Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
22. Manis


__ADS_3

...Happy Reading...


Sepanjang perjalanan menuju apartement milik Chris, ternyata Gemintang terlihat sangat prustasi, ingin menggaruk kulitnya takut nanti tergores dan tidak mulus lagi, tapi kalau tidak digaruk rasanya gatal, ditambah lagi suhu badannya yang terasa semakin panas.


" Lain kali kalau memang alergi, jangan dipaksakan untuk makan, kayak nggak pernah makan enak saja kamu!" Cibir Chris yang sebenarnya kasian namun tidak tahu harus bagaimana memperlakukan seorang wanita.


" Emang aku nggak pernah makan lobster seenak itu tadi." Ucap Gemintang yang wajahnya pun sudah mulai terlihat memerah.


" Ckk... perempuan kok nggak bisa jaga nafsv." Umpat Chris kembali.


" Kalau cuma nafsv sama makanan sih nggak masalah, asalkan jangan nepsong sama suami orang saja." Gemintang malah terlihat curhat.


" Siapa yang kamu maksud dengan suami orang?" Chris dibuat melongo saat mendengarnya.


" Yang jelas bukan kamu!" Umpat Gemintang yang langsung menyadari kalau dia kelepasan bicara.


" Ya iyalah... orang aku belum menikah kok." Chris seolah bangga kalau dirinya masih single.


" Cih... jomblo aja bangga!" Ledek Gemintang perlahan sambil menyembunyikan senyumannya.


" Kamu ngomong apa?" Tanya Chris yang tidak begitu mendengarnya.


" Nggak... nggak ada kok." Gemintang langsung saja ngeles.


" Makanya jangan nekad jadi orang, sekarang menyesal kan?" Ternyata Chris belum puas meledeknya.


" Siapa yang bilang menyesal, aku malah seneng, setidaknya aku susah pernah mencicipi rasa lobster yang lezat itu, walau harus alergi, setidaknya kan sudah mencoba, jadi tidak penasaran lagi kalau nanti nggak makan lagi, werk!" Gemintang bahkan menjulurkan lidahnya kearah Chris yang langsung melotot.


" Woah... kok ada manusia kayak kamu di muka bumi ini? kulit kamu sudah kayak orang punya penyakit kulit gitu, noh... seluruh tubuhmu kayak sudah dipenuhi dengan panu! cewek kok panuan, entah pria mana yang sial mendapatkan kamu nanti." Hardik Chris tanpa pikir panjang.


" Sembarangan kamu kalau ngomong! kalau nggak mau nganterin aku jangan ngatain aku dong, aku bukan perempuan pembawa sial!" Umpat Gemintang yang langsung merasa tidak terima.


" Bukan begitu juga maksudku." Chris jadi merasa tak enak hati, karena tidak bisa mengontrol saat diajak berdebat.


" Turunkan aku disini saja!" Gemintang langsung melengos kesal.


" Yakin? sulit loh dapat kendaraan umum disini, aku tidak mau nanggung nanti jika terjadi sesuatu denganmu."


" Haissh... kamu memang menyebalkan sekali." Setelah menoleh kanan dan kiri memang jarang ada taksi dan angkutan umum yang lewat sana, kebanyakan mobil pribadi.


" Gimana jadi turun nggak, aku tepikan mobilnya nih?" Chris malah terlihat kembali meledek.


" Argh... badanku gatal semua, bisa cepat nggak bawa mobilnya, kalau enggak aku saja yang nyetir, lambat kamu!" Setelah dia pikir-pikir dia juga yang nanti akan rugi, jadi Gemintang memutuskan mengalihkan pembicaraannya saja.


" Woi... kamu menantangku!" Selama ini belum pernah ada orang yang berani merendahkan kemampuan Chris, apalagi seorang wanita.


" Kalau iya kenapa? takut kamu? dasar pria lemah!"


" Wahahaha... kamu belum tahu siapa aku, siapkan nyalimu!" Tantang Chris langsung memasang wajah liciknya.


Chris langsung menekan pedal gas dan menambah kecepatan full, kedua matanya fokus terarah pada jalanan, tidak memperdulikan Gemintang yang langsung berpegangan dengan kuat.


Astaga... Ya Tuhan, aku masih ingin hidup, aku tidak mau dua ahli neraka itu tertawa karena melihatku mati sia-sia.


Bahkan Gemintang langsung meringkuk kesamping dan memejamkan kedua matanya, dia pun takut melihat jalanan yang hanya terlihat samar-samar karena terlalu kencang mobil itu melaju.


