
...Happy Reading...
Sebuah gaun berwarna putih berhiaskan payet-payet yang kerlap-kerlip menambah kesan mewah pada diri Gemintang yang memang berpostur tubuh proporsional, yakni tinggi dan langsing bahkan spek bidadari.
Mereka sedang fitting baju pengantin disalah satu butik ternama, yang akan mereka gunakan esok hari.
" Woah... anda cantik sekali nona, gaunnya terlihat sempurna!" Ucap Desainer itu yang seolah merasa puas ketika melihat hasil karyanya itu perfect ditubuh pelanggannya.
" Bukan karena bajunya, tapi karena memang calon istriku ini yang istimewa." Chris langsung memeluk tubuh Gemintang dari belakang di depan sebuah kaca besar di ruangan itu.
" Iya deh, kalian memang pasangan yang serasi, cantik dan tampan, hasil desain bajuku terlihat semakin mewah ditubuh kalian, aku sangat bersyukur punya pelanggan seperti kalian berdua, hehe.." Desainer itu langsung memuji dari hati.
" Makasih mbak, aku malah jadi malu sendiri." Ucap Gemintang yang langsung bersemu, karena memang Chris sering memuji dirinya tanpa perduli mereka ada dimana dan dengan siapa.
" Kalau begitu, silahkan kalian ganti pakaian lagi, biar saya finishing gaun ini dan bisa langsung dikirim malam ini juga, okey?" Setelah puas mengamati dan mengukur apa yang kurang, desainer itu langsung menyudahi fittingnya.
" Ayok sayang kita ganti baju, mau mas temenin apa nggak?" Kedua mata Chris bahkan sedari tadi hanya tertuju kepada Gemintang, walau beberapa asisten desainer wanita disana semua mencuri-curi perhatiannya kearah Chris.
" Nggak usah mas, masak ganti baju ditemenin?" Gemintang langsung mencubit pinggang Chris dengan gemas.
" Kenapa sih yank, besok pagi juga kita susah sah? why not kan?" Ucap Chris dengan senyuman yang menambah kadar ketampanannya.
" Itu lain cerita, besok memang sudah sah, tapi kalau sekarang masih haram, biar mbaknya aja yang bantuin aku buka bajunya, okey."
" Ckk... pelit!" Umpat Chris yang membuat beberapa wanita disana menahan senyuman masing-masing.
" Mas?" Gemintang langsung mendorong lengan Chris saat dia seolah sedikit memaksa.
Cup
" Ya ampun mas, kamu ini nggak malu apa?" Semakin dilarang, Chris malah semakin nekad, dia sambar saja bibiir calonnya itu walau hanya sekilas.
" Dikit aja kok yank." Chris hanya terkekeh tanpa merasa bersalah sama sekali.
" Haduh... haduh... serasa jadi numpang deh aku disini, kalau begitu mari saya bantu saja, dari pada mbak mupeng sendiri nanti, tapi lakinya nggak ada, bisa repot kan mau cari lawannya dimana."
Akhirnya sesi fitting baju pengantin sudah selesai, semua persiapan sudah hampir seratus persen siap, hotel mewah serta ribuan undangan sudah tersebar ditempat sanak saudara dan juga klien-klien mereka.
" Mas... aku mau langsung pulang aja ya?" Dalam perjalanan pulang, Gemintang langsung meminta diantarkan pulang kembali kerumahnya.
" Nantilah yank, kita jalan-jalan dulu mau nggak?" Chris langsung meminta dengan wajah melasnya.
" Lain kali aja lah mas, besok juga acaranya seharian full kan? kalau almarhum ibu masih hidup juga pasti kita sudah dipingit sekarang, bahkan mungkin dari dua hari yang lalu."
" Masak ketemu calon sendiri kok nggak boleh?" Chris langsung protes setelahnya.
" Emang kek gitu kalau pakai adat Jawa, tapi ya sudahlah, yang penting sekarang anter aku pulang, kita banyak-banyakin istirahat biar besok tubuh kita fit, okey?"
" Fuh... beratnya menahan rindu?" Chris menggerutu layaknya bocah kecil.
" Rindu apaan? orang cuma selang semalam doang mas, yaelah?" Ledek Gemintang sambil geleng-geleng kepala.
" Mas sudah nggak bisa pisah sama kamu, walau cuma sedetik saja!"
