Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
57. Oh Ternyata..


__ADS_3

...Happy Reading...


Akhirnya mobil yang Chris bawa sudah memasuki kawasan kota, sepanjang perjalanan Chris tidak merasakan lelah sama sekali, walau dia kurang istirahat sekalipun, karena kapan lagi dia bisa berduaan dengan orang yang dia kagumi akhir-akhir ini.


" Kenapa mas senyum-senyum sendiri sedari tadi?" Gemintang mengamati raut wajah Chris saat ini.


" Siapa yang senyum, orang aku biasa saja." Jaim di diri pria bertubuh atletis itu langsung keluar begitu saja."


Apa yang dia pikirkan? tidak biasanya dia begitu?


" Mas seneng lihat Peter menikah atau bagaimana?" Gemintang mencoba menebak isi dalam pikiran pria disampingnya itu.


Mas seneng lihat kamunya.


" Ckk... sebenarnya aku yang kecewa, aku tuh maunya Sabrina jadi saudaraku." Gerutu Gemintang kembali sambil menyandarkan kepalanya di kursi mobil.


" Kalau kamu menikah denganku, nantikan dia juga jadi saudaramu." Celetuk Chris tiba-tiba.


" Heh? maksudnya?"


" Owh... tidak, itu ada restoran dua puluh empat jam disana, mau sarapan disana nggak?"


" Ini masih terlalu pagi untuk sarapan mas, kita istirahat dulu saja di rest area, mas emang nggak ngantuk? bahaya loh berkendara saat tubuh lelah, karena masih beberapa jam lagikan sampainya?"


" Hmm... boleh juga, kita istirahat sebentar sebelum kita lanjutkan perjalanan kembali."


Akhirnya Chris memilih memarkirkan mobilnya di parkiran rest area, dia ingin sekedar meminum kopi untuk menghilangkan rasa kantuk sebelum kembali melanjutkan perjalanan.


" Kamu nggak mau makan atau minum apa gitu?"


" Enggaklah mas, aku disini saja, aku mau tidur dulu sebentar."


" Kalau mau, biar aku turun carikan sesuatu untukmu?"


" Ya sudah, apa saja yang penting hangat."


" Kalau yang hangat sih cuma pelukan gue doang!" Umpat Chris perlahan.


" Mas ngomong apa kumur-kumur sih, jangan bisik-bisik gitu napa?" Gemintang melirik Chris sekilas.


" Hehe.. tunggulah disini, jangan kemana-mana!" Chris langsung turun dari mobilnya tanpa menjawab pertanyaan Gemintang, dia memilih meninggalkan senyuman manisnya saja.


Setelah Chris keluar dan pergi membeli minuman hangat dan sekedar membeli cemilan untuk pengganjal perut, ternyata Gemintang tidak bisa memejamkan kedua matanya.

__ADS_1


" Ish.. kebelet kencing pula ini, mana mas Chris lama lagi, ke toilet aja lah, cuma diujung sana kok."


Gemintang langsung berlari menuju toilet dengan cepat, agar tidak meninggalkan mobil terlalu lama.


" His... akhirnya, lega deh." Gemintang membasuh kedua tangannya didepan wastafel setelah selesai.


" Permisi... maaf, apa anda yang bernama mbak Gemintang?"


Tiba-tiba ada seorang wanita yang berparaskan cantik yang sedang berada di toilet itu juga.


" Maaf tapi anda siapa ya?" Gemintang masih belum mengiyakan, dia masih penasaran dengan sosok wanita itu.


" Kayaknya benar deh, kamu istrinya mas William kan?"


Wanita itu seolah menatap dan menelisik Gemintang dengan intens, sehingga membuat Gemintang malah merasa curiga.


Siapa lagi wanita ini? apa dia korban selingkuhannya mas William selanjutnya? astaga... aku capek Tuhan, aku malas jika harus berdebat dini hari begini, mana tadi belum sempat tidur lagi.


Gemintang seolah malas menjawabnya, dia hanya tersenyum miring sekilas saja dalam menanggapinya.


" Bagaimana keadaan mas William sekarang, apa dia baik-baik saja, kebetulan sekali kita berjumpa disini, apa kamu juga sedang melakukan perjalanan keluar kota sama sepertiku?" Tanya wanita itu kembali.


Ngapain nanya ke gue, kalau kamu butuh dia cari aja sono sendiri, gue sudah malas berurusan dengannya.


