Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
110. ULIL-ULIL


__ADS_3

...Happy Reading...


Lain tingkah Chris dan Gemintang, lain pula dengan kejadian dari pasangan pengantin baru yang satu ini. Mereka tak banyak berkata-kata, namun lebih banyak ke perbuatan dan tindakan. Mereka mencari tempat yang agak sepi walau harus naik bukit.


" Owh.. Sabrina Larasati, berani kamu membohongi aku lagi ya? bukannya kamu kemarin sudah berjanji denganku tidak akan mengulangi perbuatan yang tidak menyenangkan?" Peter langsung menyudutkan istrinya yang sedang duduk bersandar disebuah batu yang besar sekali.


" Maaf mas." Jawab Sabrina yang hanya bisa menunduk, karena dia memang mengaku bersalah.


" Minta Kiss!"


" Tapi dibawah sana banyak orang mas, kalau ada yang lihat gimana?" Sabrina menoleh ke kanan dan kiri, memang sepi, namun dibawah sana area camping, dan cukup ramai orang.


" Mau ngelawan lagi?"


" Enggak kok, okey aku civm, mau di bagian mana?"


" Bibirlah, masak pipi, kayak anak SD aja!"


Cvp


Sabrinapun hanya bisa menurut saja, lagian nyivm laki sendiri apa yang salah pikirnya.


" Kenapa nggak ngomong jujur aja, kalau kalian kesini? ada rahasia lain yang kamu sembunyikan dariku, aku ini suami loh." Peter mulai menginterogasi istrinya kembali sambil tersenyum karena menang banyak.


" Iya maaf, aku yang salah mas, tapi beneran nggak ada rahasia lain lagi kok." Sabrina langsung menggelengkan kepalanya.


" Buka kancing kemejaku paling atas." Suruh Peter kembali, dia sudah merancang seribu akal bulus, agar bisa menghukum istrinya dengan cara nikm@t.


" Mas... jangan disini, malu nanti dilihat orang loh!"


" Harusnya kamu yang lebih malu, mau bohongin suami tapi ketahuan, sekarang kamu kasih tanda merah di leher aku, cepat!" Peter langsung duduk bersila didepan istrinya dan menengadahkan kepalanya agar Sabrina lebih mudah mengeksekusinya.


Kok malah jadi gini ceritanya? ini gimana sih?


" Mas, tapi...?" Sabrina bingung sendiri, kenapa dia sendiri malah meminta dikasih kiss mark pikirnya.


" Ayok cepat lakuin, kalau belum merah ulangi sampai berbekas!" Ucap Peter seolah memerintah.


" Astaga mas, kelihatan nanti loh, emang mas nggak malu apa lehernya merah-merah?" Sabrina masih belum paham saat ini.


" Kenapa aku harus malu, aku kan korban disini, yang civm kan kamu, jadinya nanti yang kelihatan agresif kan kamu, hehe!" Entah dapat ide dari mana dia, hanya dia dan yang DiAtaslah yang tahu.


" Mas kok gitu sih?"


" Ini hukuman buat kamu, biar kamu jera, apa susahnya ngajak kami coba? camping ramai-ramai bukannya lebih seru?"


" Aku kan cuma ngikut Gemintang doang, kasian dia mas, nggak ada temen, bang Lewis banyak kerjaan."


" Prioritas utama seorang istri itu siapa?"


" Suami."


" Kiss lagi, penuhi leher mas semua, yang merah kalau perlu sampai biru!" Peter kembali mendekatkan lehernya, semakin kesal semakin banyak yang dia pinta.


" Massss!" Sabrina prustasi sendiri jadinya, namun mau tidak mau dia melakukannya juga, walau agak gemetaran takut dilihat orang.


" Hayo... melawan lagi dosa kamu! buat yang banyak, kalau nggak banyak aku hukum kamu lebih berat."


" Ckk... kok ada sih suami modelan kayak mas ini, nggak malu dibikin ****** banyak-banyak gini."


" Aku tidak akan melepaskan tanganmu, setelah ini kamu harus selalu disampingku dua puluh empat jam, mengerti Nana sayang!"


