Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
117. Kode Keras


__ADS_3

...Happy Reading...


Akhirnya Gemintang bisa tersenyum dengan lega, setelah berhasil membujuk kerasnya batu es yang sudah mulai mencair itu.


Pria kalau sudah menyayangi seseorang, mau dia marah sekalipun, kalau kita bujuk dengan kasih sayang dan penuh kelembutan, sudah pasti akan luluh dalam waktu sekejab saja.


Sebenarnya Gemintang masih ragu, namun dia tidak ingin menyesal dikemudian hari, karena mengabaikan pria sebaik Chris didalam hidupnya.


Dialah pria yang menurutnya berkomitment sangat tinggi, dari awal status Gemintang berubah, dia selalu mengajak Gemintang ke jenjang pernikahan, bukan hanya sekedar pacaran saja.


" Nyonya Gemintang yang terhormat, di makan dulu buburnya, setelah itu baru diminum obatnya, silahkan nyonya manja!" Ucap Sabrina dengan nada yang manis namun dengan wajah yang cemberut.


Hari ini Gemintang merasa tidak enak badan, mungkin karena efek beberapa hari yang lalu saat dia camping di perbukitan, badannya panas, kepalanya pusing, tadi malam bahkan dia menggigil kedinginan, padahal ACnya sudah dimatikan.


Mungkin karena Gemintang yang memang kurang istirahat ditambah lagi cuaca di perbukitan yang sedikit ekstrim dan udaranya yang panas namun anginnya berhembus dengan kencangnya.


" Taruh situ dulu, nanti aku minum sendiri obatnya!" Jawab Gemintang yang memang malas sebenarnya, dia hanya ingin rebahan walau tidur pun tak bisa, tulang belulang ditubuhnya seolah lolos hilang entah kemana.


" Nanti itu tahun kapan, sebenarnya aku ini karyawan kamu atau asistenmu, kenapa kamu libur kerja aku juga diliburkan?" Umpat Sabrina yang tadi pagi baru saja sampai di kantor sudah disuruh pulang ke rumah Gemintang.


" Enak apa, kamu tinggal nyantai aja dirumah nemenin aku, gajinya juga tetep jalan lagi, mau ngapain aja bebas, asal kamu tetap disini bersamaku, kurang baik apa coba aku jadi bosmu ini." Umpat Gemintang dengan santainya, sedari dulu kalau dia sakit harus ada temennya, bahkan dulu William pasti langsung ambil cuti kalau Gemintang sedang sakit untuk menemaninya.


" Abang Lewis kemana?" Sabrina mengedarkan pandangan keseluruh ruangan disana, namun tidak mendapatinya.


" Ngapain cari-cari bang Lewis, dia sibuk sekarang, bukannya kamu sudah menikah?" Gemintang malah sengaja bermain-main dengannya.


" Orang cuma nanya doang, yaelah... hati gue udah mentok sama mas Peter kali, lain halnya kalau bang Lewis mau jadi yang kedua." Sabrina pun tak kalah heboh dalam menanggapinya.


" Gila luu ya, mau mainin abang gue luu!" Gemintang langsung menjeling kearah sahabatnya itu.


" Haha... bercanda kali, tapi kalau bang Lewis beneran mau sih aku nggak bakalan nolak juga!" Sabrina langsung tertawa cekikikan setelahnya.


" Iya juga kan, toh kamu sama si Peter baru nikah siri kan, nggak ketahuan juga kalau kamu nikah sama bang lewis, haha.."


Ada saja obrolan gila mereka yang membuat suasana menjadi riuh renyah.


" Asyik kali ya punya suami dua, kalau yang satu kerja, yang satu suruh dirumah, ntar bisa gantian atau di rolling gitu, wkwkwk!"


" Bahaha... kayak yang kuat aja kamu melayani dua jantan sekaligus, satu aja sudah ngos-ngosan kamu, gimana langsung dua, terseok-seok jalanmu, haha"


Itulah alasan kenapa Gemintang menyuruh Sabrina menemaninya dirumah saat sakit, karena hanya dengan dialah Gemintang bisa bercanda dan melupakan rasa sakit yang dia rasa.


