
...Happy Reading...
Wajah sumringah ditambah hati yang sedang berbunga-bunga tiada tara, dan senyum yang selalu mengembang, karena seolah sudah tiada lagi beban didalam hidup mereka, itulah yang terjadi pada sepasang suami istri yang sudah sah, walau baru di mata Agama saja.
" Excuse me bestie... bisa kita ngobrol berdua?"
Akhirnya mereka berempat sudah duduk di kursi ruang tamu dengan pakaian yang sudah rapi dan kondisi badan yang sudah wangi pastinya.
" Eherm... Listen me wahai Sumarni, mulai detik ini, sudah tidak ada lagi rahasia diantara kami berdua, so... kalau kamu mau ngomong sama istri kesayanganku ini, ya tinggal ngomong aja disini, kenapa harus berdua saja?" Peter bahkan menjentikkan jemarinya ke arah Gemintang, seolah memberikan peringatan kepadanya.
" Heleh... kalau sudah tahu rasanya Tempe aja kamu langsung bilang kesayangan, selama ini kamu anggap dia apa coba?" Bukannya takut, tapi Gemintang malah tambah nge gass.
" Janganlah ungkit yang sudah-sudah Sum! tadi kita udah sempat klop loh, masak iya mau gaduh lagi kita?" Umpat Peter sambil menyandarkan kepalanya di bahu istrinya dengan manja.
" I don't care about it!" Jawab Gemintang sambil mendelik kesal.
" Sudahlah mas, mungkin Gemintang mau ngobrol masalah wanita, sebentar aja okey?"
" Jangan lama-lama sayang? nanti aku rindu!" Ucap Peter seperti anak perawan yang kemayu. Dia pun masih enggan melepas jemari istrinya yang sedari tadi dia genggam itu.
" Hoeerrrkkk... pengen muntah aku lama-lama lihat gaya si Mamat yang satu ini lah, kebanyakan drama, geli banget deh gue!" Gemintang bahkan sampai menggedikkan kedua bahunya.
" Kok drama sih, cukup kalian tahu saja, buah pisang di bawa ke Hongkong, gua sayang sama Nana nggak pake bohong!" Peter langsung menghujani kecvpan di tangan istrinya.
Blusss..
Pipi Sabrina langsung terlihat bersemu merah saat mendengar gombalan dan perlakuan dari Peter.
" Kok kesel banget rasanya ya, dongkol banget gitu, pengen jitak itu kepala!" Sebenarnya dia ikut lega melihatnya, tapi entah mengapa kata-kata Peter selalu membuat Gemintang kesal saja.
" Udahlah yank... mau ngomong apa sih? ngomong disini aja." Akhirnya Chris lah yang kembali menengahi perdebatan mereka berdua.
" Nggak mau, aku mau ngobrol berdua aja sama Sabrina kok, bentar aja ya mas." Gemintang ikut merengek dengan pria yang ikut menempel disampingnya itu.
" Ya sudah... didalam saja, jangan di luar, ini sudah hampir pagi."
" Yeeaay!" Mereka langsung berdiri berangkulan agar bisa segera berlalu dari sana.
" Kamu kok santai aja sih? mereka main rahasia-rahasiaan dengan kita loh, kalau aku sih nggak rela!" Peter langsung menjeling kesal ke arah Chris.
" Sudah... biarkan saja, kasih mereka waktu!"
" Aaaaaa... Bee! aku padamulah, cari cowok model gini nih Na, ngak terlalu ngekang dan posesif, jadi kita nggak sesak mau bergerak!" Gemintang langsung tersenyum manis kearah Chris dan memberikan hadiah finger heart dengan centilnya.
" Bee? apa itu?"
" Bee itu baby mas, biar kayak anak muda jaman sekarang gitu, hehe..."
" Hmm... aku suka."
" Hoerrkk... udah tua juga, sok-sok an jadi anak gaul!" Peter langsung terlihat protes.
__ADS_1
" Biarin, iri bilang bos!" Sahut Gemintang dengan cuek.
" Sudah... sudah, kita ke dapur aja, skalian buat sarapan sambil ngobrol, bentar lagi kan sudah mau subuh ini?" Sabrina pun tidak akan membiarkan apartemennya nanti hancur karena perdebatan mereka.
" Okey."
Akhirnya mereka berdua pergi menuju dapur dan membuat sarapan seadanya.
" Na... gimana rasanya?"
" Rasa apa, roti kah?"
" Buat anak lah, apa lagi?"
" Astaga Gem, bisa nggak pakai bahasa lain, biar nggak terlalu full gar gitu!"
" Kayak ngomong sama siapa aja, bahkan satu malam tujuh ronde juga gue pernah cerita ke elu kan?" Ledek Gemintang semakin menjadi.
" Ada gilak-gilaknya kamu memang kan!"
" Mantep nggak!"
" Beuh... nano-nano rasanya bestie!"
" Sudah tahu rasanya pasti mau nambah lagi lah tuh?"
" Jelas, kalian pulang nanti kami balik lagi ke kamar, lanjut bercocok tanam!" Jawab Sabrina dengan gamblangnya.
" Hei... elu mau ngusir kami ini ceritanya?"
" Heleh... sesakit apa sih efek burung empritnya si Peter itu, palingan kecil doang, masuk sekali juga nggak kerasa!" Ejek Gemintang yang ngomong tanpa editan.
