
...Happy Reading...
Harta, asmara dan ambisi yang berlebihan pada diri seseorang, terkadang memang mampu menghalalkan kebiadaban dan menggerus perikemanusiaan, bahkan saat orang yang kamu inginkan sudah dimiliki orang lain sekalipun.
Keserakahan adalah apa yang bisa kamu sebut sebagai jenis lubang tanpa dasar di mana itu benar-benar tidak ada habisnya.
Orang yang serakah tak bisa puas dengan apa yang dimilikinya dan bahkan melakukan hal tercela untuk memuaskan segala keinginannya.
Begitupun juga sosok Claudya, istri kedua dari Robert, ayah kandung dari Chris Arthur. Dari awal niatnya memang sudah jahat, setelah dia menjadi janda, satu-satunya orang yang dia incar adalah bosnya, saat itu dia memang masih muda, suaminya meninggal karena kerja mati-matian tak mengenal waktu, sering lupa makan dan kurang istirahat, hanya demi membiayai istrinya yang memang sosialita tinggi dan selalu bergaya hidup mewah.
Oleh karena itu, tak butuh waktu lama setelah suaminya meninggal dia langsung mendekati Robert, tidak sulit baginya, karena dia adalah sekertaris Robert yang memang sangat dipercaya.
Tidak dipungkiri, Claudya memang sosok wanita yang cukup berkompeten dalam bidangnya, selain itu kecantikannya juga terpancar, karena selalu rutin melakukan perawatan tubuh dan wajahnya, bahkan mungkin lalat yang menempel dikulitnya pun bisa terpeleset karena terlalu licin dan lembut, namun kenyataanya hatinya tidak selembut kulitnya, dia bahkan mungkin bisa mendapatkan peringkat wanita licik nomor satu sejagad raya yang mampu menyembunyikan kebusukannya dengan rapi sampai sekarang.
Saat ini pun dia sudah berhasil mengambil alih dan mengatas namakan dua perusahaan milik Robert atas nama dirinya dan anaknya sendiri dari suaminya yang pertama dulu.
" Ayah." Chris dan Gemintang datang kerumah orang tuanya, walau sebenarnya malas.
" Chris? kamu sudah pulang?" Mama tirinya langsung pura-pura tersenyum bahagia melihat kedatangan mereka, padahal dalam hati siapa yang tahu.
" Hmm..." Jawab Chris yang langsung mengajak istrinya duduk tanpa banyak komentar.
" Eh... nak Chris? baru pulang dari honeymoon ya? best nggak tempatnya?" Claudya sang mama tiri langsung berjalan melenggak-lenggok mendekati dirinya, memasang tampang manis seperti biasanya.
Dih... kalau nggak inget pesan mama, sudah aku habisi kamu sekarang!
" Hmm.." Chris menjawabnya dengan nada ogah-ogahan.
" Honeymoon kemana kalian?" Tanyanya kembali.
" Kemana aja, yang penting pergi berdua menghabiskan waktu dengan istri kesayangan aku, ya nggak yank? sini dong, nggak usah takut sama mereka." Chris langsung menarik lengan Gemintang dan merangkulnya dengan erat.
" Mas... masih inget kan pesan mama Widya?" Bisik Gemintang disamping telinga suaminya, Chris memang tipe orang yang susah menyembunyikan perasaan bencinya kalau sudah tidak suka.
Flashback
" Chris, pesan mama cuma satu, setelah kamu tahu semua kenyataan yang pahit ini, jangan sampai kamu membenci ayahmu, ini bukan sepenuhnya kesalahan dia, dia pun dihasut oleh istrinya itu, jangan sampai karena kejadian ini kondisi kesehatan ayah kamu jadi memburuk." Setelah mereka berbaikan akhirnya mereka saling sharing dan ngobrol dengan santai disana sambil menikmati pemandangan indah yang memang tiada duanya.
" Mama tahu ayah sedang sakit?" Tanya Chris yang kembali heran.
" Tau... mama bukannya menghilang dari muka bumi ini sayang, mama tahu segalanya, mama hanya sengaja bersembunyi agar semua bisa baik-baik saja, sampai mama sudah siap segalanya baru mama muncul dan mungkin ini waktu yang tepat untuk mama menunjukkan seperti apa kebusukan wanita itu."
" Kenapa nggak dari dulu ma?"
" Nak, dulu mama tidak punya apa-apa, dan tanpa uang mama tidak bisa bergerak menangani wanita licik itu, kita nggak bisa memungkiri, bahwa apapun di dunia ini semua harus menggunakan uang, apalagi menghadapi dia."
" Aku pasti akan membantu mama." Chris tidak menyangkalnya, karena apa yang dikatakan mamanya ada benarnya juga, karena jaman sekarang, uang masih menjadi raja dalam segala hal.
