Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
134. PR


__ADS_3

...Happy Reading...


Dunia ini memang terkadang sering memberikan kita sebuah kejutan yang tidak pernah kita sangka dan tidak pernah kita duga sama sekali. Bahkan terkadang kehidupan disekeliling kita itu bak Panggung Sandiwara.


Sifat Chris memang tak banyak berubah, hanya dengan Gemintang saja dia seolah jungkir balik dan takhluk dengan segala tentangnya.


Namun dengan mamanya, dirinya seolah membatu dan memilih menjauh dari dirinya, agar sifat kerasnya tidak melukai orang yang telah melahirkan dia ke dunia ini.


Dia memang sangat membenci mamanya, karena telah meninggalkan dirinya sejak ia masih kecil dan belum tahu tentang kerasnya kehidupan ini, Chris hanya tinggal dengan ayahnya saja, hingga tak lama kemudian dia mendapatkan seorang ibu tiri.


Tapi jauh dilubuk hatinya, sebenarnya Chris sangat merindukan sosok ibu, yang tidak dia dapatkan dari ibu tirinya itu.


" Mas... yakin mau pulang sekarang?" Gemintang terpaku melihat sosok suaminya yang sedari tadi duduk termenung disofa kamar itu, sembari menemani Gemintang mengemasi barang-barang mereka.


" Hmm... kalau kamu masih pengen nginep di hotel, kita bisa pindah ke hotel lain, yang lebih mewah dan megah dari ini juga banyak, atau kalau perlu kita pergi honeymoon keluar negri saja." Chris masih tetap kekeh dengan pendiriannya.


" Ckk... bukan gitu mas, aku tidak masalah mau tinggal dimana saja, tapi apa mas nggak kasihan sama mama mas tadi, dia..." Ucapan Gemintang langsung dipotong Chris begitu saja.


" Sudahlah sayang, sedikit banyak kamu juga sudah tahu kan bagaimana kisah orang tuaku? dan aku sedang tidak ingin membahasnya sekarang, atau mungkin selamanya." Chris seolah malas untuk membicarakan tentang hal itu, terlalu sakit baginya saat dia merindukan belaian kasih sayang dari seorang ibu, namun tidak bisa ia rasakan, bahkan dulu saat kecil dia sering iri dengan sabahat-sahabatnya karena tidak bisa bermain dengan kedua orang tuanya.


Anak yang kurang kasih sayang dari seorang ibu kemungkinan akan menjadi sosok yang sensitif. Emosinya menjadi tidak stabil, sulit berinteraksi dengan orang lain dan terlalu memikirkan segala hal atau disering disebut dengan overthinking. hal itu karena ia tidak dibiasakan untuk menyalurkan emosinya.


Dan itu terjadi pada diri Chris sejak kecil, yang lebih parahnya lagi, ibu sambungnya pun seolah cuek saja, dia hanya mencintai suaminya, bukan anaknya, atau mungkin bahkan dia hanya mencintai hartanya saja.


" Mas... walau bagaimanapun juga, beliau yang sudah melahirkan mas ke dunia ini loh, dan mas tahu nggak, melahirkan seorang anak itu nyawa loh taruhannya, nggak main-main."


" Kalau boleh memilih juga aku lebih baik dilahirkan dari rahim yang berbeda."


" Astaga mas, nggak boleh ngomong begitu dong, mas tau kan Surga itu ada ditelapak kaki seorang ibu?"


" Iya... mas tahu, tapi dia saja seperti tidak suka menjadi Surgaku, kenyataannya dia pergi meninggalkan aku begitu saja?"


" Mungkin itu bukan pilihannya juga mas."


" Terserah apapun itu penilaian orang lain terhadap diriku, karena yang tahu ceritanya hanya aku, dan yang merasakan sakitnya juga aku."


" Mas.." Gemintang ingin membujuk suaminya, namun dia tidak tahu caranya.


" Kamu tahu yank.. sungguh, aku pun merasa patah, hanya saja aku tidak ingin keadaan semakin keruh." Chris menundukkan kepalanya dengan wajah yang pias, seolah ada sesuatu yang mengganjal dihatinya.


