Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
87. Aji Mumpung


__ADS_3

...Happy Reading...


Panas teriknya sang Surya, tidak membuat Sabrina takut jikalau nanti kulitnya akan terlihat gelap, dia memilih duduk di kabin kapal bagian bawah sendirian, karena disana dia bisa merasakan air laut lebih dekat.


" Na... ternyata loe disini, dari tadi gue muter-muter nyariin elu, e... malah nongkrong sendirian disini?" Gemintang langsung duduk disebelah Sabrina.


" Kenapa? udah selesai belum beruwuw-uwuwannya?" Ledek Sabrina denagn nada mengejek.


" Emang siapa yang beruwuw-uwuan?" Gemintang pura-pura polos, seolah tidak tahu apa yang dimaksud dengan sahabatnya itu.


" Bukannya tadi kamu mojok sama pak Chris diatas sana? sudah sampai tahap mana kalian sekarang? atau jangan-jangan kalian sudah emm... hayow?" Sabrina langsung menanggapinya dengan heboh.


" Woah pikiranmu itu, orang aku tolak dia!" Jawab Gemintang dengan sombongnya.


" Dih... sok jual mahal, nanti di tikung orang, baru tahu rasa, dulu tuh banyak cewek seksih yang sering keluar masuk kedalam ruangannya tau!"


" Owh ya? jadi dulu dia play boy ya, atau malah sampai sekarang juga?" Gemintang yang pernah menjadi korban perselingkuhan langsung berpikir kearah sana.


" Keluar masuk buat bisnis Gemintang, tuh kan... emang pikiran kamu yang ngeres." Sabrina langsung terkekeh karenanya.


" Ya maklumlah, lama nggak dibe laai, jadi agak gimana gitu." Jikalau sudah berdua, mereka memang sering berkata-kata konyol.


" Emang gimana sih rasanya?" Tiba-tiba Sabrina jadi penasaran sendiri.


" Penasaran ya?"


" Sedikit sih." Padahal didalam hatinya sangat penasaran sekali, Sabrina cuma gengsi aja.


" Mau aku beri tahu?"


" Hmm... mau, sekedar pengalaman kan nggak papa ya kan, emang gimana?" Sabrina langsung memasang kedua telinganya baik-baik.


" Ciee.... kamu tuh emang udah ngebet sebetulnya Na, haduh... padahal sebenarnya sudah saatnya, tapi nggak dapat jatah juga, haha." Gemintang langsung tertawa ngakak jadinya.


" Sialaan... kamu ngerjain gue ya!" Sabrina langsung menoyor kening Gemintang.


" Enggaklah... eh btw, Peter emang belum pernah menyentvh kamu sedikitpun yaa?"


Terlintas satu ide gila dari Gemintang, dia langsung mengambil ponselnya.


" Hmm... mungkin dia emang nggak nap sv melihatku." Sabrina berbicara dengan jujur.


" Kamu nggak merasa ada yang aneh gitu?"


" Gimana mau ngerasain, orang kami nggak pernah berduaan kok."


" Bukannya kamu sudah beberapa hari tinggal di apartementnya kan? emang nggak tidur satu kamar?"


" Ya enggaklah, kami tidur terpisah, aku dikamar sebelah dia."


" Ibu kamu tau akan hal itu?"


" Ya enggaklah, beliau taunya aku satu kamar, karena ibuk kan tidurnya dilantai bawah."


" Hmm... sayang sekali ya."


" Mau gimana lagi, tapi ya sudahlah." Sabrina tidak mau pusing-pusing memikirkan hal itu lagi.


" Padahal sebenarnya kamu pengen kan?" Gemintang mencoba memancing pertanyaan saat pikiran Sabrina terlihat tidak fokus.


" Iya, ehh... pengen apaan, jangan me svm deh otakmu itu!"


" Ahaha... tadi bilangnya pengen kok."


" Gue cuma salah ngomong Gemintang!"


" Justru yang pertama salah itu biasanya yang dari hati, haha."


" Sembarangan kalau ngomong."


" Gue kirim ke Peter ajalah, biar dia tahu keinginanmu secara langsung, cowok itu kalau nggak peka, mending kita kasih tahu secara langsung aja, ya kan?"

