Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
23. Hanya


__ADS_3

...Happy Reading...


Hidup adalah sebuah pilihan. Ketika kita menghadapi situasi yang sulit, mungkin cuma ada dua pilihan yaitu mengikuti kata hati atau mengikuti alur cerita dengan pasrah.


" Wedaaaaaaaaan... moment langka ini, hahaha."


Setelah Peter puas mengambil foto dan video dari berbagai sudut pandang, akhirnya sifat jahilnya yang selama ini terpendam keluar seketika.


" Bangun woi... masih siang ini, belum pantes buat kel○nan boskuh." Peter mencoba membangunkan mereka tanpa mau menyentuh.


" Siapa sih... masih ngantuk banget nih." Gemintang malah semakin mengeratkan pelvkannya, tanpa berniat untuk membuka kedua mat@nya.


" Hmm... biarkan saja." Chris malah dengan santainya membenahi p○sisinya agar Gemintang lebih nyaman untuk memelvknya.


" Woaaaah... kalau kayak gini aku merasa seperti bermandikan kacang!"


Peter langsung berkacak pinggang sambil berfikir, bagaimana cara untuk menyadarkan mereka dari sebuah mimpi semu.


" KEBAK@RAN... KEBAKAR@N... BANGUN WOI... ADA KEBAKAR@N!"


Peter bahkan menggunakan intonasi suara tertinggi sambil menggebrak meja kamar Chris sekuat tenaga untuk membangunkan dua insan manusia yang saling berpelvkan dengan mesranya.


" Hah? mana... mana yang kebakaran? eh.. aku ada dimana? aku kenapa?" Karena terkejut sekaligus panik Gemintang jadi l○la seketika, dia langsung bangkit dengan rambutnya yang sudah terlihat acak-acakan.


" Ckk... berisik lah kamu ini."


Lain Gemintang, lain pula si Chris yang masih terlihat tenang, dia hanya melemaskan kedua lengan dan otot lehernya, karena sedari tadi terus dijadikan bantal alami dan terus ditempelin oleh Gemintang.


" Woyooooo... apa yang sebenarnya terjadi brother? apa aku ketinggalan gosip ini? atau kalian yang memang bergerak cepat?" Peter langsung berjalan mendekat sambil tersenyum-senyum sendiri.


" Hei kalian? mana yang kebakaran? ayo segera pergi ke jalur evaku@si, kenapa malah ngobrol disini sih?" Sedangkan Gemintang semakin heran saat melihat dua pria tampan dihadapannya itu malah terlihat santai tanpa rasa takut sedikitpun.


" Selain tukang mengigau kamu juga tul@lit ya, mau aja dikibvlin sama dia, hei... asal kamu tahu, kenapa apartement ini harganya mahal?" Chris duduk terlebih dahulu untuk sekedar mengumpulkan nyaw@nya.


" Kenapa emang?" Tanya Gemintang dengan polosnya.


" Karena disini semua fasilitas dan penjagaannya ketat, pengamanan selalu siaga, ada banyak alat pendeteksi @sap, sprinkler, tabung pem@dam kebakar@n atau yang lainnya dan yang paling penting al@rm kebakaran di apartement ini tidak berbunyi seperti mulutnya tadi, masak gitu aja kamu nggak ngerti, jangan jadi manusia b○d○h bisa nggak?" Gantian Chris yang menjeling kearah Gemintang dengan jengah.


@si@l... aku dikerjain lagi sama si Peter gila itu, awas saja nanti, tunggu saja pembalasan dariku!


Gemintang hanya bisa mengutuknya didalam hati saja, dan hanya bisa merutuki keb○d○hannya sendiri.

__ADS_1


" Hei bro... kamu marah denganku karena aku menggangu kemesraan kalian berdua?" Ledek Peter yang tidak ada takut-takutnya sama sekali.


Dih... kemesraan apa coba?


" Apaan sih bro?" Chris mencoba berkelit.


" Trus kenapa kamu kesal? aku kesini untuk menjemputmu karena nanti ada meeting dengan klien." Ucap Peter yang langsung memilih duduk dan menyilangkan kedua kakinya seperti bos.


Entah apa yang membuat Chris kesal? dia pun bingung sendiri, namun seolah tidurnya belum puas, karena baru kali ini dia merasakan nikmatnya tidur siang yang membuatnya terasa candv dan masih ingin meneruskannya kembali, walau itu tidak mungkin terjadi lagi.


" Jam berapa meeting?" Chris langsung mengalihkan pembicaraan dan kembali merapikan bajunya yang sudah kusut.


" Masih dua jam lagi sih? apa kamu mau melanjutkan sesi berpelvkan lagi?" Ledek Peter kembali.


" Diam kamu!" Chris langsung memelototkan kedua matanya, dia ingin bilang iya tapi gengsi.


" Emang siapa yang berpelvkan?" Tanya Gemintang yang tidak menyadari kelakuannya kali ini.


" Woah... sepertinya kamu lupa ingatan atau malu mau mengatakannya? emm... kalau begitu biar aku tunjukkan sesuatu kepada kalian berdua, lihat baik-baik ya?"


Peter langsung memutar video beberapa menit itu didepan keduanya.


" Astaga... itu bukan aku." Gemintang langsung menutup mulutnya sendiri, merasa tidak percaya dengan kelakuannya sendiri, apalagi dengan p○se-p○se gilanya.