Ya Alloh, ternyata dibalik sifat kerasnya itu, dia juga rapuh.. entah apa yang telah orang tuanya buat, hingga dia terluka dalam seperti ini.


" Maaf mas... maafkan aku, aku memang istri yang tidak baik, karena tidak bisa memahami dan merasakan rasa sakit yang mas terima, i'm so sorry sayang."


Gemintang memilih memelvk tubuh kekar suaminya itu untuk menenangkan, dia hanya menilai semua dari sisi orang tua, dia lupa kalau anak pun bisa terluka karena kehancuran rumah tangga mereka.


" Hmm... sudahlah, lupakan saja, kita pulang yuk?" Chris pun hanya bisa menghela nafasnya saja, dia pun sulit menggambarkan rasa sakitnya itu separah apa.


" Okey mas."


Gemintang memilih mengalah saja, karena dia juga belum tahu duduk permasalahan mereka sesungguhnya, namun didalam hatinya dia masih penasaran dengan kisah mereka itu yang seolah tak berujung.


Setelah mereka selesai bersiap, Chris sudah memasukkan tas dan barang yang dia bawa ke dalam mobil, sedangkan Gemintang baru saja ingin masuk kedalam mobil.


Namun kedua ekor matanya tanpa sengaja melihat Mama Chris mengamati Chris dari kejauhan, dengan sembunyi-sembunyi sambil mendekap kotak perhiasan yang tadi ingin Mama Chris berikan kepada dirinya.


Ya Alloh... aku kok nggak tega ya melihat tante Widya menatap putranya harus dengan cara sembunyi-sembunyi seperti itu, padahal kan dia berhak atas mas Chris, tapi aku harus bagaimana, aku nggak mau bertengkar dengan suamiku hanya karena masalah ini.


Gemintang berdiri memaku dan memikirkan apa yang harus dia lakukan.


" Mas... kalau aku ke kamar mandi sebentar gimana? buru-buru banget nggak?"


" Enggak kok, mau mas anterin?"


" Nggak usahlah, entar mas dikira pelangi lagi kalau masuk kedalam kamar mandi perempuan kan?"


" Kenapa mesti dengerin kata orang sih? yang pentingkan kamu sudah tahu keperkasaan mas bagaimana? kalau perlu kita buktikan didepan mereka, gimana?"


" Apaan sih mas, nggak jelas banget deh!" Geminang langsung mencubit gemas lengan suaminya.


" Sayang... kalau diammu bijak, silahkan diam, tapi kalau diammu diinjak maka bicaralah, supaya mereka diam, okey?"

__ADS_1


" Nggak ada yang bisa menginjak istri cantikmu ini mas, karena sebelum dia menginjak, kakinya sudah aku jegal duluan, hehe..."


" Itu baru istri kesayangan mas." Chris langsung mengacak rambut lurus Gemintang.


" Ya sudah, mas tunggu didalam mobil saja ya, aku ke kamar mandi sebentar."


" Okey sayang."


Disaat Chris masih sibuk memasukkan barang-barangnya, Gemintang melipir kearah mamanya Chris.


" Tante... what are you doing in here?"


" Bolehkah kamu memanggil aku dengan sebutan mama? karena aku adalah mama kandung Chris." Pintanya dengan tatapan sayu.


Astaga... entah kenapa hatiku ikut terasa sakit melihat mama dari suamiku seperti ini?


" Tentu Mama."


" Hiks.. bolehkah Mama memelvkmu?"


Aduh Gusti, tolong persatukan kembali ibu dan anak itu, aku jadi teringat almarhum mama dan papaku..


" Iya Ma."


Gemintang langsung memeluk tubuh wanita yang sudah tidak lagi muda itu, badannya pun terasa bergetar karena menahan suara tangisan agar tidak menggema disana.


" Maafkan mama nak, mama tidak bermaksud meninggalkan suamimu."


" Ma... kalau boleh tahu, apa alasan mama meninggalkan mas Chris? tapi maaf sebelumnya, jika saya lancang bertanya soal ini."


" Mamapun sebenarnya tidak mau nak."


" Ma, sebagai seorang istri aku juga tidak mau melihat mas Chris durhaka kepada ibu kandungnya sendiri, tapi aku juga tidak bisa menyalahkan mas Chris sepenuhnya, dia pun terluka Ma, dia pun merasakan kesakitan karena kehilangan mama sedari dulu."


