
...Happy Reading...
Seorang wanita akan kuat, sabar dan tegar ketika ia di uji dengan kesusahan dan permasalahan hidup. Namun wanita akan lemah, rapuh dan hancur, ketika dia di uji dengan masalah hati dan perasaan.
Dia dapat tersenyum di tengah keramaian, namun ia tidak dapat menyembunyikan air matanya, disaat ia sedang sendiri.
Saat jam makan siang di kantor, Gemintang dan Sabrina masih sama-sama saling termenung di meja mereka masing-masing.
Sabrina dengan kekalutan rumah tangganya yang masih seumur jagung dan diujung tanduk, juga Gemintang yang masih memikirkan tentang saham William di perusahaannya, yang akan berdampak sering bertemunya mereka.
Seharian ini tidak ada senda gurau seperti biasanya diantara mereka, pikiran mereka seolah melayang dengan lamunannya masing-masing.
" Good Afternoon."
Tiba-tiba terdengar suara orang yang ada didalam lamunannya Gemintang, datang dengan membawakan satu paperbag besar ditangannya.
" Heh... mas William? ada apa?" Gemintang langsung menegakkan tubuhnya dan menatap heran ke arahnya.
Bisa-bisanya saat baru memikirkan orangnya saja tiba-tiba dia langsung muncul, seperti ada ikatan telepati diantara mereka, sedangkan Sabrina yang berada disudut ruangan yang sama dengannya, ikut menyimak perbincangan diantara mereka.
" Kayak kaget banget gitu lihat aku datang, apa aku menggangumu?" William langsung duduk di kursi dihadapan Gemintang dengan senyum manisnya.
Ya Tuhan... gimana mau lupa kalau dia masih sering nongol disini, katanya mau buat perusahaan property dengan ayahnya, kenapa jam segini sudah muncul aja dia?
" Owh... sebenarnya aku mau keluar tadi sama Sabrina, ya kan Na!" Gemintang langsung membuat alasan agar dia tidak sering berduaan dengan William.
" Hmm.." Sabrina tak banyak bicara, namun dia langsung paham tanpa harus diajak kerja sama duluan dengan Gemintang.
" Mau kemana? aku bawain makan siang kesukaan kamu loh, buat Sabrina juga ada, kita makan siang bareng yuk."
William dengan santainya mengeluarkan kotak makanan yang dia bawa, walau tanpa menunggu persetujuan dari Gemintang sekalipun.
" Tapi kami sudah ada janji keluar siang ini mas, dan ini sudah waktunya kan Na."
Karena William ternyata juga punya saham di perusahaan ini, dan tidak boleh dibeli olehnya, jadi Gemintang tidak bisa mengusirnya begitu saja, namun sebisa mungkin Gemintang akan menjaga jarak dengannya.
" Silahkan.. tapi makan dulu ya, aku lihat badanmu sedikit mengurus sekarang, pasti kamu sering telat makan kan?" William langsung menyodorkan satu kotak makanan kesukaan Gemintang ke hadapannya.
Itu karena kamu!
" Owh.. aku memang sengaja diet kemarin." Gemintang langsung saja beralasan.
" Benarkah, apa bukan karena aku?" Tanya William yang seolah tidak merasa bersalah dengan itu semua.
Wah... kenapa dia bisa tahu, apa dia bisa membaca pikiranku?
" Bukanlah... aku sudah belajar melupakan semua hal yang bisa mengulik kembali tentang rasa sakit dihatiku, semua pasti akan terlewati begitu saja." Gemintang langsung membuang pandangannya ke kaca jendela.
Untuk melupakan memang sangat sulit, namun setidaknya dia bisa mengubur semua kenangannya indah bersama mantan suaminya, karena itu adalah tekadnya saat ini.
" Maaf ya Gem, tapi walaupun begitu aku masih lancang untuk meminta maaf darimu, maafkan aku ya Gem, aku sungguh sangat menyesali itu semua sekarang."
Sesal dibelakang tiada guna, maaf doang itu gampang, jalaninya itu yang mati-matian tau mas.
" Sudahlah, semua sudah berakhir, tolong jangan bahas masa lalu kita, karena semua sudah lewat." Gemintang langsung memilih mengotak-atik ponselnya, karena tidak ingin terlalu larut dalam kenangan kelam.
" Okey... lagian aku juga mau berteman denganmu mulai dari awal lagi, denganmu juga Sabrina, ini makan siang buat kamu juga, pekerjaan memang penting, namun isi perut itu yang utama, tanpa tenaga kita kan nggak bisa bekerja dengan baik dan benar, ya kan."
