Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
136. Menantu Nakal


__ADS_3

...Happy Reading...


Mengedepankan ego boleh-boleh saja selama itu tidak merugikan kepentingan umum serta menyakiti sesama, apalagi keluarga. Kita harus menaruh kepentingan pribadi pada tempat dan waktu yang tepat.


Gemintang pun memaklumi hal yang terjadi pada suaminya, tidak mudah memaafkan orang yang pernah menorehkan lara, apalagi itu sudah terjadi bertahun-tahun lamanya, bahkan orang yang satu aliran darah dengan kita.


" Mamaskuh tercayang.."


Gemintang langsung berjalan mendekat ketika melihat suaminya duduk termenung melihat luasnya hamparan ombak di lautan yang biru dihadapan mereka.


" Hmm."


Chris hanya bergumam saja, tanpa mau menoleh kearah istrinya, dia masih menduga-duga dengan apa yang terjadi dengan mereka, apakah ini memang benar adanya atau memang setingan belaka.


" Lagi ngapain? kok melamun aja sih? daritadi aku cariin loh, katanya mau honeymoon, kok istrinya malah dianggurin?" Gemintang langsung nempel aja kayak perangko, saat melihat suaminya terlihat bersedih seperti itu.


" Fuh... nggak papa sayang, lagi pengen lihat pemandangan alam saja." Chris menghela nafasnya dengan berat sebelum berbicara, seolah ada beban berat yang dia pikul di kedua pundaknya.


" Mas marah sama aku?"


" Enggak."


" Bohong, itu nyatanya nggak mau lihat wajahku daritadi, mas pasti kesel karena aku menghilangkan barang-barang kita kan?"


" Bukan begitu sayang?"


" Mas pasti nyangka aku sengaja melakukan ini kan?"


" Kok ngomongnya gitu sih yank?"


" Asal mas tahu aja, kalau mas bersedih, akulah orang pertama yang ikut merasakan dampaknya, aku jadi serba salah, takut mau bertindak apa dan bagaimana?"


" Hei.. jangan ngomong begitu."


" Kenapa mas nggak mau jujur dengan perasaan mas, padahal semua masalahku mas tahu kan? karena aku tidak pernah menutupi satu masalahpun dari mas, it's not fair to me."


" Sayang... bukan nggak mau cerita, cuma seolah mas tidak sanggup mengingat kisah silam keluarga mas."


" Aku siap kok mendengarnya, mas tau nggak kalau kita berbagi kesedihan dengan orang lain, beban di pundak kita sedikit lebih berkurang tau, lebih lega gitu, lagian aku istri mas, aku tidak akan menceritakan aib keluarga kita dengan siapapun."


" Mas cuma malas saja yank, rasa sakit dan kecewa yang mas dapatkan terlalu besar untuk di ulik kembali."


" Mas, ada satu kalimat yang indah yang pernah aku baca." Gemintang mengusap lembut pipi suaminya.


" Apa?"


" Hmm... kurang lebihnya seperti ini, ketika kamu ikhlas menerima semua kekecewaan hidup, maka Alloh akan membayar tuntas semua kecewamu dengan beribu-ribu kebaikan."


" Mas tahu, tapi semua ini masih terasa sulit yank."


" Belajarlah untuk mengerti mas, bahwa segala sesuatu yang baik untuk mas, tidak akan Alloh izinkan pergi, kecuali akan diganti dengan sesuatu yang lebih baik lagi."


" Janji sama mas ya Gem, kamu jangan pernah meninggalkan mas, apapun yang terjadi, karena demi kamulah mas mencoba menghilangkan rasa benci mas dengan seorang wanita, jika kamu pun merusak kepercayaanku, entah apa jadinya hidup mas tanpa kamu."


" Cie... mas takut kehilangan aku ya?"


" Nggak usah mulai deh yank, baru dipuji dikit sudah terbang kamu, awas nanti nabrak langit nangis kamu."


" Kalau misalnya aku bosan sama mas gimana?"


" Tidak akan aku biarkan kamu bosan dengan mas, aku jamin itu."


" Dih... percaya diri sekali kamu mas?"


" Karena aku pasti bisa memenuhi semua yang kamu inginkan, apapun itu, jadi mas jamin tidak akan ada kata bosan yang keluar dari bibirr nakalmu ini."


" Apaan sih mas?"


" Kiss yank?"


" Nggak mau!"


" Aaaaa... yank, kangen! dingin juga udara disini, sebentar aja." Rengek Chris dengan gemasnya.


" Boleh, tapi..."


" Tapi apalagi? kiss nggak bayar aja pelit!"