__ADS_1


Ternyata Gemintang tadi sengaja merekam pembicaraan mereka.


" Kirim apaan emang?"


" Pesan suara, haha!" Gemintang langsung menjauh dari Sabrina.


" Pesan suara apaan Gem, jangan main-main kamu ya!" Sabrina tidak terima, dia langsung mengejar Gemintang.


" Yang bilang pengen tadi, haha.."


" Gem jangan, sini nggak ponselmu." Sabrina berusaha merebut ponsel Gemintang namun dia selalu mengelaknya.


" Eitss... no.. no..!"


" Gem... nggak lucu tahu nggak, hubungan kami itu sudah akan berakhir, jadi jangan macem-macem kamu!" Dia terus berusaha merebutnya tanpa melihat kanan kiri.


" Kayaknya dia sudah mulai tertarik denganmu kok, kamu nggak mau ngasih dia kesempatan?"


" Enggak, sudah nggak ada lagi yang perlu dipertahankan dalam hubungan kami, sini in nggak ponselnya!" Sabrina semakin kesal dibuatnya.


" Ahaha... apa sih Na, ini kan ponsel gue!" Gemintang terus saja memainkan ponselnya diudara dengan satu tangannya.


" Hapus Gem, atau aku buang ponsel kamu nanti ke laut!" Ancam Sabrina, tapi bukan Gemintang kalau menyerah begitu saja, dia langsung berlari kearah pagar kapal.


" Coba saja kalau bisa, haha.."


" Sini ponselmu, hapus nggak, mau aku pecat kamu sebagai bestie ku!" Sabrina melompat-lompat untuk menggapai ponsel ditangan Gemintang.


" Coba aja kalau bisa, haha." Gemintang semakin mempermainkannya, bahkan Gemintang naik dipijakan besi agar lebih tinggi.


" Gem... sini nggak, eh... Aaa!" Saat Sabrina ikut-ikutan memanjat pagar besi ternyata kakinya licin karena dia tidak menggunakan alas kaki dan akhirnya dia terpeleset dan jatuh ke bawah.


Byuur!


" SABRINA!" Teriak Gemintang yang langsung panik.


" Gem... to... to long...!" Karena ketakutan, dia seolah kehabisan na fas dan melupakan cara berenang yang baik dan benar.


" Apaan sih teriak-teriak, berisik tau nggak!" Peter langsung muncul dengan segelas air ditangannya.


" Peter... istrimu jatuh, tolong dia cepat!" Ucap Gemintang yang langsung menarik lengan Peter.


" APA!"


Pyar!


Dia langsung melemparkan gelas yang berisi minuman dingin yang ada ditangannya itu kesembarang arah,dan langsung melompat ke air untuk menyelamatkan Sabrina.


Byur!


" Ada apa?" Chris datang menyusulnya dari belakang.


" Sabrina jatuh mas."


" Kenapa bisa?" Chris langsung melihat keadaan mereka dibawah, terlihat Sabrina sudah ada didalam pelvkan Peter.


" Tadi sepertinya dia terpleset deh mas."


" Emang ngapain kalian disini? kenapa nggak didalam saja!"


" Kami... kami tadi cuma!"


Gemintang pun tidak menyangka jika candaan mereka akan berakhir seperti ini.


Byur!


Saat melihat Peter sedikit kesusahan membawa Sabrina naik ke atas, Chris langsung ikut melompat dan membantunya, Sabrina memang tidak terlalu pandai berenang, apalagi perairan yang dalam seperti ini.


Untung saja Peter tadi ada diruangan di dekat situ, jadi saat Gemintang menjerit dia langsung mendengarnya.


" Sabrina... hei, apa kamu mendengarku?"

__ADS_1


Peter langsung menepuk-nepuk kedua pipi Sabrina saat mereka sudah ada di atas kapal dan kedua mata Sabrina terlihat terpejam saat ini.


" Astaga... dia pasti panik dan meminum airnya tadi, jadi dia pingsan deh, Na... bangun Sabrina, maafin gue?" Gemintang terlihat sangat menyesal, entah apa yang terjadi jika Sabrina tidak terselamatkan tadi.


" Kamu apain tadi istriku SUMARNI!" Teriak Peter sambil melotot ke arah Gemintang.