" Dih.. kok bisa ya kulkas tujuh pintu kayak mas gini bisa jadi lumer gini, heran loh aku?"
" Karena kamu panas-panasin aku tiap hari, ya cair lah!"
" Hebat dong aku ya kan mas, emm... tapi sebenarnya aku malu mas, dibikinin pesta pernikahan besar-besaran seperti ini."
" Kenapa sih, ada masalah?"
" Mas, aku tuh janda loh, sebenarnya nggak usah pake gaun mewah segala, kita buat acara syukuran sederhana saja gitu gimana?"
Rasa insecure sudah pasti ada, karena kegagalan pernikahannya yang pertama dulu.
" Emang kenapa sih kalau Janda? semua sudah Peter siapkan sayang, kita tinggal berangkat saja besok, kenapa sih kamu selalu insecure dengan status janda mu itu, mas aja nggak masalah kok?"
" Mas, kamu tuh nggak ngerti deh!"
" Gimana mau ngerti kalau kamu nggak ngomong?"
" Mas... sebenarnya aku maunya kita nikah secara sederhana saja, aku merasa sedikit malu gitu loh mas?"
" Kenapa harus malu sayang?"
" Yaa... nanti pasti banyak orang yang ngehujat aku, nikah udah dua kali aja di gede-gedein, harusnya kan malu, inilah-itulah dan masih banyak lagi deh komentar-komentar negatif dari para netizen itu pastinya."
" Selama kamu takut dengan status dan anggapan negatif dari sebuah perceraian, maka kamu mengamini anggapan tersebut. Yang perlu kamu lakukan saat menghadapi hal ini, cobalah untuk berpikir tenang. Yakinkan diri kamu, apakah benar kamu layak disebut sebagai janda yang tidak baik?"
" Ya enggaklah, mas tahu sendiri bagaimana kisahku kan?"
__ADS_1
" Maka bersikaplah bijak, jangan menghabiskan tenaga kamu dengan berpikir negatif. Hidupmu tidak seburuk yang kamu bayangkan bukan?" Chris selalu memberikan motivasi yang membangun untuk calon istrinya itu.
" Tidak semudah itu mas."
" Bangun motivasi dalam diri kamu sayang, apa yang terjadi padamu tidak seharusnya menghalangi potensi yang kamu miliki, right?"
" Kalau itu sih sudah pasti, aku juga tidak selemah itu mas."
" Baby.. listen to me, kamu berhak untuk hidup bahagia sayang, maka lakukan yang kamu yakini, okey?"
" Umm... makasih Bee kuh tersayang, kamu memang penyemangat terbaik dihidupku, em.. jadi tambah gemes deh."
Kalau sudah dipanggil sayang begini, Chris pasti langsung salah tingkah, karena Gemintang memang lebih sering memanggilnya dengan sebutan mas saja.
" Okey... sudah sampai, mas boleh mampir nggak?" Saat mobil Chris sudah berhenti didepan rumah Gemintang, Chris kembali merengek layaknya anak ABG yang lagi uwuw-uwuwnya.
" Nggak usah cari alasan deh mas, cepet pulang, kita harus banyakin istirahat."
Karena sudah bisa dia pastikan kalau calon suaminya itu mampir, bisa seharian full nanti dia ditempelin terus oleh Chris.
" Ya udah deh, mas pulang dulu ya, tapi nanti boleh video call kan?"
" Boleh, hati-hati dijalan ya?"
" Sayang.."
" Apalagi sih sayangku cintaku kasihku?"
" Minta kiss?"
" Ckk... nggak bisa apa nunggu sampai besok pagi?"
" Kelamaan yank, masih dua puluh satu jam lagi kita ketemunya?" Bahkan sempat-sempatnya dia menghitung waktu sampai besok pagi.
" Astaga mas, cuma dua puluh satu jam aja, bukannya dua puluh satu abad, sudah sekarang mas pulang deh!"
" Ya ampun, awas aja kamu yank, nggak akan aku kasih ampun besok!"
" Bye!"
Gemintang akhirnya memilih segera masuk kedalam rumah mewahnya saja, daripada harus meladeni rengekan calon suaminya yang sudah bucin parah dengannya itu.
Baru saja dia menselonjorkan kakinya yang terasa pegel itu sesaat di kursi sofa kamarnya, namun pintunya sudah kembali diketuk.
" Nyonya, dicari masnya?" Ucap Asisten rumah tangga Gemintang yang langsung berlalu.
