Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
143. HASRAT SI JODI (jomblo ditinggal Mati)


__ADS_3

Sudah Tayang hari ini ya bestie...😊


Kalau belum muncul dalam pencarian, silahkan klik Profil Author.



Sepenggal kisah...


" Sebelum kamu berhubungan sek s dengan SESAMA JENIS! aku sumpahin kamu jadi Jomblo seumur hidup, hahaha!" Gelak tawa gadis itu seolah terus saja menghantui malam-malamnya, bahkan sampai saat ini.


Namun untuk bisa mempercayainya seratus persen, Panji tidak bisa dengan mudahnya percaya dengan sumpah serapah seperti itu.


Apalagi hanya karena kekasihnya dulu salah paham dengan dirinya karena mereka berhubungan jarak jauh atau LDRan, dia dulu kuliah diluar negri, sedangkan kekasihnya ada disini.


Panji tergolong manusia-manusia cuek yang hanya menggangap kalau wanita berubah jadi ribet atau rempong itu sebenarnya hanya karena kangen semata, namun gengsi untuk mengungkapkannya.


Jadi Panji tidak terlalu ambil pusing dengan hal itu, walau sampai sekarang masih sering terngiang-ngiang, bahkan dia hanya menggangap semua itu sebagai lelucon belaka, karena dulu setiap tiga bulan sekali dia pasti pulang, jadi saat kekasihnya tidak menghubunginya dalam seminggu berturut-turut dia tidak masalah.


Namun saat dia pulang dan ingin memberikan surprize kepada kekasihnya yang memang sering ngambek itu, Panji ternyata mendapatkan kejutan yang langsung mengenai mentalnya, karena satu hari setelah kekasihnya menyumpahi dirinya, dia pergi meninggalkan dunia untuk selama-lamanya.


♡♡♡

__ADS_1


Apa itu termasuk dalam kategori sebuah Kutukan ya? tapi nggak mungkinlah, almarhum juga mengucapnya sambil tertawa, mungkin dia hanya bercanda juga kan? masak bisa dibilang itu sebuah kutukan, ckk... mitos itu pasti!


Panji kembali berfikir positif, dan dia hanya berani mengumpat itu semua didalam hati saja.


" E... Panjul! yang benar saja kamu, jangan sembarangan kalau ngomong, emang kamu dikutuk apaan dan sama siapa!" Eyang Romlah langsung terlihat naik darah, karena diusianya yang sudah senja seperti itu, emosinya memang sering naik turun bahkan terkadang seperti bocah.


" Di kutuk jadi pria paling tampan sedunia, hehe..." Panji langsung mengelak sambil nyengir kuda.


" Cih... tampan kok Jomblo, malu dong sama si Slamet, dia yang tampangnya biasa aja istrinya tiga, lah ini kamu jangan kan satu, kekasih aja nggak punya!" Umpat Arga kembali, karena merasa tidak puas dengan jawaban itu.


" Jomblo Happy dong, jomblo itu bebas!"


" Aelah... terserah kamu saja deh, ayo kita berangkat, gue nebeng, mobil gue masuk bengkel."


" Eits... jangan salah, itu namanya gue setia, sama mobil tua aja setia, apalagi sama istri, sampai tua bro! nih ya, elu emang sempurna bro, tapi kalau diumur segini kamu masih saja tidak laku buat apa? kasian tuh si Marjuki, hanya bisa kembang kempis tak ada gunanya didalam sangkar, haha."


" Cih... jalan kaki aja sono, aku tidak sudi memberikan tumpangan kepada kompor mleduk kayak kamu!" Panji langsung bangkit dan menyudahi sarapannya, perutnya tiba-tiba kenyang jika sudah membahas tentang masalah jodoh.


Bukannya dia tidak mau menikah, bahkan hasratnya sering menggebu-ngebu, apalagi saat angin malam datang menerpa, rasa -rasanya kepala atas bawah ngilu semua dan akhirnya hanya guling dan sabun mandi saja yang sering bisa mengerti akan kesendiriannya.


Tidak bisa dipungkiri, yang namanya seorang pria juga pasti butuh ganti oli dalam, walaupun dia belum menikah, apalagi diumurnya yang memang sudah matang seperti sekarang, karena gejolak rasa itu pasti ada.

__ADS_1


Setelah ditinggal mati kekasihnya saat itu, sampai sekarang saat dia ingin menjalin sebuah hubungan, pasti ada saja sesuatu hal yang bisa membuat hubungan mereka kandas ditengah jalan.


" Aish... bercanda bro! pantesan kamu nggak laku-laku, gede ambekan sih, tunggu gue bro, nanti gue bantuin biar lu bisa ahh tanpa masalah deh, woi... Panjuuul!"


Akhirnya sarapan pagi itu pun berakhir dengan hampa, karena Panji langsung berjalan dengan wajah penuh kekesalan, sedangkan Arga hanya bisa memasang tampang bodo amat, karena memang itu kenyataan yang ada.


Berjuang tak mesti berisik, mengejar tak mesti berlari dan untuk didengar tak mesti berteriak.


Berjuanglah sekeras mungkin dengan elegan, dengan diam dan tenang, setenang air di permukaan.


Apapun yang terjadi, tetap semangat untuk memperjuangkan apapun didalam hidup kita.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai bestie-bestieku, selamat datang di novel author yang terbaru, selamat membaca, semoga karya author yang satu ini bisa menjadi salah satu novel favorit kalian.


Terima kasih yang masih setia menemani author dari novel-novel yang sebelumnya, karena tanpa kalian, apalah arti diriku yang lemah ini.


Jangan lupa dukungan kalian selalu author nantikan, terima kasih buat like, vote dan komentar kalian.


Jangan lupa tekan tombol FAVORIT 👉 💙 👈 agar dapat notifikasi update setiap harinya.

__ADS_1


Big Huge buat kalian semua🤗


__ADS_2