Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
125. Bestie selalu dihati


__ADS_3

...Happy Reading...


Tak banyak yang Sabrina butuhkan dalam hidupnya, cukup kasih sayang dari ibu dan juga dari sang suami tercinta, itu sudah lebih dari cukup untuk membuatnya bangkit dari perihnya sebuah cobaan hidup.


Lima kantong kresek besar sudah mendarat dengan selamat didepan Apartement milik Peter saat ini.


" Yank? mau masak apa kamu dengan bahan dan sayuran sebanyak ini?" Peter ikut membantu membawa bahan makanan yang dipesan oleh istrinya.


" Mas mau aku masakin apa? ngomong aja?"


" Mas nggak masalah kamu masak apa tidak, yang penting saat mas mau, kamu selalu On aja, mas udah seneng banget!" Jawab Peter untuk sedikit mencairkan suasana suram dihati istrinya.


" Mas Peter, mau disentil dibagian mana nih? orang lagi nanya serius juga, selalu aja belok kearah sana deh." Sabrina hanya bisa menatap jengah wajah tengil suaminya kalau sudah seperti itu.


" Kalau masakan itu cuma terasa sampai di lidah saja, tapi kalau kamu, bisa langsung meresap sampai ke hati." Peter tak henti-henti membuat wajah istrinya merah merona karena menahan malu.


" Lama-lama aku kiloin juga kamu mas, gombal aja kerjaannya deh, aku kan jadi kalah saing sekarang!" Umpat Sabrina sambil mengusap pipinya yang sudah memanas.


" Haha... mas udah jago sekarang, nggak sengaja sering privat sama si Sumarni!" Peter langsung mendapatkan ide saat mengingat nama lain dari Gemintang yang dia buat.


Dan ternyata candaan mereka tidak luput dari pandangan kedua orang tua Peter dari kursi ruang tamu.


" Itu sungguhan anak kita pa?" Mama Peter seolah tidak percaya melihat putranya menjadi pribadi yang receh dan mudah tertawa saat ini.


" Hmm... itulah, mama sudah berpikiran buruk duluan dengan menantu kita, lihatlah dia bisa mengubah sosok Peter yang keras dan dingin, menjadi lumer bak coklat masuk di oven." Papa Peter ikut tersenyum melihat interaksi diantara mereka.


" Aku kok belum percaya, jangan-jangan itu memang sandiwara mereka."


" Mah?" Papa Peter tidak bisa berkata apa-apa lagi dengan perkataan istrinya.


" Peter, kamu tahu kan kalau perut mama ini sensitif, nggak boleh makan sembarangan." Mama Peter kembali berulah.


Sabrina lansung tersenyum kecut mendengarnya, namun itu tak jadi masalah baginya, semakin dia dihina, akan semakin bertambah semangatnya.


" Ma... bisa nggak sih jangan men-judge orang terlebih dahulu sebelum tahu hasilnya? Sabrina sudah menuruti kemauan mama buat masak kan?" Peter langsung membela istrinya.


" Memang dia bisa masak?" Ejek Mama Peter.


" Makanya dilihat dulu, jangan langsung berkomentar pedas kayak gitu dong, taulah kalau harga cabai itu selangit! udah turun belum sih yank?" Peter kembali menelisik wajah istrinya.


" Belum turun mas, masih pedas banget kayak orangnya, ehh... harganya maksudku." Jawab Sabrina yang memang sengaja membelokkan ucapannya.


" Pfftthh..." Peter langsung mencolek dagu istrinya sambil menahan tawa, istrinya itu terkadang bisa menjadi hiburan tersendiri baginya.


" Damia, kamu temenin dia masak, takut pula nanti dia salah bumbu." Mama Peter seolah menguji kembali kesabaran dari Sabrina.


" Baik aunty." Jawab Damia dengan senyum manisnya.


" Nggak perlu Ma, saya bisa sendiri kok, lagian Damia kan tamu disini, tamu itu harus dilayan dengan baik, kalian bisa tunggu saja sambil santai, nanti kalau sudah siap saya beritahu." Walau sulit namun dia harus tetap bisa tersenyum, agar dia tidak terlihat lemah, walau moodnya sedikit goyah karenanya.