" Kamu nggak tahu aja hebatnya seorang wanita, dia paling bisa menahan nafsv dibanding para pria, dan yang terpenting seorang wanita itu bahkan lebih tahan lama dibanding dengan seorang pria."

__ADS_1


" Ciih... kayak yang tahu banget aja kamu ini, menikah saja baru kemarin sore!" Gemintang langsung melengos mendengarnya.


" Hehe... Apa gunanya internet di era modern ini bestie!"


" Ya udah, nikahin aja sono bang Lewis skalian, biar kita bisa ngrumpi bareng tiap hari."


" Aduh kok jadi ngeri-ngeri gimana gitu, saat gue membayangkan menikahi dua pria sekaligus ya kan?"


Dua wanita itu tergelak sendiri dengan asyiknya, tanpa menyadari ada dua manusia yang masuk ke rumah itu.


" Amboi... asyiknya yang mau nikah sama dua pria sekaligus? coba saja kalau mau berkhianat dariku? aku formalin kamu biar bisa aku kantongin kemana-mana!"


Peter langsung melotot dan mengeratkan barusan gigi putihnya saat mendengar obrolan gila dari dua wanita itu.


" Hah!"


Gemintang dan Sabrina langsung menoleh kearah sumber suara, mereka memang sengaja ngobrol diruang tamu, dan membiarkan pintu rumah itu terbuka, agar bisa ganti udara.


Oleh karena itu, Chris dan Peter bisa langsung masuk begitu saja, tanpa sepengetahuan dari mereka.


" Hehe... bercanda mas Peter, Gemintang itu yang katanya mau nikah lagi." Sabrina langsung berjalan mendekati suaminya dan langsung bergelayut manja di lengannya, agar dia tidak jadi marah.


" Dia memang mau menikah denganku!" Ucap Chris dengan suara lantang yang penuh dengan keyakinan.


" Mas?"


Tadi Chris menelpon Gemintang pagi-pagi untuk mengajaknya sarapan, namun Gemintang menolak dan bilang kalau dia sedang tidak enak badan. Tidak menyangka walau dia sibuk sekalipun, siangnya tetap menyempatkan diri untuk menengok kekasihnya itu.


" Bapak udah melamar Gemintang kah? komitmen saja itu tidak cukup loh pak dalam sebuah hubungan, harus ada kepastian dari seorang laki-laki, dan harus ada juga kejelasan dari seorang perempuan, biar sama-sama sejalan." Sabrina sebagai sahabat yang menemani Gemintang dalam suka maupun duka langsung ikut berkomentar.


" Sudah, beberapa hari lagi kita mau menikah." Jawab Chris dengan bangganya.


" Owh ya? are you ready Gem? really?" Sabrina langsung mendekat kearah Gemintang dan berbisik, dia tahu benar bahwa sebenarnya Gemintang masih sedikit trauma menjalani kehidupan sebuah pernikahan kembali.


" Hmm..." Jawab Gemintang sambil melirik kearah Chris yang langsung duduk sambil menyilangkan kaki jenjangnya.


" Sttt... yakin kamu, mau menikah sekarang?" Bisik Sabrina perlahan.


" Nggak sekarang juga, mungkin beberapa hari lagi, tinggal nunggu bang Lewis libur aja, soalnya aku belum sempet ngobrol serius dengan dia."


" Apa kamu yakin? atau dia hanya memaksakan kehendaknya saja? pikirkan baik-baik Gem? jangan sampai kamu salah jalan untuk yang kedua kalinya!" Bisik Sabrina yang malah terlihat khawatir.


" Kamu tenang saja, dia adalah pria yang tulus, pria yang hadir dalam hidupku, yang mengobati trauma di masa laluku, dia juga yang membuatku bangkit dari keterpurukan, dia pria baik, perhatian walaupun sering cemburuan, tapi aku sudah menyayanginya sepenuh hati, dia spesial dan tidak tergantikan oleh orang lain." Jawab Gemintang dengan mantap.

__ADS_1


" Secepat itu?" Sabrina menatapnya dengan heran.


