
...Happy Reading...
Saat siang hari tiba, Gemintang kembali teringat akan ucapan William bahwa mamahnya sekarang masuk ke rumah sakit karena lemah jantung.
" Hmm... jenguk nggak ya? tapi kalau ketemu mas William lagi males aku, capek aku mewek mulu setelah berdebat dengannya." Gemintang seolah ragu ingin mengunjungi mamah mertua rasa mamah kandung sendiri.
" Mungkin dia kerja kali ya kalau siang-siang begini?"
" Ehh... tapi kabar terbarunya dia sudah tidak pernah lagi datang ke kantor, ckk... gimana dong?" Gemintang membanting tubuhnya dikasur empuk miliknya sambil memeluk guling dengan segala umpatan di bibiir mungilnya.
Semua perabot dari ranjang, kasur, bantal dan cat tembok dikamarnya juga kamar abangnya sudah diganti dalam kurun waktu sehari saja, Lewis benar-benar tidak ingin memakai perabot rumah yang menyisakan kenangan tentang istrinya dan adek iparnya, bahkan secepatnya rumah itu akan direnovasi kembali seluruhnya.
" Tapi mau bagaimanapun juga, mamah tidak salah dalam hal ini, aku harus bicara baik-baik dengan mamah."
" Kalaupun nanti aku harus bertemu dengan mas William, pura-pura santai sajalah, bukannya akhir-akhir ini aku sudah sangat mahir menjadi pemeran wanita tegar seperti dalam sinetron, walau hati sudah remuk?"
" Ckk... semangat Gem, dulu pertama kali kenal dan bertemu dengan mamah mertua aku disambut dengan baik, diperlakukan dengan hangat, bahkan dianggap layaknya anak sendiri, jadi kalaupun aku harus berpisah dengan mamah mertua atau bertemu untuk yang terakhir kalinya dengan mamah mertua, juga harus dengan perilaku yang baik bukan?"
" Perset@n lah dengan mas William, balas dendam terbaik untuk sebuah pengkhianatan bukannya kita harus terlihat baik-baik saja tanpanya, seolah tanpa beban."
" Hmm... atau mungkin aku harus kelihatan glow up sekarang? agar mas William semakin menyesal telah menyia-nyiakan wanita sepertiku, hihi..."
" Okey... mari kita bermake up kembali, tunjukan penampilan terbaikmu Gem! hempaskan calon mantan gilamu itu!"
Jiwa muda Gemintang seolah kembali, dia mencari dress simpel tapi termahal yang dia punya, hanya untuk dipakai ke rumah sakit, tetap sopan namun harus terlihat elegan.
" Nah... gini kan kelihatan lima tahun lebih muda gue, akhir-akhir ini aku kebanyakan mewek jadi lupa caranya berhias." Dia menatap wajah dan riasan dirinya didepan kaca.
Bahkan Gemintang sedikit mengkeriting ujung rambutnya, dengan make flawless namun tetap terlihat bersinar.
" Okey finish, fuuh... jangan nangis Gemintang, jangan terlihat lemah didepan lawan."
Akhirnya Gemintang melajukan mobilnya dirumah sakit tempat mamah William dirawat, tidak sulit bagi dirinya untuk mencari info dimana alamat rumah sakitnya, karena Gemintang masih memiliki kontak nomor asisten rumah tangga mamah William di ponselnya.
Sebelum memasuki ruang rawat inap itu, Gemintang mematung sejenak didepan pintu, dia harus menyiapkan alasan untuk mamah Gemintang tanpa harus melukai hati dan perasaannya, karena dia tidak ingin kalau kedatangannya malah akan memperburuk keadaan mamah William.
Tok.. tok...
" Permisi, assalamu'alaikum." Gemintang mengetuk pintu dan mengucapkan salam dengan kepala menyembul sedikit kedalam ruangan.
__ADS_1
" Wa'alaikumsalam."
Mereka yang ada didalam ruangan itu serentak menjawab salam, ternyata mereka semua ada didalam sana, tidak sia-sia juga dia berdandan tadi pikirnya.
" SAYANG!"
Saat melihat siapa yang datang, William sontak langsung berdiri dan menyambutnya, apalagi saat melihat istrinya terlihat lebih cantik dan anggun dengan pakaian dan riasan yang dia pakai.
Sayang lagi...sayang lagi, lidahnya itu sudah loss doll apa gimana sih, enek banget aku dengernya!
Bahkan kedua mata William terlihat berbinar melihat kecantikan istrinya, sudah lama dia tidak melihat istrinya berias seperti itu, bahkan guratan senyuman tidak dapat ditutupi dari wajah William yang memang tampan juga sedari dulu.
" Sayang akhirnya kamu datang juga, kamu cantik sekali sayang, owh ya... mamah sudah nungguin kamu dari kemarin loh." William ingin memegang kedua tangannya namun langsung ditolak oleh Gemintang.
Gila nih pria, sikapnya itu loh, seperti tidak terjadi masalah apapun dalam hubungan kami?
" Mas... jaga sikapmu, sebentar lagi kita sudah akan bercerai." Bisik Gemintang pelan tapi mendalam.
" Gem.." William langsung terlihat lemas saat menanggapinya.
Namun Gemintang langsung pergi melewatinya dan mendekat kearah mamah William.
" Anak mamah... hiks.. hiks.."
Bukannya menjawab pertanyaan, namun mamah William langsung menarik tangan Gemintang dan memeluk Gemintang dengan erat, tangisannya pun pecah seketika saat melihat Gemintang kembali, suasana ruang rawat itu berubah menjadi sendu.