" Pak... turunkan sedikit laju mobilnya, apa bapak punya nyawa double?" Gemintang akhirnya membuka suara kembali.


" Cih... kamu bisa takut mati juga?"


" Ya ampun pak, masih banyak urusan yang harus saya selesaikan di kantor, jadi tolong lebih hati-hati sedikit, biar cepat asal selamat ya pak." Ucap Gemintang yang tangannya sudah mulai gemetaran.


" Tadi nantangin, sekarang nyalimu langsung menciut, jadi sekarang siapa yang lemah, hah?" Chris tidak terima saat dirinya dibilang lemah.


" Iya.. iya, saya yang lemah, puas bapak!"


Yang penting saya tidak lemah di Ranjang! eeh..


" Sadar diri itu lebih bagus!" Chris langsung tersenyum puas.


Tidak lama kemudian mobil mewah Chris sudah belok menuju parkiran Apartement ter Elit di kota itu.


" Haduh... kenapa apartement elit banyak orang begini?" Umpat Gemintang yang langsung terlihat panik.


" Sedang ada acara dilantai paling atas." Jawab Chis dengan santainya.


" Huft... trus gimana dong ini?"


" Gimana apanya, ayo cepat masuk, mau diobatin nggak?" Chris menatap jengah Gemintang yang malah terpaku ditempat duduknya.

__ADS_1


" Aku malu pak." Gemintang menundukkan kepalanya.


" Malu kenapa lagi?"


" Lenganku merah-merah, wajahku pun mulai terlihat bintik merah-merahnya, nanti saat di lift mereka malah ketakutan lagi lihat aku? entar dikira aku terkena penyakit menular lagi?"


" Heh? iya juga ya... kenapa aku nggak kepikiran sampai sana tadi, ntar dikira aku yang membawa virus ke apartement ini?" Chris malah semakin terlihat menakut-nakuti.


" Gimana dong pak?"


" Aku jadi menyesal membawamu kemari?"


" Paaaakkk!"


" Aku bukan bapak kamu!" Umpat Chris dengan kesal.


" Maszeh... jangan gitu dong maszeh?"


" Nggak usah pake Zeh bisa nggak? panggil yang bener, geli aku dengernya!"


" Ckk... iya mas, gimana dong, mana udah gatel banget ini." Sebenarnya Gemintang sudah tidak tahan lagi.


" Pakai jasku, trus gerai rambutmu!" Chris langsung melepas jas mahalnya dan melempar ke tubuh Gemintang.


" Iya juga ya, kenapa nggak kepikiran dari tadi, tapi wajahku gimana dong?"


" Gerai aja rambutmu, makanya kalau beli baju itu yang bener, kalau perlu pakai hijab, biar menutup aurat kamu itu, jangan diumbar kayak barang obralan saja!"


" Astaga mulutnya mas? walau belum bisa pakai hijab tapi bajuku masih dibatas normal loh ini, masih sopan tau." Karena Gemintang memang tidak mengunakan baju dan rok yang ketat, hanya saja lengannya agak pendek.


" Ya sudah ayok kita masuk." Chris langsung turun duluan.


Dan saat menunggu lift ternyata ada tetangga yang mengenalinya dan ingin naik ke lantai atas juga.


" Wah... nak Chris, tumben bawa perempuan main ke apartement? pacarnya ya?"


" Bukan buk, dia tukang loundry." Jawab Chris sambil terkekeh.


Bugh!


Gemintang langsung menendang kaki Chris dengan kekuatan yang tiba-tiba menjadi super.


Chris yang tidak menyangka dengan reaksi Gemintang langsung mengaduh kesakitan, dia tidak sempat menghindar tadi, ternyata terjangan Gemintang cukup menyakitkan.


" Sembarangan kamu kalau ngomong!" Gemintang langsung terlihat emosi.


" Haha... nak Chris pasti cuma bercanda mbaknya, saya tahu mbak pasti orang spesial kan, karena selama menjadi tetangganya saya belum pernah melihat dia datang bersama seorang wanita loh mbak?" Ucap Ibu-ibu yang sudah berumur namun masih terlihat stylist itu.


" Hehe... spesial kayak nasi goreng pake telor aja buk?" Gemintang malas menanggapi ucapan ibu-ibu, takutnya malah melebar nanati kemana-mana.


" Cie.. cie.. pasti baru jadian ya? sweet banget sih pakai dipinjamin jasnya segala?" Ledek ibuk itu saat melihat Chris hanya menggunakan kemeja putih dengan celana berwarna senada dengan jas yang dipakai Gemintang.


