padahal bukan seperti itu maksudnya tadi.


" Lain kali kasih tahu resepnya ya, biar saya bisa membuat ranj@ng di kamar saya terus bergoyang setiap malam, hehe..." Dokter itu malah terlihat meledek Gemintang.


Dia ngledek gue njir?


" Mbak ini bisa saja, owh ya... saya sudah kembali buka klinik ditempat lama kok mbak, kalau misalnya ada apa-apa, kalian bisa berkonsultasi denganku, tapi jangan salah paham ya... aku berbicara seperti ini karena ingin membantu mas William saja, kasihan loh dia tersiksa banget saat itu."


" Owh ya?"


" Mbak mau tahu nggak, keadaan mas William saat itu dan tanpa sengaja bertemu denganku?"


" Emang seperti apa dokter?"


" Dia sungguh hancur, pikirannya kalut, dia benar-benar takut dan tidak ingin melukaimu, bahkan saat itu dia hampir prustasi, tapi sedikit demi sedikit aku mulai menasehatinya, dan mungkin dia mengalihkan rasa itu dengan aktifitas atau pekerjaan yang padat, pokoknya.. mbak sangat beruntung punya suami yang sangat menyayangi dan mencintaimu mbak Gemintang."


Entahlah dokter... sekarang aku jadi bingung harus bagaimana, tapi buatku sebuah perselingkuhan itu tidak bisa termaafkan.


Gemintang menundukkan kepalanya, tekad yang sudah bulat jadi sedikit kendor saat mendengar segala perkataan dari dokter cantik itu.


" GEMINTANG... kamu dimana Gem!"


Tiba-tiba suara teriakan Chris memecahkan keheningan sesaat diantara dua wanita yang masih terduduk disudut taman kecil itu.


" Heh? siapa dia? kok seperti bukan mas William?" Dokter itu langsung menajamkan pandangannya ditengah temaramnya lampu taman itu.

__ADS_1


" Owh... dia memang bukan mas Chris dokter?"


" GEMINTANG!" Teriak Chris kembali dengan suara yang semakin jelas.


" Mas... aku disini!" Gemintang akhirnya memanggilnya, takut pula nanti dia membuat keributan karena menyangka dirinya hilang di rest area, kan nggak lucu.


" Astaga Gemintang, are you okey? kenapa kamu disini? ngapain coba? kenapa nggak nunggu di mobil saja? aku takut kamu hilang di culik orang tahu Gem!"


Chris terlihat sangat panik, dia langsung memegang kedua pundak Gemintang dengan khawatir.


" Apa ada yang terluka? apa kamu sakit atau nggak enak badan gitu?" Tanya Chris kembali yang langsung membuat dokter cantik itu melongo karena seperti tidak terlihat dimata Chris, karena pandangan Chris hanya tertuju kepada Gemintang seorang.


" Enggak kok mas emangnya aku masih bocah apa? i'm okey, aku hanya pergi ke toilet saja tadi." Jawab Gemintang yang malah tak enak hati saat melihat tatapan dokter itu.


" Syukurlah.. aku khawatir dan langsung mencarimu dari tadi."


" Eherm... maaf mbak Gemintang, dia siapa ya?" Jiwa kepo dokter itu langsung muncul, dia melihat ada yang aneh, karena kalau bukan orang yang spesial tidak mungkin akan sepanik itu mencarinya, mereka ngobrol juga tidak terlalu lama pikirnya.


" Owh... dia... dia temanku dokter."


" Teman saja?" Dokter itu seolah masih belum percaya.


" Iya dokter, dia temanku sekaligus relasi bisnis, hehe.." Gemintang langsung tersenyum canggung jadinya.


" Apa? temen biasa saja? nggak pake dekat apa spesial gitu?" Celetuk Chris yang langsung membuat Gemintang mendelik kesal kearahnya.


" Opsh... maaf, apa anda beneran mbak Gemintang istrinya mas William Austin bukan?" Dokter itu malah jadi ragu sendiri, takut salah orang, walau tadi sempat yakin.


" Hehe... iya dokter, maaf ya dok, dia memang suka ngelawak orangnya, kalau begitu kami pamit dulu, soalnya masih ada perjalanan bisnis, terima kasih buat sarannya tadi, permisi dokter."


" Cih... palingan bentar lagi juga jadi mantan suami." Celoteh Chris kembali sambil berjalan, dan dia sudah berhasil membuat dokter itu semakin kebingungan.


" Mas!"


Gemintang langsung melotot sambil mencengkeram lengan Chris.


" Apa sih, orang kenyataan juga!"


" Haissh... dasar bujang, gemes aku jadinya!"


Gemintang langsung menarik paksa lengan Chris agar segera pergi berlalu dari tempat itu, meninggalkan dokter wanita cantik itu dengan seribu pertanyaan yang masih mengganjal dihatinya.


Alloh tak pernah salah mempertemukan kamu dengan seseorang. Hadirnya mungkin membawa salah satu diantara dua hadiah untukmu, yaitu bahagia atau sebuah pengalaman hidup.


Barangkali dia yang kau temui adalah seseorang yang mampu mengajarkanmu banyak hal yaitu sabar, ikhlas, sedih, luka, ataupun bahagia.

__ADS_1


Kita perlu tahu bahwa di hidup ini, banyak orang yang akan datang tanpa Permisi dan Pergipun tanpa Pamit.


__ADS_2