" Astaga, ngapain juga dia balik lagi? bener-bener dah tu bujang, minta dicip*k sampai biru kayaknya, biar bisa istirahat dengan tenang." Gemintang langsung kembali turun sambil mengumpat kekasihnya sepanjang menuruni tangga.
" Kenapa lagi sih mas? emang mau dicivm dibagian yang mana, sini deh aku buat sampai merah kalau perlu, biar nggak bolak balik lagi, aku tuh mau istirahat dulu."
Belum juga melihat wajahnya, namun Gemintang sudah ngoceh duluan karena terlalu gemas dengan perjakanya itu.
" Apa semudah itu kamu memberikan civmanmu itu sekarang?"
Degh!
" Astaga, mas William?"
Dan ternyata mas yang dibilang asisten rumah tangganya itu adalah William, mantan suaminya dulu, bukan Chris calon masa depannya nanti.
" Dulu civman itu hanya untuk mas kan?" Wajah kecewa dan hancur sangat terlihat di wajah tampan William saat ini.
" Mas, sudahlah! kenapa sih mas selalu mengungkit masa lalu kita? semua sudah berakhir sekarang, kita buka lembaran baru masing-masing dong."
" Terlalu sulit membuka sebuah lembaran baru, disaat semua kenangan indah itu masih terekam jelas didalam pikiranku Gem."
" Fuh... terserahlah, mas ada perlu apa kemari? kalau bang Lewis lihat, habis mas sekarang." Gemintang tak habis pikir, walau dia sudah diusir berulang kali saat datang kerumahnya, namun masih saja datang tanpa rasa takut sedikitpun.
" Mas dengar besok kamu mau menikah, itu hanya gosip saja kan Gem? kamu tidak sungguh-sungguh mau menikah kan? itu berita hoak kan yank?"
" Mas, please deh jangan begini, aku memang mau menikah besok pagi."
" Tapi kenapa secepat ini sayang?"
" Jangan lagi memanggilku sayang bisa nggak sih mas?"
" Karena aku masih sangat menyayangimu Gem, setulus hatiku, aku nggak bisa menghilangkan rasa ini, tolonglah mengerti keadaanku Gem?"
" Mas... aku mengerti, tapi hati ini sudah terisi dengan orang lain mas, sudah nggak muat buat mas, jadi mohon pengertiannya, okey?"
" Gem... aku sudah melakukan berbagai cara untuk membuktikan bahwa mas sudah tobat sekarang Gem, mas sudah tidak seperti dulu lagi, mas janji tidak akan berkhianat denganmu Gem, kita rujuk lagi ya?"
__ADS_1
" Nggak bisa mas."
" Why Gem, aku tidak percaya dalam kurun waktu secepat ini rasa sayangmu terhadap mas hilang tak bersisa, kamu masih menyimpan rasa buat mas kan Gem? tolong jangan bohongi dirimu sendiri Gem, please sayang, kita rujuk balik ya, mas akan urus segalanya, okey?"
" Mas William... kita itu nggak mungkin bisa bersatu lagi."
" Mas nggak percaya kamu langsung melupakam semua rasa dan kasih sayang yang melimpah dari mas dulu."
" Begini ya mas, kalaupun iya rasa itu masih ada, tapi ada hati lain yang harus aku jaga!"
" Aku pun punya hati Gem, takkan kamu tidak bisa memaafkan mas, sudah lama kamu menyiksa mas dalam kesendirian Gem, tau kah kamu, bahwa setiap hari aku selalu tersiksa karena merindumu? apalagi saat mendegar kamu mau menikah besok pagi, sakit tau Gem." William bahkan memukul dadaanya yang terasa sesak.
" Mas.. terlepas dari aku yang sudah punya pasangan baru atau masalah pernikahanku besok, atau bahkan aku tidak punya pasangan sekalipun, aku tetap tidak bisa lagi rujuk denganmu mas."
" Why Gem, mas bisa berubah, kenapa kamu tidak, apa sedangkal itu rasa cintamu terhadapku selama ini?"
Seolah emosi dan cinta pada diri William yang dia pendam selama ini tercampur aduk dan menyembur keluar semua, dibarengi dengan banjirnya air mata William.
" Mas... bukan aku yang memulai semua ini, kenapa seolah-olah mas hanya menyalahkan aku saja?"