" Haha... ibu ini ada-ada saja." Gemintang langsung tertawa sumbang karenanya, harapannya cuma satu, agar lift itu cepat mendarat di lantai apartement Chris.


Ting!


" Kalau begitu saya duluan ya Chris, kapan-kapan kalau kekasihmu datang ajak main ke apartement ibuk ya, nanti ibuk masakin yang spesial deh." Ucap Ibu itu dengan centilnya.


" Hehe... terima kasih buk." Gemintang yang malah jadi malu sendiri.


Sedangkan Chris hanya tersenyum sambil menundukkan kepalanya dengan tangan tetap bersidekap, tanpa melihat ke arah mereka sampai tetangganya itu keluar dari lift duluan.


" Apa senyum-senyum, bahagia kalau sudah meledek orang, ya kali... cantik-cantik begini jadi tukang loundry!" Gemintang langsung mendelik kesal.


" Ayo masuk!" Chris sama sekali tidak memperdulikan rengekannya.


Cih... kaya raya tapi Jones, sepertinya dia tidak menghargai pemberian Tuhan, wajah gantengnya dia sia-siakan begitu saja.


Ruangan yang luas dengan cat berwarna abu membuat kesan ruangan itu terlihat laki banget, tak banyak hiasan-hiasan yang menempel di dinding, perabotnya pun serba berwarna putih, walau terlihat elegan namun menurut Gemintang kurang hidup, karena memang dia suka warna-warna yang cerah.


Karena cuma ada satu kamar yang digunakan jadi mau tidak mau Chris menyuruhnya baring di Ranjang mewahnya, ada banyak ruangan disana, namun karena tidak dipergunakan jadi dia sengaja tidak membeli perabot dan lainnya, karena selama ini memang dia tinggal sendirian, Peter tidak pernah mau tinggal dengannya, kalau main juga cuma tiduran di sofa ruang tamu saja.


" Ini obatnya diminum, setelah itu tidur sebentar biar demammu turun."


Chris memang selalu menyediakan berbagai obat di kotak p3k, karena dia hanya tinggal sendirian jadi kalau tiba-tiba sakit dia bisa mendapatkan pertolongan pertama sebelum Peter datang untuk membantunya.


" Masih gatel juga nih mas, mana wajahku sudah merah-merah lagi, kenapa belum bereaksi?" Gemintang langsung kembali merengek seperti anak kecil saat melihat bagian-bagian tubuhnya.


" Baru berapa menit kamu minum, masak iya langsung sembuh, kamu tahu apa maknanya sabar nggak!" Chris langsung menggulung lengan kemejanya sampai ke siku dan duduk di tepi Ranjang miliknya.

__ADS_1


" Kalau wajahku nanti trus membekas gimana dong mas? ntar nggak glowing lagi aku?" Gemintang meraba-raba wajahnya sendiri, karena dia tidak tahu bagian wajah mana saja yang memerah.


" Sini aku bantu olesin salep, nggak usah mewek saja bisanya, siapa suruh jadi perempuan kok Kanibal." Chris membawa sebuah kotak salep yang bisa membuat kulit terasa dingin.


Gila... nie cowok biar kelihatannya galak bisa lembut juga ngolesin salepnya, ditambah lagi dia seperti nggak jijik melihat tubuhku dan wajahku yang sudah seperti udang crispy ini, ternyata ada sisi baiknya juga nih manusia batu.


" Tangannya juga dong mas." Pinta Gemintang kembali.


" Pakai sendiri, jangan manja!" Umpat Chris yang langsung berlalu dari sana.


" Dih... baru saja aku puji baik hati, eh... sudah berubah lagi jadi monster!" Akhirnya Gemintang mengoles sendiri salep itu ke lengan dan lehernya dan itu membuat rasa gatalnya sedikit berkurang.


Baru setengah jam Chris meninggalkan Gemintang di kamarnya, ternyata dia sudah tertidur pulas.


" Dasar *****, baru nempel sama bantal sebentar saja sudah molor dia!"


Dengan reflek tangannya meraba kening Gemintang untuk mengecek suhu badannya.


" Kenapa masih panas badannya, ckk... nyusahin memang perempuan yang satu ini."


Chris menggerutu sendiri namun langkah kakinya ternyata menuju dapur miliknya dan mengambil kain untuk mengompres kening Gemintang.


" Mas... mas Iam... mas.." Gemintang ternyata sedang mengigau dengan mata yang masih terpejam.


" Iam.. iam siapa? namaku Chris!" Umpat Chris yang kembali berjalan mendekat kearah Gemintang untuk mengganti kompresan di keningnya.


