Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
37. PATAH


__ADS_3

...Happy Reading...


Walau mulut masih belum dapat berbicara banyak hal, namun mata mereka terus saling memandang, seolah-olah mengungkapkan apa yang mereka rasakan diam-diam.


" Jadilah... pasanganku dan hidup menua bersamaku... terimalah cintaku..."


Peter langsung menyanyikan satu bait lagu, agar Chris segera sadar dari lamunannya dan segera memulai aksinya.


" Cih... main terima-terima cinta aja, bini orang tuh!" Umpat Sabrina yang langsung mencari tempat duduk untuk menyaksikan seperti apa kelanjutan drama patah hati yang akan di saksikan secara live malam ini.


" Mas... boleh aku bicara dulu sebentar?" Setelah berulang kali menghela nafasnya, Gemintang langsung berinisiatif mengatakan lebih dulu.


" Terimalah ini dulu." Chris memberikan satu buket bunga yang dia bawa ketangan Gemintang yang tiba-tiba terasa dingin.


" Tapi mas?"


" Kita bicara sambil duduk dulu disana." Chris langsung menarik jemari Gemintang dan membawanya ke sebuah meja yang sudah berhiaskan puluhan lilin dan bunga mawar disana dengan senyuman yang merekah.



" Heh... ngapain kamu ikut kesini?" Peter yang sudah menyelesaikan tugasnya langsung berjalan mendekati Sabrina yang malah duduk bersandar sambil melihat dua manusia diujung sana.



" Bapak juga ngapain kesini?" Sabrina lebih bersikap santai sekarang, karena Peter sudah tidak lagi menjadi atasannya sekarang.



" Orang nanya malah balik nanya kamu ini!" Umpat Peter kesal.



" Ssttt... sudahlah, duduk saja disini." Sabrina langsung menepuk kursi disampingnya.



" Kenapa?" Tanya Peter yang langsung menaikkan kedua alisnya namun menurut juga untuk duduk disamping Sabrina.



" Kita saksikan drama patah hati, siapkan tissu kalau perlu."



" Kamu itu ngomong apa!"



" Mau kita taruhan? drama malam ini happy ending apa sad ending?"



" Ckk.. nggak jelas kamu!"



" Biar adil aku sad ending kamu happy ending ya? taruhannya kita bicarakan nanti belakangan." Ucap Sabrina dengan santainya.


__ADS_1


" Terserah kamu saja." Jawab Peter yang tidak mau ambil pusing dan akhirmya mereka berdua sama-sama saling bersidekap memandang kearah Gemintang dan Chris didepan sana.



Ya ampun... kok aku jadi nggak tega ya mau bilang?


Gemintang seolah ragu, namun dia harus menjelaskan semua sekarang.


" Katakan." Chris bahkan membantu menarikkan kursi Gemintang saat ingin duduk, seperti yang sudah dia pelajari dalam sosial medianya tentang cara-cara bersikap romantis kepada pasangan.


Aku harus segera menyelesaikan ini semua, agar dia tidak semakin larut dalam perasaan yang mendalam, hwaiting Gem!


" Emm... mas, maaf sebelumnya, mungkin aku belum mengatakan siapa diri aku dan latar belakang seluruhnya dari dulu." Gemintang masih memikirkan perkataan untuk memulainya.


" Aku tidak perlu tahu siapa kamu keseluruhannya, karena yang terpenting bagiku hanya kamu dan cuma kamu." Jawab Chris dengan mantap dan jelas.



" Sepertinya aku yang akan menang." Peter langsung mengangkat satu sudut bibirnya sambil melirik kearah Sabrina.



" Ini baru awalnya, kita lihat dulu sampai akhir, baru koment pak." Sabrina pun membalas lirikan Peter dengan percaya diri penuh.



" Bukan begitu maksudku mas." Gemintang tertunduk sekilas.


" Kenapa? apa kamu keberatan dengan perlakuanku malam ini? apa ada yang salah? atau ada yang kurang? katakan saja bagaimana kemauanmu, biar aku tambahkan sekarang juga." Jawab Chris yang langsung melebarkan senyuman seolah bangga dengan apa yang dia lakukan.


" Tidak mas, aku hanya tidak pantas mendapatkan perlakuan ini semua."


" Kamu pantas, karena cuma kamu yang pantas mendapatkan semua yang aku miliki."


" Trus kenapa? apa kamu lebih menginginkan bersandiwara daripada perlakuan nyata?"


Tanpa Gemintang bertanya pun, dia sudah tahu maksud dari perlakuan Chris malam ini, karena semua sudah terlihat dengan jelas.


Waah... nggak bisa dibiarkan ini.


" Tapi aku sudah menikah mas."


Degh!


" HAH?" Peter langsung menegakkan tubuhnya dan melongo saat mendengarnya.


" Awas... nanti ngeces loh." Ledek Sabrina yang langsung tersenyum miring.


