Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
77. Terpesona


__ADS_3

...Happy Reading...


Dan ternyata, seseorang yang menatap Sabrina dan Gemintang dari kejauhan tadi tidak lain dan tidak bukan adalah Peter. Dia sebenarnya ingin kembali menemui Sabrina di mejanya tadi, namun saat melihat ada pria lain disana, Peter jadi mengurungkan niatnya. Dia hanya memandang setiap gerak-gerik istrinya itu dengan wajah datarnya dari kejauhan saja.


Apa seperti itu, kelakuan seorang wanita yang sudah bersuami, aku kira dia akan menangis karena aku cuekin tadi, ternyata dia bisa tertawa dan bahkan berpelukan dengan pria lain.


Peter tidak terlalu perduli, namun entah mengapa hatinya merasa kesal saat melihat Sabrina tersenyum lepas, apalagi melihat dia berpelukan seperti itu, walau Peter tahu, kalau pria itu adalah kakak kandung dari Gemintang.


" Peter, ngapain kamu disini?" Chris langsung menepuk bahu Peter yang langsung membuatnya terlonjak kaget.


" Astaga Bos, kenapa kamu mengagetkanku?" Peter langsung membenahi dasi miliknya yang terasa sesak karena pemandangan didepan sana.


" Lagian kamu ngintipin siapa? nggak jelas banget kamu ini."


" Noh... dua wanita itu yang nggak jelas." Umpat Peter sambil melengos.


" Heh... ada Gemintang disana, samperin yok!" Chris langsung bersemangat ingin mendekati mereka.


" Jangan!" Namun Peter langsung mencegahnya.


" Kenapa kamu melarangku? apa hakmu?" Chris langsung tidak terima.


" Kita lihat mereka dari kejauhan saja."


" Why?"


" Jadi kita bisa tahu, segatal apa wanita-wanita kita itu."


" Kita? apa kamu sudah mengakuinya?" Chris langsung meledeknya.


" Diakui atau tidak, yang jelaskan dia memang sudah jadi istriku, jadi untuk apa harus selalu di publish? nggak penting banget." Jawab Peter dengan santai.


" Wanita itu butuh pengakuan Peter, agar dia bisa yakin denganmu!" Chris berbicara seolah dia sudah berpengalaman dalam hal cinta, padahal keduanya sama-sama nihil.


" Lalu anda sendiri apa sudah mengaku?"


" Kalau dia sudah resmi menjadi janda, sudah pasti aku akan mengakuinya."


" Ckk... entah kapan dia jadi janda, nanti kalau keduluan orang nangees?"


" Cih... tidak ada sesiapapun yang boleh mendekati dia, kalau aku tidak bisa mendapatkannya, orang lain pun tidak bisa."


" Wow... ngeri sekali bos!"


" Biar mereka tahu siapa aku, owh ya.. bagaimana klien kita tadi, apa dia rewel dan meminta ini itu saat meeting denganmu?"


" Tidak, aku sudah berhasil mendapatkan tanda tangan kontraknya kok tadi."


" Good Job, mungkin hanya kamu yang bisa menanganinya, kalau ada aku, ada saja tingkahnya yang membuat aku muak saat kerja sama dengannya." Jawab Chris yang memang tahu kebiasaan dari klien yang satu itu, makanya dia memilih tidak ikut meeting tadi dan menunggu Peter di tempat lain.


" Itu makanya, aku malas berbasa-basi terlalu banyak dengannya, tadi saja aku beralasan sedang berduka, jadi dia ikut prihatin denganku dan mau menandatangani kontrak kita dengan cepat."

__ADS_1


" Nggak boleh berbohong seperti itu, nggak baik tau, apalagi berbohong tentang kematian."


" Siapa yang bohong, aku memang sedang berduka kok?"


" Emang siapa yang meninggal?"


" Nyamuk!"


" Hah?" Chris langsung melongo mendengarnya.


" Kemarin kan musim hujan, jadi aku basmi semua nyamuk yang mampir kerumahku."


" Ahaha... terserah kamu saja lah, yang penting kamu bahagia." Akhirnya Chris tertawa dan juga lega karenanya.


Disaat mereka berdua masih sibuk membahas soal kematian nyamuk, tiba-tiba dua wanita spek bidadari jalan mendekat ke arahnya.


" Maszeh... kamu disini juga? lagi ngapain kalian berdua?"


" Gem... apa bajuku tidak terlalu kekecilan? ini kayak ngepas banget di aku?" Bisik Sabrina yang malah tidak pede, saat memakai baju branded yang tadi dibeli kan oleh Gemintang.


" Ckk... udah okelah itu, masih tahap wajar kok, tetep sopan dan terlihat elegan!" Bisik Gemintang kembali.


" Kamu sama siapa? eh... bukannya kamu?"


Chris seolah tidak mengenali wajah Sabrina, dia yang biasanya mengikat rambutnya simpel kayak kucir kuda, saat ini menggerai rambutnya dengan potongan rambut model terbaru, ditambah riasan wajah yang terlihat flawless tapi terlihat sangat cantik, juga dibalut baju yang bermerk, sudah pasti dia terlihat berbeda sekali.


Gemintang berhasil mengubah Sabrina layaknya spek bidadari, bahkan dia juga sengaja membelikan soflens hitam kecoklatan tadi, sehingga sorotan matanya terlihat lebih menawan.


Kamu juga cantik, banget malah..


" Hmm... biasa aja." Jawab Chris yang memang tidak pernah mau terang-terangan memuji seseorang.


Glek!


Kok jadi cantik sekali dia, perasaan tadi nggak secantik itu?