" Mungkin memang Alloh tidak mengizinkan aku menderita terlalu lama, dan menghadiahkan dia sebagai pendamping terbaik di hidupku, kehidupan Janda keras bestie, berulah sedikit saja gosipnya entah kemana-mana."


" Ckk.. memang iya, tapi masalah orang tuanya bagaimana?"


" Entahlah... itu urusan mas Chris, aku hanya bisa berharap Tuhan menuntun jalan kami berdua untuk selalu bersama sampai akhir hayat kami."


" Hmm... kalau kamu sudah mantap, aku bisa apa, asalkan kamu bisa bahagia."


" Nggak banyak orang yang bener-bener semangat menjalin hubungan dengan orang yang sudah pernah bercerai Na dan aku sangat bersyukur karena dimiliki olehnya."


" Perceraian bukan hal buruk, justru itu adalah keputusan terbaik ketika pernikahan tidak lagi memberi kedamaian apalagi kebahagiaan."


" Jangan hanya mencoba menghiburku!" Ledek Gemintang.


" Itu kenyataan Gem, menyimpan luka dalam rumah tangga itu tak pernah baik, yakinkan dirimu bahwa terkadang perceraian adalah keputusan yang baik untuk kesehatan kamu terutama mentalmu. Kalau memang sudah tidak ada yang patut dipertahankan, relakan saja apa yang memang hanya menyakitimu."


" Sayang... kamu jangan memprovokatori yang tidak-tidak dengannya, nanti aku ikut kena imbasnya."


Peter jadi curiga sendiri saat istrinya masih terus bisik-bisik didekat telinga Gemintang, apalagi tatapan tajam dari Chris yang seolah memberikan peringatan kepadanya untuk menjaga istrinya itu.


" Mana ada aku jadi provokator mas, Gemintang itu sahabatku, apa yang membuatnya bahagia aku pasti akan menyetujuinya, tapi jika ada yang berencana menyakitinya, aku ada dibarisan terdepan yang melindunginya." Sabrina langsung memrluk Gemintang dengan erat.


" Kamu itu istriku! harusnya aku yang kamu peluk, dan jangan terlalu ikut campur dalam rumah tangga orang sayang, tidak baik." Peter langsung menarik lengan istrinya dan merangkulnya dengan posesif, dia sungguh tidak rela jika istrinya berpelukan walaupun dengan seorang wanita, karena memang itu traumanya dulu.


" Dia belum menikah mas, lagian tuh ya.. orang kalau nglamar datang bawa bunga biar romantis, bawa cincin, pakai baju yang bagus, kalau perlu datang paket helikopter biar seru, jangan cuma modal ngomong doang? orang kaya kan begitu?" Sabrina seolah menyindir Chris yang langsung terlihat berpikir.


" Kamu mau menyindirku karena aku tidak melamarmu dengan cara seperti itu?" Namun malah Peter yang terasa.


" Ehh... bukan begitu mas, kalau kita kan lain cerita, pernikahan kita kan belum terencana."


" Kode keras itu sih? resmikan dong sekalian!" Ledek Gemintang yang langsung nimbrung.


" Enggak... bukan begitu maksud aku loh mas, duh... gimana ceritanya sih, aku tuh mau ngerjain calon Gemintang, malah jadi aku yang kena!" Umpat Sabrina yang malah jadi serba salah.


" Pfftthhh..." Gemintang langsung menahan tawanya.


" Peter... kalau begitu kita pulang dulu, kita ambil helikopternya dulu, aku akan melamarnya hari ini juga!" Chris memang pantang dicabar, dia langsung ingin bergerak cepat tidak terkalahkan.


" SIAPA YANG BERANI MELAMAR ADIKKU TANPA SEIZINKU!"


Tiba-tiba Lewis muncul dari balik pintu ruang tamu yang memang terbuka sedari tadi. Dia lah pengganti wali dari adiknya, jadi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, atau adiknya sampai salah memilih lagi, dia juga pasti akan marah dan kecewa.

__ADS_1


TO BE CONTINUE...


Author kasih double up lagi hari ini, walaupun kesiangan..😅


__ADS_2