" Aku tahu, Chris tidak salah, kami sebagai orang tua yang salah."


" Kenapa mama tidak pernah menemui mas Chris?"


" Kenapa mama tidak ngomong langsung aja?"


" Dia sudah terlalu membenci mama sayang, mama pun sebenarnya tidak mau mengulik lagi rasa sakit yang dia rasa, tapi saat melihat kalian menikah kemarin, mama merasa sangat berdosa sekali, karena tidak ada disamping kalian, dan mengucapkan selamat dihari bahagia kalian."


" Ma... aku juga pernah terpuruk karena merasakan kehilangan kedua orang tuaku, tapi itu wajar karena orang tuaku pergi karena takdirnya didunia ini memang hanya sampai disitu, tapi lain ceritanya dengan mas Chris, dia tahu kalau mama masih hidup, tapi mama sama sekali tidak ada niatan untuk menemuinya bukan?"


" Karena mama mencapai puncak karier mama juga baru satu tahun kebelakangan ini nak, jadi mama memang belum berani mencari Chris."


" Tapi kenapa ma, hidup bukan melulu soal harta kan?"


" Aku pun sebenarnya tidak ingin rumah tanggaku dengan ayahnya Chris hancur seperti ini, tapi mama tidak punya pilihan nak, kalau lama kelamaan mama terus hidup dalam keluarga itu, bisa gila mama nak."


" Apa karena orang ketiga?"


" Iya, dan dia yang sudah berhasil menghasut ayahnya Chris, dan menjelek-jelekkan mama dihadapannya."


" Kenapa mama diam saja dan malah pergi? harusnya mama mencari bukti dong, biar semua bisa clear kalau memang mama tidak bersalah."


" Wanita yang menjadi ibu sambungnya Chris itu licik nak, dia berani menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan perhatian dari ayahnya Chris."


" Owh ya?"


" Dia dulu hanya sekertarisnya ayah mertuamu itu, lama kelamaan dia menginginkan menjadi istri ayahmu dan menyingkirkan aku dengan segala strateginya menjebak mama."


" Mama kan bisa mencari bukti atau bantuan gitu?"


" Mama juga sudah melakukannya nak, tapi saat itu Chris masih kecil, mama tidak bisa bergerak bebas mencari bukti itu, karena wanita itu memang sangat licik, dia seolah mengintai mama dua puluh empat jam, dan membuat sandiwara seolah mama ini hanya menginginkan harta ayah mertuamu itu, padahal keyataannya dia yang seperti itu."


" Lalu kenapa mama tidak membawa mas Chris pergi?"


" Mama dulu bukan apa-apa nak, mama juga tidak punya apa-apa, ibu mana yang tega melihat putranya tidak punya masa depan yang jelas, kalaupun aku terluka atau bahkan matipun aku rela, asalkan putraku bisa merasakan hidup enak, tidak kesusahan, tidak sulit untuk sekedar makan."


" Astaga ma?" Gemintang seolah tertegun mendengar cerita itu.

__ADS_1


" Aku rela dibenci Chris, asalkan dia tidak hidup susah denganku dulu, walau sebenarnya sampai sekarangpun mama selalu tersiksa batin jika mengingat semua hal tentang dia."


" Tapi mama bilang kemarin, mama adalah rekan bisnisnya mas Chris?"


" Roda kehidupan itu berputar nak, ternyata Alloh masih menyayangi mama, dan membuka jalan rezeki yang tidak mama sangka."


" Owh ya?"


" Mama dulu kuliah di jurusan desain grafis, saat itu bahkan untuk makan aja mama kerja buruh, kerja apa aja asal bisa dapat jatah buat makan, dan tanpa sengaja, ada perlombaan desain grafis disalah satu situs internet, dan mama mencobanya, ternyata desain mama menang dan dari situlah mama merintis semuanya dari awal."


Akhirnya terkuak sudah misteri mama Chris walau tidak sepenuhnya.


" Kenapa mama tidak menemui mas Chris sama sekali?"


