
...Happy Reading...
Allah menghancurkan hati hamba-hamba yang dicintai, agar tidak ada lagi pengharapan mereka kepada dunia.
Dalam hidup, terkadang tuk bisa merasa lebih baik, kamu hanya harus menerima kenyataan bahwa kamu tak akan selalu merasa baik.
Saat Chris menyadari Peter tidak lagi ada didalam tenda mereka malam itu, dia langsung keluar dan mencarinya ke tenda Gemintang, karena sudah pasti itu tujuan utamanya.
Yang namanya pengantin baru, apalagi sudah merasakan indahnya surga dunia, sudah pasti ketagihan dengan rasanya, bahkan mungkin tidak mau melewatkan semalam saja tanpa nya.
Namun saat baru sampai di depan tenda mereka, dia sudah mendengar suara desa han dua manusia itu yang saling bersahutan dan membuat dirinya ragu untuk masuk kedalam, karena sudah pasti tebakannya benar seratus persen.
Gila? mereka melakukan hal itu di Tenda? dasar Peter Gendeng, bikin anak tak tahu tempat! eh... lalu dimana kekasihku mereka buat? aish...
Chris langsung mencari-cari Gemintang disekitar tenda, namun tidak menemukannya, juga dan akhirnya saat dia ingin pergi ke toilet di ujung sana, dia melihat ada satu tenda yang masih menyalakan api unggunnya.
Akhirnya dia penasaran dan melangkahkan kedua kakinya untuk mendekatinya, karena memang arah tenda itu satu jalur dengan jalan menuju ke kamar mandi umum di area perkemahan itu.
" Itu dia kekasihku."
Dari kejauhan pun dia sudah bisa menghafal wajah Gemintang dari pakaian yang dia gunakan tadi. Senyumannya selalu terukir dengan indahnya walau baru melihat Janda kembang itu dari kejauhan.
" Heh? bukannya itu mantan suaminya!"
Saat jarak mereka semakin dekat, baru dia paham kalau seseorang disamping Gemintang itu adalah William, disitulah Chris mulai menghentikan langkahnya dan memilih untuk mundur dan berdiri didekat pohon sambil memperhatikan apa yang mereka lakukan dari kejauhan.
Sayang... sebenarnya apa arti aku didalam hidupmu? apa terlalu sulit untuk melepasnya? kenapa kalian selalu bertemu?
Atau mungkin Semesta dan Takdir yang memang tidak ingin menyatukan kita?
Kenapa terlalu banyak halangan dan rintangan yang harus aku lalui untuk menjadikan kamu milikku seutuhnya?
Kalau masalah restu dari orang tuaku, aku masih bisa melawan dan memperjuangkanmu, tapi kalau memang ini karena masalah hati, aku tidak bisa memaksamu..
Haruskah aku menyerah sampai disini?
Tau kah kamu, rasa sayang dan cintaku itu muncul karena sering merasa iba saat melihat kamu bersedih dan terluka.
Hingga sampai di titik aku hanya ingin melihatmu bahagia dan bisa tersenyum dan juga tertawa. Karena saat kamu bahagia, aku pun merasakan hal yang sama.
Namun jika kehadiranku menjadi penghalang bagimu untuk bahagia, aku rela untuk menjauh dan pergi dari hidupmu.
Mungkin hujan sudah reda, tugasku menjadi payung untukmu sudah selesai, mungkin ini saatnya kamu pergi bersama pelangimu.
Apalagi saat melihat kedua tangan kekasihnya berada dalam genggaman mantan suaminya, dia seolah tidak tahan untuk melihatnya. Hancur sudah hatinya dan akhirnya dia memutuskan untuk pergi berlari dari sana dan mungkin juga dari kehidupan Gemintang sang kekasih hati.
Dia yang memang baru kali ini merasakan adanya getar-getar cinta merasa kecewa dengan sikap Gemintang, dia tidak menerima alasan apapun untuk itu.
Saat Chris kembali melewati tenda Gemintang dan Sabrina, dia berhenti sejenak dan menyibakkan tenda itu sekilas.
Ternyata sepasang suami istri itu masih didalam selimut yang sama dengan posisi Peter menyangga kepalanya dan pandangan kedua matanya yang terus tertuju ke wajah Sabrina, namun mereka hanya terlihat berbincang mesra, karena mungkin mereka sudah menyelesaikan kegiatannya malam itu.
" Peter, ayo kita pulang."
