Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
33. Alasan utama.


__ADS_3

...Happy Reading...


(Flashback masih lanjut)


Sepanjang berjalannya meeting Chris sama sekali tidak bisa berkonsentrasi. Pikirannya masih tertuju dengan perkataan ayahnya dan juga kepada Gemintang pastinya.


Apa aku ajak saja dia menikah ya?


Apa dia mau? atau aku paksa saja dia?


Tapi ini menikah, bukan hanya sekedar janji dengan dua orang manusia, tapi ini juga janji suci kepada sang Pencipta, hah... aku harus bagaimana?


Tapi menikah dengannya bukan ide yang buruk juga kan? dia terkadang imut, lucu, kadang juga ngegemesin, cantik iya juga, body tak kalah yahud pastinya, paket komplit sebenarnya dia, tapi... bagaimana aku akan mengatakan hal ini kepadanya?


Disaat yang lain memikirkan masalah pekerjaan dalam meeting kali ini, Chris berperang argument dengan dirinya sendiri, bahkan dia sama sekali tidak menyimak tentang pembahasan itu, padahal sedari dulu pedomannya yang selalu diutamakan adalah soal kerja, kerja dan kerja sahaja.


" Bagaimana menurut anda pak Chris?" Tanya Klien yang bekerjasama dengan perusahaannya.


" Sstt.. Chris?" Peter yang melihat Chris hanya terbengong langsung menyenggolkan kakinya dibawah meja.


" Owh ya, saya sedang memikirkan tentang hal itu." Chris langsung tersadar dari lamunan panjangnya dan pura-pura sedang berfikir padahal isi dalam otaknya sudah menyimpang jauh dari sana.


" Lalu bagaimana kelanjutannya menurut anda pak?" Tanya Klien itu kembali.


" Hmm... sepertinya aku harus membahas lagi dengan asistenku, begini saja.. secepatnya kami akan mengirimkan hasilnya kepada anda, mohon pengertiannya, karena ini proyek yang besar, jadi kita harus banyak mempertimbangkan masalah ini dengan baik."


Chris bukan tipe orang yang gegabah dan ceroboh soal pekerjaan, jadi dia tidak akan mengambil keputusan dengan terburu-buru sebelum dia mengetahui seluk beluknya, karena satupun pembicaraan mereka tidak ada yang menyangkut di pikirannya tadi.


" Baiklah, kalau begitu mungkin rapat kita akhiri sampai disini saja, senang bisa bekerja sama dengan kalian, dan kami akan segera mengirimkan gagasan untuk tahap selanjutnya." Peter langsung memilih untuk mengakhirinya saja, karena dia paham benar dengan kondisi big boss nya saat ini.


" Baik, kami akan menunggu hasilnya, terima kasih."


Akhirnya rapat selesai sampai disitu saja, lebih singkat daripada yang dijadwalkan, karena Chris hanya diam tanpa memberikan pertanyaan atau komentar dalam rapatnya kali ini, banyak para petinggi yang merasa aneh dengan Chris kali ini, namun tidak ada yang berani menyinggungnya.


" Hei bro, kamu kenapa, ada apa denganmu, jangan bilang kamu tidak menyimak hasil rapat tadi?" Tanya Peter saat mereka semua sudah keluar dari ruangan meeting.


" Kamu pikir dengan kedatangan ayah dengan segala ucapannya tadi masih bisa membuatku berfikir dengan jernih?" Chris langsung mengacak rambutnya sendiri karena merasa kesal.


" Ini bukan seperti kamu yang biasanya bro? seorang Chris tidak mungkin mengabaikan rapat penting hanya dengan masalah ini bukan?" Peter seolah tidak percaya akan hal ini.


" Itu karena kamu tidak berada di posisiku, jadi kamu bisa bebas berbicara!" Umpat Chris yang langsung kembali menuju ke ruangannya.


" Kamu tinggal menolaknya saja bukan? dan urusan kamu juga bisa selesai dengan Gemintang, kamu nggak perlu ribet lagi ngurusin seorang wanita dihidupmu bro?" Seperti biasa, tidak ada kata segan saat mengobrol santai berdua saja dengan Chris.


" Ini tidak semudah yang kamu bayangkan Peter!"


Wajah Chris memang tidak bisa dibohongi, entah mengapa dia merasa berat saat membayangkan tidak bisa lagi bertemu dengan Gemintang saat perjanjiannya sudah selesai.