" Dulu saat kecil penjagaan Chris sangat ketat, apalagi tak lama setelah kepergian mama, ayah Chris menikah lagi."


" Tapi statusnya mama sudah bercerai atau belum?"


" Belum."


" Jadi mama tidak menikah lagi setelahnya?"


" Mana boleh mama menikah lagi, belum ada kata talak diantara kami."


Ya alloh, terbuat dari apa hati mama mertuaku ini, kenapa dia bisa setegar itu?


" Trus kenapa mama tidak kembali?"


" Untuk apa mama kembali, sedangkan dia sudah punya pengganti mama, walau mama masih menyayanginya, namun yang pasti hanya akan ada sakit hati diantara kita."


" Astagfirulloh mama." Ternyata bukan hanya dirinya yang tersiksa karena cinta, ada orang lain yang bahkan lebih terluka daripada dia.


" Sejak saat itu mama ingin membuktikan kepada ayah mertuamu itu, mama juga bisa hidup dan sukses walau tanpa dirinya."


" Emang mama tidak mau menikah lagi?"


" Untuk apa menikah lagi, tidak mudah menjadi ibu sambung, pasti akan ada yang terluka nantinya, entah itu anak dia, ataupun anak mama sendiri, lain dengan kamu yang belum punya tanggungan anak?"


" Mama tahu tentang aku?"


" Tahu, siapapun yang dekat dengan putraku mama tahu semua, ada Peter ada istrinya juga, mama sangat bersyukur Chris dikelilingi orang-orang baik seperti kalian."


Dulu memang Widya bukan siapa-siapa tanpa ayah Chris, tapi sekarang dia sudah bisa tegak berdiri dan sukses diatas kedua kakinya sendiri.


" Ya ampun ma?" Hati Gemintang sebagai wanita seolah ikut teriris saat mendengarnya.


" Semua sudah berlalu, mama hanya berharap Chris bisa hidup bahagia denganmu, mama sudah lega, ada kamu yang membantu mama menjaga dia, mama mohon, jangan pernah menyakiti dia ya nak, sayangi dia dengan tulus, karena sedari kecil dia kurang kasih sayang dari seorang wanita, mama berharap banyak denganmu nak."


Air mata ketulusan dari seorang ibu akhirnya mengalir deras di kedua pipinya yang sudah mulai ada garis kerutan di wajahnya.


" Hmm... pasti ma, aku akan menjaga mas Chris dengan sepenuh hati, emm... apa mama tidak mau berusaha lebih keras lagi untuk mendekati mas Chris? aku pasti akan membantu mama."


" Pengen sih... tapi jika kehadiran mama hanya menambah luka dan kesedihannya, mama tidak akan memaksanya, dia tidak bersalah dalam keadaan ini, mama hanya akan mendoakan dia dalam diam dan memandang dia dari kejauhan, asalkan Chris sudah hidup bahagia, berkecukupan dan tidak kurang satu apapun, itu sudah cukup bagi mama nak."


" Gem...sayang! where are you?"


Tiba-tiba terdengar suara Chris yang kelihatannya sangat panik, bahkan dengan nafasnya yang juga terdengar ngos-ngosan.


" Astaga... apa aku terlalu lama disini? ma... maaf aku harus pergi, mama sehat-sehat ya, Gemintang doakan mama bisa rukun kembali bersama mas Chris."


" Iya sayang, titip Chris ya, jaga dia baik-baik."


" Asiap mama, bye Mama!"


Gemintang langsung pergi menyelinap dari balik dinding dan pura-pura berjalan dari arah luar parkiran.


Setidaknya dia sudah tahu alasan kenapa orang tua suaminya berpisah, dan saat ini PR buat dia adalah menyatukan mereka suatu saat nanti.


Sayangnya tidak semua anak paham akan arti penting seorang ibu. Terkadang perkataan dan perbuatanmu kerap membuatnya terluka.


Kamu tak sadar jika di dalam hati ia sedang menangis. Namun apa daya, rasa cintanya lebih besar dibanding amarahnya.

__ADS_1


Dia tak mengenal benci pada anak yang teramat dicintai dan justru akan memberikan pesan atau doa-doa pada anaknya supaya hidup dengan bahagia dan penuh berkah.


__ADS_2