Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
130. Aku Ninu-Ninu...


__ADS_3

...Happy Reading...


Pesta pernikahan yang megah dan meriah itupun sudah berakhir, para tamu undangan pun sudah pulang kembali kerumah masing-masing. Hanya tersisa Abang tersayang dan juga kedua sahabat gilanya itu.


" Dek... mau pulang bareng nggak?" Lewis sudah bersiap-siap untuk pulang juga, badannya sudah terasa lengket, ingin segera berendam di air hangat untuk merilekskan tubuh kekarnya.


" Ya enggaklah, kita dapet fasilitas nginep di hotel VIP CLASS kan mas?" Gemintang langsung menolak mentah-mentah.


" Iya dong, kalau bang Lewis mau nginep di hotel ini juga nggak masalah, biar aku pesankan kamar VIP lainnya." Jawab Chris dengan santainya.


" Dih... ogah! nginep di hotel VIP sendirian, masuk angin gue, kalau begitu abang pulang duluan aja ya!" Lewis langsung menolak juga, dia yang jomblo itu bisa apa pikirnya.


" Gue mau bos, pesankan kami kamar disini juga bos, okey?" Lain Lewis, lain pula si Peter yang langsung heboh duluan.


" NO! kalau untuk kalian berdua gue sih ogah, pasti kalian cuma mau ganggu kita berdua aja kan?" Gemintang langsung tidak ingin mengambil resiko, karena suami sahabatnya itu pasti akan menjahili mereka.


" Hoerk... uhuk.. uhuk.." Sabrina terlihat mual dan terlihat ingin muntah.


" Sayang... kamu kenapa? mana yang sakit?" Peter langsung mendekat kearah istrinya dan langsung menelisik wajahnya.


Ting!


Satu kedipan mata dari Sabrina mampu membuat satu sudut bibir Peter terangkat ke atas.


" Nggak tahu nih mas, kepalaku pusing? aduh, kok lantainya jadi berputar-putar sih?" Sabrina pura-pura mengedip-ngedipkan matanya dan mulai memegang kepalanya.


" Ya ampun yank, jangan pingsan disini, apartement kita jauh loh dari sini?"


" Tapi aku sudah tidak tahan lagi, aduh makin pusing ini kepalaku?" Rengek Sabrina.


" Jangan-jangan kamu hamil Na?" Gemintang langsung berpikiran lain, karena mereka kan memang sedang gencar-gencarnya proses produksi, dimana ada tempat disitulah mereka menebar benih.


" Heh?" Sabrina malah jadi melongo sendiri, dia yang memang hanya bersandiwara malah kaget saat mendengarnya.


" Ya sudah, kalian aku pesankan kamar disebelahku aja, biar istrimu bisa istirahat." Chris langsung mengotak atik ponselnya untuk memesankan kamr lain.


YES.. YES..


Sabrina dan Peter langsung ber tos ria dibelakang tubuh mereka.


" Dengan satu syarat, jangan menggangu istirahat kami malam ini, right?" Gemintang langsung memberikan ultimatum kepada dua orang sahabatnya yang sudah mulai kompak itu.


" Asiap pengantin baru, takut banget kami ganggu, emang kalian mau ngapain sih? nggak capek apa habis pesta mau Ulil-Ulil?" Ledek Peter yang langsung mendapat pelototan mata dari Gemintang.


" Sudah, bawa sana istrimu ke kamarmu, kuncinya bisa ambil di meja recepcionist!" Chris yang memang sudah lelah, ingin segera merebahkan punggungnya di kasur yang empuk.


" Duh... yang udah nggak sabaran? kendaraannya udah siap bos?" Ledek Peter.


" Kendaraan apaan? orang aku mau nginep di hotel ini kok."


" Bukan kendaraan yang itu."


" Kendaraan yang ono noh!"


" Yang apa sih?"


" Ckk... punya bos polosnya minta ampun, kalau kamu tau nggak kendaraan apa yang aku maksud sayang?" Peter langsung memelvk pinggang istrinya.


" Taulah." Jawab Sabrina dengan mantap.


" Apaan?" Tanya Chris dan Gemintang secara bersamaan.


" Yang selalu bikin aku Ninu.. ninu.. ninu.."


" Bahaha... memang cuma kamu yang terbaik sayang, yuk mas gendong ke kamar?" Peter langsung tertawa melihat ekspresi istrinya itu.


" Baiklah suamiku."


Akhirnya Peter menggendong Sabrina menuju kamar yang telah dipesankan untuk mereka.


Ninu-ninu? apa maksudnya kayak begituan ya? tapi kayaknya mbaknya sizuka nggak penah ngomong gitu? apa itu kata-kata versi sini ya?


" Apaan sih maksudnya?" Chris langsung mengerutkan keningnya untuk berpikir sejenak.