" Terima kasih sayang, mama melakukan ini semua juga demi kalian, agar sampai kalian tua nanti tidak akan ada yang menggangu kebahagiaan kalian berdua."
" Lalu bagaimana dengan kebahagiaan mama Widya?" Gemintang langsung menatap sendu ke arah mama mertuanya.
" Aku hanya butuh kalian berdua, sesekali bolehlah kunjungi rumah mama, walau tak semegah rumah ayah kalian, tapi mama bisa menjamin kalian akan betah saat tinggal disana."
" Tapi kalau aku sudah berhasil menyingkirkan wanita licik itu, apa mama mau kembali dengan ayah?" Tanya Chris dengan wajah penasaran.
" Emm... gimana ya?" Widya langsung menundukkan wajahnya, seolah ada beban berat yang menganjal dipikirannya.
" Iya ma, kita pasti bisa hidup bahagia bersama, bagaimana?" Gemintang pun akan ikut bahagia jika itu terjadi.
__ADS_1
" Maaf, tapi sepertinya mama sudah tidak sanggup lagi untuk kembali dengan ayahmu nak."
" Why? mama sendiri yang bilang, ini semua bukan sepenuhnya salah ayah kan?" Chris pun berharap dia bisa kembali mempunyai keluarga yang utuh dan bahagia.
" Tapi itu juga kemauan ayahmu, jika memang dia menyukai mama dengan tulus, seharusnya dia lebih percaya dengan mama, bukan dengan hasutan istri mudanya itu."
" Ma, tapi kan?"
Sebenarnya itu harapan Chris, tapi dia pun tidak berani untuk memaksa mamanya, karena yang merasakan rasa sakit itu bukan hanya dirinya, tapi mamanya juga.
" Mama sudah terbiasa hidup sendiri sayang dan bagi mama, mungkin ini yang terbaik, buktinya mama bisa hidup baik-baik saja tanpa ayahmu." Senyum pahit terlihat sangat jelas di bibiir wanita itu.
" Tapi aku ingin kita bisa berkumpul kembali, menjadi keluarga yang utuh ma?"
" Chris... mama sama sekali tidak punya niatan untuk memisahkan ayahmu dari istrinya yang sekarang, mama melakukan ini semua karena mama tidak ingin jika ayahmu pergi nanti, wanita itu mengambil alih semuanya, dan mengabaikan kamu dan juga istrimu, bukannya mama menyumpahi ayahmu, tapi nyawa seseorang kan tidak ada yang tau nak, kalau kenyatannya setelah papamu tahu kebusukan wanita itu dan tetap memilih bersama istrinya itu, mama tidak masalah, itu pilihan hidupnya, karena mama sudah tidak berharap apapun dari ayahmu itu?"
Ya Tuhan, entah kata apa yang patut aku ucapkan untuk kebaikan mama mertuaku ini? hatinya sungguh sangat baik, walaupun sudah tersakitipun tidak ada niatan buat balas dendam, karena memang tidak ada gunanya sih, buang waktu dan tenaga saja, nambah dosa lagi kan?
Gemintang hanya bisa tersenyum dan menatap takjub mama mertuanya itu.
" Ma... jangan terlalu baik jadi orang, pikirkan juga perasaan mama." Chris yang malah merasa tidak terima.
" Mama sudah tua nak, sudah bukan jamannya lagi mementingkan perasaan, mama hanya ingin kamu bahagia, karena selama ini mama tidak bisa membahagiakan kamu disamping mama."
" Lalu mama ingin aku berbuat apa?"
" Sementara ini, kalian tinggallah bersama ayah dan mama sambungmu itu."
" Gemintang juga nih ma?" Gemintang langsung lemas sendiri membayangkannya.
" Iya dong nak, kamu kan harus ikut suamimu?"
" Kenapa nak?"
" Mama sambung mas Chris itu dari awal tidak menyukaiku, dulu ayah mas Chris masih suka melihatku, tapi setelah tau kalau aku ini janda, mereka berdua jadi kompak tidak menyukaiku, sampai sekarang ma." Umpat Gemintang yang langsung curhat dadakan.
" Ya ampun... kalau begitu kamu tinggal saja sama mama sementara, biar Chris yang tinggal disana untuk mengatur segalanya, bagaimana?"
" Nggak boleh!" Chris langsung protes keras setelahnya.
" Kenapa mas? daripada aku uring-uringan terus gara-gara mereka kan mending aku tingal sama mama, atau sama abang Lewis juga nggak papa deh, aku males ribut mas."
" Yang enaknya saja, trus aku tidur sama siapa nanti?"
Namanya juga masih pengantin baru lagi anget-angetnya, jadi Chris tidak ingin terpisah walau hanya satu malam saja.
" Yaelah mas, sementara doang kan?" Gemintang masih mencoba menawar.
