Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
94. Aku sudah biasa..


__ADS_3

...Happy Reading...


Suara detak jantung pada monitor di ruangan kelas VVIP itu, masih menemani sepasang kekasih yang baru saja jadian beberapa saat lalu.


Mereka berdua masih terdiam dalam lamunan mereka masing-masing. Chris dengan pemikirannya tentang mencari alasan yang tepat, agar hubungan mereka bisa diterima oleh ayahnya dalam keadaan kesalah pahaman seperti ini.


Dan Gemintang dengan sejuta rasa bersalahnya, akan kejadian yang membuat pak Robert seperti ini. Dia juga sadar bahwa pemicu kejadian ini adalah kedatangan dirinya.


Sampai detik ini ayah Chris belum juga siuman, dia masih ada di alam bawah sadarnya, dan ibu tiri Chris tadi pamit untuk pulang terlebih dahulu, tapi itu tidak menjadi masalah, bahkan Chris lebih senang jika ibu tirinya itu benar-benar lenyap dari hadapannya.


" Gem... kamu mau makan sesuatu?" Chris duduk menghadap ke arah Gemintang yang hanya melamun saja sedari tadi, bahkan dia pun tidak menjawab, hanya menggelengkan kepalanya saja sebagai tanda penolakan.


Walau dia memang belum sempat makan dari tadi, namun seolah perutnya sudah kenyang dadakan, dengan apa yang terjadi dihadapannya.


" Emm... atau mau bobok? sini baring saja dipangkuanku Gem?" Chris menepuk kedua pahanya, menawarkan bantal empuk dan gratis untuk kekasih barunya itu.


Namun kembali tidak ada jawaban dari Gemintang, perasaan bersalahnya seolah menghilangkan semangat di dirinya.


" Sayang... ngomong dong, mahal banget sih suaramu? emang berapa karat suara emasmu itu? sini... biar aku beli cash." Chris langsung menangkupkan kedua telapak tangannya ke wajah Gemintang agar dia mau menghadap kearahnya.


" Apa sih mas?" Gemintang akhirnya mengeluarkan senyumnya walau hanya tipis-tipis.


" Kamu kenapa? capek?" Chris menautkan poni rambut Gemintang yang menjuntai kedepan dengan penuh kelembutan.


" Enggak kok mas?" Jawab Gemintang yang memilih pura-pura tersenyum bahagia walau hatinya gelisah.


" So? tumben banget kamu diem aja, biasanya kamu kan suka ngoceh kesana kesini, saingan sama burung Beo?" Ledek Chris untuk mencairkan suasana.


" Masak sih? sampe segitunya?" Jawab Gemintang, seiring berjalannya waktu dia sudah pandai untuk bisa menutupi kesedihan dihatinya dengan sebuah tawa.


" Gem... kita itu sudah jadi sepasang kekasih bukan?" Chris bisa melihat kesedihan di kedua mata kekasihnya.


Karena jatuh cinta terkadang bisa membuat hati kita bagai Ultramen yang berubah menjadi Penari Balet, dulu yang mungkin sekeras baja, kini bisa lentur dan lembut tiba-tiba.


" Hmm... kayaknya sih." Gemintang langsung menaikkan kedua bahunya, seolah dia masih ragu.


" Kok kayaknya sih! yang bener aja kamu ini, baru lewat beberapa jam saja kamu sudah lupa ingatan! atau kamu hanya mau main-main dengan aku ya, eits... asal kamu tahu saja sayang, jangan coba-coba mempermainkan aku, atau kamu yang akan menyesal seumur hidup kamu!" Chris langsung tidak terima, dia menajamkan pandangannya kearah Gemintang, namun hanya dibalas dengan senyuman manis saja oleh Gemintang.


" Kenapa sekarang jadi mas yang lebih cerewet dari aku? apa dunia memang sudah terbalik sekarang?" Gemintang langsung menyangga wajahnya dengan kedua tangannya didepan wajah tampan Chris.


" Eherm... Iya kali."


Disaat posisinya yang terlalu dekat dengan Gemintang seperti ini, amarah Chris seketika memudar begitu saja, apalagi saat melihat bibiir kekasihnya itu, seolah rasa canggungnya menumpuk menjadi satu.


