Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
118. Plong!


__ADS_3

...Happy Reading...


Suasana rumah Gemintang tiba-tiba terasa mencekam, Lewis yang biasanya tidak pernah terlihat marah seperti itu, kali ini memasang wajah yang kurang bersahabat.


Sakit hati dan rasa kecewa dengan sosok pendamping hidup, membuat dirinya lebih banyak mempertimbangkan sesuatu tentang sebuah pernikahan, untuk dirinya sendiri, maupun untuk adek semata wayangnya.


" Ssstt... sayang, kamu panggil kakak kamu dengan sebutan apa?"


Chris langsung menggeser tempat duduknya dan berbisik kepada Gemintang.


" Abang." Jawab Gemintang yang hanya bisa nyengir karena melihat wajah bang Lewis yang tidak seramah biasanya.


" Siapa diantara kalian berdua ini yang ingin menikahi adekku, katakan?" Lewis melirik kearah Peter dan Chris secara bergantian.


Mampus... masalah baru lagi ini.


" Siap, saya abang!"


Chris bahkan menjawab dengan memposisikan tubuhnya dengan posisi siap dan tegap, bahkan seperti seorang anggota kepolisian.


" Pffth..."


Sabrina dan Peter bukannya ikut tegang, mereka berdua malah berdempetan saling menahan tawa masing-masing melihat ekspresi Chris.


" Abang... dia orang yang aku ceritain dengan abang hari itu, maaf adek belum sempat ngenalin ke abang secara resmi."


Gemintang langsung mencoba mengalihkan tatapan abangnya dari Chris, namun tidak bisa, seolah Lewis sedang menilai Chris dari ujung rambut sampai ke ujung kaki tanpa cela.


" Kenapa aku harus merestui hubungan kalian berdua, beri aku satu alasan yang bisa meyakinkanku?" Tanya Lewis tanpa mengalihkan pandangannya dari Chris yang mulai tegang.


" Abang, jangan begitu dong?"


Sudah kepala Gemintang terasa pusing, ditambah lagi dengan perkataan abangnya yang seperti tidak setuju begitu, semakin membuat kepala Gemintang terasa berat dan ngilu.


" Sa... saya sangat menyayangi adek abang." Bahkan Chris lebih gugup sekarang dibandingkan menghadapi klien yang sangat rumit dalam dunia bisnis.


" Dalam sebuah hubungan, sayang aja tidak cukup untuk membuat sebuah rumah tangga kalian bahagia, mantan dia aja masih ngejar-ngejar sampai sekarang, bilang masih cinta lah, masih sayang lah, nyatanya apa? itu bukan sebuah jaminan!" Lewis masih sering memantau gerak gerik William saat ini.


" Jangan galak-galak bang, kasihan anak orang, masih perjaka ting-ting itu." Gemintang mencoba mencairkan suasana.

__ADS_1


" Nggak perduli." Jawab Lewis dengan cuek.


" Bang.." Gemintang sampai menggoyangkan lengan abangnya.


" Asal kamu tahu, aliran darah dari kakak dan adik itu adalah satu. Jadi, jika ada satu orang yang tersakiti, maka hati yang lain juga akan ikut terluka, kamu mengerti?" Lewis langsung bersidekap seolah memberikan ultimatum kepada Chris.


" Abang... aku memang tidak bisa menjanjikan sesuatu yang muluk-muluk, tapi aku berjanji tidak akan mengecewakan ataupun melukai adek abang, selama dia bersamaku, tidak akan aku biarkan siapapun membuatnya bersedih."


" Percaya diri sekali kamu!" Umpat Lewis sambil tersenyum miring.


Peter yang melihat wajah Big bosnya terlihat tegang, bahkan sedikit berkeringat itu langsung merasa tidak tega, akhirnya dia menggeser tubuhnya dan berbisik dibelakang tubuhnya.


" Bos... abang cewek anda ini sedang berusaha menjalin kontrak kerja sama dengan relasi kita yang ada di Bangkok, coba saja anda tawarkan bantuan untuk mempermudah kerja sama dengannya, dia kan orang baru dalam dunia bisnis, sepertinya relasinya itu sulit menerima tawaran darinya." Bisik Peter perlahan.


" Eherm.." Chris langsung tersenyum penuh makna, tidak sia-sia tadi dia datang bersama Peter kesini, dia memang selalu membantunya disaat kepalanya sedang nge-blank seperti ini.


" Pokoknya, kalau cuma modal sayang saja yang bisa pria ini berikan, jangan dulu menikah, jangan terburu-buru, kenali dulu diri kalian masing-masing, jangan sampai kamu jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya Gem, apalagi abang sama sekali tidak mengenalinya, mengerti kamu!" Lewis bergantian memberikan wejangan kepada adeknya.


" Emm... maaf abang, setelah ini kita bisa saling mengenal." Kepercayaan diri Chris mulai tumbuh kembali, karena kalau soal merayu pembisnis, dan mengajaknya untuk bekerja sama dialah ahlinya.