Lain Chris lain pula ekspresi Peter, berulang kali dia menelan ludahnya sendiri, keayuan wajah Sabrina seolah menghipnotis dirinya, dia bahkan tidak berbicara atau berkomentar ceplas ceplos seperti biasanya, dia hanya memandang wajah Sabrina saja sedari tadi.


Peter seolah seperti tidak percaya dengan kecantikan istrinya, karena saat mereka menikah Siri saat itupun, Sabrina hanya berdandan seperti biasa, karena waktunya memang sangat mendesak.


" Heh... Sumarno berkediplah, nanti biji mata kamu keluar loh itu, kamu lihat apa?" Gemintang langsung tersenyum sinis saat melihat raut wajah Peter yang terlihat malu karena kepergok melihat wajah istrinya sendiri.


Kurang asem si Sumarni ini, kan jadi ketahuan kalau aku melihat dia!


" Eherm... nggak ada, emang aku lihat apa!" Seperti biasa, Peter langsung ngeles saja.


" Eh... Peter, kalian nggak ada rencana mau menikah secara hukum?" Gemintang mencoba memancing lebih dalam hubungan mereka.


" Apa urusanmu?" Tanya Peter yang langsung menajamkan pandangannya.


" Kalau kamu nggak mau, aku mau jodohin Sabrina sama orang lain, kalau perlu sama abangku saja, tadi bahkan abangku ngajak Sabrina pacaran." Gemintang sengaja memanas-manasi Peter.

__ADS_1


Duar!


Apa-apaan ini !


Peter langsung melengos dan mengeratkan giginya, entah mengapa dia jadi kesal sekali saat melihat adanya Gemintang disiang hari ini.


" Gem... kamu ini ngomong apa? mereka kan baru saja menikah, jangan ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka." Chris langsung menarik lengan Gemintang.


" Why? dia saja tidak perduli dengan istrinya sendiri kok?" Gemintang tidak memperdulikan tatapan dari Chris, kekesalannya semakin meningkat saat melihat wajah Peter yang terlihat cuek.


" Maksud kamu apa?" Peter langsung menghela nafasnya, dia menanggapi ucapan Gemintang, namun tatapannya tertuju ke wajah Sabrina yang terlihat diam saja, karena Sabrina hanya menundukkan wajahnya saja, tanpa mau memandang siapapun disana.


" Jika kamu tidak menyukainya, setidaknya jangan menyakitinya, kamu tahu nggak berlian itu juga berasal dari batu, sebelum dipoles dia juga terlihat sederhana, namun setelah disentuh, dia akan menjadi benda berharga." Kalau sudah kesal, perkataan Gemintang bahkan lebih pedas daripada sambal cabai level sepuluh.


" Siapa yang kamu maksud?" Wajah Peter masih terlihat biasa saja, namun didalam hatinya hanya dia yang tahu.


" Kamu nggak tahu atau pura-pura tidak mau tahu?" Gemintang menekankan setiap kata-katanya.


" Gem... jangan begitu, sudahlah ayok kita ke kantor, tadi katanya cuma mau meeting saja, kenapa sampai jam segini?" Chris yang sudah melihat ketegangan diantara kedua asistennya, langsung mencoba untuk memisahkan mereka.


" Aku belum selesai berurusan dengan dia mas!" Hati Gemintang semakin terasa gemuruh, saat Peter seolah tidak merasa bersalah sama sekali.


" Apa masalahmu?" Peter langsung menaikkan intonasi suaranya.


" Peter, jangan membentaknya, bicara pelan-pelan saja kan bisa!" Chris langsung menarik lengan Peter agar mundur ke belakang.


" Sudahlah Gem, nggak usah ribut disini, kita balik saja ke kantor yuk?" Sabrina langsung menarik lengan Gemintang yang seolah sudah siap berduel dengan Peter.


" Tapi Na, dia..."


" Sudahlah Gem.. tidak ada yang perlu diperdebatkan, dan tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi alasan bahagia seseorang. Karena kebahagiaan tak lahir dari hal-hal yang terpaksa dan dipaksakan."


" Setidaknya dia bisa minta maaf kan Na?"


" Tak semua maaf berarti memaafkan. Terkadang, ada maaf terpaksa dibuat agar semua terlihat baik-baik saja. Tak perlu memaksa, apalagi terpaksa. Biarlah semua terjadi wajar adanya. Percaya saja, rencana-Nya jauh lebih indah dari rencana kita, ayok kita pulang!" Ucap Sabrina dengan mantap.


" Dasar Skuter Oneng, lihat saja kamu pasti akan menyesal nantinya!" Umpat Gemintang sambil memelototkan kedua matanya ke arah Peter.


Sabrina langsung menggandeng lengan Gemintang dan membawanya pergi dengan paksa, walau Gemintang sebenarnya masih belum puas mengumpat Peter.


" Sabrina?"


Sebenarnya Peter masih ingin berbicara, namun Sabrina seolah sudah malas untuk mendengarnya, karena dia takut jika hanya akan ada luka saja.


Dia sudah terlalu lelah menghadapi kenyataan yang ada, bahkan sepulang dari Mall itu pun dia berencana untuk mengantarkan paksa ibunya balik ke kampung, dan dia akan segera kembali tinggal di kontrakannya.


Banyak hal yang sulit untuk dimengerti, dan mungkin disaat kamu menyadarinya, sesuatu itu telah berubah menjadi sebuah penyesalan, sehingga akan sulit membuatnya kembali utuh.


Ketakutan itu hanya sementara dan penyesalan itu selamanya, cobalah untuk berdamai dengan masa lalu, karena masa depanmu itu lebih berharga.


HAYO... YANG BELOM VOTE, MASIH OTHOR TUNGGU LOH YA🥰

__ADS_1


__ADS_2