Haduh... kenapa dia menggemaskan sekali, bibiirnya itu loh, kok aku jadi pengen icip-icip ya? andai dia butuh nafas buatan saat ini, pasti aku akan memberinya berpuluh-puluh kali lipat, ehh... astaga, apa yang terjadi denganmu Chris?


" Ckk... kenapa ayah mas belum juga bangun, aku takut mas." Akhirnya dia mengeluarkan satu unek-uneknya.


" Takut kenapa? dokter kan sudah bilang, ayah sudah baik-baik saja, tinggal nunggu siuman saja, palingan sebentar lagi." Walau khawatir namun dia harus bisa pura-pura tegar dihadapan wanitanya.


" Tapi aku merasa sangat bersalah mas, beliau pasti terkejut sekali tadi, aku benar-benar minta maaf mas, aku nggak tahu kalau mau ketemu sama kamu dan juga keluargamu diacara itu." Tubuhnya seolah melemas, selain sedang datang bulan juga karena ditampar oleh kejutan hidup.


Justru aku bersyukur bisa ketemu kamu hari ini Gem, karena dengan kejadian ini aku tidak perlu susah-susah untuk menakhlukkan hatimu lagi.


" Owh... jadi kalau kamu nggak ketemu aku diacara ini, kamu mau bersenang-senang sambil berduaan sama mantan kamu itulah?" Chris langsung melirik Gemintang dengan kesal.


" Astaga... mas ini pikirannya buruk aja sama aku loh, masalah aku datang bersama mas William itu pure karena alasan pekerjaan mas, nggak lebih kok, hanya saja harus ada adegan datang bulan segala, masak mas nggak percaya sama aku." Gemintang kembali meyakinkan pria dihadapannya itu.


" Aku percaya sama kamu, tapi tidak dengan mantanmu itu." Chris langsung melengos saat mendengar nama mantan Gemintang itu disebut.


" Mas cemburu ya?" Gemintang sengaja langsung menoel lengan Chris.


" Apa itu cemburu? nggak ada ceritanya aku harus cemburu."


Selama ini tidak pernah ada yang dia cemburui dalam hidupnya, selain melihat keluarga lain pergi berlibur bersama dan bisa makan ramai-ramai dengan keluarga besar mereka.


" Kalau begitu boleh dong, kalau lain kali aku pergi ke Event besar bersama dengan mas William lagi?" Gemintang sengaja menggodanya kembali.

__ADS_1


" NO! enak saja kamu ya! nggak ada lagi cerita-ceritanya kamu pergi sama dia, ada aku disini buat apa? bahkan aku mampu bersaing dengan dia dalam hal apapun itu." Jawab Chris dengan penuh keyakinan.


" Heleh... lalu apa itu namanya? dasar Tuan Sombong!" Ledek Gemintang, selama ini hanya dialah satu-satunya wanita yang berani meledek Chris, yang lainnya semua tebar pesona mencari perhatiannya, agar bisa diterima.


" Malah ngatain pacarnya sombong lagi, kamu tuh sayang nggak sama aku, coba aku tanya sekarang?" Chris kembali dibuat morat-marit hatinya oleh sosok Gemintang.


" Hmm... kayaknya biasa aja deh mas, gimana dong." Gemintang pura-pura cuek dalam menanggapi hal itu.


" Belum pernah lihat aku marah kamu Gem?" Dia langsung melotot kesal, kepercayaan diri dari seorang Chris seolah mulai tertantang.


" Belum? coba aja? biar aku tahu dari awal, jadi kalau mau pergi nggak harus permisi." Ucap Gemintang tanpa rasa takut sama sekali.


Begitu banyaknya rentetan kejadian yang dia alami, membuat Gemintang lebih mawas diri, jika ada seseorang yang mendekatinya dan sudah memperlihatkan sisi aslinya kepadanya dia bahkan lebih senang, karena dia bisa menjaga jarak terlebih dahulu, sebelum terlanjur dalam perasaannya, karena hanya akan menimbulkan rasa kecewa dan luka saja.


" Sayaaaaang... pengen pelvk boleh?" Tiba-tiba Chris menarik ujung gaun Gemintang dengan imutnya.


Dialah satu-satunya perempuan yang membuat Chris takut akan kehilangan sesuatu.