" Ngawur aja kalau ngomong, keselip dikit aja aku sudah menjerit, ditambah dia Bor dalam-dalam lagi, aduh... sampai kliyengan kepala gue bestie!" Ucap Sabrina yang sudah tidak malu-malu lagi, dia kalau sudah terpancing, rem bicaranya langsung blong.
" Lu sengaja mau pamer sama gue!"
" Bukan pamer, cuma mau cerita aja, ini kan sungguh-sungguh terjadi."
" Diemlah, nyesel gue nanya begituan ke pasangan yang lagi kasmaran!"
" Hehe... emang kamu mau cerita apa sih Gem? ngapain harus berahasia dari mereka? apa ini tentang ahli neraka yang pernah kamu cinta itu?"
" Heish... No! kenapa juga aku harus membahasnya lagi, aku sudah punya Chris, walaupun aku bukan wanita yang sempurna untuk dirinya, setidaknya aku bisa menjaga hati dan perasaanku hanya untuknya." Jawab Gemintang yang memang masih dalam fase penyembuhan.
" Cakep! emang sudah cinta?"
" Cinta itu perlahan-lahan juga pasti bisa tumbuh dan bermekaran, tergantung kita saja lah, mau memupuk dan menyiramnya dengan kasih sayang setiap saat atau tidak kan? walau sebenarnya aku masih sedikit takut memulai sebuah hubungan baru, tapi hidup kan terus berputar Na, takkan aku skak dan berhenti sampai disini saja dan terus menerus berlarut-larut dalam kesedihan kan? ada orang yang berniat baik dengan kita, kenapa harus kita tolak kan?"
" Mantep dah, so... what happend?"
" Besok adalah tanggal ulang tahun pernikahan almarhum nyokap dan bokap gue." Gemintang menjeda ucapannya sejenak.
__ADS_1
" Owh iya... sampai lupa gue."
" Biasanya aku sering mengunjungi tempat-tempat rekreasi keluargaku dulu untuk mengenang memori-memori tentang mereka."
" Jadi besok kamu mau kesana?"
" Hmm... tapi bang Lewis nggak bisa, dia sedang gencar-gencarnya belajar, dan besok ada tender pertama yang akan dia tangani, dan tidak bisa diundur karena investornya dari luar, jadi harus dijalankan segera."
" So? kamu mau pergi sendirian, dulu biasanya kalau bang Lewis berlayar kan kamu selalu ditemani si Ahli neraka itu?"
" Itu dia masalahnya, karena aku sudah berpisah dengannya, aku pengen ngajak kamu, kita pergi berdua saja yuk?"
" Boleh banget dong, sudah lama banget nggak jalan-jalan kita kan?"
" Na... kalau kita camping disana seru kayaknya, mau coba?" Gemintang ingin mencoba suasana baru disana.
" Harus menginap dong?" Tanya Sabrina yang langsung ragu.
" Iyalah... biar bisa lihat sunrise, pasti best banget view nya."
" Ckkk.. tapi gue ragu deh, mas Peter ngizinin apa enggak ya?"
" Heleh... kamu yang nggak ngizinin? apa memang kamu yang tidak mau melewatkan malam tanpa desa han berdua bersamanya!"
" Apaan sih lu! gue sudah janji didalam hati, kalau kami sudah menyatu dengan jalinan kasih sayang, aku akan melayaninya sepenuh hati dan tidak mau membantahnya, apalagi tidak menghiraukannya, aish... bisa sial lagi gue nanti!" Sabrina langsung mengingat kisahnya tadi.
" Tapi gue pengen camping berdua aja sama elu, curhat gitu, bergadang sambil ngemil sampai pagi, sekali aja Na, kasih alasan apa gitu yang masuk akal?"
" Aku malas bohong, ntar aku disumpahin sial lagi, capek aku!" Sabrina sudah malas duluan saat mengingat tadi malam.
" Sekali aja Na, please!"
" Gem.." Sabrina sebenarnya sudah kapok, namun dia tidak tega juga melihat Gemintamg memohon seperti itu.
" Ckk... kamu jahat Na, itu kan hari peringatan pernikahan orang tua gue, aku tuh cuma mau mengenang masa indah mereka aja, agar mereka bisa tenang di surga, saat melihat anaknya bisa mewakilkan mereka mengunjungi tempat favoritnya, masak gitu aja kamu nggak mau nemenin gue sih Na!" Gemintang bahkan menarik-narik lengan baju Sabrina.
" Haish... ya sudahlah, biar nanti aku bilang kita pulang kampung ya, bantuin ngomong tapi?" Akhinya dia menyerah juga.
" Siap bos, aaa... kamu memang bestiku, hehe."
Gemintang langsung memeluk tubuh Sabrina dengan erat, setiap tahun memang dari kecil dia selalu ke tempat itu dulu bersama keluarganya,dan bahkan sampai sekarang.
A few moment later...
" Hmm... ternyata mereka mau jalan-jalan tanpa kita, owh... jangan mimpi kalian bisa pergi tanpa kita kan?"
Chris tidak sebijak itu membiarkan kekasihnya punya rahasia lain dengannya, dia sengaja membiarkan mereka ngobrol berdua, karena dia ingin menguping pembicaraan mereka secara diam-diam.
" Cih... padahal tadi sudah di bangga-banggain, ternyata zonk!"
Kedua pria tampan itu kini sedang duduk berjongkok disamping dapur sambil menempelkan telinga mereka ke dinding dapur.
__ADS_1
..." Jadilah perempuan yang sederhana, yang tidak mudah ditaklukkan, agar tidak mudah ditinggalkan."...
TO BE CONTINUE...