
...Happy Reading...
Lewis saat ini masih berada didalam kamar mandi, dia sedang menunggu bukti yang akan dikirim oleh Gemintang.
" Yank... ngapain didalam, lama banget deh, buruan keluar yank, kita lanjut yuk." Farah mengetuk pintu kamar mandi itu, dia pun bingung apa yang sedang suaminya lakukan didalam toilet itu.
" Yank... kamu nggak pingsan kan didalam?" Farah menempelkan telinganya ke pintu, karena tidak ada jawaban dari suaminya.
" Enggak... tunggu sebentar ya, kamu istirahat saja dulu." Padahal dia sedang mondar mandir didalam kamar mandi.
Mana sih bukti dari Gemintang, apa dia cuma mau ngerjain aku saja? aish... tapi aku penasaran kan jadinya.
" Kalau nggak keluar aku dobrak nih!" Ancam Farah kembali, hasr@tnya yang belum tersampaikan sepenuhnya membuat dirinya tidak tenang, dan merasa ada sesuatu yang mengganjal ditubuhnya.
" Bentar yank!" Lewis kesal sendiri jadinya, dia pun tidak betah berlama-lama didalam kamar mandi tanpa busana seperti itu.
" Aku nggak bercanda ya yank... aku dobrak nih!" Farah semakin mengeraskan volume suaranya.
" Ckk... iya, aku keluar sekarang." Lewis memilih keluar saja, karena pesan Gemintang tidak kunjung masuk di ponselnya.
" Kamu ngapain sih yank, ayok kita lanjut, nanggung banget tadi, nggak enak jadinya loh." Farah langsung bergelayut manja di lengan suaminya.
" Bentar ya... mas lagi nunggu pesan penting ini."
Lewis mencoba untuk menundanya, walau dia melihat wajah istrinya yang sudah terlihat mupeng banget.
" Sepenting apa sih yank, lebih penting mana coba, dia atau aku?"
" Beneran, ini sangat penting." Lewis kembali berkilah.
" Katanya tadi mau gantiin waktu masyang terbuang saat tidak bersamaku, ayolah yank.. tepati janjimu itu." Rengek Farah seperti biasa.
Fuuh... gimana ini? aku jadi nggak tega lihatnya, waktuku kan memang habis untuk berlayar daripada sama istri dan keluarga, tapi aku masih penasaran dengan perkataan Gemintang, karena biasanya dia tidak pernah seperti itu.
" Hmm... sebentar lagi ya, five minutes right?" Tawarnya kembali.
" Nggak mau!"
Farah langsung saja berburu hewan liar tanpa tulang milik suaminya, dia permainkan sesuka hatinya, dan itu sukses membuat Lewis kalang kabut dan akhirnya menyerah pasrah.
" Kita pindah ke ranj@ng okey?" Lewis langsung menggendong tubuh istrinya dan membantingnya ke kasur empuk di hotel berbintang itu.
Pria manapun pasti akan tergoda jika diperlakukan seperti ini, apalagi dengan istrinya, suami mana yang akan menolaknya, apalagi itu haknya dan sudah pasti halal untuknya.
" Ish yank... kamu hebat sekali, terus yank... sampai mentok!" Ucap Lewis sambil menekan kepala istrinya.
" Kamu suka mas?"
" So pasti lah yank, emh.."
" Akan aku buat kamu lebih takjub lagi dengan pemainanku!" Ucap Farah dengan senyuman liciknya, dia tahu kelemahan suaminya, jika sudah seperti itu seolah dia akan lupa dunia.
" ○ugh sayang... aku.. aku.."
Ting!
Satu notif pesan muncul dari ponsel Lewis dan itulah yang dia tunggu-tunggu sedari tadi, walau nanggung setengah permainan, namun rasa penasarannya tidak terobati.
Karena terlalu penasaran, Lewis akhirnya menggapai ponselnya walau dengan mata yang sudah merem melek karena ulah istrinya.
Video apa ini?
Dengan menahan segala sensasi yang tidak terkira dari istrinya, tangan kiri Lewis membuka video itu dengan alis yang sudah terangkat.
__ADS_1
Duar!
Didalam video itu langsung muncul wajah istrinya, yang sedang duduk dipangkuan William dengan sesuatu yang tertancap dibawah sana.
Brak!
Hanya dengan menggunakan satu tangan kekarnya saja, Lewis langsung menyampar tubuh istrinya yang masih asyik menikmati cemilan segarnya.
" Aw... yank, kamu ini apa-apaan sih! sakit tauk!"