William pun tidak banyak protes, dia tidak akan memaksakan kehendaknya untuk saat ini, karena ini masih permulaan baginya untuk bisa merajut kembali tali kasih yang sudah terputus.
Gila... kenapa dengan mas William, ada apa dengannya?
" Nggak usah repot-repot mas, aku sudah mau keluar ini dengan Sabrina." Gemintang sebenarnya tidak enak hati, namun dia sungguh tidak ingin berhubungan dengan William lagi, walau hanya karena masalah bisnis sekalipun.
" Gem... makanan ini nggak salah, mubadzir loh kalau kamu juga menolaknya, makanlah dulu sebentar, sudah lama kita nggak makan ini, kan ada Sabrina juga, sini Na.. kita makan bertiga, agar tidak menimbulkan fitnah, tapi siapa juga yang mau memfitnah kita disini kan?" William terlihat sangat tulus memberikan itu semua.
" Tapi mas, maaf aku harus segera pergi." Ucap Gemintang kembali.
__ADS_1
" Apa kamu takut jika aku memberikan racun atau obat apapun di makanan ini ya? aku tidak sejahat itu Gem, kamu tahu siapa aku kan? makanlah... aku juga akan memakannya, walau kita sudah tidak lagi bersama, setidaknya aku tahu kalau kamu tetap menjaga kesehatanmu, saat tidak lagi hidup bersama denganku."
Astaga... kenapa harus melow begini?
Gemintang bingung sendiri mau menolaknya dengan cara apalagi, dia lebih baik diajak berdebat saja, daripada diajak ngobrol melow seperti ini, karena hanya akan menyiksa batinnya sendiri.
" Sudahlah... makan saja biar cepat selesai, kalau kamu hanya mengajaknya berdebat terus, akan semakin lama dia berada disini." Sabrina dengan santainya mengambil kotak makanan yang tadi ditawarkan untuknya.
" Penampilan kamu berubah sekarang ya Na? tambah keren." Ucap William basa-basi sambil menyantap makanannya.
Gila, entah dapat ilmu dari mana dia, kenapa dia tidak marah atau kesal denganku walau aku mengatainya tadi, dia malah memujiku lagi, kan nggak enak aku jadinya..
" Hmm... biasa aja, makasih buat makanannya pak." Sabrina memilih membawa makanannya ke meja kerjanya saja.
" Makan dong Gem, sudah siang ini, nanti kamu bisa sakit maag loh, atau mau aku suapin? dulu walau sedang sakitpun kamu pasti bisa makan dengan lahap kalau mas yang suapin kan?" William sengaja mengulik tentang masa-masa indah saat bersama mereka, karena memang itulah misinya setelah perceraian.
Dia ingin kembali mengulang saat dulu lagi, hingga dia bisa merebut hati Gemintang kembali dan berharap akan ada cinta lagi setelah kata perceraian.
" Owh... enggak usah mas, aku bisa makan sendiri kok." Akhirnya Gemintang memilih mengalah saja, dia melihat nasi bakar dengan lauk ayam bumbu taliwang kesukaannya dan itu sontak membuatnya dirinya sedih, karena terlalu banyak kenangan dari makanan favoritnya itu.
" Kamu ingat nggak, dulu kita pernah ngantri panjang makanan ini dan saat sampai pada giliran kita ternyata sudah habis, saat itu kamu langsung mewek kan, lucu sekali wajah kamu saat itu." Ucap William sambil menatap wajah cantik Gemintang.
Iya... dan setelah itu kamu menggendongku sampai ke mobil, itu memang sweet sekali mas dan memang kamu yang selalu bisa menenangkanku.
" Hehe... maaf jika aku dulu sering menyusahkanmu mas." Gemintang tersenyum canggung jadinya, bahkan mungkin makanan favoritnya itu akan dia hindari mulai saat ini, agar tidak selalu terbayang-bayang dengan segala kenangannya.
" Aku senang bisa disusahkan olehmu Gem, justru aku yang berterima kasih, karena kamu telah memberikan kenangan-kenangan yang manis untukku." Tatapan William terlihat sangat sendu.
" Wah... godaan mantan memang lebih kejam, hai.. orang-orang yang beriman, waspadalah ancaman laki-laki tabrak lari, karena kerjaannya bikin hati penyok lalu ditinggal pergi." Sabrina langsung pura-pura berceloteh sendiri sambil menikmati makanan miliknya.