" Aku pengen naik perahu boat itu mas?" Gemintang menunjuk kapal yang melintas laut lepas didepan sana.


" Itu harus sewa sayang, sedangkan kamu tahu, ponsel sama dompet mas entah kemana kan?"


" Ckk... tapi aku pengen naik itu, tadi ada pasangan yang naik itu, romantis sekali yank, aku kan juga pengen?" Gemintang kembali membuat ulah, dia sudah kembali mengatur strategi selanjutnya.


" Ya sudah, kita tanya sama penjaga Villanya dulu, itu sewanya gimana, okey?"


" Yeay.. mamaskuh memang terbaik deh."


" Kiss."


" Nanti, kalau sudah naik perahu boat itu."


" Dasar istri pelit, kalau nggak sayang aku ceburin kamu ke laut!" Chris gemas sendiri melihat istrinya itu, namun dia tidak bisa marah dengannya.

__ADS_1


Akhirnya mereka kembali mencari penjaga Villa yang mereka tempati.


" Pak, apa perahu boat seperti itu juga termasuk fasilitas Villa ini?"


" Tidak Tuan, itu tidak termasuk fasilitas, tapi Tuan bisa menyewanya secara pribadi, itu orang yang mengurusnya, saya panggilkan dulu." Penjaga Villa itu langsung memanggil rekannya.


" Berapa pak harga sewanya?" Tanya Chris


" Sepuluh juta saja mas, bisa dipergunakan seharian penuh, itu sudah sekalian sama sopirnya juga dan ada fasilitas makan dan lainnya disana, jadi tuan bisa berlayar mengelilingi pulau ini jika mau."


" Mau banget." Rengek Gemintang dengan manjanya.


Haduh... gimana caranya, aku bahkan tidak membawa uang sepeserpun di kantong? tapi aku tidak mau mengecewakan Gemintang, bagaimana ini?


" Emm... kalau aku bayarnya pakai barang, bisa nggak pak?"


" Barang apa?"


" Jam tangan pak." Chris langsung melepas jam tangannya, karena hanya itu benda berharga yang melekat ditubuhnya.


" Emang berapa harga jam tangan itu?" Tanya bapak itu yang langsung mengerutkan keningnya.


" Mungkin sepuluh atau bahkan dua puluh kali lipat dari harga sewa perahu boat itu."


" Ckk... masak sih, nggak percaya aku."


" Beneran pak, ini asli, bukan Kw!


" Mana suratnya, kalau mahal pasti ada suratnya kan?"


" Ya nggak ku bawa pak, aku mana tahu kalau dompet sama ponselku hilang, masak kayak begituan aku bawa kemana-mana."


" Kalau nggak ada suratnya, walau itu bagus sekalipun paling mentok dijual harga satu juta aja mas, trus siapa yang mau nombokin sisanya dong?"


" Hah? ini harganya ratusan juta loh pak, masak nggak percaya, apa kalian tidak bisa membedakan mana yang kw apa yang asli?"


" Maaf mas, tapi saya tidak berani, saya kan cuma menjaga saja, bukan pemilik perahu boat itu?"


" Emang siapa pemilik perahu boat itu pak?" Gemintang langsung ikut andil berbicara, saat waktunya sudah tepat.


" Ibu Widya."


" Dia lagi?" Chris langsung melengos mendengarnya.


" Iya pak, tapi perahu boat itu bukan termasuk fasilitas Villa ini, jadi saya tidak berani."


" Pakai saja, asal kamu mau ngajak mama." Tiba-tiba terdengar suara Widya mendekat kearah mereka.


" Cih... malas." Jawab Chris yang mendengarnya langsung membuang arah pandangannya.


" Sayang, lain waktu saja ya, besok kita pergi lagi, ketempat lain yang lebih bagus, okey?"


" Tapi aku mau naik sekarang?"


" Gem.. sayang... jangan begini dong?"


" Chris, kenapa sih kamu nggak mau dengerin penjelasan mama dulu?"


" Nggak penting!"


" Seharusnya kamu tanyakan dulu, jangan langsung menjudge mama kayak begini dong nak?"


" For what? itu sudah tidak penting lagi buat aku, terserah saja, kalian mau ngapain, toh selama ini anda tidak perduli kan dengan keberadaan saya?"


" Mas... jangan ngomong kayak begitu, kita duduk dulu yuk, bicara baik-baik, nggak enak didengar orang lain." Bujuk Gemintang.


" Nggak perlu sayang, kita pergi saja."


" Chris, mama minta maaf nak, mama sebenarnya pengen banget ketemu kamu, bahkan mama pengen sekali membawa kamu pergi dari sana waktu itu, tapi mama nggak mau kamu susah karena mama tidak punya apa-apa nak?"