" Mas tidak mau menyalahkan kamu Gem, tapi mas nggak bisa tanpa kamu sayang, tolong mengertilah."
" Mas, bukan hanya aku yang harus mengerti, mas pun juga harus tahu, walau aku tidak sendiri sekarangpun aku tidak akan pernah kembali dengan mas."
" Iya, but why?"
" Apa mas lupa saat itu selingkuh dengan siapa? istri dari abang kandungku sendiri mas, jadi walau mas memohon seribu kali sekalipun aku tidak akan pernah bisa kembali dengan mas lagi, bang Lewis adalah keluargaku satu-satunya, kalau sampai aku kembali dengan mas, hanya kan ada luka di hati bang Lewis karena melihat keberadaan mas dalam keluarga kami, dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi."
" Gem, tapi?"
" Makanya mas, kalau mau melakukan sesuatu itu pikir dengan matang-matang, jangan hanya mengandalkan nafsv mas yang tidak seberapa itu."
" Tapi itu penyakit Gem, mas tidak bisa mengontrolnya."
" Semua yang ada pada diri kita itu berpusat pada otak dan fikiran, kalau mau menyibukkan diri dan memikirkan hal yang positif, pasti tidak akan tertuju dengan satu hal itu saja."
" Gem... tidak bisakah sedikit saja kamu memaafkan mas tentang hal itu."
" Aku bisa memaafkan mas, tapi untuk kembali apalagi untuk rujuk dengan mas, maaf mas, aku nggak bisa dan tidak akan pernah bisa."
" Aku masih tidak habis pikir denganmu Gem, kamu sudah tidak seperti dulu lagi."
" Mas... tolonglah, sekali ini saja, izinkan aku bahagia, jangan menyakitiku untuk yang kedua kalinya."
" Aku pun ingin membuatmu bahagia Gem?"
" Benarkah? kalau begitu tolong pergilah dari kehidupanku mas, aku hanya ingin merasakan hidup tenang dengan masa depanku, tolonglah mas, karena sampai kapanpun itu aku tidak akan pernah membuka hatiku kembali dengan mas."
" Gem."
" Mas, aku sudah kehabisan kata-kata lagi buat mas, jadi aku mohon untuk yang terakhir kalinya, tolong tinggalkan rumah ini."
" Kamu jahat Gem."
" Maaf mas, tapi cobalah buka hati dengan orang baru, tapi saranku carilah orang yang baik adab dan perilakunya, karena seorang wanita adalah pakaian suami, jika wanitamu buruk, mas pun akan terkena imbasnya, begitupun sebaliknya."
" Kamu sungguh tidak ingin melihatku lagi gem?"
" Maaf mas, aku sudah tidak bisa lagi kembali menoleh ke luka yang telah tertanam, walau itu sudah berlalu."
" Gem, jikalau kamu sudah terbiasa dengan Badai mengapa harus menggigil hanya karena Gerimis?"
" Karena tenagaku sudah habis terpakai melawan badai, mas tidak pernah tahu kan, seberapa pedihnya aku menyembunyikan air mataku dibalik gerimis itu?"
" Gemintang."
" Satu yang perlu mas ingat, Angin berhembus tidak untuk menggoyangkan pepohonan, tetapi dia menguji kekuatan Akarnya."
Skakmat!
Air mata yang menetes dari kedua mata indah William itu, kini seakan sudah tidak lagi mampu menggoyahkan hati Gemintang, karena hatinya sudah sepenuhnya terisi oleh sosok Chris Arthur di hidupnya.
♡♡♡
Terkadang memang jalan Tuhan untuk mendewasakan seseorang terlihat sangat sulit, bahkan mungkin sampai tidak mampu untuk melewati itu semua.
Tapi satu yang harus kamu ingat, apa yang Tuhan buat itu selalu ada maksud dan tujuannya.
Hal yang membuat kamu patah hati hari ini, itu yang mengajarkan kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya.
PATAH UNTUK TUMBUH...
__ADS_1
Tumbuh menjadi seseorang dengan pribadi yang lebih baik lagi, tumbuh menjadi seseorang yang lebih bijaksana dan lebih luas jangkauannya.
Jadi, jangan pernah takut untuk patah, karena Tuhan tidak akan pernah mengecewakanmu, cukup jalani dengan ikhlas, terima dengan lapang dada dan percaya, bahwa akan ada pelangi setelah hujan.