
...Happy Reading...
Suasana ballroom yang sudah dihias dengan dekor yang terlihat megah dan mewah di salah satu hotel berbintang itu kini sudah dipenuhi dengan para tamu undangan, suara gelak tawa dan senda guraupun terdengar riuh renyah meramaikan pesta pernikahan Chris dan Gemintang siang ini.
Setelah kata Sah terucap dari kedua saksi di acara Ijab Qobul yang dilakukan beberapa saat yang lalu, Gemintang kini sudah resmi menyandang status sebagai istri dari Chris Arthur.
" Sayang... akhirnya kamu sah jadi milik aku sepenuhnya hari ini."
Senyum dari wajah Chris tak pernah surut sedari tadi, bahkan saat mereka sedang istirahat sambil menunggu acara selanjutnya, tangan Gemintang tak pernah lepas dari genggaman Chris.
Rasa bahagia yang Chris rasakan kali ini, sudah tidak bisa diungkapkan lagi dengan kata-kata, begitu juga dengan Gemintang, berulang kali dia mengucap rasa syukur karena acara hari ini bisa berjalan dengan lancar.
Walaupun Chris belum lama singgah dihatinya, namun kenyataanya hanya pria inilah yang mampu menjadi pengobat lara hati yang Gemintang rasakan.
Bahkan membuat Gemintang menjadi sosok ratu dikerajaan hati seorang Chris Arthur, tak banyak janji yang bisa Chris ucapkan, namun satu yang pasti, tidak akan dia biarkan wanita pertama yang singgah dihatinya itu terluka karena apapun dan oleh siapapun.
" Mas..."
" Iya sayang..."
" Jangan lihatin aku terus gini kenapa sih? geseran dikit bisa nggak duduknya, nggak gerah apa?" Gemintang menatap jengah pria yang sudah menjadi kesayangannya itu.
" Enak aja, sudah lama aku menunggu moment ini, masak udah sah juga nggak boleh duduk deketan?" Umpat Chris yang langsung protes keras.
" Bukan nggak boleh mas, tapi engap tahu mas, coba lepas dulu tangan kiriku ini, sudah basah dari tadi mas genggam terus?"
" No, you are mine completely today!" Chris malah semakin menempelkan tubuhnya, seolah tak ingin pisah.
Astaga, bujang yang satu ini, dulu saat aku masih perawan nggak gini-gini amat loh ya? tapi ya sudahlah... semakin bucin semakin bagus lah, enak apa, bisa ngrasain perjaka dua kali, ihiiirr...
Akhirnya Gemintang hanya bisa tersenyum-senyum saja, saat mengumpat suaminya sendiri didalam hati.
" Owh ya mas, aku masih penasaran loh, gimana ceritanya orang tua mas bisa datang ke acara pernikahan kita?" Gemintang yang sedari acara belum dimulai sudah gelisah akan hal itu, dibuat terkejut saat kedua orang tua Chris hadir bahkan dengan senyuman yang mengembang diantara para rekan bisnisnya, seolah dia juga bangga atas pernikahan putranya hari ini.
" Lalu? apa kamu mau aku mengusir mereka dari acara ini?" Tanya Chris sambil menghujani kecvpan dijemari Gemintang, yang seolah tanpa beban.
" Bukan begitu mas, cuma aneh aja, mereka bisa merestui kita dalam waktu sekejab saja, apa ada sesuatu yang terjadi?"
" Mas kan sudah bilang sayang, kalau tidak ada seorangpun yang bisa menghalangi aku saat ingin menikah denganmu, sekalipun itu ayahku."
" Iya, tapi bagaimana caranya mas melakukan itu? apa ada yang mas sembunyikan dariku?"
Kamu tidak perlu tahu sayang, yang pasti aku tidak akan membiarkan satu orang pun mengusik rumah tangga kita nantinya, sekalipun itu keluargaku.
" Satu yang perlu kamu tahu, bahwa aku sudah menjadi milikmu saat ini dan untuk seterusnya, jangan pernah memikirkan hal-hal yang tidak penting, pokoknya Chris hanya untuk Gemintang seorang."
Entah apa yang kamu lakukan tanpa sepengetahuanku mas, aku tidak akan memaksamu untuk memberitahuku, saat mendengar komitment dan tekadmu saja, aku sudah sangat bahagia, aku sangat bersyukur karena menjadi perjuanganmu selama ini..
" I love you mas.."
Gemintang menatap mata indah suaminya dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan senyum yang tak pernah surut dari wajah cantiknya.