" Siapa Sabrina?" William langsung melirik kearahnya.
" Owh ini... ada artis baru, beritanya lagi naik daun di sosial media, wuidih... mentionnya keren juga nih?" Sabrina pura-pura heboh dengan ponselnya, padahal sebenarnya cuma terlihat menu saja dari aplikasi di ponselnya.
" Apaan?" Gemintang sengaja memberikan jalan kepada sahabatnya itu untuk menyindir mantan suaminya ini.
" Jangan tanyakan apa yang sudah Anda berikan untuk balikan, tapi tanyakan apa manfaat balikan untuk Anda, wah... paten banget kan, walau sedikit gimana gitu ya?" Ucap Sabrina sambil tersenyum penuh arti.
" Ada lagi nih Gem." Ucap Sabrina kembali heboh.
" Apa lagi?" Tanya Gemintang dengan semangat.
" Mantan itu lawan katanya obat, kalau obat yang pahit saja nyembuhin, masa mantan yang kelihatan manis nyakitin?" Sabrina seolah semakin menjadi, saat William hanya terlihat tersenyum kecut saja mendengarnya.
" Kalian berdua sekongkol ya mau nyindir aku, jangan panggil aku mantan dong, sebut saja aku Alumni, siapa tahu kita bisa Reuni, ya nggak?" Jawab William dengan santainya.
Sialaan, dia bisa balikin kata-kata gue?
" Ehh... pak William kesindir ya? maaf loh pak, aku cuma baca mention dari sosial media orang loh ini, walau memang sering terjadi sih dalam dunia nyata." Balas Sabrina yang tidak mau kalah, sedangkan Gemintang lebih memilih menyimak, sambil menahan tawa saja.
" Satu lagi."
Tiba-tiba terdengar suara orang yang menyahut dari ujung pintu ruangan Gemintang.
" Heh?"
Gemintang, William dan Sabrina sontak langsung menoleh kearah sumber suara.
" Mantanmu adalah NERAKAMU!
Akhirnya muncullah sesosok pria tampan dan juga menawan yang berbody atletis dihadapan mereka, wajah yang datar dan dingin terlukis disana, apalagi dengan tatapannya yang tajam seolah menusuk ke arah William.
" Mas Chris?" Gemintang langsung berdiri karena terkejut.
Kemarin Gemintang memang memutuskan untuk menyudahi pembelajaran bisnisnya dari Chris, karena sudah mulai mengerti, dan ingin belajar sambil berjalan saja, jadi dia akan aktif ke kantor setiap hari mulai sekarang, namun tanpa dia sangka siang ini, tiba-tiba Chris datang tanpa pemberitahuan terlebih dulu.
" Kita keluar makan siang sekarang, ada kontrak kerja sama yang harus kita benahi saat ini juga." Ucap Chris dengan tegas dan tanpa senyuman.
__ADS_1
" Kamu siapa?" William langsung memicingkan kedua matanya kearah Chris, karena sedari awal dia seolah sudah mengibarkan bendera perang dari tatapannya saja.
" Wuidih... seru ini Gem, ada konflik perebutan Jamu ini." Sabrina malah seolah menikmati keadaan itu.
" Kok Jamu?" Tanya Gemintang dengan heran sambil berbisik.
" Janda muda cuy, hehe.." Sabrina langsung menutup mulutnya sendiri.
" Siapa aku itu tidaklah penting bagimu, ayo Gem, kita keluar makan." Chris ingin berjalan mendekat kearah Gemintang, namun William langsung datang menghadangnya.
" Dia sudah aku belikan makanan, apa kamu tidak bisa melihat, bahwa kami sedang makan siang ini?"
Dan itu sontak membuat Chris meradang, dia yang memang sudah tahu persis dengan siapa dia berhadapan langsung itu langsung tidak terima.
" Gem... dulu ibuku selalu mengajarkan aku, untuk menyumbangkan mainan BEKAS ku kepada yang membutuhkan, atau kalau memang sudah tak layak pakai lagi, buang saja ke Laut, lalu... apa kamu masih mau menyimpan mantanmu yang sudah menyia-nyiakan hidupmu itu?" Chris menaikkan kedua sudut bibirnya dengan tatapannya yang tak beralih dari William.
" Wah... menarik ini sih, sepertinya judul yang cocok adalah Perseteruan antara masa lalu dan masa depan, hihi?" Sabrina langsung menarik kursinya lebih mendekat, untuk melihat percekcokan diantara mereka.