Chris berkata dengan datar, tanpa ada emosi atau keterkejutan sedikitpun, walaupun melihat keadaan mereka yang masih amburadul selepas bertarung.
__ADS_1
" Heh? astaga bos!"
Beda dengan Peter yang malah langsung terkesan panik dan kaget saat melihat bosnya yang ingin mengajaknya pulang tengah malam seperti ini.
Padahal dia sendiri tadi pagi yang semangat untuk mengikuti mereka sampai kesini, bahkan berencana menginap satu malam lagi, agar mereka bis Me Time berempat dengan enjoy tanpa mendengarkan bisingnya suara aktifitas di kota.
" Cepat kemasi barangmu, aku tunggu didalam mobil."
Chris langsung pergi berlalu tanpa mau mendengar jawaban atau apapun itu dari mulut Peter.
" Bos? eh... Chris? ada apa? woi...?"
Peter langsung bangkit berdiri dan membetulkan apa yang perlu dibetulkan, Sabrina pun ikut gugup dan yang pasti malunya sudah sebesar gunung karena hal itu.
Kalau dihadapan Gemintang saja dia masih bisa cengengesan, namun ini dihadapan mantan big bosnya yang dulu terkenal horor.
" Kenapa dengan pak Chris mas?" Dia ingin membantu suaminya, namun karena gugup dia malah jadi bingung sendiri.
" Aku pun tak tahu, tapi pasti ada alasannya!" Jawab Peter yang langsung terburu-buru memakai kembali bajunya.
" Trus mas mau pulang sekarang?" Sebenarnya Sabrina masih belum rela berpisah, apalagi baru saja finish bertempur, biasanya mereka selalu berbincang dan ngobrol mesra berlama-lama dulu setelahnya, namun kini harus ditinggal begitu saja.
" Iya sayang, kamu mau ikut sekalian?" Peter sebenarnya tidak ingin, namun dia harus pergi juga.
" Heh? dimana Gemintang mas? astaga mas... aku sampai lupa, kemana dia pergi?" Karena terlalu menikmati permainan, dia jadi lupa dengan sahabatnya sejenak.
" Apa mereka bertengkar? sehingga Chris tiba-tiba mengajakku pulang?" Peter langdung menaruh curiga kepada teman gaduhnya itu.
" Ya ampun Gem..." Sabrina pun punya pemikiran yang sama.
" Ya sudah... biar aku saja yang mencari Gemintang nanti ya, mas temankan saja bos mas itu."
Sabrina sudah paham, karena sedari dulu mereka berdua itu kalau di kantor memang tidak terpisahkan, mau meeting di luar atau acara kantor sekalipun mereka juga hanya terlihat berdua saja.
" Ya sudah, aduh... kenapa celanaku nggak nyaman begini sih jadinya."
" Pelan-pelan makanya, aku hidupin lampu ponselku dulu ya?"
" Nggak usah, kelamaan, keburu ditinggal Chris, bu nuh diri pula nanti dia, kalau ada syaiton lewat!" Ucap Peter yang memang suka bicara ngasal.
" Masak sampai bu nuh diri sih mas?" Sabrina malah jadi merinding sendiri, sudah bajunya terlepas entah kemana, ditambah lagi ngomongin yang tragis seperti itu.
" Bisa jadi kan yank, nggak kamu lihat tadi ekspresinya Chris bagaimana? Gemintang itu wanita pertama yang membuatnya merasakan jatuh cinta, jadi kalau terjadi sesuatu dalam hubungan mereka, banyak kemungkinan yang bisa terjadi."
" Ckk.. aku kan jadi takut, kenapa lagi sih Gemintang ini."
" Ya sudahlah, aku pergi duluan ya sayang, kalian pulang besok pagi saja, bahaya kalau kalian ikut pulang malam-malam, apalagi kalau cuma dua perempuan saja, jangan bandel loh, mengerti?" Peter mengacak rambut istrinya dengan gemas.
" Iya mas." Sabrina merasa seperti anak kecil dibuatnya.
" Aduh dek... ini kenapa ya, apa jika semakin lama Bruno diajak bertarung dia akan semakin tumbuh membesar ya yank?"
" Kenapa emangnya?" Sabrina memperhatikan penampilan suaminya seperti biasa, tidak ada yang aneh pikirnya, posisi celana jeansnya juga bener, nggak ada yang kebalik.