" Apa kamu sudah menyimpan perasaan dengannya?" Tebakan Peter langsung mengarah dengan tepat ke titiknya, karena hanya dua kata yang membuat orang bisa berubah yaitu Cinta dan Benci.


" Perasaan apa, jangan ngaco kamu!" Chris masih belum menyadarinya sekarang.


" Tapi kelihatannya kamu benar-benar sudah terjerumus dalam lembah cinta dengannya." Ejek Peter sambil menaikkan satu sudut bibirnya, dia memang belum pernah merasakan apa itu makna cinta, namun dari gelagat Chris yang tidak biasanya membuatnya punya praduga lain.

__ADS_1


" Diam, nggak usah berisik kamu!"


Dan saat Chris masuk kembali kedalam ruangannya, benar saja, ayahnya masih menunggu di sofa ruangannya sambil membaca file-file yang ada diatas meja kerjanya.


" Ayah masih disini?" Tanya Chris dengan nada lemas, pikirannya benar-benar kacau kali ini.


" Apa kamu mengusir ayah?" Tanya Ayah Chris dengan santainya.


" Bukan begitu yah, tapi ini sudah sore, apa ayah tidak mau istirahat dulu gitu."


Memang sebenarnya itu maksudnya, namun dia tidak sampai hati ingin mengatakan dengan jujur.


" Masih ada pembicaraan yang belum selesai Chris." Jawab Ayah kembali menyandarkan punggungnya ke bahu kursi.


" Tapi kan bisa besok-besok lagi yah, Chris butuh waktu yah." Masalah meeting belum selesai, ditambah ayahnya yang tidak mau mundur untuk mendesaknya.


" Waktu untuk apa?" Ayah Chris masih ngotot dengan segala keinginannya.


" Yah.. sebenarnya hidup itu tujuannya untuk bahagia kan yah, bukan hanya untuk menikah saja dan Chris sudah cukup bahagia dengan hidup yang seperti ini yah." Jawab Chris yang tidak tahu lagi harus seperti apa.


" Tapi kamu juga harus menikah Chris."


Selama ini Ayah Chris sudah banyak bersabar, saat Chris tak pernah sekalipun membahas seorang wanita diumurnya yang sudah cukup matang untuk membina sebuah keluarga.


" Kenapa? buat apa menikah kalau akhirnya juga berpisah?" Chris langsung mengeluarkan kata-kata yang tidak pernah terucap selama ini dengan ayahnya.


" Chris, tidak semua pernikahan akan berakhir dengan sebuah perpisahan?"


" Lalu kenapa ayah berpisah dengan ibuku?" Sudah terlanjur dibahas, jadi Chris sekalian ingin mencari tahu saja.


" Chris, jangan jadikan gagalnya pernikahan ayah yang pertama sebagai tolak ukur sebuah pernikahan, tidak semua pernikahan seperti itu Chris?" Bukannya tidak mau berbicara jujur, ayah Chris hanya tidak ingin putra kesayangannya membenci dirinya karena kesalahannya dulu.


" Lalu kenapa ayah berpisah dengan ibu?"


" Itu bukan kemauan ayah Chris?" Ayah Chris mengusap wajahnya dengan kasar, seolah mengingat kejadian kelam yang membuat keluarganya akhirnya pecah.


" Apa ibu berselingkuh dibelakang ayah?" Pertanyaan itu muncul begitu saja, karena salah satu penyebab utama yang menimbulkan sebuah perceraian adalah perselingkuhan menurutnya.


" Bukan begitu Chris." Ayah Chris juga bingung, terlalu panjang dan tidak tepat jika harus diceritakan disaat suasana sudah mulai memanas seperti ini.


" Lalu apa ayah yang berselingkuh dengan wanita itu dibelakang ibu?" Chris langsung saja membalikkan pertanyaan itu.


" Chris." Hanya helaan nafas yang bisa ayah Chris lakukan saat ini.


" Buat apa kita menikah jika begitu kenyataannya? akan ada yang terluka saat suami istri itu bercerai, yaitu anak-anaknya yah."


Chris yang sedari dulu tidak pernah mengungkapkan isi hatinya kini seolah tercurah semua dihadapan ayahnya langsung.


" Aku tahu Chris dan itu salah ayah karena tidak bisa menjaga keutuhan keluarga kita, tapi percayalah.. tidak semua pernikahan akan berakhir dengan perceraian, asalkan kita tidak memikirkan ego kita masing-masing." Dia hanya mengambil sisi positifnya saja, karena memang tidak ada manusia yang sempurna didunia ini, begitu juga dengan dirinya.