" Nggak mau!" Namun Keputusan Chris seolah sudah bulat.
" Chris, kasian nanti istrimu nak, hati wanita itu kalau sudah badmood, Tepung Serba Guna bisa menjadi Serba Salah, mengerti kamu?" Widya sebenarnya juga tidak tega, sesama wanita dia pasti tahu perasaan Gemintang seperti apa.
" Pokoknya kemanapun Chris pergi, Gemintang harus ikut denganku, aku suaminya, aku pasti tahu cara melindunginya."
" Kalau mas ke kantor? aku gimana?"
" Ikut ke kantorlah, disana juga ada ruangan buat istirahat."
" Kalau mas meeting?"
__ADS_1
" Ikut saja, apa susahnya?"
" Kalau aku ke kantorku boleh?"
" Nggak usah main-main deh, aku malas ribut denganmu lagi."
" Siapa juga yang mau ngajak ribut mas, orang cuma mau ke kantorku kok, lagian disana kan ada Sabrina juga, ya mas? boleh ya mas?"
" Kalau mantanmu tidak ada disana, kamu baru boleh kesana, tanya dulu sama temenmu itu."
" Hei... sudah-sudah, jangan berdebat, pikir nanti itu, yang penting kalian kesana dulu, nanti mama atur strateginya." Widya malah pusing sendiri melihat keduanya.
" Siap laksanakan!" Jawab mereka serempak.
Sepasang suami istri itu seolah siap mengemban tugas dan misi penting dari ibu negara.
Fashback off
" Ayah... untuk beberapa hari ini aku dan Gemintang mau tinggal disini." Chris langsung memulai topik intinya saat mereka sudah kumpul bersama diruang keluarga.
" Hah! ka... kalian berdua mau tinggal disini? kenapa? owh... atau apartement kalian baru di renovasi ya? mau mama carikan apartement baru yang lebih besar? mama punya banyak kenalan kok?" Claudya langsung terlihat kaget dan gelagapan, selama ini dia hanya basa basi menawarkan, karena dia tahu Chris tidak akan pernah mau.
" Kenapa mama panik begitu? apa kami tidak boleh tinggal disini lagi?" Chris langsung melirik dengan tajam kearah mama sambungnya itu.
" Ngomong apa sih nak, sudah pasti kalian boleh tinggal disini, ini kan juga rumah kalian, tinggallah nak, kapan pun kalian mau." Ayah Chris malah tersenyum mendemgarnya.
" Okey... kalau begitu aku pergi ke kamarku dulu."
" Maaf Chris, kamar kamu dulu sudah dipakai adekmu?" Ucap Mama sambungnya itu kembali.
Sialaaan... benar kata mama Widya, mereka pasti akan menguasai semuanya jika aku diam saja.
" Apa? emang tidak ada kamar lain selain kamarku?"
" Chris sudahlah, jangan mempeributkan kamar, lagian kamar itu lama tidak kamu dipakai kan? adekmu menyukainya, biarkan dia memakainya, kamu nggak pernah mau tidur sini selama ini, nanti biar aku suruh bibi membersihkan kamar yang baru, okey?" Ayah Chris langsung ikut berbicara.
" Tapi Ayah, itu kamarku dari kecil!"
" Sudahlah mas, nggak papa, kita kan hanya sementara saja, okey... mau aku buatkan minuman biar nggak gerah?" Gemintang memilih menenangkan suaminya saja, agar tidak jadi keributan disana.
" Ckkk... ya sudahlah."
" Yuk... kita ngadem didekat kolam, disini hawanya sedikit gimana gitu?" Gemintang langsung mengajak suaminya pergi.
" Okey sayang."
Akhirnya mereka berdua memilih pergi ke taman belakang.
" Aku masih tidak habis pikir loh yank, kenapa papa bisa takhluk dengan wanita itu, bahkan bisa-bisanya dia membela anak tirinya itu didepanku!"
" Sabar mas, kita jalani dulu misi dari mama okey?" Gemintang hanya bisa mengusap dadaa bidang suaminya itu agar tidak emosi.
" Akan aku pastikan, ibu dan anak benalu itu akan tidur dijalanan!"
Chris mengepalkan kedua tangannya sambil mengucapkan sumpah serapahnya, selama ini dia tidak terlalu perduli, dia hanya sibuk memikirkan perusahaan tanpa memikirkan keberadaan ibu tirinya yang ternyata Licik itu.
Langit tak perlu bicara kalau dia tinggi, air laut tak pernah bicara kalau airnya asin, karena pengakuan adalah sebuah tanda kekurangan.
Berbuat baiklah tanpa banyak bicara, berbuat baiklah tanpa pamrih, berbuat baiklah karena Tuhan, sampai orang mampu mengenal tanpa membaca, tapi merasa.
__ADS_1