" Mas jangan pergi... jangan tinggalkan aku."


" Siapa yang mau pergi? lagian ini juga rumahku, yang harusnya pergi itu kamu!" Umpat Chris yang semakin kesal karena mendengar igauan dari Gemintang, padahal sebenarnya itu bukan untuknya.


Dan saat Chris kembali membetulkan kain di kening Gemintang, tiba-tiba Gemintang memeluknya.


" Mas.. kenapa kamu jahat sama aku? apa salahku? apa kurangnya aku dimatamu?"


Bahkan ada air mata yang mengalir di kedua sudut matanya.


" Kenapa ini perempuan? sudah gilakah? berani-beraninya dia memelukku!" Umpat Chris yang langsung melepas paksa kedua tangan Gemintang.


" Mas.. tolong jangan pergi." Tangan Gemintang kembali memeluk tubuh Chris.


" Iya... iya... jadi perempuan nyusahin banget dah, bisanya cuma mewek teros, bahkan tidurpun sambil nangis."


Akhirnya Chris memaku ditempat, namun dalam posisi seperti itu tubuh Chris terasa pegal karena dia harus terus membungkuk.


" Mana masih ada meeting lagi nanti, tidur aja berisik, apalagi kalau bangun, ckk... tapi sering lucu sih." Gerutu Chris sambil menatap wajah cantik Gemintang.


" Huuh... baring sebentar enak kali ya, nanti kalau waktunya meeting pasti Peter menghubungiku."


Chris langsung menggeser tubuhnya dan memilih berbaring disamping Gemintang, karena sedari tadi tangan wanita itu terus saja memeluk tubuh Chris dengan erat.


Tanpa terasa kedua mata Chris benar-benar terpejam, dengan tidur menghadap tubuh Gemintang, sebenarnya dia bahkan tidak pernah yang namanya menikmati tidur siang, dia selalu mempergunakan waktu siang hari untuk bekerja dan berkarya, malam pun dirumah dia sering tidur larut karena masih melanjutkan pekerjaannya juga. Namun entah mengapa kali ini Chris bisa terlelap bahkan sampai masuk ke alam mimpi.


Saat tubuh Gemintang sudah mulai merasa baikan, dia memiringkan tubuhnya ke arah Chris dan membuat tubuh Chris layaknya bantal guling, bahkan kaki jenjangnya dia letakkan diatas tubuh Chris dan wajahnya dia sembunyikan didadaa bidang Chris.


Sedangkan Chris sama sekali tidak merasa terusik dengan perlakuan Gemintang, dia malah seolah menikmatinya bahkan ikut membalas pelukan dari Gemintang dan menyandarkan kepalanya ke kepala Gemintang dengan sangat nyaman.


" Kemana mereka berdua? apa pergi ke rumah sakit ya?"


Hingga akhirnya Peter datang setelah mengantarkan Sabrina sampai di kantornya.


" Kok sepi sih? coba aku lihat ke kamar deh?" Peter sudah hampir naik tangga.


" Tapi mana mungkin seorang Chris mau membawa seorang wanita masuk kedalam kamarnya?" Peter mengurungkan niatnya untuk naik ke lantai atas.


" Heh... tapi tadi ada mobilnya di parkiran? wahahaha... firasat gue kok mengatakan akan ada cerita menarik ini."


Peter langsung menaiki tangga dengan perlahan, mencoba untuk tidak menimbulkan suara dari langkah kakinya.


Dan saat sampai didepan kamar, benar saja kamar itu tidak tertutup dengan rapat dan Peter langsung menyiapkan ponselnya.


" Wedaaaaaaaaan... moment langka ini, hahaha."


Cekrik.. cekrik.. cekrik..


Bukan Peter namanya kalau tidak bisa membuat suasana menjadi heboh, dia tidak akan menyia-nyiakan moment langka seperti ini, setelah puas mengambil gambar Peter bahkan memvidiokan Chris dan Gemintang yang masih saling berpelukan dengan mesranya.


Selama Peter dekat dengan Chris selama ini dia tidak pernah melihat Chris berhubungan dengan seorang wanita, apalagi sampai tidur satu ranjang seperti ini, walau ditengah-tengah gencarnya wanita seksih yang menginginkan dirinya, dia masih stay dengan ke jombloannya.


..." Setiap ada yang pergi, pasti akan ada yang datang sebagai pengganti, tak perlu khawatir kehilangan, pastikan saja rumahmu menjadi tempat ternyaman, agar seseorang yang kelak datang merasa betah dan tak lagi berniat untuk meninggalkan."...

__ADS_1


__ADS_2