Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
141. Panggung Pelaminan Kedua


__ADS_3

...Happy Reading...


Ujian hidup pun sebenarnya adalah nikmat terindah didalam hidup, karena buah kesabaran itu bahkan lebih manis daripada madu.


Akan ada saatnya kamu menyadari bahwa jatuhmu hari ini adalah hadiah yang akan kamu syukuri dengan dalam suatu hari nanti.


Hari ini adalah hari bahagia untuk Sabrina dan Peter, karena hari ini mereka resmi menikah secara hukum dan tertulis didalam akta pernikahan.


" Cie... yang udah ngrasain empuknya kursi pelaminan? udah lega belum?"


Gemintang datang dengan penampilan glamournya ala istri CEO yang selalu berkepit dengannya setiap saat, seolah suaminya tidak rela berpisah walau hanya sedetik saja.


" Udah dong." Jawab Sabrina dengan bangganya, dia pun sangat bahagia, akhirnya orang tua Peter pun bisa menerima dirinya, walau awalnya harus menerima kata-kata pahit dahulu, tapi dia tetap bersyukur karena akhirnya dia juga berhasil mencicipi manisnya kehidupan.


" Trus kenapa lesu gitu? jangan-jangan kamu menyesal lagi jadi istri Sumarno yang sah secara hukum?"


" Sembarangan kamu kalau ngomong ya Sumarni, belom pernah rasain makan kembang kantil kamu ya, mau gue jejelin skalian biar jadi temennya dedemit kamu hah!"


" Turunkan nada suaramu Peter, kamu lupa siapa dia sekarang!" Seperti biasa, Chris langsung membela istri kesayangannya.


" Hehe... nyonya bos, inget baik-baik itu Sumarno!" Ucap Gemintang dengan nada sombongnya.


" Lumpuhkanlah ingatanku jika itu tentang dia, aku najis banget sama dia!"


" Eherm... Sabrina, kamu masih nganggep gue bestie elu nggak?"


Gue cuma laper Gem, pakai kebaya gini mau makan banyak nggak nyaman, takut juga lipstikku kemana-mana, atau makananku nyelip di gigi, padahal gue udah cantik begini, sayang make up mahal nih.


" Ya iyalah, emang kenapa?"


" Suami elu kurang ajar tuh sama bestie sehidup sematimu, so... kalau elu emang masih nganggep gue, nanti malam jangan kasih jatah buat dia ya?"


" Heh... enak saja, kami mau langsung terbang honeymoon setelah resepsi, jangan dengarkan dia yank!" Peter langsung protes keras, dia sudah planning jauh-jauh hari untuk bisa quality time bersama istri dadakannya itu.


" Kalau begitu, pertemanan kita nggak ada artinya bagi elu ya Na, apa cukup sampai disini saja?"


" Ya enggak lah Gem, elu kan sahabat yang sudah kayak saudara sendiri."


" Yank.."


" Nggak bisa mas."


" Sumarni! aish... Chris, ambil alih istrimu itu, jangan suka jadi provokator!"


" Dia emang kayak gitu dari sononya, kalau tidak mau diusik, jangan mengusiknya."


" Kalau sudah terlanjur?"


" Kamu tahu dong cara penyelesaiannya?"


" Aish... Nyonya Gemintang yang terhormat, penampilan anda malam ini wow sekali, tidak salah anda menjadi istri CEO nomor satu di negri ini." Peter langsung mengeluarkan pujiannya walau sebenarnya tidak ikhlas.

__ADS_1


" Hehe... tau pun!" Jawab Gemintang sambil mengibaskan rambutnya dengan centil.


" Kalau begitu, bisa dong nanti malam aku membawa istri kesayanganku ke langit tujuh bidadari?"


" Bebas! mulai hari aku serahkan sahabat kesayanganku ini denganmu, jaga dia baik-baik jangan sampai pecah! karena kalau pecah berarti membeli."


" Nggak jelas banget kamu ini!"


" Eits... tapi satu yang pasti, jika sampai dia menangis dan terluka, kamu orang pertama yang akan aku cari, ingat itu!"


" Siap nyonya bos!"


" Good, selamat sekali lagi, semoga hubungan kalian langgeng sampai ke surga."


" Amin, doa yang terbaik juga buat kalian." Sabrina langsung memeluk erat tubuh sahabat yang selalu ada untuknya dalam segala keadaan itu.


" Hmpt... hoek... hoek... haish... elu pake parfum apa sih Na, baunya nggak enak banget!"


Tiba-tiba Gemintang merasakan mual yang teramat sangat setelah berpelukan dengan Sabrina.


" Heh? parfum biasanya loh ini, kenapa sih? elu kan juga pernah pake parfum ini?"


" Kamu kenapa sayang?" Chris langsung mengusap kepala istrinya dan mengecek kondisinya.


Cvp


" Enak begini kok wanginya." Peter langsung nyosor ke leher istrinya.