" Ini hilangnya lama loh mas, mungkin dua sampai tiga hari tau!" Sabrina mengamati hasil karyanya sendiri dengan wajah pias, antara malu tapi juga merasa lucu sendiri.

__ADS_1


" Selama bekasnya belum hilang, kamu harus selalu menempel denganku, lagian besok akhir pekan, aku tidak ke kantor!" Jawab Peter dengan santai.


" Mass..."


" Kurang banyak, kurang merah juga, kiss yang lama!"


" Allohu Akbar, punya suami begini amat yak!"


" Bohong lagi sama mas, aku suruh kamu bikin cap satu badanku ini penuh, pegel-pegel dah tuh bibiir, trus mas mau buka baju sambil jalan-jalan gandengan sama kamu, gimana mau coba?"


" Enggak... enggak mau mas, ampun!"


Sabrina sungguh tidak menyangka suaminya akan memberi hukuman yang seperti ini, walau tidak menyakitkan hati dan fisik tapi kalau begini ceritanya malunya itu setengah mati, karena dia yang akan menuai kontroversi sebagai wanita yang ganas dan hiperaktif dalam tanda kutip dan sudah pasti orang akan berfikiran negatif tentangnya sebagai pihak perempuan.


Keduanya bahkan turun ke tenda sudah hampir larut malam, untung mereka menggunakan jacket tebal jadi tidak kedinginan dan digigit nyamuk.


Sedangkan Chris sudah membuat tenda disebelahnya, walau agak sedikit jauh, karena Gemintang tadi memilih pasang tenda di ujung, agar view pegunungannya lebih dapat.


" Sayang... kamu tidur di tenda aku ya?" Peter langsung merangkul perut istrinya saat mereka sudah selesai makan malam seadanya.


" Enak saja, jadi aku tidur dengan siapa?" Gemintang langsung protes karenanya.


" Sama Chris lah, atau kamu mau tidur sendirian, biar kami tidur bertiga di tenda kami?"


" Yang enaknya saja, pokoknya aku mau tidur sama Sabrina."


" Kenapa? nggak usah gengsi deh, kamu kan juga pernah tidur satu ranjang dengan Chris, saat kamu alergi waktu itu?"


" Ckk... itu lain cerita, nggak sengaja kami, lagian ini di hutan Sumarno! kalau belum sah bahaya tidur berdua satu tenda!"


" Berarti kalau di apartementku boleh dong yank?" Ledek Chris sambil menaikkan kedua alisnya dengan senyum menggoda.


" Apaan sih mas, jangan ngaco deh, pokoknya aku satu tenda sama Sabrina berdua malam ini."


" Nggak boleh!" Umpat Peter kekeh.


" Sudahlah mas, kasian Gemintang, bener juga omonganya, ini kan dihutan?" Sabrina langsung merasa tidak enak hati juga.


" Ckk... aku takut nggak bisa tidur Nana sayang." Rengek Peter.


" Heleh... gayamu Ter, berapa tahun kamu tidur sendirian, baru tidur sekali sama istri aja sudah banyak songek kamu!" Chris langsung ikut menghujatnya.


" Entahlah, sok manja kamu!" Gemintang langsung melengos kesal.


" Biarin, suka-suka gue dong, istri gue ini!" Jawab Peter cuek.


" Sudah cukup, udah malam, kita istirahat saja." Sabrina langsung menengahi perdebatan mereka.


" Nanti kalau banyak nyamuk gimana yank?"


" Sini, aku olesin lotion anti nyamuk, pasti nggak ada nyamuk yang mau gigit lagi." Sabrina hanya tersenyum dan meladeninya saja melihat tingkah suaminya yang manja seperti itu.


" Astaga... geli sendiri gue dengernya, Jantan kok takut sama nyamuk, pake lipstik aja sono sekalian!" Umpat Gemintang dengan kesal dan lebih memilih masuk ke tenda duluan untuk segera tidur, karena waktu memang sudah larut malam.


Akhirnya para pengunjung di area perkemahan itu sudah memasuki tenda mereka masing-masing, karena di luar cuacanya sangat dingin, dan anginnya pun lumayan kencang.