" Tapi kenapa Anda harus pergi dari sana!"


" Mama juga manusia biasa nak, mama nggak kuat jika setiap hari harus bertengkar karena kesalahpahaman dan kesalahan yang tidak mama perbuat, bahkan ayahmu selalu menghina mama, membanding-bandingkan mama dengan mama sambung kamu yang sekarang itu, karena mama bukan berasal dari keluarga kaya seperti dia."


" Kenapa aku harus percaya?"


" Nak, mama tidak pernah memaksa kamu percaya kepada mama, hanya satu yang pasti, mama sayang banget sama kamu, mama berusaha bekerja keras mati-matian agar bisa membawa kamu pergi dari sana, namun Tuhan memberikan rezeki itu saat kamu sudah besar, jadi apa yang bisa mama buat?"


" Lalu anda memilih bersenang-senang dengan orang lain? dan melupakan bayi kecil yang hanya bisa menangis itu?"


" Sedetik pun mama tidak pernah merasa senang saat mengingat hari dimana mana terpaksa pergi meninggalkanmu nak, tapi mama nggak mau kamu menjadi gelandangan kayak mama, satu keinginan mama, kamu bisa sukses dan akhirnya Tuhan menjawab doa mama sekarang."


" Trus kenapa baru sekarang anda muncul?"


" Karena mama sudah bisa berdiri sendiri di kaki mama, dan bisa menjamin masa tua kamu dan anak-anakmu nanti."


" Apa anda berpikir kalau hanya dengan harta aku bisa bahagia?"


" Karena kenyataannya, tanpa harta mama di hina nak, direndahkan begitu saja."


" Mas... mama tidak sepenuhnya bersalah, bahkan beliau masih belum bercerai dari ayah mas sekarang."


" Apa?" Chris memang tidak pernah mendengar cerita itu, karena memang dia tidak tertarik untuk mendengarnya.

__ADS_1


" Benar nak, ayah kamu belum pernah menjatuhkan talak dengan mama, tapi ayahmu sudah kegatelan langsung nikah lagi, apa kamu tahu perasaan mama, hancur lebur nak, tak bersisa."


" Itu salah anda juga, kenapa anda harus pergi?"


" Rumah itu bagai neraka bagi mama, maaf nak mama hanya mempertahankan kewarasan diri."


" Kenapa mama nggak nuntut cerai aja waktu itu?" Gemintang pun penasaran sendiri jadinya.


" Kalau mama meminta cerai saat itu, pasti hak asuh anak jatuh kepada ayahmu, karena mama sama sekali tidak punya apa-apa, tempat tinggal pun tak ada, untuk makan saja mama susah, walaupun kamu masih kecil, tapi kalau mama tidak bisa menjamin kehidupan kamu, mama sama saja tidak akan bisa membawamu ikut bersama mama."


" Tapi kenapa, kenapa harus aku yang jadi korbannya?"


" Nak... maafkan mama, ini memang salah mama, jadi mama tidak akan memaksamu untuk memaafkan mama, mama cuma ingin memberi tahu alasan kenapa mama harus pergi, itu saja."


" Mas... bukan hanya mas, mama pun terluka, jika dia tidak pergi, mungkin hanya sakit hati yang beliau dapatkan, dan dampak sakit hati itu berbahaya loh mas, bahkan bisa menimbulkan tekanan batin, atau bahkan penyakit yang mengerikan."


" Jika mama tidak pergi, entah diumur kamu yang sekarang ini, masih bisa melihat mama atau tidak."


" Mas... cobalah untuk mengerti, aku paham bagaimana posisi mama, sampai kapanpun tidak ada yang namanya mantan mama, surga mas tetap ada ditelapak kaki mama, sebelum mas menyesal, cobalah untuk berbaik sangka."


" Sudahlah Gem, jika Chris belum bisa menerima mama tidak apa-apa, asalkan dia sehat dan bahagia bersamamu, mama tidak masalah, toh mama sudah tua nak, tidak akan ada yang tahu kapan ajal menjemput, namun setidaknya mama sudah bisa bertatap muka langsung dengan Chris karena selama ini mama hanya berani memantau dia dari kejauhan, rasa rindu mama sudah sedikit terobati."


" Mama mertua?" Gemintang sebenarnya tidak tega melihatnya.