Astagfirulloh... kenapa bisa jadi seperti ini? statusku masih bersuami? astaga... kalau begini apa bedanya aku dengan mas Iam, tapi aku kan tidak sadar, aku tidak sengaja ya Tuhan... ampuni hambamu yang khilaf ini.


" Hapus itu... hapus sekarang!" Gemintang langsung meloncat ke arah Peter untuk mengambil ponselnya, namun sayang tubuhnya tidak setinggi Peter, jadi tangannya tidak sampai untuk mengambil ponsel Peter.


" Hahaha... tidak bisa nona, tidak akan semudah itu, ini akan menjadi history yang perlu diabadikan seumur hidup." Peter bahkan sengaja mempermainkan Gemintang yang terlihat panik setengah mati.


" Petrik... ehh... Peter, pinjam dulu ponselnya, jangan sembarangan merekam orang kamu!" Sekuat tenaga Gemintang ingin mengambilnya namun sangat sulit.


" Ambil saja kalau bisa, atau apa nama sosial media kamu, biar aku Tag nanti, hahaha..." Peter malah terlihat semakin bahagia mengerjai Gemintang dengan memutar-mutarkan ponselnya di udara.


Aduh Gusti... kalau sampai mas William lihat bisa bahaya, kalau sampai foto ini menyebar, pasti akan menyulitkanku saat hari perpisahan nanti.


" Kalian bisa diam nggak! kayak bocah deh kalian dua ini." Chris yang sudah membasuh wajahnya jadi kelihatan segar bugar lagi, namanya juga orang tampan, sekedar cuci muka saja sudah terlihat ganteng maksimal.


" Pak Chris... ehh mas Chris... please bantuin aku, tolong hapuskan video tadi, aku nggak mau jadi bullyan netizen nantinya." Gemintang langsung merengek sambil memegang lengan Chris.


" Tidak akan, aku bisa jamin itu." Jawab Chris dengan tenang, dia tahu siapa Peter.

__ADS_1


" Benarkah?" Gemintang langsung memasang tampang memelasnya.


" Hmm.." Sedangkan Chris tetap terlihat santai tanpa beban.


" Cie.. cie.. kalian benar-benar sudah jadian ya?" Peter malah seolah mendapatkan bahan ledekan baru.


" Tutup mulutmu, jangan asal bicara!" Umpat Chris sambil melotot.


" Entah... cowok kok mulutnya lemès banget kayak mesin pake oli, licin bener! dasar kokolot begog !" Umpat Gemintang dengan wajah yang penuh emosi.


" Bod○ amat!" Chris bahkan menjulurkan lidahnya.


" Kamu sudah baikan? masih demam nggak?" Tanya Chris dengan tangannya yang tanpa sadar dia tempelkan di kening Gemintang.


" Hahaha... sok jaim padahal perhatian banget, bisa mereun !" Peter kembali meledeknya.


Aku harus bisa jaga jarak dengannya, apapun itu! astaga..kenapa jantungku tidak bisa dikondisikan seperti ini?


" Enggak... udah enakan kok!" Gemintang langsung memundurkan wajahnya, karena entah mengapa jantungnya merasa berdebar saat tangannya yang masih sedikit basah itu menyentuh keningnya.


" Kamu masak gih, aku sudah laper lagi." Chris langsung mengalihkan perhatiannya, karena dia sendiripun merasa aneh, kenapa dia peduli dengan Gemintang, namun Chris mencoba berpikir positif, mungkin karena mereka masih terikat perjanjian pikirnya.


" Masak apa?" Tanya Gemintang yang langsung menaikkan kedua alisnya.


" Kamu bisa masak apa, ada banyak bahan makanan di Kulkas dapur, kamu lihat saja." Chris langsung berjalan keluar kamar duluan.


" Tapi aku bisanya masak mie instant doank." Jawab Gemintang dengan jujur, karena selama ini memang dia tidak pernah masak apapun, karena asisten rumah tangganya selalu menyediakan apa yang dia mau.


" Dasar wanita tidak bergun@? memasak itu kodr@tnya seorang wanita, masak tiap hari makan mie instant doang, bisa keriting rambut elu nona!" Peter selaku musuh bebuyutannya tidak tanggung-tanggung saat menghujat segala kekurangan Gemintang.


" Sudahlah, biar aku yang masak! kamu bantu siapkan bahan." Chris langsung menarik lengan Peter agar mengikutinya ke dapur.


Apa aku sebegitu tak bergun@nya jadi seorang wanita? apa karena itu mas William mencari bunga yang baru? apa maknanya ini memang salahku...


Suasana hati Gemintang langsung down seketika, selama menikah dengan William bertahun-tahun dia tidak pernah protes jika Gemintang tidak bisa memasak, karena memang sudah ada bibi yang slalu stand by di dapur mereka.


Namun saat mendegar umpatan Peter tentang kodrat menjadi seorang wanita, dia jadi merasa kalau dirinya memang terlalu banyak kekurangan selain hanya dua kelebihan, yaitu cantik dan kaya saja.


..."Layang-layang dapat terbang tinggi dengan melawan angin, bukan dengan mengikuti arah angin....


...Terkadang, kamu harus mengikuti logikamu agar hatimu tidak terluka."...

__ADS_1


TO BE CONTINUE...


__ADS_2