" Love you too sayang... ketika kita berdua bersama, tidak ada hal lain di dunia ini yang penting bagiku. Kebahagiaan terbesar dalam hidupku adalah bersamamu dan mengetahui bahwa aku milikmu selamanya sayang."
Chris langsung mengeratkan pelukannya dan menyatukan kening mereka dengan penuh kebahagiaan, dia sendiripun tidak pernah menyangka akan sampai dititik ini dengan Gemintang.
Bahkan kemarin dia sempat ragu, ingin kembali berjuang atau melepasnya saat sang mantan suami masih sering lalu lalang dalam kesehariannya, namun Gemintang mampu meyakinkan dirinya bahwa masa lalu biarlah berlalu dan dirinya yang akan menjadi masa depan dan pelabuhan terakhirnya.
" Mas kamu telah melakukan sesuatu hal yang selalu membuatku berterima kasih. Kamu memberiku hadiah dengan hidup baru, yang merupakan kelanjutan dari cinta kita. Kamu membuat hidupku lebih bermakna. Kamu membuatku tertawa, menyeka air mataku, memelukku erat, dan membuatku tetap kuat apapun yang terjadi. Kamu adalah janji bahwa aku akan punya teman selamanya."
" Iya sayang, apapun akan mas lakukan untuk kebahagiaanmu."
" Emm... mas tahu bagaimana retaknya rumah tanggaku yang pertama kan? satu yang aku pinta, jika mas ada masalah atau jika aku yang bermasalahpun, tolong bilang jujur dan terbuka denganku, jangan sampai ada kesalah pahaman dan akhirnya berujung dengan perpisahan karena kesetiaan yang hilang."
" Sayang, jangan samakan aku dengan lelakimu yang dulu okey? kita sampai di tahap ini saja mas sangat bersyukur, karena hanya kamu yang mampu mengubah sesuatu yang gelap menjadi terang di kehidupan mas."
" Tolong jangan berkhianat dariku ya mas, hatiku cuma satu, kalau sampai remuk dua kali entah apa yang akan terjadi denganku?"
Seolah dia trauma jika harus merasakan kesakitan karena adanya orang ketiga didalam kehidupannya kelak, karena semua yang terjadi masih terekam dengan jelas dipikiran Gemintang.
" Pasti sayang, kamu boleh kok ngikutin mas kemanapun mas pergi, mas tidak akan melarangmu, kalau perlu kamu nggak usah kerja, biar bang Lewis yang mengurus perusahaanmu, kamu hanya perlu mengurus mas dua puluh empat jam saja okey?"
Lah... itu mah maumu bujang, kalau sampai itu terjadi, sudah bisa dipastikan aku akan selalu kamu kepit setiap saat, dan aku tidak akan pernah kamu biarkan bergerak sedikitpun, mukamu aja mesvmnya nggak ketulungan gitu, asyik nempel aja sedari tadi.
" Kamu benar-benar mencintaiku kan sayang? kamu udah move on dari masa lalu kamu kan?" Tiba-tiba tersirat raut wajah sendu seketika.
" Mas... kamu kok kayak ragu gitu sih?"
" Bukan ragu, mas hanya takut saja."
__ADS_1
" Mamaskuh tersayang... aku mencintaimu karena kamu memang pantas untuk dicintai. Aku mencintaimu karena kamu adalah pria yang membuatku merasa nyaman. Yang terpenting, aku mencintaimu karena kamu menunjukkan kepadaku arti cinta yang sebenarnya dan apa artinya dicintai, forever with you, right?"
" Okey sayang, promise?"
" Hmm... i'm promise."
" Peluk aku!" Pinta Chris sambil merentangkan kedua tangannya.
" Dari tadi bukannya udah pelukan mas?"
" Itu kan aku yang meluk, bukan kamu?"
" Astaga."
Gemintang langsung terkekeh sendiri, entah mengapa dia seolah menikah dengan berondong yang baru mengenal kata cinta, entah dari mana sifat manja suaminya itu muncul saat berdua dengannya.
" Peluk terooss! jangan kasih celah, janji nggak prot-prot sekarang sudah, noh acara selanjutnya sudah mau dimulai!"
Tiba-tiba Peter muncul dari pintu dan menggangu kemesraan sepasang suami istri itu, ditemani oleh Sabrina yang selalu ada disampingnya.
" Sabrina, bisa nggak sih kamu amankan suamimu itu, ganggu orang aja kerjanya, nggak bisa dia melihat gue bahagia sebentar aja."