" Kok kayaknya aku punya firasat lain ya mas, Sabrina kayak biasa aja gitu, sakit beneran apa nggak sih dia? jangan-jangan mereka cuma mau ngisengin kita doang lagi?" Bukan hanya Chris, Gemintang ternyata juga punya pemikiran yang aneh.


" Mungkin juga hormon ibu hamil kali yank? mas pernah tidak sengaja baca artikel seperti itu, katanya mood ibu hamil itu suka berubah-ubah."


Chris langsung berpikir positif tentang itu.


" Ya udah, kita masuk kamar yuk, gerah banget pengen mandi."


" Mandi bareng yuk yank?" Pinta Chris dengan senyum liciknya.


" Nanti malah kelamaan dikamar mandi, bisa masuk angin kita mas, nggak jadi pula hilang keperjakaan mas itu." Celoteh Gemintang sambil berjalan menuju kamar hotelnya.


" Mas... bantuin buka gaunku ya?" Gemintang terlihat kesusahan saat ingin membuka kancing gaunnya yang memang berada dibelakang punggung.


" Iya sayang." Chris langsung mendekat setelah membuka jas dan kancing kemejanya.


Wuidih, nggak salah aku milih suamiku yang satu ini, bodynya bikin mata nggak mau kedip.


Gemintang hanya bisa tersenyum saja saat melihat bentuk badan chris yang memang terlihat kekar, seperti artis bollywood.


Namun Chris malah terlihat gemetaran, baru kali ini dia menyentuh punggung kekasihnya itu tanpa beralaskan apapun.


Ngejahilin suami sendiri boleh nggak sih? hihi...


" Masssshhh..."


Gemintang bahkan memanggilnya ditambah dengan suara de sahan yang memang dia buat-buat.

__ADS_1


Aduh... baru aku pegang punggungnya aja dia udah gini, maksudnya apa ini?


" I... iya sayang, kenapa? mau mandi duluan aja?" Konsentrasi Chris langsung buyar, alur yang dia tata sedari tadi hancur sudah.


" Emm... mau baring dulu boleh?" Saat gaunnya sudah terlepas, dan menyisakan dalaman minimnya, dia langsung mengusap dadaa suaminya.


Dug.. dug.. dug..


Terdengar sangat jelas suara detak jantung Chris langsung tidak beraturan, wajahnya pun langsung berubah menjadi lugu-lugu gemeteran tidak menentu.


Astaga... apa ini pertanda? kok gini rasanya? apa dia sudah mau mulai? aduh... mana lupa mau lihat mbaknya sizuka dulu, ntar kalau aku tidak sehebat mantan suaminya gimana? aku kan tidak berpengalaman, haduh... kakiku kok kaya kesemutan ini jadinya.


Nafas Chris pun seolah tersengal, belum apa-apa dia malah ketakutan sendiri, merasa tidak percaya diri karena memang tidak tahu apa-apa.


" Mas... kenapa? apa kegerahan? mau aku bantu buka bajunya?" Gemintang semakin menempelkan tubuhnya ke arah suaminya.


" Heh, em... anu, nanti aja, kamu mandi duluan aja sayang." Chris ingin menata persiapannya kembali, sebelum memulai pertempuran pertamanya, karena dia ingin moment pertamanya menjadi kesan yang paling indah untuk mereka berdua.


" Nggak jadi mandi bareng ini?"


Semakin Chris kelihatan gemetaran, semakin gencar Gemintang menggodanya.


" Eng... enggak aja yank, kamu duluan aja, mas mau ini... anu... emm... pokoknya kamu duluan aja sayang."


Hahay... ya ampun, bujang yang satu ini ngegemesin banget, naik level lagi deh... biar makin panik dia...


" Mas... aku pengen di pijit dulu sebelum mandi." Gemintang langsung memelvk tubuh suaminya dan saat itulah nafas Chris kembali naik turun dengan cepat, terdengar berulang kali dia menelan salivanya sendiri.


Aduh... apa seperti ini orang minta Ninu-ninu yang istrinya Peter bilang tadi? kenapa gue lupa nanya sama si Peter ya, aish...


" Aku.. aku nggak bisa mijit sayang, mau aku panggilkan tukang urut aja?"


" Kok tukang urut sih mas? mas kan ada?"


" Ta... tapi aku, anu... emm nggak bisa yank?"


Dugh!


Gemintang langsung mendorong tubuh Chris yang semakin terlihat gugup ke arah tempat tidur.


Ya ampun... serunya ngelihat bujang kayak gini?


" Aku maunya mas aja deh?"


" Ka... kamu... eh... Gem... eh... sayang nggak mau mandi dulu?"


" Enggak?"


" Ja... jadi mau langsung ninu-ninu ini? nggak apa-apa?"


Ninu-ninu, hahaha...