" Ini kok celana dalamku jadi sempit rasanya? aduh... nggak nyaman banget ini." Peter merasa tidak bebas untuk melangkah, namun menurutnya kelamaan jika harus bongkar pasang lagi.
__ADS_1
" Benerin dulu mas, nanti kejepit loh, sunat kamu dua kali." Ledek Sabrina seketika.
" Nanti ajalah di mobil, takut Chris kenapa-kenapa, bye sayang!" Peter terlihat buru-buru sekali, entah mengapa feeling nya tidak enak kali ini.
" Hati-hati mas bawa mobilnya, jangan ngebut-ngebut ya!" Teriak Sabrina.
Angin yang berhembus di perbukitan membuat Sabrina sebenarnya masih ingin bergulung dengan selimut tebalnya namun dia juga kepikiran dengan keberadaan Gemintang saat ini.
" Nana sayang!" Saat baru keluar beberapa langkah dari tenda, Peter kembali muncul dihadapannya.
" Apa lagi mas? ada yang tertinggal?" Tanya Sabrina sambil menatap suaminya heran.
" Hati mas tertinggal disini, bekalnya lupa, hehe!" Peter kembali mendekati istrinya.
" Bekal apaan?"
Sabrina menangkupkan kedua tangannya ke kedua pipi suaminya saat Peter yang langsung berjongkok dihadapannya.
Cvp
" Cap nya ketinggalan, ntar nggak sah lagi, hehe.." Satu sambaran mavt dari bibirnya langsung tertinggal di bibiir mungil istrinya sebelum dia kembali berlari keluar Tenda.
" Ckk... punya suami kok makin hari makin ngegemesin aja, jadi pengen ngantongin aja tiap hari kan?" Baru mengumpat sebentar saja sudah nonggol lagi orangnya.
" Yank... satu lagi!" Peter kembali mengejutkan istrinya.
" Astaga, apalagi mas?" Sabrina menatapnya dengan serius kali ini, karena wajah Peter terlihat datar.
" Tet tot! Cepet pulang ya sayang, gigi mas mau numbuh kayaknya, mas pengen ngempeng terus, hehe!"
Peter langsung memencet kedua sumber air untuk calon babynya kelak tanpa permisi, sambil tertawa cengengesan.
Dia suka sekali menggoda istrinya sekarang ini, karena memang sebenarnya dia masih belum rela untuk meninggalkan istrinya malam ini disini.
Namun datarnya sikap Chris saat menatapnya tadi, sudah menyiratkan bahwa pria itu sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja, walau Peter belum tau masalahnya sekalipun.
" Astagfirulloh mas Peter... dia kira aku punya dua terompet apa, tet.. tot.. tet.. tot sesuka hatinya saja." Sabrina ingin protes tapi orangnya sudah kabur lagi dari hadapannya.
" Tapi kok enak yah lama-lama, ehh.. opsh.. astaga sadarlah wahai Sabrina, kenapalah dengan otakku akhir-akhir ini, sudah bermasalah sepertinya?" Sabrina memukul kepalanya sendiri, seolah tidak percaya dengan hormonnya yang naik turun karena perlakuan suaminya yang memang suka nakal.
Akhirnya dia segera memakai bajunya dan ingin segera mencari keberadaan Gemintang, untuk mencari tahu, apa yang sebenarnya terjadi.
" Aduh Gusti... ini kenapa CelDam ku jadi berubah seperti ini? aish... ini sih Kandang Burung namanya!" Sabrina menyorot benda itu menggunakan cahaya dari ponselnya.
" Aaaaaaaaaaaaaaa... mas Peter, trus ini pake nya bagian depan yang mana!" Sabrina baru menyadari saat dia ingin memakai pakaiannya kembali.
Peter sungguh membuat dunia asmara Sabrina seolah menjadi jungkir balik, selalu saja ada tingkah gila suaminya yang membuat dirinya geleng-geleng kepala, namun dia sangat bersyukur bisa memiliki pria seperti itu, yang sudah menambahkan warna-warni cerita didalam kehidupannya.
..."Ketika keadaan menjadi sulit, letakkan satu kaki di depan yang lain dan terus berjalan. Jangan menyerah."...
..."Kita bisa kecewa dengan dunia tetapi tidak ada gunanya bagi kita, karena dunia akan terus berputar meskipun kita tidak bergerak."...
Dan... pesen othor, jangan lupa tertawa bestie, biar kita tetap awet muda😊
Pasukan menolak tua, ayo mana suara dan jempolnya😅
__ADS_1