Gemintang langsung pura-pura kesal, walau sebenarnya dia hanya ingin berdebat kekonyolan saja dengan Peter, karena sudah lama tidak saling beradu hujatan dengannya.
" Mas Peter... jangan ganggu dia sekarang dong?" Sabrina langsung memeluk pinggang suaminya, dengan wajah yang serius, seolah dia membela sahabatnya itu.
" Jadi kapan dong boleh ganggunya?" Umpat Peter sambil memasang tampang memelasnya.
" Nanti malam." Ucap Sabrina sambil mengedipkan satu matanya.
" Bahahahaha!"
Akhirnya mereka berdua sama-sama tergelak dengan pikiran mereka masing-masing, seolah mereka punya misi tertentu malam nanti.
" Aish... kenapa kalian berdua jadi kompak sekarang!" Gemintang langsung berdiri dengan raut wajah kesalnya.
" Pffth... sudahlah sayang, kita keluar yuk, nanti para tamu undangannya nungguin kita, okey?"
Chris langsung memeluk kembali tubuh istrinya dari belakang dan langsung memiringkan wajahnya untuk menyambar bibiir istrinya yang terlihat menggemaskan saat cemberut seperti itu.
" Mas jangan!" Gemintang langsung mendorong wajah suaminya perlahan.
" Kenapa sih yank, dari kemarin dilarang terus, ikhlas nggak sih nikah sama mas?"
" Nana sayang, kiss me please." Lain dengan nasip Chris, lain pula dengan Peter yang seolah malah ingin pamer.
Cvp
Tanpa menunggu lama ataupun dengan kata-kata, dia langsung mencvmbv bibir suaminya didepan mata mereka.
" Sayang... mau kayak gitu!" Rengek Chris dengan jakunnya yang langsung terlihat naik turun.
" Etttdaah... si Sumarno ini, kenapa mereka jadi kompak gilanya!" Gemintang langsung menggeratkan barisan gigi putihnya dengan kesal.
" Chris, definisi sayang itu kek gini, minta civm langsung dikasih, kapanpun dan dimanapun suami meminta, sang istri langsung melayani dengan segenap hati, ya kan sayang? kamu memang terdebest, nggak kayak si Sumarni, sayangnya itu abal-abal!" Peter langsung mengacungkan kedua jempolnya kearah Sabrina yang sudah menahan senyuman sedari tadi.
" Gemintang Lea Prakoso, apa kamu tidak menyayangiku sepenuh hati? apa benar kata Peter bahwa rasa sayangmu itu abal-abal!" Chris langsung berkacak pinggang didepan istrinya.
" Aduh Gusti, mamat yang satu ini memanglah!" Gemintang langsung memejamkan kedua matanya menahan rasa kesalnya.
" Baru aja kamu bilang cinta, ternyata kamu cuma... hmpth!" Ucapannya langsung terpotong begitu saja.
Cvp
Gemintang langsung menarik leher suaminya dan menempelkan bibirnya dengan gemas, dia tidak perduli lagi kini dengan riasannya.
" Ehh... mbak Gemintang, mas Chris stop! acara kalian itu sudah dimulai kembali, astaga... hancurlah riasanku tadi?"
Salah satu MUA yang kebetulan lewat, langsung masuk saat melihat mereka bercivman dengan hot nya.
" Bisa nggak sih tahan sampai nanti malam? para undangan sudah nungguin kalian itu, ini saatnya kalian keluar, ya ampun... lihatlah, lipstiknya membekas dibibiir mas Chris loh, ini sampai ke pipi juga, astaga kalian berdua ini?"
" Biar aja mbak, kalau perlu sekalian aja kami keluar dalam riasan seperti ini, atau aku tambahin lagi aja bekas lipstikku ini ke seluruh wajahnya, biar dia pvas." Umpat Gemintang yang gemas sendiri melihat wajah suaminya yang seolah tidak merasa bersalah sama sekali, apalagi kedua sahabatnya didepan sana, yang seolah tidak punya dosa.
" Jangan dong mbak, nanti saya yang kena marah sama MC nya loh?"
" Suruh aja MCnya marahin pengantin prianya!"
" Hehe... kok jadi aku sih yank yang disalahin, temenmu itu yang bikin ulah!"
__ADS_1
" Itu juga temenmu mas!"
Akhirnya mereka jadi berdebat sendiri, sambil dibenahi riasan wajahnya oleh sang MUA tadi.
" Bahahaha.. kita keluar yuk yank, biarkan mereka bertengkar, kita manggung bareng mau nggak?"
" Duet sama mas gitu?"