" Sssstt... Nana sayang."


Peter yang memang sama sekali tidak bisa memejamkan kedua matanya, nekad masuk menyelinap ke tenda Sabrina. Dia bahkan sengaja merusak ujung tendanya agar bisa meraih resleting tenda dan masuk kedalam.


" Hmm..."


Namun Sabrina seolah sulit membuka kedua matanya yang terasa sangat lengket karena terlalu lelah mendaki tadi.

__ADS_1


" Nana sayang... geseran dikit." Bisik Peter kembali, dia ingin menggeser tubuh istrinya agar lebih ketengah dan dia bisa tidur disamping istrinya.


" Apa sih Gem." Umpat Sabrina yang belum juga sadar.


" Sayang... aku suami." Peter langsung mendekatkan wajahnya tepat di atas wajah istrinya.


" Heh... empth!"


Saat Sabrina ingin berteriak, Peter lebih dulu membungkam bibiir istrinya dengan mulutnya sendiri.


" Sssttt... jangan teriak, ini aku suamimu!"


" Ngapain mas disini?"


" Aku nggak bisa tidur Nana sayang."


" Kenapa? apa masih digigit nyamuk? bukannya tadi sudah aku olesi obat nyamuk?"


" Bukan karena nyamuk."


" Jadi?"


" Aku pengen Ulil-ulil yank." Rengek Peter dengan wajah mupengnya.


" Apaan sih mas? jangan ngaco, nanti Gemintang bangun, kasian dia."


" Aaaa... aku nggak bisa tidur kalau belum Ulil-ulil sama kamu yank."


" Astaga mas, jangan sekarang, nggak enak kalau Gemintang nanti lihat."


" Sebentar aja yank, lagian juga kelihatannya dia tidur nyenyak banget gitu, ini tendanya juga besar banget, kita agak ketepi sedikit."


" Tapi mas?"


" Sayang, please... apa kamu tega lihat aku bergadang sampai pagi? mana dingin banget yank, ayolah sebentar aja, aku janji."


" Ckk... ya sudah, tapi jangan bersuara ya?"


" Siap sayang."


" Yowes... masuk dalam selimut sini."


Betapa senangnya hati Peter saat mendengarnya, dengan semangat yang menggebu dia langsung masuk kedalam selimut istrinya dan mulai mengeksekusi apa yang menjadi haknya.


" Hmpth... mas, pelan-pelan saja, nanti Gemintang bangun." Bisik Sabrina yang mulai terbuai dengan keahlian Bruno saat ini, apalagi cuacanya sangat mendukung, benar-benar suatu nikm@t tersendiri bagi mereka yang sudah sah.


" Hehe.. maaf sayang, Bruno ini yang nakal, nggak sabaran dia."


" Shh... mas..."


" Lain kali kita pergi berdua aja ya, seru juga kek gini.. bisa uh.eh dengan suasana baru."


" Hmm.. ter.. serah.. mas ajah."


Sabrina pun seolah sudah kecandvan dengan aktifitas malam baru mereka dan tanpa sadar suara gencatan senjatanya makin keras dan terdengar oleh orang disebelahnya.


" ASTAGA SABRINA!"


Gemintang yang tanpa sadar menoleh kesamping karena mendengar suara kasak kusuk dibawah selimut langsung terduduk karena syock dan sontak memalingkan wajahnya, saat melihat kegilaan sepasang suami istri yang sedang berproduksi cocok tanam didalam Tenda.


Dan yang lebih gilanya lagi, mereka melakukan kegiatan malam itu dengan santainya, tepat disamping tubuh Gemintang.


..."Hidup seperti mata uang ada dua sisi yang saling bertolak belakang, namun saling melengkapi."...

__ADS_1


..."Cinta akan sempurna ketika saling melengkapi dan akan indah ketika kita bisa saling mengasihi."...


Hayo... yang belum cukup umur, mohon di skip besti, othor tidak menanggung segala resiko dalam bentuk apapun, cukup sekian dan terima kasih🤣😅


__ADS_2