" Ma... maaf, tadi kami hanya bergurau saja." Jawab Gemintang dengan wajah ketakutan.


" Sudahlah Peter, jangan memarahinya, cepat kamu beri pertolongan pertama!"


" Hah, gimana?"


" Beri dia CPR atau mau aku saja yang memberikannya!"


" Heh... JANGAN! enak saja, biar aku saja."


Peter langsung memencet hidung Sabrina, dan dengan sedikit ragu dia mendekatkan wajahnya ke wajah Sabrina.


" Buruan Peter!" Gemintang langsung mendorong tubuh Peter.


" Bentar dong ini baru mau..."


Karena terlalu kesal, Chris langsung mendorong kepala Peter dan akhirnya kedua benda mungil itu pun menyatu dengan sempurna.


Astaga... ternyata seperti ini rasanya.


" Hei Sumarno, kasih CPR, kenapa kamu malah terlihat menikmati, itu bukan permen! kamu ini gilak apa gimana!" Chris yang melihatnya malah emosi sendiri jadinya.


" Owh.. heh.. ya."


Akhirnya Peter kembali ke alam sadarnya dan segera memberikan CPR kepada istri siri nya itu.


" Uhuk... uhuk..."


Sabrina langsung tersadar, dia terbatuk setelah memuntahkan air dari dalam perutnya.


" Sabrina, are you okey." Peter mengusap wajah Sabrina dengan lembut.


" Uhuk.. uhuk... a... aku." Sabrina masih kesulitan untuk berbicara.


" Owh... kamu pasti masih membutuhkan bantuan CPR lagi kan, okey baiklah." Ucap Peter dengan percaya diri yang penuh.


Untuk yang kedua kalinya Peter dengan lancarnya memberikan CPR kembali tanpa disuruh apalagi diminta.


" Uhuuk... uhukk... su.. sudah pak." Jawab Sabrina dengan lemas.


" Sekali lagi ya!" Ucap Peter dengan semangat, tanpa menunggu persetujuan dari istrinya, dia langsung memiringkan wajahnya kembali untuk mencari posisi yang pas.


Dan kali ini, bukan hanya memberikan CPR, dia bahkan memperdalam ci vmannya, seolah menginginkan itu lagi dan lagi, tidak ada bosan-bosannya, karena memang baru pertama kali ini dia melakukannya dengan seorang wanita, dulu kekasihnya selalu menolaknya, dia hanya pernah menyenggol pipinya saja, itu pun kena gampar setelahnya.


Ini baru mantap, lembut lagi, walau ada rasa asin-asinnya dikit, pasti karena dia minum air la ut, nggak kayak punya Chris itu, eeh.. kenapa aku malah mengingatnya, huueek!


" Woii.. dasar Sumarno Edan! dia sudah sadar, kenapa masih kamu sambar terus!" Gemintang ikut emosi sendiri jadinya.


" A... awas! uhuk.. uhuk..!" Sabrina mencoba mendorong wajah Peter dengan sedikit kekuatan yang masih tersisa, karena Peter terlihat masih ingin memberikan pertolongan lagi.


" Nggak mau lagi nih? yakin?"


Peter bahkan masih sempat-sempatnya memberikan penawaran gratisnya kembali.


" Aish... sudah tau rasanya nyosor aja terus ini pasti, aji mumpung dia! ckk... untung kalian sudah halal, Silahkan dilanjutlah kalau begitu!"


Saat Chris sudah memastikan mereka baik-baik saja, dia langsung menarik lengan Gemintang dan mengajaknya masuk kembali, agar sepasang suami istri itu bisa berduaan disana.


..."Jangan sampai kamu kehilangan versi terbaik dalam dirimu sebagai hamba-Nya, hanya karena saat ini kamu sedang Patah."...


..."Didunia ini banyak orang baik, tapi jika kamu memang tidak menemukannya, jadilah salah satunya."...


YUK... YANG BELOM NGE-VOTE, LIKE DAN HADIAHNYA MASIH DI TUNGGU YA BESTIE...


BIG HUG BUAT KALIAN SEMUA... POKOKNYA KALIAN MEMANG YANG TERBAIK.😘

__ADS_1


__ADS_2