Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
40. Ini Gila!


__ADS_3

...Happy Reading...


Jangan menyerah hanya karena satu episode buruk yang terjadi dalam hidupmu, teruslah melangkah, karena kisahmu belum berakhir sampai disini.


Seolah kata-kata itu yang hanya ada di pikiran Gemintang kali ini dan yang mampu membakar semangat dirinya untuk mendapatkan haknya sendiri.


Baru sekitar dua puluh menit dia meninggalkan dua ahli neraka itu didalam rumahnya, namun apa yang Gemintang lihat saat ini, sungguh diluar dugaannya.


Apa yang terjadi?


Ini Gila!


Gemintang fikir mereka berdua akan bertengkar karena kepergiannya, atau berdebat saling menyalahkan satu sama lain, namun kejadian ini sungguh membuatnya takjub, entah syaiton apa yang merasuki dua insan manusia ini, karena kenyataannya mereka berdua malah beradu des@h@n didalam kamar Farah kembali, bahkan dengan pintu yang masih terbuka dengan lebar.


Flashback 20 menit yang lalu..


" Bebih... are you okey?" Farah langsung berjongkok didepan William ingin mengecek keadaannya namun masih ragu, dia menunggu beberapa saat sampai Gemintang benar-benar hilang dari pandangannya.


" Sakit mbak!" Ucapnya sambil meringis kesakitan.


" Ayo masuk ke kamar, biar aku lihat dulu." Ucap Farah kembali.


" Nggak... aku mau mengejar Gemintang saja!" Ucap William walau tidak yakin, karena untuk bergerak saja rasanya sangat nyeri, ternyata tendangan Gemintang pas pada sasaran.


" Bebih... sudahlah, nanti saja, biar aku lihat dulu kondisi adekmu itu, kalau sampai memar bagaimana?" Farah tidak perduli dengan Gemintang, hatinya sudah buta, hanya William saja yang ada di otaknya saat ini.


" Tapi aku nggak mau Gemintang pergi!" William masih bersikeras untuk mempertahankan Gemintang agar tetap berada disisinya.


" Sudahlah kita sudah ketahuan beb, dia pasti tidak mau kembali denganmu lagi." Farah mulai mempengaruhi dirinya.


" Tidak... aku tidak akan melepasnya begitu saja, sampai kapanpun itu, awas aku mau mencari Istriku! aw.. aw.." William ingin berlari mengejar istrinya keluar, namun benda pusakanya seolah terasa ngilu dengan teramat sangat.


" Tuhkan... makanya biar aku periksa dulu, ayo masuk ke kamar." Farah langsung saja memapah tubuh William untuk kembali masuk kedalam kamarnya tanpa menutup pintunya, karena pikirnya Gemintang juga tidak akan kembali saat ini juga.


" Aw... kenapa masih sakit." William kembali mengaduh kesakitan sambil mendekap torpedo miliknya.


" Sini biar aku lihat."


Dengan tanpa rasa malu sedikitpun, Farah membuka celana William dengan lihai, karena dia memang sudah terbiasa melakukan hal itu.


" Astaga... apa dia masih bisa bangun? gilak memang istrimu itu, pasti dia sengaja ingin membuat kamu jadi imp○ten bebih." Farah langsung mengusap lembut barang berharga milik William yang sering membuatnya menjerit keasyikan saat malam hari itu.


" Ya ampun? memang sakit sekali rasanya." Umpat William sambil memejamkan kedua matanya, apalagi tangan Farah bekeliaran disana, bahkan ada rasa lain juga yang timbul setelahnya.


" Biar aku coba buat bangunin dia ya." Pancing Farah dengan segala tingkah liciknya.


" Jangan, nanti Gemintang bisa lihat!" William menolak namun Farah tidak tinggal diam begitu saja.


" Nggak akan, dia pasti tidak kembali untuk saat ini." Ucapnya Farah meyakinkan.


" Tapi...?"


" Ckk... apa kamu mau masa depanmu suram gara-gara ini? biar aku urut dulu, baru kamu urus wanita itu nantinya." Farah langsung mengeluarkan rayuan maut yang memang sulit untuk William tolak.

__ADS_1


William yang memang punya riwayat kelainan hipers€ks selama ini, mana bisa tahan saat Farah sudah duduk berjongkok dibawahnya sambil menikmati sesuatu disana seperti lolipop rasa strawbery, ada sensasi manis plus asem-asemnya.


" @rgh.. bebih!"


Farah memang sudah lihai dalam menakhlukan William selama ini, sudah bertahun-tahun dia bergelut diatas ranjang bersama William, jadi apa yang dia suka dan apa yang membuatnya mendes@h dia sudah tahu triknya semua.