" Ya... begitulah, emang mbaknya siapa?" Gemintang langsung to the point saja daripada bertanya-tanya.


" Owh iya... maaf tadi saya lupa memperkenalkan diri, saya Anita, teman mas William sejak sekolah di bangku SMA."


Nggak nanya mbak! maksud gue... siapa elu di kehidupan mas William!


" Owh..."


Lagi-lagi Gemintang memilih mengumpatnya didalam hati saja, karena saat ini dia benar-benar tidak punya tenaga untuk melawan wanita-wanita terdekat dari suaminya.


" Selain sahabat, dulu sebelum pindah, saya juga dokter mas William." Ucapnya kembali dengan senyuman yang terlihat getir.


Dokter? dokter apa? seingatku dokter pribadi keluargaku bukan dia orangnya?


Dan akhirnya Gemintang baru merasa tertarik dengan obrolan itu.


" Emm... maaf sebelumnya, tapi dokter apa ya? dokter pribadi mas William gitu?" Gemintang mencoba menyelidiki secara santai, agar tidak terlalu kelihatan jiwa keponya.


" Bisa dikatakan seperti itu juga sih, tapi semenjak aku pindah ikut suami keluar kota, mas William sudah tidak pernah lagi check up ke tempat praktekku, padahal aku sudah memberikan alamat tempat praktekku yang baru, walau memang lebih jauh banget sih."

__ADS_1


Emang sakit apa dia? kenapa sampai harus check up, aku harus menginterogasinya perlahan kali ini.


" Hmm... apa dulu, mas William sering check up ditempat dokter?"


" Ya... setelah kamu keguguran, dia rutin check up setiap minggu, namun setelah beberapa bulan aku terpaksa harus pindah, jadi aku tidak tahu perkembangan selanjutnya bagaimana?"


Dari raut wajahnya sepertinya dia sangat mengkhawatirkan mas William? sebenarnya sakit apa mas William, sepertinya serius, apa dia akan mati? Lah.. tidak mungkin juga, katanya sudah lama kok, buktinya dia malah bisa bermain-main dengan gilanya sekarang.


" Emang se serius apa sih dokter penyakit mas William itu, soalnya dia jarang banget ngeluh sama saya kayak gitu?"


Gemintang pura-pura sedikit tahu tentang itu, padahal dia sama sekali tidak tahu kalau suaminya pernah sakit, dia hanya ingin mengkorek info tentang William dari dokter itu.


" Hmm... kita ngobrol diluar saja, kayaknya disebelah toilet ini ada taman kecil kan?"


" Emang kenapa kalau ngobrolnya disini saja dokter?"


" Kita bahas diluar saja, takut nanti ada orang lain yang masuk ke toilet ini juga, soalnya kan ini toilet umum."


Sepertinya ada rahasia ini, menarik juga sih, bisa jadi bukti baru.


Gemintang masih saja curiga, apalagi sekarang, dia seolah menjadi penyidik tentang siapa saja wanita yang dekat dengan suaminya itu.


" Maaf... tapi apa penyakit mas William itu tergolong penyakit serius atau mematikan begitu dokter?" Gemintang sungguh dibuat mati penasaran karenanya.


" Sebenarnya memang cukup serius mbak, tapi tidak sampai tahap mematikan juga, cuma mungkin akibat penyakitnya itu akan berefek besar ke mbak Gemintang."


Kenapa berefek dengan gue, maksudnya apa nih?


" Emm... maksudnya dokter?"


" Apa mas William masih sering minta double jatah setiap harinya? atau bahkan tripel atau kelipatan terbanyak mungkin?"


" Jatah? maksud dokter jatah.. em... anu... gimana ya ngomongnya?" Gemintang jadi serba salah sendiri, dia terkejut dengan kenyataan baru tentang story of William."


" Iya mbak Gemintang... mas William kan terkena penyakit yang biasa disebut dengan hypers€xual addiction, dan lumayan sudah serius juga menurutku." Jawabnya dengan penuh keyakinan.


Duar!


Tiba-tiba saat itu, seolah ada seseorang yang memberikan kejutan bom kepada diri Gemintang kali ini, yang telah berhasil mengejutkannya sepagi ini.


..."Hujan punya alasan kenapa dia jatuh, dan kopi pahit juga punya alasan kenapa harus pahit terasa."...


TO BE CONTINUE...

__ADS_1


__ADS_2