
...Happy Reading...
POV Lewis
Indahnya lukisan alam disore hari ini begitu mengagumkan, karya alami dari sang Pencipta Alam memang tidak ada bandingannya dengan pelukis terkenal manapun.
Aku terduduk sendiri disebuah bangku kecil yang sederhana, terbuat dari anyaman bambu namun sangat nyaman dan meninggalkan banyak kenangan bagiku.
Disebuah waduk mini yang tak begitu ramai ini, aku termenung sendiri, sekedar mengingat kejadian silam yang sulit terlupakan, namun terlalu sakit untuk dikenang, karena hanya akan menyisakan luka yang mendalam.
Disanalah kali pertama aku bertemu dengan sosok Farah Amelia, istriku yang tega mengkhianati kesetiaanku, gadis murah senyum yang berparaskan cantik, indah dan sederhana kala itu.
Saat itu Farah terduduk di bangku kecil ini, dengan berlinangkan air mata, dia menangis tersedu-sedu, entah apa yang terjadi padanya, namun saat itu hatiku pun serasa ikut pilu mendengar suara tangisannya.
Perlahan aku duduk di bangku sampingnya, tanpa bertanya maupun menyapa, aku berpura-pura tidak melihatnya, sampai tangisannya reda baru aku menawarkan sebuah minuman yang belum sempat aku minum, untuk aku berikan kepadanya.
Dari sanalah aku mulai berkenalan dengannya, dan ternyata dia sosok gadis yang ramah kalau sudah saling mengenal, kami ngobrol cukup lama, anehnya walau baru pertama kali jumpa namun aku merasa obrolan kami bisa nyambung saat membahas apa saja, bahkan saat membahas hal-hal sepele pun, dia bisa mengimbanginya.
Klik atau cocoklah menurutku, apalagi saat itu aku sedang jomblo, dan menurutku dia bisa dijadikan option jodoh pikirku, dan terjadilah pertukaran nomor ponsel kami disana.
Hubungan itu pun berlanjut, kami sering bertemu dan makan bersama, sampai akhirnya aku menawarkan pekerjaan sebagai model untuk perusahaanku kali itu, karena saat itu aku mendapatkan kabar bahwa perusahaanku butuh model, walau aku tidak berkecimpung dalam dunia bisnis, namun aku tetap update dalam perkembangan perusahaan.
Karena memang tubuh dan paras Farah memang sudah bagus, jadi tinggal dipoles dan di make over saja, Farah sudah terlihat seperti model kelas atas.
Perusahaan pun lansung menerima tawaran dariku, karena memang Farah terlihat sangat menawan dan gambarnya memang laku dijual di pasaran.
Masalah pencarian model selesai, begitu juga dengan masalah yang ternyata dialami Farah, tangisannya hari itu di waduk mini, ternyata karena masalah materi, dia beberapa kali ditolak saat mencari pekerjaan karena hanya tamatan SMA saja, sedangkan keluarganya banyak, dan bapaknya habis kena PHK, dan sekarang jadi pengganguran, tidak ada pemasukan sama sekali, padahal adik beradiknya masih ada yang sekolah dan membutuhkan banyak biaya.
__ADS_1
Farah sebagai anak pertamalah yang akhirnya mereka andalkan untuk mencari pekerjaan di kota, saat itu sudah banyak lowongan yang dia masuki, namun satupun tidak ada panggilan untuknya, sedangkan dia juga butuh makan dan tempat tinggal di kota, uang yang dia bawa pun hanya pas-pasan, entah akan bertahan berapa lama lagi dia di kota itu, kalau tidak kunjung mendapatkan pekerjaan.
Karena usahanya yang gigih, serta di support oleh perusahaanku, nama Farah pun langsung melejit, foto dia terpampang dimana-mana, bayaran yang dia terima pun lebih dari cukup untuk dirinya dan membiayai keluarganya.
Dan akhirnya, aku memutuskan untuk melamarnya, tanpa diduga sama sekali, dia langsung menerimaku, tanpa takut jika kariernya akan redup jika seorang model sudah menikah.
Namun, tanpa dia menjadi modelpun tidak jadi masalah buatku, untuk soal materi aku tergolong mampu untuk membiayainya bahkan dengan keluarganya sekalipun.
Pernikahan kamipun diliputi rasa bahagia dan selalu mesra, seperti pengantin lainnya lah, setiap hari kami memadu kasih, seolah dunia hanya milik kami berdua.
