Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
81. Horang kaya.


__ADS_3

...Happy Reading...


Perseteruan antara Gemintang, William dan juga Chris akhirnya dimenangkan oleh Sabrina, karena hanya dialah yang bisa tertawa, sedangkan yang lainnya merasa kesal.


" Kenapa elu malah ketawa-ketawa terus, bahagia banget ya melihat gue menderita!" Tanya Gemintang yang melihat Sabrina masih terus saja cekikikan saat pertikaian mereka sudah berakhir.


Dan saat ini mereka memilih pergi ke sebuah Kafe didepan kantornya, untuk sedikit membasahi tenggorokannya yang sudah mengering.


" Ckk... seru banget tau Gem, biarkan saja mereka berkelahi, semakin sering semakin bagus!" Ucap Sabrina yang seolah tanpa merasa berdosa sama sekali.


" Bagus gundulmu itu, capek tau mendengar mereka ribut mulu, pekak telinga gue!" Umpat Gemintang sambil menyeruput minuman yang dia pesan.


" Yaelah... dibikin asyik aja bestie, ambil saja hikmahnya, biarkan salah satu dari mereka berjuang untuk mendapatkan kamu, biar ada usahanya gitu." Sabrina bahkan menaikkan kedua alisnya.


" Kamu mah gila Na, lihat orang berantem malah senang, apa coba hikmahnya!"


" Bukan begitu Gem, gini ya... semakin dia kesulitan dan semakin banyak rintangan yang mereka hadapi, itu lebih bagus, karena saat dia berhasil mendapatkanmu nanti, dia tidak akan mudah melepasmu begitu saja, karena tahu bagaimana lelahnya berjuang untuk mendapatkanmu."


" Nggak kayak nasip kamu gitu?" Gemintang langsung menyenggol lengan Sabrina.


" Nah itu tau, lihat mas Peter, dengan mudahnya dia membiarkan aku pergi begitu saja."


" Ya udah sih, kenapa? jangan-jangan kamu menyesal karena telah meninggalkan dia? atau jangan bilang kalau kamu sudah cinta dengan dia sekarang?"


" Huft... aku bahkan belum pernah merasakan senyum dan tawa karenanya, bagaimana aku bisa jatuh cinta dengannya coba?"


" Berarti keputusanmu sudah benar lah ini? ibuk tanggapannya gimana?"


" Entahlah, benar atau tidaknya aku tidak tahu, ibuk ya biasa aja, karena aku bilang dengannya kalau mas Peter dan aku ada kerjaan diluar kota, trus kasian kalau ibuk harus tinggal di kota sendirian, jadi beliau langsung menyetujuinya tanpa banyak bertanya."


" Jadi kamu menipu ibu kamu?"


" Aku nggak bermaksud menipu beliau Gem, aku hanya menjaga hatiku saja, sakit tau Gem dicuekin tiap hari, nggak pernah dianggap ada, dia terlalu enjoy dengan hidupnya sendiri."


" Hmm... jadi kamu memutuskan untuk berpisah dengan Peter?"


" Jadi? apa lagi yang bisa aku perjuangkan dalam hubungan kami? rasa sayang dan cinta pun tak ada? nikah pun belum resmi secara hukum dan satu lagi, dia juga tidak mau memberikan nafkah batin untukku."


" Astaga, jangan bilang kalau sebenarnya itu kamu hanya pengen banget dikasih nafkah batin ya? jadi itu alasan utama kamu berpisah Na, kamu beneran ngebet banget pengen merasakan bagaimana sensasinya mendes@h saat malam tiba?"


Plak!


Sabrina langsung memukul lengan Gemintang dengan kesal, sahabatnya yang satu itu memang selalu berbicara nyablak tanpa sensor kalau sudah ngobrol berdua dengannya.


" Kamu pikir otakku Omes kayak kamu apa!"

__ADS_1


" Hehe... mana tahu pikiranmu sudah terkontaminasi dengan cerita mantep-mantep dariku kan?"


" Hubungan suami istri itu bisa dikatakan wajar kalau memang sudah saling emm... gimana ya ngomongnya?" Sabrina bingung harus mengatakannya seperti apa.


" Adu senjata gitu?" Gemintang langsung tahu apa yang Sabrina maksud.


" Apaan sih luu?"


" Atau bisa dibilang olahraga **** up dan Push up juga sih itu Na!"


" Gem?"


" Tapi Jungkat jungkit sih lebih tepatnya, karena itu lebih mirip, hehe." Gemintang gantian meledek Sabrina kali ini.


" Ya ampun Gem, jangan racuni otakku yang suci sebening embun dipagi hari ini tau!"


" Dih... sebening embun pagilah konon! Eh... kenapa nggak kamu paksa aja sih Na, kalau malam gitu kan, terjang aja langsung trus kekepin, sosor terus! emang pria mana sih yang nolak di ajak prot-prot, apalagi punya label Sah, ya kan!"


" Astaga Gemintang, mulut kamu itu ya, bocor banget kalau sudah ngomongin ranjang bergoyang!" Sabrina langsung menoleh ke kanan dan kiri, takut jika ada yang mendengar obrolan gila mereka.


" Opsh... maaf sengaja, hehe!" Gemintang langsung terkekeh sendiri saat melihat sahabatnya itu semakin kesal karenanya.


" Apa dia nggak normal ya Gem?"


