
...Happy Reading...
Dengan penampilan modis dan dibalut gaun yang terlihat mahal, Farah berdiri sambil berkacak pinggang memarahi pihak-pihak yang biasanya mengurus terkait kerja sama dengannya.
" Kalian jangan seenak jidat kalian sendiri saja, memutuskan kontrak kerja sama dengan saya ya, asal kalian tahu saja, aku bisa menuntut kalian semua ke pihak yang berwajib." Emosi Farah seolah sudah naik ke atas ubun-ubun.
" Wuidiih... ada nyonya Lewis ini? opsh... apa masih bisa dipanggil nyonya Lewis? hmm... kayaknya sudah nggak pantes deh." Gemintang langsung duduk dikursi putar sambil menyilangkan kakinya denan santai.
" Ngapain kamu disini?" Farah langsung melengos saat melihat Gemintang ada disana.
" Helow... apa mbak lupa siapa saya?"
" Ckk... sialaan." Umpat Farah dengan nada kesal, dia selalu dibuat mati kutu kalau sudah berhadapan dengan Gemintang.
" Kenapa-kenapa? ada masalah apa mbak, tadi kayaknya aku denger mbak mau melaporkan staf saya ke pihak yang berwajib, maksudnya lapor ke polisi gitu, perlu bantuan kagak?" Gemintang bahkan menopangkan kedua tangannya dibawah dagu.
" Ya iyalah... jangan seenaknya kalian memutuskan kontrak kerja seseorang dalam sepihak saja."
" Eherm... sekali lagi saya tegaskan ya mbak, yang punya perusahaan ini saya dan mas Lewis, dan yang mensuport mbak untuk bisa menjadi seperti sekarang ini juga kami, tanpa kami mbak Farah itu bukan siapa-siapa."
" Tapi kan..." Farah ingin menyangkal, namun Gemintang langsung memotong pembicaraannya.
" Dan... kalau saya memutuskan kerjasama dengan anda itu bukan termasuk tindakan pidana, karena semua fasilitas dan kontrak mbak itu, atas nama perusahaan saya, kami bebas mau ganti model manapun dong."
" Tapi saya kan yang bekerja." Ucap Farah seketika.
" Denger ya mbak Farah yang terhormat, ehh... ngapain juga aku harus hormat dengan orang sepertimu."
" Cih... sekarang aku masih istri kakakmu." Umpat Farah kembali.
" Status doang, sebentar lagi juga sudah ganti, begini ya... sepatu kamu, baju kamu, hiasan yang kamu pakai itu semua dari perusahaan kami, bahkan biaya perawatan dan make up kamu itu semua support dari perusahaan kami, jadi semua yang ada pada diri mbak Farah itu dari perusahaan kami."
" Ini tidak adil!" Farah tersenyum miring menanggapinya.
" Mbak minta keadilan dari kami?"
" Tentu saja, aku punya hak juga dong?"
" Benar, anda memang punya hak, tapi apa mbak lupa, bahwa yang mbak nikmati selama ini, kartu kredit unlimited, mobil, rumah dengan segala fasilitas yang ada itu dari mana? kalau cuma gaji mbak sebagai model baru dulu, nggak akan cukup, bahkan tanpa campur tangan bang Lewis, belum tentu mbak diterima menjadi model, jadi tolong deh jangan sok berkuasa disini."
__ADS_1
" Haha... pantas saja William menduakanmu dengan aku, lihat saja dirimu!" Farah langsung tidak terima dihina begitu saja.
" Woah... jadi apa kamu merasa lebih baik dari aku? lalu kemana mas William sekarang? apa dia selalu ada buat kamu? cih... Aku hanya tak habis pikir, kenapa ada orang seperti kamu didunia ini? Lihat saja, kamu tak akan mendapatkan apapun dari bang Lewis, apalagi dari selingkuhanmu itu." Gemintang menjawabnya dengan tenang, emosinya sudah tidak terlalu menggebu sekarang, karena sudah banyak pelajaran hidup yang dia pelajari.
" Lihat saja nanti, akan aku pastikan mas William akan menjadi milikku dan tidak akan pernah menoleh kepadamu." Farah berbicara seolah tidak punya lagi rasa malu, karena memang Gemintang sudah tahu semua.
" Monggo... silahkan saja, lagian juga aku sudah tidak berminat lagi dengannya."
" Aku pastikan kamu akan menyesal Gemintang."
" Sesalku didunia ini bukan karena kehilangan mas William, tapi kenapa aku harus mengenal orang-orang seperti kalian ini, yang tidak punya rasa malu sedikitpun."
" Tetap saja akulah pemenangnya, yang bisa memuaskan hasr@t suamimu itu, dasar wanita lemah!"
Apa dia bilang? Lemah? dia belum tahu saja!