" Bebih... kita coba ya, masih berfungsi dengan baik atau tidak, okey." Farah yang hanya menggunakan daster mempermudah melakukan aksi gilanya.


Seketika Farah bangkit dan mendorong tubuh William agar terlentang kembali diatas kasur king size di kamarnya.


" Tapi mbak... aduh, gimana ya, aku takut kalau Gemintang nanti tiba-tiba datang." Di sela-sela jeritan manjanya William masih mengingat istrinya, walau pikirannya sudah ngeflay karena kelakuan Farah yang selalu membuatnya menggila.


" Sudahlah.. dia tidak akan datang sekarang, percayalah!"


Farah langsung saja memulai aksinya dengan menjadi pemimpin permainan malam ini, hanya tinggal menyingkap saja, daster miliknya sudah melayang bebas entah kemana.


Dan yang namanya pria lemah iman dan imin, kalau sudah dihadapkan dengan seorang wanita bertubuh aduhai apalagi tanpa busana satu helai pun sudah pasti dia akan mudah tergoda.


" Hmpth... ternyata masih sama endulnya beb, emh." Farah bahkan sampai memejamkan kedua matanya dan menikmati segala rasa yang tercipta dari sana.


" Fast... faster bebih!"


Saat William sudah memanggilnya dengan sebutan bebih, berarti otaknya sudah mulai terkontaminasi dengan Farah sepenuhnya.


Mereka saling beradv dan menciptakan butiran-butiran keringat hasil kerja keras diatas ranj@ng mewah itu, tanpa memperdulikan waktu yang terus berlalu, mereka masih saling memacv dan menyalurkan hasr@t mereka masing-masing, sampai tanpa sadar jika ada seseorang yang sudah memperhatikan mereka berdua didekat pintu dengan genangan air mata.


BRAK... BRAK!


Disaat Gemintang melihat wajah dua ahli neraka itu yang seolah ingin sampai pada puncaknya, Gemintang langsung mengebrak pintu kamar itu sekuat tenaga yang masih tersisa.


" BERHEMBUS KALIAN BERDUA!" Teriak Gemintang sekuat tenaga, walau setelahnya nafasnya tersengal karena menahan rasa sesak didada.


Bahkan kata sakit pun tidak cukup untuk menggambarkan betapa terlukanya hati Gemintang saat ini.


Kuat... kuat Gemintang, pejamkan saja kedua matamu, semua ini pasti akan segera berlalu.


" Sayang... aish! tunggu dulu, aku bisa jelaskan ini semuanya!"


William langsung mendorong tubuh Farah diatas tubuhnya, bahkan Farah sampai tersungkur dilantai dengan tanpa busana, William tidak lagi memikirkan pencapaiannya, dia langsung mencabut paksa pedang pusakanya yang sebenarnya tinggal sebentar lagi sampai pada titik puncaknya.


" Jangan pernah berani-beraninya memanggilku dengan sebutan sayang lagi, AKU JIJIIK MELIHATMU!" Teriak Gemintang yang langsung melengos dan menutup kedua telinganya.


" Gemintang... maafkan aku, aku... aku khilaf tadi Gem!" William kembali merapikan celananya dan ingin berusaha mendekat ke arah Gemintang.


" STOP! Diam disana, jangan mendekat kearahku, aku sudah tidak sudi berada didekatmu lagi!" Gemintang langsung berjalan mundur dan akhirnya menguatkan langkah kakinya menaiki tangga menuju kamar miliknya diatas.


" Gem... aku bisa jelaskan semuanya, tadi itu cuma..!" William langsung mengejarnya ketika Gemintang sudah mengabaikan dirinya.


Sedangkan Farah masih merintih kesakitan karena punggungnya terkena sudut ranj@ng miliknya dan segera mengambil kembali bajunya yang tercecer dilantai.


" Jangan bicara denganku!" Teriak Gemintang yang langsung membuka lemari lima pintu miliknya dan mengeluarkan sebuah koper besar dari sana.


" Gemintang please... jangan pergi, jangan tinggalkan aku Gem." Rengek William seolah tidak rela, karena memang sebenarnya hati William memang masih sangat mencintai istrinya itu.

__ADS_1


" Hei... kenapa juga aku yang harus pergi dari sini? ini rumahku William!" Karena terlalu kesal, Gemintang bahkan menyebut nama dengannya.


" Sayang... tapi aku juga yang merenovasi rumah ini sampai semegah ini?" Ucap William dengan santainya.


@njir... iya juga sih, dia juga yang membesarkan perusahaanku sampai punya beberapa anak cabang sekarang!


" Okey... kalau begitu aku saja yang pergi!" Gemintang langsung memasukkan beberapa baju miliknya ke dalam koper.