" Hmm... terima kasih nak, kamu masih mau memanggil mama mertua dengan wanita buruk sepertiku ini nak, semoga kalian bahagia selamanya ya nak, kalian berdua jangan lupa jaga kesehatan, mama sayang kalian berdua, biar mama bilangin sama penjaga perahu boatnya ya, bersenang-senanglah, karena bahagia kalian adalah bahagia mama juga, mungkin memang kesalahan mama sangat besar, dan tidak termaafkan, mama pergi ya nak, selamat tinggal."


" MAMA."


Degh!


Bukan suara Gemintang yang menggema disana, namun suara pria yang berhasil membuat Gemintang melebarkan senyuman manisnya.


Senyum sekaligus air mata datang seketika secara bersamaan, setelah apa yang Widya semogakan akhirnya terkabulkan, hanya dengan panggilan mama saja, hati Widya seolah sudah seperti gurun Sahara yang dialiri air dari sumber mata air pegunungan, sejuk dan terasa menenangkan.


" Jangan pergi, aku paling benci ucapan selamat tinggal!"


" Hiks... eherm... boleh mama memeluk kamu nak? mama rindu sekali?"


" Hmm.." Chris hanya menggumam saja sambil menahan rasa sesak didadaa dan air mata yang sudah ingin jatuh dari sumbernya,diapun sebenarnya rindu, tapi gengsi saja.


" Maafkan mama nak, maaf.."


" Jangan pernah mengulanginya lagi."


" Terima kasih sayang, terima kasih sudah memaafkan mama."


" Jangan senang dulu, aku tidak akan memaafkan mama begitu saja."


" Hmm... terserah kamu saja, yang penting mama bisa memeluk kamu lagi, sudah lama mama ingin melakukannya, namun mama tidak mampu nak, mama sayang kamu." Widya memeluk Chris dengan erat, dulu dia memeluknya saat masih kecil, sekarang bahkan sudah lebih tinggi darinya.


" Aaaaaaaaaaaaa..."


Tiba-tiba Gemintang menjerit dengan hebohnya dan berhasil membuat ibu dan anak itu terkejut dan sontak melepaskan pelukan mereka.


" Heh? kenapa sayang, ada apa?" Chris dan Widya langsung mendekat kearah Gemintang.


" Pengen dipeluk juga, kok aku jadi dicuekin sih?"


" Astaga sayang, kirain kenapa tadi, ya sudah sini aku peluk, aduh... nakalnya istriku."


" Mama ikut juga, geseran dikit nak Gem!"


" Ya ampun, punya dua wanita aja rewel semua."


" Apa! mas mau duain aku gitu!"


" Bukan sayang... maksud mas kalian berdua, kalian adalah wanita yang akan ada dikehidupan mas selama-lamanya."


Cvp


Gemintang langsung menghadiahkan kecvpan dipipi suaminya, karena sudah legowo dan mau membuka pintu maaf untuk mama kandungnya sendiri.


" Eh... mama juga bisa!" Widya langsung ikut mencivm pipi Chris sebelahnya.


" Tapi mama pasti nggak bisa yang satu ini."


Cvp


Gemintang langsung menyambar bibiir suaminya dan bahkan mengvlvmnya walau hanya sekilas, setelah itu Gemintang memberikan tatapan ejekan kepada mama mertuanya.


" Uhuk... uhuk... astaga, anak jaman sekarang!" Mama Chris langsung terbatuk-batuk melihat tingkah gila anak menantunya itu.


" Coba ma, berani nggak?" Ledek Gemintang yang semakin menjadi.


" Aduh... gimana ya, biarpun mama yang ngelahirin dia tapi emm... anu.. itu..." Mama Chris malah jadi salah tingkah sendiri, bagaimana tidak, dia sudah lama sekali tidak melakukan adegan dewasa seperti itu.


" Sayang... kamu ini jangan nakal begini, itu hanya kamu yang boleh menguasainya, jangan bandel begini dong?" Chris langsung mengingatkan Gemintang layaknya orang tua yang sedang mendidik anaknya.


" Bahahaha... yeaay! tetep aku yang jadi Pemenangnya Ma, haha." Gemintang langsung bersorak riang gembira.


" Dasar kamu ini, menantu nakal, tapi kesayangan mama juga, hehe."


Akhirnya mereka semua tertawa karena ulah Gemintang yang sengaja berlakon seperti bocah, agar kesedihan diantara mereka berganti dengan sebuah senyuman yang hangat.

__ADS_1


Lihatlah keatas untuk berharap, lihatlah kebawah untuk bersyukur dan lihatlah ke sekelilingmu untuk berbagi.


Jangan berpikir untuk Sempurna, tetapi berusahalah untuk berguna dan jadikan setiap kesalahan sebagai bentuk pembelajaran untuk membenahi kehidupan kita kedepannya.


__ADS_2