Cvp


" Sssayang... emhh!"


Chris bahkan seperti terbang diatas awang-awang saat Gemintang melakukan f○replay duluan, entah mengapa dia suka sekali melihat pria yang lugu-lugu polos begini, padahal akhir-akhir ini Chris yang selalu manja, merengek-rengek minta kiss dan minta apalah. Namun saat dia sudah setengah tel*nj*ng seperti ini, dia terlihat mati gaya.


Gemintang sengaja membuka kemeja Chris dan melemparnya ke sembarang arah, dan meninggalkan bekas merah-merah di dadaa bidang berotot itu.


" Fuuh... fuuh..."


Chris terlihat mengatur nafasnya yang sudah tidak menentu, dan itu semakin membuat Gemintang semangat menjahili suaminya, dia bahkan tersenyum-senyum saat melakukannya.


Dan saat Gemintang berhasil melempar celana Chris dan menyisakan sangkar burung pelatuk itu, Chris langsung menarik tubuh Gemintang kembali ke atas dan memelvknya dengan erat.


" Sayang!"


" Heh... kenapa mas?"


" Aku... itu... anu yank."


" Apa? mas belum siap kah?" Ledek Gemintang sambil mengusap wajah suaminya yang malah terlihat pucat karena terlalu gugup itu.


" Bukan... bukan itu sayang, tapi..."


" Tapi apa? mau aku duluan yang mulai? atau mas duluan?" Gemintang semakin gencar meledek suaminya.


" Emm... kalau nanti mas tidak sehebat mantan suami kamu gimana?"


" Maksudnya?" Gemintang malah kaget sendiri melihat suaminya insecure duluan sebelum bertanding.


" Ya mas kan nggak tahu apa-apa, mas takut nanti nggak bisa pvasin kamu dan kamu kecewa dengan mas." Ucap Chris sambil membelai rambut Gemintang yang menjuntai.


Ya Tuhan... begitu baiknya suami yang telah engkau kirimkan untukku, dia bahkan mengkhawatirkan aku?


" Ngomong apa sih mas?"


" Maaf ya sayang, jika mungkin nanti kamu tidak pvas dengan mas, kalau ada yang kurang jangan segan bilang sama mas ya, nanti mas perbaiki, okey sayang?"


Ya ampun... terima kasih Gusti, engkau masih menyisakan pria tampan dan baik hati seperti ini untukku.


" Mas... dalam kehidupan rumah tangga itu, berhubungan ¡nt¡m memang sangat penting, namun keahlian atau kemahiran dalam memberikan nafkah batin kepada seorang istri itu juga bukan jaminan, untuk membuat keluarga bahagia dan langgeng selamanya." Gemintang menatap wajah suaminya dengan penuh kasih sayang.


" Jadi?"


" Suami istri yang baik itu saling melengkapi kekurangan masing-masing, saling menutupi kesalahan masing-masing, aku pun bukan wanita yang sempurna, karena terlalu banyak juga kekurangan yang aku miliki."


" Mas cuma nggak mau kamu kecewa dengan mas yang memang belum berpengalaman seperti kamu sayang?"


" No... aku malah lebih suka yang kayak mas."

__ADS_1


Gemintang tahu, mungkin suaminya merasa belum percaya diri, atau terlalu terkejut karena keisengannya tadi, atau mungkin Chris takut jika tidak bisa melayani istrinya dengan baik, jika Gemintang seagresif seperti ini.


" Kamu pasti bohong?"


" Ya enggaklah, kalau mas sudah berpengalaman berarti kan mas pernah jajan yang non halal kan?"


" Enggak... enggak pernah, mas nggak punya waktu untuk memikirkan hal itu dulu, sebelum bertemu dengan kamu sayang." Chris merasa bahagia saat mendengar semua perkataan Gemintang yang terdengar menenangkan itu.


" O... jadi setelah bertemu dengan aku, pikiran mas jadi mesvm lah, pengen ini pengen itu begitu?" Gemintang langsung menjelingkan kedua matanya kearah suaminya.


" Eh... bukan begitu maksudnya, gimana sih ini ceritanya?" Chris jadi salah tingkah sendiri, bingung mau ngapain.


" Mas.."


" Iya sayang."


" Maaf ya."


" Kenapa minta maaf? kamu kan nggak salah, mas yang salah ngomong tadi."


" Maaf.. karena mas bukan orang pertama yang ada didalam hidupku, tapi aku selalu berdoa, agar mas menjadi pria terakhir didunia ini, yang selalu bisa menemaniku dalam keadaan suka maupun duka."


" It's okey sayang, tidak ada yang sempurna didunia ini, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan semata."


" Terima kasih mas."


" Hmm... mas bisa bertemu dengan kamu aja udah seneng banget, kalau nggak ketemu kamu mungkin mas nggak berminat untuk menikah."