" Kamu jangan beralasan, itu tidak akan menggoyahkan pendirianku, ambil kotak di bunga itu!" Chris langsung menunjuk buket bunga dihadapan Gemintang.


Dia malah merasa Gemintang hanya meragukan dirinya karena sandiwara mereka selama ini.


Astaga... apa ini?


" Mas... aku tidak bisa menerimanya." Gemintang sama sekali tidak berniat untuk membukanya, dia langsung menyodorkan kotak perhiasan kecil beserta bunganya sekalian ke hadapan Chris.


" Kamu menolakku?"


" Bukan begitu mas?"

__ADS_1


" Jadi kamu menerimaku kan? besok ayah akan langsung menemui keluargamu, tidak perlu ada yang kamu persiapkan, keluargaku sudah menyiapkan segalanya."


" Mas... aku beneran sudah menikah, astaga... kenapa mas nggak percaya sih?" Gemintang bingung harus menjelaskan seperti apa.


" Gemintang... aku bicara serius ini, jangan main-main denganku!"


" Aku pun serius mas, mas tahu William Austin? yang megang perusahaanku sekarang? dia itu suamiku."


" Kenapa kamu tidak mengatakan ini dari awal?" Tatapan Chris yang tadinya hangat sontak berubah menjadi mengerikan.


" Aku kira mas sudah menyelidiki semua tentangku, jadi aku tidak perlu mengatakan ini, lagian apa yang kita lakukan semua sandiwara kan mas, hanya untuk kepentingan kita dan saling menguntungkan untuk kita masing-masing.


" Lalu apa maksudmu ingin belajar mengelola perusahaan denganku? kamu sengaja ingin mengelabuhiku, begitu?"


" Bukan begitu mas, aku hanya..."


" Peter, kita pulang sekarang!" Chris langsung bangkit dari duduknya dengan raut wajah yang sudah tidak lagi bisa digambarkan, bukan rasa sedih namun lebih ke amarah yang entah mengapa begitu berat terasa.


" Mas Chris... denger dulu penjelasanku!"


" Aku tidak butuh penjelasan apa-apa darimu!" Chris bahkan tidak mau menoleh sedikitpun kearah Gemintang dan langsung beranjak keluar dari ruangan itu.


Sedangkan Peter tidak bisa berbuat apa-apa juga kali ini, karena ini semua diluar kuasanya, semua keputusan ada ditangan Chris, dan ternyata firasatnya tadi tidak salah.


" Hmm... maaf aku yang menang pak." Jawab Sabrina dengan lemah, sebenarnya dia juga kasihan, namun inilah kenyataan.


" Ckk... awas kamu ya!" Peter langsung berdecak kesal sambil melirik kearah Sabrina dan langsung berlari mengejar Chris yang sudah hilang dipandangan.


" Sabrina... bagaimana ini?"


" Mau gimana lagi, aku sudah menebak akan seperti ini jadinya."


" Aku kok jadi nggak tega ya? apa aku terlalu jahat? tapi aku kan cuma mau jujur saja, lagian dari awal aku juga tidak memberi harapan lebih untuknya bukan?"


" Sudahlah... nanti juga dia akan mengerti, lebih baik begini, sebelum harapannya terlalu tinggi."


" Ya sudahlah... lain kali kalau sudah tenang aku akan menemuinya untuk menjelaskan lebih detailnya."


" Walau mungkin akan sulit, tapi cobalah." Ucap Sabrina seketika.


" Maksudnya?"


" Pak Chris bukan tipe orang yang mudah memaafkan, jadi kumpulkan tenagamu dulu untuk menghadapinya."


" Aku tidak tahu jika akan seperti ini kejadiannya Na."


" Gimana kalau kita makan dulu, hidangan premium tuh diatas meja, sayang kalau dibuang begitu saja kan, menjadi kuat harus makan makanan bergizi Gem?"


" Kamu sudah gila ya?" Teriak Gemintang yang langsung mendelik kesal kearah sahabatnya itu.


" Ckk... sayang Gem, mubadzir ini namanya, nanti ayam tetangga bisa mati loh kalau makanannya nggak dihabiskan!"


" Dasar wong edan, emang kalau nggak mati kamu mau makan ayam hidup-hidup gitu, ayo kita pulang!" Gemintang langsung menarik lengan Sabrina yang sudah mengvlvm bibirrnya sendiri saat melihat lezatnya hidangan hotel kelas atas itu.


" Wait a minutes."


Sabrina langsung menyambar kotak kecil yang tertinggal diatas meja itu dan mengikuti langkah Gemintang untuk keluar dari ruangan esklusif yang berharga puluhan juta dalam beberapa jam dan sudah mereka sia-siakan begitu saja.


Bukan orang lain yang membuat kita kecewa, tapi kita yang membebankan harapan kepada orang lain.

__ADS_1


Kita yang tidak bisa menerima orang lain selalu berhak jadi diri mereka sendiri.


Kita yang terus ingin membelenggu orang lain sesuai yang kita ingin, lalu merasa kecewa saat tidak mampu.


__ADS_2