" Gemintang... aku hanya khilaf, aku janji tidak akan mengulanginya lagi, asalkan kamu selalu berada disampingku anytime, okey?" Bujuk William tidak patah arang.


" Woah... kamu benar-benar lelaki tidak punya rasa malu ya, terbuat dari apa sebenarnya hatimu itu?" Gemintang menatap William dengan jengah.


" Gem... kamu tidak tahu kan apa yang terjadi denganku selama ini?" Ucap William yang langsung melembutkan suaranya.


" Bagaimana aku bisa tahu, jika kamu tidak mau menceritakan denganku, kamu kan lebih memilih melampiaskan hasr@tmu dengan wanita itu!"


" Owh ya.. dan satu lagi, kenapa harus wanita itu William, dia istri kakakku! kamu sengaja ingin menghancurkan kami? apa kamu lupa, tanpa bang Lewis kamu dulu seperti apa! pakai otakmu William!" Teriak Gemintang kembali meneruskan kata-katanya.


" Gemintang... jangan kurang ajar kamu, aku ini masih suami sahmu!" William ikut mengeraskan suaranya.


" Dan akan segera berganti menjadi MANTAN SUAMI, awas... aku mau pergi!" Gemintang langsung mendorong tubuh William yang mencoba untuk menghadangnya.


" Gemintang!" Panggil William.


" Apa lagi? ini mobil atas namaku kan? bisa aku bawa pergi dong? koper juga aku yang beli, baju juga, walaupun kamu juga yang sudah memajukan perusahaanku sekarang, tapi perusahaan itu masih milik keluargaku, jadi aku masih punya hak uang juga didalamnya, mengerti kamu! awas jangan halangi langkahku!" Gemintang langsung menarik kopernya meninggalkan William yang hanya bisa terdiam kali ini.


Bang Lewis... maafkan aku yang tidak bisa menjaga suamiku dengan baik, dan akhirnya jadi merusak hubungan keluarga kita masing-masing, maafkan aku bang Lewis, tolong bang... cepatlah pulang, aku sendiri disini..


Gemintang sudah tidak perduli lagi dengan rumah dan perusahaannya saat ini, kepalanya sudah terlalu pusing untuk memikirkan hal ini, hatinya terlalu sakit untuk sekedar melihat dua ahli neraka itu sekarang.


Untuk saat ini dia hanya ingin pergi jauh untuk sekedar menepi, walau entah kemana kedua kakinya harus melangkah, yang pasti dia tidak ingin berada di rumah yang sudah seperti neraka baginya.


Walau tidak bisa dipungkiri, rumah ini terlalu banyak meninggalkan kenangan-kenangan indah dari saat dia masih kecil sampai dia mengenal apa itu arti kasih sayang dari suami, walau akhirnya harus hancur lebur seperti ini.


" Kemana aku harus pergi?"


Sejenak dia melihat kearah rumah mewah yang menjulang tinggi itu, berat kakinya untuk pergi dari rumah ini, namun benar juga kata William kalau dia juga punya andil dalam rumah itu, jadi dia memutuskan untuk pergi saja dari sini.


Walaupun misalnya, dalam persidangan nanti rumah ini tetap jadi miliknya, karena masih bersertifikat atas nama ayahnya, dia pun merasa enggan untuk menempatinya kembali, karena hanya mengingatkan dia kembali dengan rasa sakit dan luka pedih yang dia alami didalam rumah itu.


" Apa aku pergi saja ke rumah Sabrina? tapi ayahnya pasti masih dirumah sakit, aku tidak mau menambah beban untuk Sabrina lagi, aku harus kemana ya Tuhan?"


Mau sekuat apapun dia menahan, tetap saja air matanya seolah tidak habis untuk dia keluarkan malam ini.


Akhirnya walau berat hati Gemintang membawa mobilnya keluar dari gerbang rumahnya menuju jalan raya, setidaknya walau belum punya tujuan tempat tinggal, dia bisa tidur sementara didalam mobil mewahnya.


Sebenarnya bukan masalah tempat tinggal juga yang menjadi kendala buat Gemintang saat ini, karena dia punya blackcard yang bisa dia gunakan kapan saja, tapi dia juga butuh seseorang sebagai sandaran tubuhnya, saat dia terpuruk dan hancur seperti ini.


Sebaik apapun kamu, jangan pernah berharap semua orang akan menyukaimu, yang perlu kamu ingat, manusia selalu mempunyai ekspektasinya masing-masing.


Just improve yourself then be brave...


...Bersabarlah.....

__ADS_1


...Mungkin Alloh tengah meletakkan kamu dibusurnya, dan menarikmu jauh kebelakang....


...Agar saat dilepaskan, kamu mempunyai daya dorong yang kuat, untuk mencapai sasaran....


__ADS_2