" Dih... apa-apaan ini? tadi mau marah, sekarang malah minta pelvk, yang benar aja mas ini?" Gemintang langsung memundurkan tubuhnya.


" Gem... kalau orang pacaran kan sudah boleh melvk kan?" Chris langsung mengalihkan topik pembicaraan mereka.


" Siapa bilang, kalau sudah menikah itu baru boleh." Jawab Gemintang dengan cepat.


" Kalau begitu kita menikah saja sekarang, gimana?" Tanya Chris tanpa banyak pemikiran lagi.


" Mas pikir menikah itu gampang apa? kayak mau beli gorengan aja?" Cibir Gemintang, dia heran dengan sosok kekasihnya itu, seolah tidak punya rasa takut mau menikahi Janda.


" Kalau bisa dipermudah, kenapa harus cari yang susah coba?" Jawabnya dengan enteng.


" Ckk... Menikah itu bukan soal siapa cepat dia yang dapat, tapi soal siapakah yang Allah percayakan terlebih dahulu untuk mengemban sebuah amanat dan tidak berkhianat." Ucap Gemintang dengan tegas dan lugas.


" Iya... aku tahu, tapi aku beneran serius, kalau kamu sudah benar-benar kembali siap untuk mengarungi bahtera rumah tangga denganku, kapanpun itu aku siap Gemintang."


Chris pun tak kalah serius dalam menanggapinya, karena dari puluhan wanita yang pernah dekat dengannya, hanya janda satu ini yang membuatnya tergoda.


Bukan hanya karena kecantikannya, tapi karena setiap moment yang terjadi dengannya selalu berkesan dihati Chris kali ini.


" Hmm... aku tahu dan aku akan sabar menunggu, pokoknya kapanpun kamu siap, aku akan segera datang melamarmu, karena hanya itu bukti cinta dariku."


" Wuidiih... sudah pandai berkata-kata manis sekarang ya?" Akhir-akhir ini Gemintang sering dibuat terkejut oleh perkataan manis dari Chris.


" Siapa dulu yang ngajarin?"


" Aku ya?" Ucap Gemintang dengan percaya diri.


" Belajar sendiri ya, aku tipe orang mandiri, semua bisa sendiri, hanya saja semenjak kenal denganmu, aku tidak ingin sendiri lagi di dunia ini, maunya sama kamu terus."


Hadeh... meleyot hati adek bang?


" Heleh... basi mas, aku sudah kenyang dengan seribu gombalan, nggak ngefek kalau cuma segitu mah." Lain dihati lain pula yang keluar dari mulut.


" Pelvk Gem, dikit aja deh!" Rayu Chris kembali, seolah ada mgnet di dirinya saat berdekatan dengan gemintang.


" Gimana caranya pelvkan cuma sedikit?"


" Cuma sebentar aja Gem, lagian nggak ada yang lihat juga kan."


" NGGAK."


" Sayaaaaang... kok pelit banget kamu sama aku?" Dia langsung memijit jemari Gemintang dengan lucunya, seolah hanya itu cara dia untuk merayu kekasihnya.


" Hehe... ya udah sini, sebentar aja tapi ya?" Akhirnya Gemintang luluh juga, wanita memanglah seperti itu, gampang kena bujuk rayu yang manis-manis begini.


" Nah, gitu dong!" Senyum Chris langsung mengembang dengan sempurna.


" Uhuk... uhuk... Chris, kemarilah putraku."

__ADS_1


Saat Gemintang baru saja merentangkan kedua tangannya dan Chris yang sudah siap untuk menempel dengannya, tiba-tiba terdengar suara ayahnya yang teryata sudah sadar, walau sejak kapan mereka tidak tahu.


" Ayah? gimana keadaan ayah? ada yang sakit?" Chris langsung melupakan pelvkan yang dia inginkan dan segera melihat keadaan ayahnya.


" Hmm... coba kamu panggilkan dokter yang menanganiku, aku ingin bertanya sesuatu dengan dia." Jawabnya perlahan.


" Itu ada bel yah, tinggal pencet saja, pasti mereka akan segera datang, karena mereka memang khusus ditugaskan di ruang ini kok." Jelas Chris, dia tahu fasilitas ruangan ini. Karena ruangan VVIP pasti disediakan perawat khusus yang siap jika dipanggil kapan saja.