" Iya dong, biar semua orang tau, kalau kamu juga milikku malam ini."
" Cussss berangkat!"
Kedua pembuat onar itu langsung tertawa cekikikan sambil bergandengan tangan keluar dari ruangan itu dengan guratan wajah kepvasan, karena sudah berhasil menjahili sepasang pengantin baru itu.
" Mas... itu orang tua mas datang juga?" Sabrina mengedarkan pandangan kearah mertua yang kemarin berhasil dia takhlukkan dengan hasil makanannya yang mampu membuat mereka nambah berkali-kali.
" Ya iyalah, kita kan saudaraan dengan keluarga Chris, sudah pastilah mereka datang?"
" Apa Damia juga diundang?"
" Kenapa? kamu masih cemburu dengan dia?" Peter langsung menaikkan kedua alisnya dengan senyum penuh makna, ada rasa bahagia saat dirinya dicemburui oleh istrinya sendiri, karena memang sedikit cemburu itu memang perlu sebagai bumbu-bumbu cinta dalam suatu hubungan, asalkan tidak berlebihan.
" Enggak juga, kan cuma nanya doang?" Jawab Sabrina yang pura-pura cuek, walau sebenarnya dalam hati dia juga merasakannya.
" Mas suka kamu cemburu."
" Apaan sih mas, siapa juga yang cemburu!"
" Aduh... gemes banget, jadi pengen ngel*nin kamu sekarang deh." Peter mencubit gemas kedua pipi istrinya.
" Mas... luntur nanti bedakku!"
" Nggak perduli!"
" Astaga mas!"
Sabrina langsung mengalungkan kedua tangannya ke leher suaminya, saat tiba-tiba Peter menggendong tubuhnya untuk naik ke atas panggung.
" Nana... kamu sayang nggak sama mas?"
" Enggak!"
" Ckk... okey, lihat aja nanti, setiap setengah jam sekali, aku akan bangunin kamu malam ini."
" Hehe... sayang kok, banget malah!" Sabrina langsung nyengir dan memilih menyerah saja, daripada besok dia tidak bisa jalan dengan tegak karena ulah suaminya.
" Nyanyiin satu lagi khusus buat mas."
" Dih... ngarep banget ini?"
" Ya udah deh, takkan aku biarkan kamu, walau hanya sebentar saja memejamkan mata indah kamu malam ini, besok aku masih ambil cuti kerja kok!"
" Okey baiklah, sendiko dawuh mas bojo!"
Sabrina langsung mengambil mic saja, daripada gempor nanti malam pikirnya.
" Denyut jantungku berdebar.. Terasa indahnya.. Dunia ini kita yang punya.. Akulah mataharimu.. Kaulah kekasihku.. Kita kan bersama selamanya.."
Akhirnya Sabrina bernyanyi dengan merdunya, sambil memeluk pinggang suaminya diatas panggung megah itu dengan kemesraan yang mampu membuat semua orang iri.
Senyum dari wajah Peter pun tidak pernah pudar, kedua matanya selalu terarah ke wajah cantik istrinya, walau beragam tamu undangan yang memperhatikan mereka berdua. Namun pandangan Peter tidak pernah beralih walau hanya sedetik saja.
Dan pemandangan romantis itu pun tak luput dari pandangan sesosok wanita yang sengaja menggunakan cadar di salah satu sudut ruangan di hotel itu.
Brak!
Krompyang!
" Astaga, maaf... maaf mas, eh pak, eh tuan, maafkan saya, saya terburu-buru tadi, aduh gimana ini kemeja anda basah." Wanita itu langsung menunduk dan meminta maaf, karena memang dia yang tidak fokus saat ingin berjalan keluar dari pesta pernikahan itu.
" Hmm... it's okey, aku juga tidak ingin berlama-lama kok disini." Jawab Pria itu dengan wajah yang penuh dengan guratan kesedihan disana.
" Emm... kalau anda berkenan, biarkan saya membantu membersihkan jas anda yang kotor di kamar mandi?" Pinta gadis itu dengan penuh kesopanan.
" Baiklah."
" Kalau begitu mari pak, silahkan anda berjalan duluan?"
Pria itu langsung menunduk dan menurut saja, karena memang bajunya terlihat basah dan sedikit berbekas, karena minumannya memang berwarna tadi.
__ADS_1
Siapakah pria dan wanita itu?
..."Seorang wanita tidak bisa merubah sifat seorang laki-laki, tapi laki-laki akan merubah sifatnya sendiri demi wanita yang dia cintai."...