" Ckk... kamu ini, bukannya mencarikan solusi, tapi malah menikmati." Gemintang langsung menoyor kening sahabatnya itu.
" Maksud anda apa ya? apa kita saling mengenal? mau saya mantannya atau apapun itu, apa urusannya dengan anda, saya yang lebih dulu datang kesini, bisa tidak berbicara yang sopan?" William langsung membalas tatapan itu tanpa rasa takut sama sekali.
" Gemintang, jika seseorang melakukan tindakan yang bodoh, sehingga kamu menyingkirkannya dari kehidupanmu, maka kamu pun jangan menjadi bodoh, untuk mengundangnya kembali ke dalam hidupmu." Umpat Chris dengan tanpa basa basi.
" Aku tidak mengundangnya mas, dia masih punya saham disini."
" Berarti orang bodoh itu pak William lah? wagilaseh... kalau aku nggak terima sih ini." Sabrina malah membumbui pertengkaran mereka agar semakin gurih terasa.
" Sabrina, bisa diem nggak mulutmu, aku jahit nanti baru tahu rasa!" Gemintang kesal sendiri melihat temannya yang seolah menggangap kejadian itu sebagai tontonan seru.
" Hiburan Gem, aku sedang galau ini." Umpat Sabrina yang langsung memonyongkan bibirnya.
" Galau ya galau aja, jangan mengumpankan aku dong?" Bisik Gemintang sambil melotot kearah Sabrina.
" Hei... entah siapapun kamu aku tidak perduli, tapi satu yang pasti, aku tidak pernah bermaksud untuk menyakiti hati dan perasaannya waktu itu." William paham dengan maksudnya.
" Cih... lalu kenapa kamu selingkuh? apa itu tidak termasuk dalam kategori menyakiti?" Cibir Chris dengan santainya.
" Gemintang, siapa dia? kenapa dia bisa tahu masalah keluarga kita?" Emosi William ikut melonjak setinggi-tingginya saat mengetahui ada pria lain yang mengetahui masalah mereka, dan sepertinya dia tahu jelas duduk permasalahan diantara mereka.
" Maaf... sekarang bukan Kita lagi, kalian bukannya sudah resmi bercerai?" Chris langsung menyangkalnya.
" Gem...!"
William ingin protes, namun Gemintang langsung menyahutnya.
" Sudahlah mas, tidak usah diperpanjang lagi, siapapun dia bagiku, ini sudah tidak ada kaitannya lagi dengan kamu, hubungan kita sudah selesai, jadi mas tidak perlu ikut campur dengan segala hal dan apapun tentangku."
" Tapi Gem?"
" Terima kasih atas makan siangnya tadi yaa mas, tapi lain kali sudah tidak perlu, karena makanan itu sudah tidak lagi menjadi hidangan favoritku, segala kenangan tentang kita, sudah tidak akan lagi bisa semanis dulu, sampai kapanpun itu."
" Pasang itu telinga dengan baik dan benar." Ledek Chris sambil tersenyum licik.
" Gem... sejak kapan kamu berhubungan dengan dia, sepertinya dia tahu semua tentang masalah kita?"
" Dia teman sekaligus rekan bisnis aku mas, jadi wajarlah dia tahu, karena kisah kita kan memang sudah tersebar dimana-mana."
" Hanya teman saja?" Tanya William yang seolah memastikan.
" Kalau lebih pun kamu punya hak apa untuk melarang kami? kamu sudah bukan siapa-siapa lagi bagi Gemintang, dan kamu hanyalah masa lalu yang ingin dia buang ke TPS!" Ucap Chris dengan nada yang sudah tdak bersahabat.
" TPS apa pak? tempat pemungutan suara ya?" Tanya Sabrina yang sengaja memancing perkara.
" TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH!" Ucap Chris sambil menekankan setiap perkataannya.
" Pffftthhh."
__ADS_1
Sabrina langsung mendekap mulutnya sendiri, agar tawanya tidak menggelegar disana, sedangkan Gemintang hanya bisa mengacak rambutnya sendiri dengan kesal, pertengkaran itu menjadi hiburan buat Sabrina tapi sudah pasti akan menjadi bencana bagi Gemintang, karena sudah pasti dua pria itu akan terus bersiteru setelah kejadian ini.
..."Jangan harap temukan kebahagiaan dan kenyamanan yang sama pada orang yang berbeda, sebab itu alasan kenapa 1000 orang yang datang, belum tentu bisa menggantikan satu yang telah Hilang."...