" Mah... jangan nangis dong, Gemintang kan sudah datang, mamah harus sembuh okey? aku rindu masakan mamah loh." Gemintang langsung membantu mengusap air mata diwajah mamah William perlahan, sekuat hati dia mencoba untuk tidak ikut menangis.
" Apa kamu masih sudi buat makan masakan mamah?" Tanya Mamah William sambil menangis tersedu.
" Tentu dong mah, masakan mamah itu paling juwara, bahkan mengalahkan masakan koki hotel bintang sebelas." Ucap Gemintang sambil tersenyum.
" Hotel berbintang cuma sampai lima Gem, kamu ini jangan terus-terusan bohongin mamah kenapa sih." Akhirnya wajah cemberut yang sering mamah William tunjukkan, saat dia sering digangguin Gemintang muncul juga, bahkan kondisi mamah William langsung berubah, seolah dia tidak seperti pasien siang ini.
" Hehe... besok Gemintang buatin hotel bintang dua puluh deh, khusus buat mamah, hehe.."
" Kamu ini, paling bisa buat mamah... emm... hiks... hiks..." Saat sudah tersenyum tiba-tiba tangisannya kembali pecah saat mengingat surat gugatan cerai yang dia terima saat itu.
" Mamah... kok nangis lagi sih, Gemintang kan jadi ikutan nangis mah."
__ADS_1
Gemintang paling tidak bisa melihat orang menangis karena sudah pasti akan menular dengannya, bahkan William pun langsung memalingkan wajahnya, dia seolah tidak ingin melihat kesedihan dari dua wanita yang sangat dia sayangi itu.
" Gem... kamu ada masalah apa sama suamimu, kenapa harus ada kata cerai nak?"
" Mah..."
" Apa tidak bisa diselesaikan dengan baik-baik Gem? Alloh memang tidak mengharamkan sebuah perceraian tapi Alloh sangat membencinya nak, ada apa nak? cerita dong sama mamah." Mamah William ternyata tidak tahu alasan yang sebenarnya.
" Mah... mungkin memang sudah jalannya hubungan kami harus berakhir sampai disini."
" Tapi Gem, William bilang dia masih sangat menyayangi kamu nak, dia tidak ingin berpisah darimu, sebenarnya apa kesalahan William nak, kalau kamu tidak suka, ibu bisa menegur bahkan memarahinya untukmu, tapi jangan sampai bercerai dong nak, tolong tarik kembali gugatan cerai kamu ya nak, mamah mohon sayang."
Maaf mah, tapi kesalahan putramu sudah tidak bisa lagi untuk dimaafkan.
" Mah... mungkin Gemintang juga yang salah, karena tidak bisa menjaga suami dengan baik, tidak bisa menjadi istri yang sempurna buat mas William, jadi mungkin perpisahan memang jalan satu-satunya agar tidak ada yang terluka untuk kedepannya mah."
Gemintang mencoba mencari alasan yang tidak mengejutkan dan nanti malah membuat kondisi mamah mertuanya jadi memburuk.
" Gem... aku tetap tidak ingin berpisah darimu, mas masih sangat mencintaimu sayang, mas janji tidak akan mengulangi kesalan apapun itu sayang..." William tetap tidak berhenti untuk terus mengemis cinta kepada istrinya.
" Tuh... kamu dengar sendiri kan nak? William masih sangat menginginkan kamu jadi istrinya, mamah mohon sayang, tarik kembali gugatan cerai kamu, mamah tidak ingin kehilangan kamu sebagai anak mamah sayang."
Tapi aku sudah tidak sanggup lagi mencintainya mah, hatiku sudah terlalu sakit untuk bisa menerima kembali mas William disisiku.
" Maaf ya mah... Gemintang tidak bisa lagi memperjuangkan hubungan kami, tapi mamah nggak usah khawatir, mamah tidak akan pernah kehilangan Gemintang mah."
" GEMINTANG!"
William masih tidak terima dan masih berusaha protes namun Gemintang tidak menggubrisnya, bahkan dia tidak menoleh kearah William sama sekali.
" Mah... sejak pertama kali mamah datang ke kehidupan Gemintang, aku sudah menggangap mamah seperti mamah kandungku sendiri dan sampai kapanpun itu tidak akan pernah berubah mah."
" Tapi mamah nggak mau kalian berpisah nak." Mamah William sampai sesenggukan meratapi kondisi retaknya rumah tangga putranya.
" Mah... kita tetap masih bisa saling ketemu kok, kapanpun dan dimanapun mamah pengen, Gemintang pasti akan menemui mamah, walau hubungan aku dengan mas William sudah berakhir, tapi hubungan kita masih tetap akan sama, dan tetap bisa menjadi hubungan keluarga, karena sampai kapanpun mamah tidak akan tergantikan dihati Gemintang, aku... aku sayang mamah..."
Akhirnya deraian tangisan antara anak menantu dan mamah mertua itu tidak dapat terbendung lagi, bahkan ayah William yang sedari tadi terdiam dipojokan ikut meneteskan air matanya, saat melihat mereka terus berpelukan dengan dibanjiri dengan air mata.
William tidak bisa berkata apa-apa lagi, lututnya langsung terasa lemas dan seketika jatuh terduduk bersimpuh dilantai, dia sungguh tidak menyangka jika akhirnya akan seperti ini, bahkan kedua orang tuanya pun ternyata ikut terluka, karena kekhilafan terbesar dirinya, didalam biduk rumah tangga yang ibarat kata masih seumur jagung.
__ADS_1
..."Jika akhirnya tidak mampu membuktikan, jangan memberi janji yang ingkar. Cobalah untuk tidak berjanji, tapi diam-diam melakukan."...