" Cih... atas dasar apa aku harus mengenalmu!" Lewis kembali menatap heran saat raut wajah Chris berubah menjadi tenang, bahkan dengan sedikit senyuman.


" Abang..." Chris mencoba mengendalikan suaranya.


" Em... begini bapak Lewis, anda tau Bangkok Coorporation?" Tanya Chris dengan senyuman termanis yang dia bisa.


" Kamu mengajakku main tebak-tebakan?" Jawab Lewis tak kalah ketus.


" Bukan begitu, besok kami ada seminar bareng dan setelahnya kami ingin membicarakan masalah bisnis dengan beliau, kalau bapak berkenan, bisa gabung dengan saya sekalian, nanti saya akan atur temu janji untuk bapak."


" Kamu mau memanfaatkan masalah pekerjaan untuk mendapatkan adek saya?"


" Owh... Bukan begitu juga maksud saya pak, tapi kalau dalam keluarga kita bisa saling bekerja sama dan mengembangkan bisnis keluarga bersama, bukannya itu lebih bagus?"


" Memangnya kamu kerja dimana?" Tanya Lewis dengan tatapan ragu, namun juga penasaran, karena tidak sembarang orang bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan di Bangkok itu pikirnya.


" Hmm... salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan Bangkok coorporation dari dulu." Chris sengaja tidak mau membanggakan dirinya sendiri sebagai pemilik sebuah perusahaan.


" Owh ya?" Jawabnya seolah tidak percaya,dan Gemintang hanya tersenyum saja melihat perdebatan mereka.

__ADS_1


" Bang... dia pemilik perusahaan tempat dulu aku bekerja." Sabrina yang berada didekat Lewis pun ikut berbisik.


" CEO dek?" Tanya Lewis yang mulai mengingat perusahaan Sabrina dulu.


" Bukan hanya CEO, dia juga pemiliknya bang!" Bisik Sabrina dengan mantap.


" Owh, begitu.. eherm!" Lewis langsung membenarkan dasinya yang tiba-tiba mencekik, ternyata dia salah meremehkan orang, karena terlalu posesif menjaga adeknya.


Cup


Saat Sabrina membantu menjelaskan siapa diri Chris, Peter langsung memberikan hadiah kecvpan di kepala istrinya, karena secara tidak langsung dia membantu memperkenalkan siapa Chris juga.


" Good sayang, nanti malam mas kasih bonus satu ronde deh!" Bisik Peter dengan senyum mesvmnya.


" Ckk... itu sih mas yang senang." Sabrina langsung tersenyum miring melihat tingkah suaminya.


" Kalau begitu, tempat dan waktunya besok beritahu aku, owh ya... berapa nomor ponselmu?" Lewis langsung mengeluarkan ponsel dari saku jas nya.


" Siap pak!" Jawab Chris dengan mantap.


" Sekarang boleh panggil aku abang, di sana ada tempat menarik juga kan buat liburan?" Ucap Lewis yang mulai luluh.


" Siap... Ada bang, kalau abang berkenan, nanti kita bisa menyewa kapal pesiar disana, abang sudah lama tidak berlayar kan?" Chris yang pernah mencari tau tentang profil keluarga Gemintang langsung mendapatkan ide cemerlang.


" Boleh juga tuh!"


" Akan aku pastikan, abang bisa bekerja sama dengan baik dengan beliau, nanti kita bisa sering sharing-sharing dengan beliau juga, bisnis mereka berkembang dengan pesat bang, nggak akan rugi kalau kita bisa bekerja sama dengan perusahaan itu." Chris bahkan merangkul bahu Lewis dengan santainya, seperti dengan kawan sendiri.


" Eh... woi...woi... bang, gitu aja sidangnya? nggak jadi marah dulu ini abang, nggak konsekwen banget abang ihh, kurang greget, kurang seru gitu?" Gemintang langsung melongo melihat abangnya yang malah terlihat langsung akrab dengan Chris.


" Hmm...dek, apa kamu takut bila kehilangan dia?" Pandangan Lewis berpindah kearah adeknya.


" Ya iyalah bang, dia kan memang kekasihku!" Jawab Gemintang dengan mantap.


" Okey, abang setuju kalau begitu!" Jawabnya dengan santai, bahkan dengan satu kedipan mata.


" Heh?"


Mau kesal tapi itulah abangnya, dia heran melihat perubahan sikap abangnya tadi, namun jauh didalam hatinya, dia merasa sangat lega dan juga bahagia jika dua pria kesayangannya itu bisa dekat dan akrab seperti tadi.

__ADS_1


Dadaa Gemintang seolah ikut Plong, walau hanya cerita singkat namun mampu membuat senyum di bibiir Gemintang terlihat sempurna hari ini.


..."Tidaklah mungkin bagi Matahari mengejar Bulan, dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya, jadi cukup kalian percaya saja, bahwa Tuhan selalu bersama orang-orang yang sabar dan selalu mengingat tentang-Nya."...


__ADS_2