" Ish... ish... begitu aja kamu bangga, hanya akan ada penghinaan untuk kelakuanmu itu dan kau melakukannya untuk orang yang salah. Pasangan yang kau rebut pun tidak akan pernah memandangmu sebagai wanita terhormat. Lihat saja nanti, walau misalnya dia ingin kembali padamu, Ia hanya akan menjadikanmu sebagai wanita pelarian, karena tak bisa kembali pada pasangannya dulu."
" Mas William itu benar-benar menyukaiku, dia sudah tidak ada rasa lagi denganmu."
" Apa kamu juga sangat menyukainya?"
" Itu bukan cinta Farah, tapi itu nafsv!"
" Tau apa kamu tentang kami berdua!"
" Haish... harusnya abang Lewis ada disini, agar dia tahu bahwa istrinya itu adalah seorang wanita yang tidak tahu malu."
" Diam kamu!"
" Kamu tidak berhak menyuruhku diam, owh... kalau begitu aku kirim saja voice note tadi ke bang Lewis ya."
" Gemintang, awas kau ya!"
" SEND!" Gemintang menunjukkan layar ponselnya, ternyata ungkapan cintanya kepada William tadi sempat dia rekam.
" Gemintang, jangan main-main kamu!"
" Kenapa mbak, takut? apa sih yang mau mbak tutup-tutupi dari ini semua? gini aja deh mbak, kalau memang kamu dan mas William saling mencintai, aku tunggu surat undangan dari kalian berdua, okey." Gemintang langsung menantangnya.
__ADS_1
Farah tidak tahu saja, kalau sudah beberapa kali William itu merengek-rengek untuk meminta kembali pada Gemintang, namun dia tolak mentah-mentah.
" Ngapain juga aku harus ngundang kamu, kurang kerjaan banget!" Seolah tidak ada penyesalan dihati Farah saat ini.
Karena mungkin Farah sudah mempertimbangkan semua, mediasi antara dia dengan Lewis juga sudah gagal, dan sidang selanjutnya juga sudah pasti Lewis yang akan menang, jadi mungkin dia sudah menyerah mempertahankan statusnya sebagai istri Lewis, dan William adalah option terakhir satu-satunya.
" Bilang aja kamu nggak mampu mbak, awas loh... nanti nangess! sudah menyia-nyiakan bang Lewis trus ternyata sama mas William juga dicampakkan, kasihan banget deh!" Ledek Gemintang semakin senang saat melihat Farah diliputi api kemarahan.
" Tidak akan!" Kilah Farah dengan percaya diri.
" Hmm... mungkin aku harus banyak bersyukur mulai sekarang. Tuhan memberikanku banyak nikmat sampai membuat orang iri. Tapi kalau waras, orang itu bakal berusaha yang terbaik dalam hidup. Bukannya ingin merebut dan menggantikan posisiku sekarang."
" Terserah kau saja, tapi aku tetap tidak terima dengan perlakuan dari perusahaanmu ini, aku tetap akan menuntutnya." Ucap Farah dengan keyakinan tinggi, saat ini dia akan melakukan apapun demi uang.
Gaya hidupnya yang sudah terlanjur dihiasi dengan kemewahan, seolah tidak rela jika harus kembali ke kodrat asalnya, apalagi dia sudah berteman dengan para model terkenal lainnya dan yang pasti sosialita tinggi.
" Silahkan saja, aku tunggu kabar baiknya." Gemintang sama sekali tidak memiliki rasa takut kali ini.
" Lihat saja nanti, aku akan membalasmu!" Ancam Farah kembali.
" Hadeeh... buat orang ketiga yang sok cantik, kecantikanmu itu hanyalah Racun yang membuatmu bahagia bersama lelakiku. Selamat menikmati Durinya nanti."
" Diam kamu!" Teriak Farah.
" Apa enaknya sih ngambil hak orang? kayaknya profesi sebagai perebut itu booming banget ya sekarang, sampai-sampai setiap hari ada aja juniornya."
" Buang-buang waktu saja aku disini bertemu denganmu." Farah seolah sudah tidak bisa melawan Gemintang.
" Hei... tapi buat aku, ini hiburan yang seru loh mbak, lain kali boleh kok kalau mau mampir lagi, ditunggu kedatangannya."
Akhirnya Gemintang bisa tersenyum puas, saat melihat Farah yang pulang dengan tangan kosong.
Akan ada saatnya kamu harus move on sepenuhnya, dari lelaki pengkhianatmu itu Gemintang.
Bahkan diujung ruangan terlihat Chris ikut tersenyum, sambil menyandarkan tubuhnya ke tembok, saat melihat aksi Gemintang yang diluar dugaannya.
Sebelum mengatakan hal buruk tentang orang lain, bercerminlah. Sebelum berpikir buruk tentang orang lain, jadilah dirinya.
Jika pedang melukai tubuh, ada harapan akan sembuh, jika lidah melukai hati, kemana obat akan dicari.
__ADS_1