Hingga akhirnya, tawaran menjadi Nahkoda Kapal Pesiar pun datang kepadaku dan itu adalah impian terbesarku sejak dulu, bisa keliling dunia menggunakan kapal pesiar.
Farahpun tahu tentang itu, dan baiknya istriku kala itu, dia dengan berlapang dada mengizinkan aku untuk mengambil tawaran itu, walau resikonya kami harus LDR dalam waktu yang cukup lama, dengan alasan tidak mau merenggut impianku sejak dulu.
Rasa sayangku kala itu semakin berlipat ganda kepadanya, namun saat aku ajak untuk ikut bersama dia menolaknya, dengan alasan keluarganya, dan juga pekerjaannya.
Dan ternyata, disitulah awal mula kehancuran rumah tanggaku, walau aku selalu menjaga pandanganku, namun ternyata ujian itu datang ke pihak istriku.
Terluka?
Sudah pasti, aku yang mengaguminya sejak dulu karena kesederhanaannya, kebaikan hatinya, senyumannya dan segala tentangnya, harus sirna saat dia berselingkuh dengan adik iparku sendiri.
Rasa sakit yang aku alami mungkin sudah tidak terukur lagi besarnya, dan mungkin disinilah aku mulai sadar bahwa, jangan menaruh rasa kepada seseorang secara berlebihan selain pada-Nya, karena akan sangat terluka saat kehilangannya.
Dan perlu kita ingat, saat kita pergi selama-lamanya pun nanti juga hanya sendiri, hanya amal dan kebaikan yang akan menemani kita.
Sesuatu yang memang tidak ditakdirkan untuk kita, sekuat apapun kita menjaganya, pasti akan terlewatkan begitu saja.
__ADS_1
Orang yang melihatku dari luar mungkin mengira aku baik-baik saja, tegar dan kuat menghadapi masalah yang menimpa, padahal saat ini, hatiku sudah hancur berkeping-keping, namun untuk menangisi wanita yang sekarang sudah menjadi Rubah tak berhati itu, terasa sangat sia-sia menurutku.
Jadi luka itu akan aku coba simpan dalam-dalam, sebisa mungkin akan aku kubur selamanya, walau masih sering menimbulkan luka, tapi itu wajar, namanya juga manusia biasa.
Bukan aku tak sayang, tapi saat kebaikan kita dibalas dengan sebuah pengkhianatan itu terlalu sakit dan sangat membekas di hati sanubari.
Kalau ada orang bertanya, apa aku masih mencintainya saat ini?
YA!
Aku masih sangat mencintai dan menyayanginya, namun ternyata sayang dan cinta saja itu tidaklah cukup mengikat hati seseorang untuk tetap memilih bersama dengan kita dan hanya tertuju kepada kita.
Bersabar dan Ikhlas, dua kata yang mudah untuk diucapkan namun ternyata sulit untuk direalisasikan, tapi aku tetap mencobanya, asalkan aku tidak terus menerus melihatnya, mungkin semua akan baik-baik saja.
Karena Alloh pasti punya alasan tersendiri yang tidak kita ketahui, apa yang tidak ditakdirkan untuk kita selamanya, suatu saat pasti akan pergi dan hilang begitu saja, tapi percaya saja pada janji Alloh, Dia pasti akan mengantikan dengan yang lebih baik lagi.
Walau Farah hanya sekedar singgah, namun setidaknya dia pernah memberikan kesan yang indah dalam hubungan kami, walau kelakuannya kali ini memang tidak bisa aku maafkan sama sekali.
Setiap keluarga, rumah tangga, sudah punya ujiannya masing-masing, seperti rezeki, jodoh, semua sudah ada takarannya sendiri-sendiri dan tidak akan tertukar.
Oleh karena itu, aku tetap bersyukur, Alloh menunjukkan siapa Farah sebenarnya sekarang, daripada tersimpan terlalu lama, hanya akan menimbulkan luka dan derita yang lebih dalam lagi, intinya aku mencoba untuk terus positif thingking saja dalam menjalani lika-liku kehidupan.
Suatu saat nanti kamu akan sadar, bahwa tidak ada yang Alloh jauhkan, melainkan untuk kebaikan.
Tidak ada pula yang Alloh tunda, kecuali untuk kebaikan.
Karena segala yang Alloh berikan kepada kita, itulah yang Terbaik.
__ADS_1
TO BE CONTINUE...