__ADS_1


" Okey... kalau begitu, biar suami tampanmu ini saja yang menemanimu." Peter langsung menjadi pihak penengah diantara mereka.


" Sejak kapan kamu bisa masak? goreng telor aja kayak dibakar?" Ledek Mama Peter sambil menaikkan satu sudut bibirnya.


" Boleh... kalau mas Peter mau nemenin, boleh banget dong, mas Peter cukup duduk santai saja nungguin aku sambil duduk di kursi dapur sana, karena adanya mas disisiku sudah menjadi semangat dan suntikan energi buat aku." Sabrina langsung memelvk lengan kokoh suaminya dengan senyum yang mengembang.


" Benarkah?" Peter semakin bahagia mendengar pujian dari istrinya, jarang-jarang dia puji, biasanya juga dia diledekin terus.


" Hmm... kalau masak penuh dengan cinta, rasanya juga pasti istimewa."


" Utututuh... istri kesayanganku ini memang terdebest lah, let's go kita masak Nana sayang!"


Peter langsung merangkul bahu istrinya dan berjalan menuju dapur dengan lima kantong kresek yang mereka bawa.


...----------------...


Bos... bukannya anda mau membantu menjelaskan pernikahanku dengan kedua orang tuaku? sekarang mereka ada di Apartementku, cepatlah datang, sebelum terjadi huru hara yang bisa menghancurkan keharmonisan rumah tanggaku, dan jangan lupa bawa si Sumarni, sepertinya istriku membutuhkannya.


...----------------...


Peter langsung mengirimkan satu pesan yang panjang kepada Chris, dia ingin kesalahpahaman ini cepat berakhir, Peter tidak ingin menorehkan luka kembali di hati istrinya.


Dan persahabatan yang kuat memang terbukti diantara dua pria tampan ini, dalam kurun waktu setengah jam saja, Chris dan Gemintang sudah sampai di apartement mewah milik Peter.


" Assalamu'alaikum." Ucap Mereka berdua bersamaan.


" Wa'alaikum salam." Jawab kedua orang tua Peter dan Damia secara bersamaan, karena mereka yang berada didekat pintu rumah itu.


" Hai Paman, aku pun sama, paman dan bibi sehat kan?" Chris pun menyapanya dengan ramah.


" Sehat nak, wah... kamu semakin tampan saja, trus siapa gadis ini, cantik sekali?" Mama Peter langsung ikut menyambutnya dengan hangat, karena Chris memang sangat berperan penting untuk kelangsungan usaha mereka, karena bisnis keluarga Peter dibawah naungan keluarga Chris.


Kalau anda tau aku sudah bukan gadis, apa anda masih mau memujiku?


" Saya Gemintang tante." Gemintang langsung menyambut uluran tangan mama Peter sambil mengumpat didalam hati.


" Dia calon istriku tante." Chris mengucapnya dengan rasa bangga.


" Woah... ternyata kamu sudah mau menikah ya, selamat loh, jangan lupa undang tante."


Kalau pasangan Chris, mama Peter tidak berani berkomentar sama sekali, padahal Gemintang hanya menggunakan baju casual biasa saja kemari.


" Gem... kalian datang juga ternyata?"


Sabrina langsung mendekat kearah Gemintang, Peter memang tidak memberitahu istrinya kalau dia yang sengaja mengundang mereka kesini.


" Hmm... itung-itung mengisi akhir pekan? tumben kamu pakai celemek?" Gemintang yang tidak paham situasi semakin menambah ruet suasana saja.


" Ssstttt... bantuin gue ngadepin mertua gue, dia kayaknya nggak ngrestuin hubungan gue dan itu tuh, kamu lihat gadis disana? sepertinya mamanya mas Peter sengaja membawanya kesini untuk diumpankan sama suamiku, help me please!"