" Apa aku harus mempercayainya? atas dasar apa ayah berani berkata seperti itu? ayah saja gagal, bagaimana bisa menjamin akan hal itu." Hantaman demi hantaman pertanyaan keluar dari mulut Chris.


" Huh... terserah kamu saja Chris, ayah melakukan ini sebenarnya hanya ingin yang terbaik untuk kamu." Mengalah adalah cara agar hubungannya tidak semakin memburuk dengan putranya yang memang punya sifat keras itu.

__ADS_1


Ayah Chris hanya bisa menghela nafas beratnya kembali, karena dia sadar diri, dia memang bukan ayah yang pantas dijadikan panutan dalam membina sebuah keluarga.


" Tuhkan... ayah saja tidak yakin." Chris langsung tersenyum miring.


" Tapi harapan ayah, kamu bisa segera menikah selama ayah masih bernafas Chris."


" Maksud ayah apa?"


" Kalau kamu menikah selama ayah masih ada, ayah lega, karena saham perusahaan itu akan jatuh atas nama kamu seluruhnya, namun kalau ayah sudah duluan dijemput oleh sang Maha Kuasa, mungkin Adek tiri kamu akan berusaha merebut hak kepemilikan itu."


Perkataan itu sontak membuat Chris mengerutkan keningnya, baru kali ini ayahnya membahas soal harta dan kepemilikan perusahaan dengannya.


" Maksud ayah anak dari istri ayah itu, dia kan bukan darah daging ayah?"


" Ya.. tapi ayah tetap saja tidak bisa tenang, jika terjadi akan hal itu, karena selama ayah masih hidup dan kamu belum menikah, perusahaan itu masih tetap atas nama ayah."


" Aku tidak perduli yah, bahkan aku bisa mendirikan sebuah perusahaan sendiri jika aku mau."Jawab Chris yang masih kukuh dengan pendiriannya sendiri.


" Tapi ayah perduli denganmu nak, karena cuma kamu anak kandung ayah satu-satunya."


" Apa ayah tidak percaya dengan wanita ayah itu?"


" Bukan tidak percaya, namun hati seseorang mudah berubah Chris, walau ayah sudah memberikan jatah untuk mama sambung kamu dan saudara tiri kamu, tapi ayah takut jika ada yang serakah dan ingin meminta hak lebih nantinya." Jelasnya kemudian.


" Apa ayah sedang sakit?" Chris malah memikirkan hal lain.


" Namanya juga orang tua Chris, sakit itu sudah hal biasa dalam seiring bertambahnya usia."


Ayah Chris memang tidak menunjukan hal apapun tentang itu, namun akhir-akhir ini kesehatannya memang menurun, itu kenapa dia memutuskan untuk tidak lagi bekerja.


" Ayah?" Chris sudah menurunkan intonasi suaranya.


" Kamu pikirkan itu dulu secara matang, segera hubungi ayah kalau Gemintang sudah menyetujuinya, ayah akan menemui keluarganya untuk meminta dia jadi istrimu."


" Tapi yah?"


" Hah... aku jadi ingin tertawa dan bercanda kembali dengan perempuan itu, kamu kenapa tidak membawanya pulang lagi, ckk... aku sangat merindukannya." Ucap Ayah sambil bangkit dari tempat duduknya.


" Ayah mau kemana?" Chris langsung ikut berdiri.


" Pulanglah... urusan ayah sudah selesai."


Dengan santainya beliau berjalan melenggang keluar dari ruangan dengan kata rindunya kepada Gemintang, meninggalkan Chris dan Peter yang seperti orang kena mental karena nilai ajlok saat ujian sekolah.


Flashback off


..."Dalam satu hubungan, tidak selamanya manis dan indah, terkadang ada masa yang membuat kita bertengkar dan berdebat. Rasa jenuh dan juga bosan juga kerap kali menghampiri, tetapi segala rintangan pasti akan terlewatkan, jika selalu kuat menjaga rasa untuk saling percaya dan setia."...


MAAF YA BESTIE... HARUS KEPOTONG EPISODENYA, AUTHOR LAGI REWANG INI, TETANGGA PADA NIKAHAN, DOUBLE UPDATENYA BESOK YAA..


Yang penting tekan tombol Favoritnya 💙 dulu bestie, biar ada notifikasi kalau othor update okey?


Btw ada yang tahu artinya REWANG gaes? 🤭

__ADS_1


__ADS_2