Farah langsung merint¡h kesakitan saat tubuh dan kepalanya membentur lantai kamar hotel itu.
" Dasar wanita murah@n kamu!" Bentak Lewis yang langsung kembali ke alam sadar.
" Maksud kamu apa sayang, kenapa kamu tega mengataiku seperti itu?" Farah pura-pura tidak paham maksudnya.
" Tega kamu bilang! disini posisinya siapa yang tega? aku atau kamu yang berkhianat!" Teriak Lewis dengan mata yang sudah memerah.
" Kamu ini ngomong apa sih yank, aku nggak ngerti deh?" Farah kembali berakting sampai tetes terakhir pokoknya.
" Kamu sudah gila ya! kamu tau nggak konsekwensi setelah melakukan hal bej@t seperti itu, kenapa moral kamu harus serendah itu Farah!" Lewis sangat menyayangkan kelakuan wanita yang sangat dia sayangi selama ini.
" Mas... jangan begini, ngomong pelan-pelan dong mas."
" Apa ini! bisa kamu jelaskan apa maksudnya ini Farah!" Lewis memutarkan video mesra istrinya dengan William saat melakukan adegan fanas itu dikantor kala itu.
" Mas.. itu.. itu..." Farah langsung bertanya-tanya, siapa yang merekam kejadian saat itu, seingatnya tidak ada orang disana dan dia sudah memastikan cctv disana mati.
" Kenapa juga harus William orangnya, hah! apa tidak ada binatang lain selain dia!" Teriak Lewis semakin keras saat melihat lawan main istrinya, itu berarti bukan hanya rumah tangganya yang akan hancur, tapi rumah tangga adeknya juga bernasip sama sepertinya.
" Sayang... aku bisa jelasin semua, kita bisa membicarakan ini dengan baik-baik ya yank."
" Cuih... aku tidak sudi lagi harus berbasa-basi denganmu, kamu tahu... perjuanganku diatas kapal itu untuk siapa? untuk semua kebutuhan dan keperluan mewah kamu itu Farah, dan satu lagi untuk keluarga kamu yang setiap bulannya masih meminta transferan dari kamu bukan! tega-teganya kamu melakukan itu denganku!" Lewis sudah seperti orang kesetanan kali ini, amarahnya benar-benar sudah memuncak, rasa sakit hatinya sudah tidak terbendung lagi.
" Mas... tapi aku juga butuh hal itu didalam hidupku, aku terlalu kesepian saat kamu tinggal berbulan-bulan, bahkan tahunan mas!" Dalam situasi seperti ini pun Farah masih mempertahankan keegoisannya.
" Awalnya aku juga tidak sengaja mas, tapi lama-lama aku juga sangat membutuhkan hal itu untuk memenuhi kebutuhan batinku mas, aku tersiksa setiap malam saat jauh darimu mas!" Farah tetap tidak terima dengan itu.
" Farah... setiap tahun aku pulang dan selalu mengajakmu menginap beberapa hari diluar, apa selama itu kamu tidak bisa menahannya?"
" Setahun itu lama mas, mas nggak merasakan sih setiap malam aku selalu melihat William dan Gemintang bermesraan, setiap malam aku sering mendengar suara sahutan des@h@n dari kamarnya, aku juga pengen seperti itu mas!"
" Aku benar-benar tidak menyangka jika kamu ternyata wanita yang sangat menjijikkan Farah, ternyata hatimu tidak secantik wajahmu!"
Lewis langsung kembali mengenakan baju dan celananya, dia sudah muak melihat Farah dengan segala ocehan gilanya.
" Sayang... tapi itu sudah berlalu mas, aku sudah tidak melakukan hal itu lagi, William sudah pergi mas, entah kemana!" Jawabnya dengan segala akal bulusnya.
" Owh... jadi karena dia pergi kamu mau kembali denganku? jangan pernah bermimpi kamu Farah!" Teriak Lewis yang semakim emosi dibuatnya.
" Mas... please, dengarkan aku dulu, ini semua tidak seperti yang kamu bayangkan!" Farah ikut memakai bajunya, dia tidak mau ditinggalkan begitu saja dengan suaminya.
" Apa kamu ingin aku membayangkan hal-hal bejat yang kamu lakukan dengan William saat aku berlayar, hah! otak kamu ditaruh dimana Farah!" Lewis langsung mengambil barangnya dan segera melangkahkan kakinya dari sana.
" Mas... tunggu aku, jangan pergi dulu, kita bicarakan semua disini okey?"
" Tidak ada lagi yang perlu aku bicarakan denganmu Farah!"