__ADS_1


Kedua ekor mata Gemintang langsung melirik kearah gadis cantik yang berhijab disebelah mamanya Peter.


" Dia kayak nggak cocok jadi pelakor Na? are you sure?" Gemintang langsung ikit berkomentar setelah melihatnya.


" Emang siapa yang bilang dia pelakor? cuma mama mas Peter kayaknya menyukainya?"


" Owh... eherm, Nana... sudah lama sekali aku tidak makan masakan lezat buatan kamu itu, bisa kamu ajarin aku masak? nanti kalau aku sudah pandai, kita buat restoran berbintang lima gimana, aku yakin pasti langsung viral restoran kita, soalnya masakan kamu kan memang jempolan?"


Hanya dengan sepenggal cerita yang Sabrina bisikkan saja, Gemintang langsung paham dengan kondisinya dan sudah tahu apa yang harus dia lakukan, walau tanpa skenario sama sekali.


" Tentu dong bestie, apa sih yang enggak buat kamu." Sabrina langsung tersenyum dengan lega, kedatangan sahabatnya itu menjadi suport tersendiri buatnya.


" Kita langsung ke dapur? aish... aku sudah tidak sabar mencicipi masakanmu, masak apa kamu bestie?" Gemintang langsung mengedipkan satu matanya.


" Hayuk lah... pokoknya semua masakan nusantara aku masak, kamu wajib cobain semuanya." Sabrina pun langsung memonyongkan bibirnya tanda ucapan terima kasih.


" Bungkus bawa pulang boleh?"


" Boleh dong, aku masak banyak hari ini."


" Woah... kamu memang jagonya kalau soal masak! sepertinya bakalan gagal diet deh kali ini."


" Hehe.."


" Sttt... kamu harus bayar mahal tau dengan pujianku kali ini!"


" Ckk... itungan banget sih kamu Gem, jangan jahat-jahat kenapa? cukup ibu mertuaku saja yang menindasku dong, kamu jangan!"


" Hidih... jahatan mana sama kamu yang live mende sah didepan mataku!"


" Aish... kan bisa jadi inspirasi buat kamu pecah telor nanti, sama pak Chris!"


" Inspirasi gundulmu itu!" Gemintang langsung melotot kearahnya, saat mereka sudah menjauh dari ruang tamu.


" Hei... jangan salah, nanti gue kasih tutorial gaya baru, dijamin kamu ngos-ngosan dan merem melek dibuatnya!"


" Really?"


" Hmm... sekarang jangan berisik, cepat bantuin gue!"


" Asiap Bestie!" Gemintang langsung menyingsingkan lengan bajunya, dan siap membantu Sabrina, walau dia tidak bisa masak apa-apa.


Dan Peter akhirnya bisa tersenyum dengan lega melihat aksi mereka, selain dirinya Gemintanglah orang yang selalu mampu membuat Sabrina tertawa dan selalu mengerti tentang apa yang dibutuhkan oleh istrinya.


Walau dia sering beradu argument dengan sosok Gemintang, namun dia juga bersyukur dengan adanya Gemintang diantara mereka, yang selalu ada untuk istrinya, tanpa banyak bertanya, apa dan mengapa.


Aku masih penasaran dengan siapa sosok pria yang Damia tunggu, apa benar ucapan istriku kalau pria itu adalah aku?


Karena istrinya sudah ada yang menemani, dia ingin menyelesaikan sesuatu yang mengganjal dipikirannya, dia tidak mau masalah yang menimpa hubungan dirinya dengan istrinya semakin berlarut-larut, karena Peter ingin segera melangsungkan pernikahannya agar sah dimata hukum secepatnya, tanpa ada halangan yang masih melintang.

__ADS_1


..."Ketika seseorang menyakiti anda lagi dan lagi, anggaplah mereka sebuah amplas yang menggosok anda. Dan pada akhirnya anda akan bersih mengkilap dan Dia habis tak berguna."...


JANGAN LUPA, RELAKAN SATU VOTE CANTIK KALIAN BUAT OTHOR YA SAYANGKUH🥰


__ADS_2