" Aku ingin kamu membelikan bubur juga untukku nak, sudah lama sekali ayah tak makan bubur, jadi boleh ayah minta tolong belikan bubur yang paling enak ya?"


" Tapi Tumben yah, kalau mau makan biar Chris minta kan sama susternya saja okey?" Dia masih mencoba mengelaknya.


" Aku maunya bubur dari luar, kalau dari sini sering nggak ada rasanya."


" Tapi kondisi ayah memang sedang sakit, itu kenapa ayah memang nggak boleh makan sembarangan?" Dia mencoba tetap sabar dalam menanggapinya.


Kenapa? apa dia sengaja ingin bicara berdua denganku?


" Mas... belikan saja dulu." Akhirnya ke pekaan di diri Gemintang mulai muncul disana.


" Tapi ayah nggak boleh makan sembarangan sayang." Chris menoleh dan langsung berjalan mendekati kekasihnya.


" Iya... belikan saja dulu, masak iya mas mau berdebat dengan orang sakit?" Bisik Gemintang.


" Kalau nanti aku dimarahin dokter gimana?"


" Tidak akan, ayah mas itu cuma pengen saja, belum tentu juga nanti dia mau makan bubur itu, mas tenang saja." Gemintang mengusap lengan Chris untuk menenangkan.


" Benarkah?"


Apa sepolos itu kamu mas? takkan tak tahu maksudnya?


" Hmm... cepat belikan sana." Gemintang langsung mendorong tubuhnya perlahan kearah pintu, dia sendiri pun penasaran, sebenarnya apa yang ingin dikatakan oleh ayah Chris itu.


" Kamu mau ikut?" Dia masih mencoba menahan.


" Nggak usah, biar aku bantu jagain ayah kamu."


" Beneran? nggak papa aku tinggal sendirian? nggak kangen apa nanti?" Seolah dia tidak rela jika harus berpisah walau sebentar saja.


" Mas!"


" Hehe... ya sudah, mas tinggal bentar ya sayang, sun dikit dulu boleh?"


" BOLEH BELAH!" Gemintang langsung melotot kearah Chris, karena dia sudah yakin pasti kelakuannya itu sudah dipantau oleh pasien yang sedang terbaring lemah dibelakang sana.


" Ckk... punya kesayangan satu aja pelitnya minta ampun, ya sudah tunggu sebentar ya, mas gass banter nanti, okey?" Entah mengapa Chris seolah tidak mau pergi dari sana, andai saja ada ibu tirinya disana, sudah pasti dia yang akan disuruh.


" Gemintang... saya ingin bicara sebentar denganmu!" Suara ayah Chris kembali terdengar.


" Baik ayah."


" Aku bukan ayahmu!"


Degh!


Sudah aku duga, ayah mas Chris pasti hanya pura-pura ingin makan bubur, tidak mungkin orang baru sadar langsung minta makan kan?


" Ma... maaf, baik pak."


Gemintang langsung memejamkan kedua matanya sebentar, sebelum ia melangkahkan kedua kakinya mendekat ke arah ranjang rumah sakit, dia bukannya tidak tahu kenapa Chris disuruh pergi beli bubur, karena pasti akan ada sesuatu yang ingin dibicarakan berdua saja dengan Gemintang.


Aku sudah biasa berjalan diatas cobaan hidup, aku sudah biasa ditampar oleh berbagai masalah, bahkan aku sudah kenyang makan dan minum ujian darimu Ya Alloh...


Yang aku pinta, tolong jangan pernah renggut rasa sabar yang Engkau tanam dihatiku, agar aku tetap bisa dengan ikhlas menjalani Takdirku...


(Rintihan hati Janda)

__ADS_1


..."Tetaplah terlihat bahagia, seolah-olah engkau tidak memiliki masalah, agar orang-orang yang mencintaimu ikut bahagia dan orang yang membencimu tidak menertawakanmu."...


..."Jangan menampakkan kesusahanmu dan berharap dikasihani oleh makhluk, karena berharap demikian kepada sesama manusia hanya akan semakin terluka, jika tidak sesuai dengan harapan."...


__ADS_2