" Ngomongnya yang bener bisa nggak sih Gem, yang ramah lingkungan gitu loh, sakit telinga aku mendengar bahasamu itu."


" Biar kamu lebih berpengalaman gitu Na, masak iya dia sama sekali tidak tertarik denganmu, aku sudah make over kamu habis-habisan tau Na, masak sudah spek bidadari gini tetep aja nolak, kan aneh?"


" Entahlah... mungkin aku tidak termasuk dalam kriteria pilihannya kali, tapi ya sudahlah, lebih baik berakhir saja daripada dipertahankan hanya akan mendapatkan luka saja, buang-buang waktu saja kan jadinya." Sabrina menghela nafasnya dengan berat.


" Jadi beneran sudah berakhir kalian berdua Na?"


" Hmm... it's Over!" Jawab Sabrina sambil tertunduk lesu.


" Apa yang Over?"


" Heh.. mas Chris? kok balik lagi, ada sesuatu yang tertinggal kah?" Tanya Gemintang yang langsung terkejut.


Tiba-tiba Chris menarik kursi disamping Gemintang dan dengan santainya duduk sambil menyilangkan kaki jenjangnyanya.


" Besok pagi kalian ikut denganku."


" Nggak mau!" Jawab Gemintang dan Sabrina secara bersamaan.


" Heh... kompak sekali kalian berdua, why? kalian kan belum tahu aku mau mengajak kalian berdua kemana? kenapa sudah langsung menolaknya." Chris langsung menatap keduanya bergantian dengan kesal, baru kali ini ajakannya ditolak oleh para wanita.

__ADS_1


" Aku malas ribut!" Jawab Gemintang sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi.


" Aku juga malas, jika harus bertemu dengan asisten bapak yang satu itu." Sabrina pun membuang pandangan ke sembarang arah.


Wajah mereka berdua terlihat dengan jelas dan seolah menggambarkan bahwa, dua sekawan itu malas untuk menerima tawaran menarik dari Chris.


" Aku mau ngajak kalian berdua berlibur, bukan bekerja, bahkan menggunakan Kapal Pesiar loh?" Chris merasa heran sendiri jadinya.


" Sepertinya menarik sih? tapi aku sedang nggak mood, lagian juga kalau aku mau jalan-jalan naik Kapal Pesiar mudah saja, tinggal ngomong saja sama bang Lewis pasti diajaknya atau kalau tidak, aku bisa beli kapal pesiarnya sekalian." Jawab Gemintang dengan entengnya.


" Mantep... ini sih The real Horang Kayah." Sabrina langsung mengacungkan dua jempolnya.


Tumben, biasanya para kaum hawa ini kalau sudah diiming-imingi dengan jalan-jalan mereka langsung senang, ini bahkan aku ajak naik kapal pesiar mereka terlihat biasa saja.


" Aku sih mending naik Angkot saja, buka jendela trus menikmati semilirnya udara luar, bisa ngobrol haha hihi bebas lepas, kalau tempat duduknya penuh bisa sambil desak-desakan gitu seru banget, apalagi duduk diapit sama pria-pria tampan, beuhh... rejeki nomplok banget tuh." Sabrina pun sama, dia tidak tergiur dengan penawaran itu sama sekali.


" Masa sih Na? mantap kali itu, lain kali ajak aku lah ya, aku belum pernah naik Angkot soalnya?" Karena dia berasal dari keluarga kaya raya, setiap harinya pasti dia diantar jemput sama sopir keluarga mereka saat masih sekolah dulu.


" Asiap... apalagi kalau lewat jalan yang terjal Gem, wuih... makin sering ngerem tuh Angkot, makin asyik goyangannya, ahaha.."


" Cih.. sebenarnya otak kita berdua ini sebelas dua belas kan Na, haha..."


Mereka berdua malah tertawa dan lupa jika ternyata ada orang lain didekatnya.


" Kalian berdua bisa diam nggak!" Chris langsung naik pitam saat mendengar curhatan ngasal dari dua wanita itu.


" Apa sih mas?" Gemintang lupa bahwa pria dihadapannya itu punya rasa dengannya, jadi saat dia menyebut pria sudah pasti dia akan meradang.


" Ini bukan ajakan, tapi ini perintah! besok pagi-pagi sekali kalian harus sudah bersiap, biar sopirku yang menjemput kalian berdua, TITIK."


" Tapi mas?" Gemintang terlihat berat hati.


" Nggak pakai tapi-tapian, aku pergi!" Chris langsung bangkit dari tempat duduknya.


" Pak, boleh tanya sedikit?" Ucapan Sabrina langsung menghentikan langkah Chris.


" Apa?" Tanya dia sambil menolehkan kepalanya.


" Mas Peter ikut nggak?" Walau ragu, namun Sabrina ingin memastikannya juga.


" Hmm... entahlah, mungkin enggak! mungkin tapi yaa."


Chris langsung memilih nyelonong pergi saja dari sana, sebelum Sabrina bertanya banyak hal tentang suaminya itu, karena dia teringat dengan permintaan Peter tadi sesaat sebelum datang kesini.


..."Jika kamu disenangi orang lain, bersyukur. Jika tidak, tak perlu memaksa mereka untuk menyukaimu. Kita hidup memiliki perannya masing-masing, antagonis dan protagonis itu urusan Penonton."...

__ADS_1


__ADS_2