Cvp


Peter langsung mengulanginya kembali, bahkan menyembunyikan wajahnya lama disana.


" Udah dong mas, dilihatin para tamu undangan itu, malu ihh." Sabrina langsung memundurkan wajahnya saat Peter terlihat nyaman disana.


" Kamu pasti masuk angin ini yank, bandel sih dibilangin, lain kali nggak usah nemenin ayah dirumah sakit, kan jadi kamu ikutan sakit?"


Karena ayah dan mama tirinya sudah dalam proses perceraian, jadi tidak ada yang menemani Robert dirumah sakit dan Gemintang pun tidak tega, jadi beberapa malam ini dia mengajak Chris untuk menginap dirumah sakit menemani ayah mereka.


Sedangkan Widya sudah memutuskan untuk meminta cerai juga dengan Robert, dan Chris pun tak punya hak untuk melarang mamanya, karena dia sendiri pun tidak bisa membayangkan betapa sakitnya perasaan dan hati mamanya saat diperlakukan seperti itu bertahun-tahun lamanya.


Walau sebenarnya Chris dan Gemintang tidak tega melihat ayahnya yang sedang sakit harus bercerai dengan kedua istrinya.


Mereka hanya bisa pasrah saja, mungkin ini memang konsekwensi dari kelakuan ayahnya, dan mungkin memang ini jalan yang terbaik untuk mereka semua.


" Hoerk... tapi kasian mas, ayah nggak ada yang nemenin disana."


" Ya sudah, kita langsung pulang saja gimana? kamu istirahat okey?"


" Ya udah deh, kepalaku juga sedikit pusing sih mas."


" Jangan lupa beli tespeck, elu bukan wanita yang gampang masuk angin bestie!" Sabrina langsung menduga sesuatu.

__ADS_1


" HAH?"


Chris malah melongo sendiri setelah mendengar perkataan sahabat dari istrinya itu.


" Maksud loe tespeck buat ngecek kehamilan?"


" Bukan, buat ngecek seberapa gilanya kamu hari ini."


" Seriusan Nana Peak!"


" Woah... beneran kamu hamil yank? Aaaa... nggak sia-sia aku genjot kamu tiap malam kan?"


Apa iya gue hamil ya? tapi emang gue udah telat lama sih, ya Tuhan terima kasih, semoga memang benar aku hamil.


" Ckk... percaya aja kamu sama Sabrina, yuk kita pulang aja!"


Gemintang langsung berpamitan dan mengajak suaminya untuk pulang duluan, dia belom percaya kalau belum mengetesnya, namun didalam hati dia sangat berharap tebakan Sabrina tidak meleset karena seingatnya dia memang sudah telat datang bulan selama beberapa minggu.


Karena sedari dulu dia memang ingin punya anak, saat masih menjadi istri William dia sempat harap-harap cemas, karena belum dikarunia anak, dia sering mengecek ke dokter kandungan, tapi hasilnya selalu bagus dan akhirnya dia hanya bisa sabar menanti, namun setelah menikah dengan Chris, ternyata tidak butuh waktu yang lama pikirnya.


Tuhan memang selalu memberikan sesuatu yang terbaik untuk kita diwaktu yang tepat.


" Gue sih yakin Gemintang hamil."


Sabrina pun ikut tersenyum bahagia melihat Gemintang dan Chris yang berjalan bergandengan menjauh dari panggung pelaminan mereka.


" Yank... kamu nggak mual juga?"


" Apaan sih mas!"


" Kamu sih, sering tidur duluan, jadi nggak totalitas tiap malam, kan kalah kita sama si Sumarni!"


" Anak itu rezeki mas, kalau belum gilirannya mana bisa disetting, kita berdoa saja ya, semoga cepet dikaruniai buah hati, okey?"


" Amin, jangan lupa berusaha juga yank, pokoknya mulai malam ini kita harus lebih giat dalam menggencatkan senjata, harus semangat tempur sampai jadi Peter Junior, kalau perlu tiap malam tujuh kali, okey sayang?"


" Dih... itu sih maunya mas!"


" Yank..."


" Iya.. iya.. terserah mas saja, loss doll pokoknya!"


" Yes!"


Peter langsung memeluk dan menghadiahkan kecvpan bertubi-tubi di wajah istrinya, tanpa memperdulikan para tamu undangan yang mulai bersorak saat melihat kebahagiaan mereka diatas panggung pelaminan kedua mereka.


Saat Gemintang dan Chris pulang ke Apartement mewahnya, mereka dikejutkam oleh sesosok pria yang sedang duduk lesehan didepan pintu Apartementnya sambil tertunduk lesu.


Ingatlah...


Kamu tidak harus selalu menyenangkan semua orang, karena sebaik apapun kamu, pasti akan ada yang tidak suka, tugasmu hanya berbuat baik. Tentang balasannya serahkan kepada Sang Pencipta Alam Semesta.

__ADS_1


TO BE CONTINUE...


__ADS_2