" Why?"


" Karena memang cuma kamu wanita yang paling nakal, yang pernah mas temui."


" Kok nakal sih mas, orang aku imut begini!"


" Hehe... iya sayang, karena cuma kamu yang sering membuat mas tersenyum, nggak pernah jaim didepan mas, nggak pernah berusaha merubah apapun didepan mas, kamu selalu menjadi dirimu sendiri, dan selalu membuat mas rindu dengan segala tingkahmu, i love you sayang."


" I love you too maskuh."


" Jadi, mau ninu-ninu sekarang?"


" Hmm.."


Padahal niat hati Gemintang tadi hanya untuk menjahili suaminya, namun obrolan sesaat tadi mampu membuatnya bahagia dan sangat bersyukur bisa memiliki suami sepertinya.


" Bismilah.."


Chris langsung memelvk istrinya dan membaringkan tubuhnya dengan perlahan, dia mencoba memperlakukan istrinya selembut mungkin, pelajarannya dari mbaknya sizuka ternyata tidak berlaku saat dia sedang live, karena semua ternyata berbeda, jadi Chris lebih mengikuti nalurinya sendiri sebagai laki-laki.


" Apa garasinya udah siap, mobilnya udah mau masuk ini?" Chris yang memang sudah menahannya sejak tadi, sudah on fire dan siap menerjang jalanan walau mungkin sudah masuk ke jalur Tol.


" Sudah, semoga garasinya cocok sama mas, dan mas tidak akan punya niatan parkir ditempat yang lain."


" Hmm.." Chris langsung mengganguk sambil menahan senyuman, ternyata istrinya itu bisa tahu perumpamaan yang dia buat.


Chris terlihat memejamkan kedua matanya dahulu dan kemudian meninggalkan satu kecvpan yang cukup lama diatas ubun-ubun Gemintang.


Setelah itu turun ke kening terus melewati kedua mata indah Gemintang, juga mampir di hidung mancungnya dan mendarat lama di bibiir mungil istrinya itu.


Cukup lama dia mampir disana, namun saat Roketnya sudah dalam posisi On dan siap terbang menembus kayangan, kepalanya merosot diantara dua bukit yang menyilaukan.


Dia sempat terpaku disana, saat berhasil membuka kedua tudung saji milik Gemintang, dan menampilkan sesuatu yang pernah dia lihat dan dia nikmati saat masih kecil dulu.


Perlahan tapi pasti dia mulai mencicipinya, skill yang dia punya saat masih bayi dulu dia coba praktekkan kembali, dan ternyata mampu membuat istrinya mengeluarkan suara desa han yang membuat dirinya semakin bersemangat bermain-main disana.


Cukup memakan waktu Chris mampir disana, karena dia sengaja membentuk kiss mark berbentuk hati ditengah-tengahnya, agar punya kenangan tersendiri saat dia melakukan yang perdana.


Namun yang namanya percobaan pertama sudah pasti akan ada halangan dan rintangan yang menerpa, namanya juga hidup, kalau tidak ada masalah yang datang, kita tidak akan pernah tahu bagaimana nikmatnya bersyukur.


Tok.. tok.. tok..


Pintu kamar mereka diketuk beberapa kali.


" Aish... pasti Peter sama Sabrina itu! biarin aja mas!"


Mobil Chris yang sudah mulai dia jalankan walau baru ujungnya saja, kembali dia tarik keluar, karena terkejut mendengar suara ketukan pintu itu.


" Okey.. brati lanjut aja nih?"


" Hmm... nanti kalau mereka capek juga pasti dia pergi sendiri!"


" Siap sayang."


Chris kembali mengemudikan mobilnya dan siap untuk parkir di tempat kesayangannya.


" Hmpth!"


Tok... tok... tok...


Saat baru setengah masuk garasi, pintu kembali diketok dan suaranya lebih keras lagi.


Sleb!


Arghjosstenanjebule!


Chris akhirnya berhasil parkir ditempat yang benar, karena memang jalannya sudah terbuka sejak awal, namun tetap mampu membuat Chris mengeluarkan suara-suara syahdunya, bahkan sampai memejamkan kedua matanya karena mendapatkan sensasi yang luar biasa.


Tok.. tok.. tok..


" Permisi nona Gemintang, ada mendapatkan surat dari bapak William, saya selipkan dibawah pintu ya, maaf menggangu, permisi."


Degh!

__ADS_1


Aktifitas mereka berdua sontak terhenti, walau mereka hampir saja melayang terbang ke langit tujuh bidadari, namun saat mendengar nama William disebut, mood pada diri mereka langsung terjun bebas jatuh dan merosot ke dasar bumi.


..."Yang awalnya susah, bisa saja menjadi mudah dan berakhir dengan indah, jika Alloh sudah memberi Hidayah."...


__ADS_2