" Tapi yank.."
" Hubungan kita selesai sampai disini!" Lewis sudah tidak kuat lagi mempertahankan hubungan mereka, secinta apapun dia dengan istrinya, kalau yang namanya perselingkuhan dimaafkan, itu pasti akan terulang kembali, lagi dan lagi.
" Mas... itu bisa saja video rekayasa, itu setingan mas, banyak orang yang bisa memanipulasi video mas, jangan mudah percaya begitu saja, aku tidak melakukan hal sejauh itu mas!" Farah menarik-narik lengan suaminya yang sudah berjalan keluar dari kamar itu.
__ADS_1
" Video rekayasa, hahaha... kamu pikir aku sebodoh itu Farah!" Lewis tertawa sumbang saat mendengarnya.
" Siapa yang memberikan video itu mas, dia pasti sengaja ingin memisahkan hubungan kita berdua mas!" Bahkan Farah tidak memperdulikan tatapan orang-orang disekitar yang sedang berlalu lalang.
" Kamu benar-benar tidak waras Farah! kurang jelas seperti apa video ini, hah? dan asal kamu tahu ya, video ini aku dapatkan dari orang yang bisa aku percaya, jadi jangan pernah mengelaknya, akui saja kalau kamu memang wanita j@l@ng Farah!" Amarah Lewis sudah tidak terkendali lagi.
" Mas... aku tidak seperti itu sayang, please... jangan pergi!"
" Jangan panggil aku sayang lagi, aku sudah muak dengan nama panggilan itu!"
" Mas... ini bukan salahku sepenuhnya mas, kalau kamu terus berada disisiku, aku juga tidak akan melakukan hal itu!"
" Kamu pikir aku pergi untuk bersenang-senang dengan wanita lain disana? AKU PERGI UNTUK BEKERJA FARAH, DAN ITU UNTUK KAMU DAN KELUARGAMU JUGA!"
Suara Lewis bahkan sampai menggema diseluruh ruangan restoran hotel itu, karena saat ingin keluar, mereka harus melewati restoran hotel yang dipenuhi banyak orang.
" Mas... aku minta maaf, itu tidak akan terjadi lagi okey, kita perbaiki hubungan kita lagi ke depannya ya sayang." Farah mencoba mengeluarkan semua kata rayuannya.
" Tidak ada lagi kata NANTI Farah!"
" Mas... jangan begitu!"
" Aku sudah tidak sudi lagi, hidup bersama dengan wanita murah@n sepertimu!"
" Tapi mas..."
" Mulai detik ini hubungan kita sudah berakhir, AKU CERAIKAN KAMU FARAH!"
Lewis langsung menatap tajam kedua mata istrinya, dan menegaskan setiap perkataannya, karena video itu sungguh sangat jelas sebagai bukti, karena wajah istrinya dan wajah William terlihat sangat jelas dari sisi manapun, bukan seperti video setingan.
" Gem.. mau aku pesankan kopi dan cemilan sekarang?"
Ternyata Chris dan Gemintang sudah berdiri diujung restoran itu sambil menyaksikan perdebatan sengit antara abang dan kakak iparnya.
" Kamu pikir kita datang kesini untuk makan siang apa?" Jawab Gemintang tanpa mengalihkan perhatiannya.
" Kamu tahu Gem, bagaimana cara tepat untuk mengasuh sebuah pengkhianatan?" Chris menarik kursi didekatnya dan langsung duduk menyilangkan kakinya dengan santai.
" Apa?" Tanya Gemintang yang jadi penasaran.
" Diam, sisanya tinggal menikmati itu sebagai pertunjukan!" Jawab Chris sambil menaikkan satu sudut bibirnya dengan mata yang tidak lepas dari pertikaian suami istri itu.
" Huft... kasian abangku, dia harus menanggung malu, karena kehancuran rumah tangganya disaksikan oleh orang banyak, andai saja kamu mendengarkan saranku tadi bang, tapi ya sudahlah, namanya juga b@ngkai, bau busuknya memang bisa tercivm disembarang tempat!"
Gemintang melihat disekitar, semua mata pengunjung tertuju kepada Lewis dan Farah yang masih beradu mulut dengan drama Farah yang seolah tidak bisa menerima dengan perlakuan Lewis, walau jelas-jelas sudah ketahuan kalau dia memang yang bersalah dalam hal ini.
__ADS_1
..." *Tak semua orang memiliki hidup yang mudah, meski sudah berusaha, adakalanya dunia ini menundanya untuk bahagia*."...