
...Happy Reading...
Drama yang terjadi malam ini akhirnya berakhir dengan sungguh sangat menghibur untuk diri Gemintang, walau sebelumnya rasa kesal dan marah mendera, karena datangnya dua makhluk penggangu itu ke kamar mereka berdua, namun terbayar sudah dengan kelakuan polos dari Peter yang sukses membuatnya tertawa.
" Fuuuh... emh!"
Helaan nafas panjang akhirnya menjadi Gong diakhir aktifitas mereka yang penuh dengan de sahan syahdu malam ini, akhirnya teriakan kata ahh terdengar juga ditelinga Gemintang, dan mampu membuat dirinya tersenyum bahagia.
Tiada kebahagiaan terbesar dari seorang wanita, selain melihat suaminya melukis senyum bahagia dan merasa pvas dengan segala pelayanannya sebagai seorang istri, walau pinggang rasanya mau patah, kaki pegal-pegal dan badan seolah remuk redam, tapi dia ikhlas melakukannya.
Badan Chris yang berotot itu seolah tidak ada kata capeknya, sebelum hasr@tnya terpenuhi, dia asyik menggenjot aja sampai tak terasa pagi sudah menjelang.
Karena setelah kepergian Peter dan Sabrina tadi, Chris langsung tidak membuang-buang waktunya, dia hantam terus jalanan terjal itu dengan berbagai gaya, dari kayang sampai salto pun dia coba, seolah kekesalan yang dia alami tadi, dia salurkan lewat si Bruno yang sudah mengganas dan tahu cara nikmat untuk bertengger di tempat terindahnya.
" Terima kasih sayang, akhirnya si dedek bisa tidur dengan senyuman." Chris tak henti-henti menatap wajah lelah istrinya.
" Dih... emang dia punya bibiir apa, trus giginya dimana coba?" Ledek Gemintang sambil tersenyum miring melihat ekspresi suaminya.
" Hehe... mas kan mewakilkan semua, sini mas peluk?"
" Gerah mas... lengket semua ini badan, aku mandi dulu ya?" Gemintang langsung ingin beranjak berdiri dan ingin pergi ke kamar mandi, namun Chris langsung saja protes karenanya.
" Ngapain mandi yank, nanti aja mandinya, mas masih pengen melvk kamu loh." Chris langsung menarik lengan istrinya dan alhasil tubuh Gemintang kembali jatuh diatas tubuhnya.
" Kenapa? mas mau nambah lagi? belom enyor itu si dedek?"
" Emang kamu masih kuat?"
" Hmm... sebagai seorang istri, aku wajib memenuhi permintaan mas, walau dalam keadaan capek atau apapun itu."
Gemintang tidak mau, kejadian buruk didalam pernikahannya yang pertama terulang lagi, dia sadar mungkin awal mula keretakan rumah tangganya dulu adalah dari kebutuhan batin suaminya yang tidak tercukupi, hingga akhirnya dia harus mencari solusi lain, walau itu juga tidak dibenarkan sama sekali.
" Sayang... mas nggak sekejam itu, lagian kita sudah main berkali-kali, untuk malam ini rasanya cukup, kamu boleh istirahat, sini mas kel*nin."
" Nggak usah mas."
" Kenapa sayang, ini masih malam lagi." Chris malah mengeratkan pelukan ditubuh istrinya.
" Malam dari mana mas, sebentar lagi pasti sudah nongol itu sang Surya.
" Masak sih?" Chris akhirnya melihat jam dipojokan dan baru mulai menyadarinya.
" Owh iya, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan mas."
" Apa itu?"
" Mas... jika mas pengen nambah atau pengen kek begituan, any time mas boleh ngomong denganku, jangan sampai mas malah nyari yang lain demi memenuhi keinginan mas, okey?"
Gemintang menangkupkan kedua tangannya ke wajah Chris, rasa ketakutan itu kembali muncul dibenaknya setelah berhubungan seperti itu, rasa traumanya yang tidak bisa memvaskan kebutuhan batin William dulu, nyatanya kini berimbas menjadi momok terbesar dalam kehidupannya.
" Sayang...apa yang kamu pikirkan tentang mas sih?"
" Bukan apa-apa mas, aku hanya takut kehilangan orang yang kini paling aku sayangi."
" Hei... dengar sini, mas tidak seperti itu okey?" Chris merasa kasihan jika istrinya sudah insecure seperti itu.
" Aku tahu mas, aku cuma takut saja."
" Sayang... apa yang kamu takutkan lagi, Alloh sudah mentakdirkan segala sesuatu dengan semestinya, dan Dia berbuat menurut apa yang Dia kehendaki, lantas apa yang harus kamu sedihi atas segala sesuatu hal yang tidak kamu senangi coba?"
Disaat dia melihat wanita yang paling dia sayangi bersedih, jiwa bijaknya langsung muncul seketika, apapun akan dia lakukan agar istrinya bahagia, karena itu adalah janjinya kepada dirinya sendiri.
" Meski terkadang suka berontak di awal, namun setelahnya aku juga sadar kok mas, sesuatu itu tidak akan terjadi tanpa kehendak-Nya."
" Good girl, kita sama-sama belajar untuk menjadi lebih baik lagi, okey sayang." Chris mengusap kepala istrinya untuk memberikan ketenangan.
__ADS_1
" Asiap mamas tersayang." Gemintang langsung bergelayut manja di lengah kokoh suaminya.
" Kenapa? atau sebenarnya kamu yang ingin nambah lagi? nambah satu lagi mungkin dapat gelas cantik, kayak kamu?"
" Dih... itu sih maunya mas! aku mau mandi aja, sebentar lagi sudah subuh ini, mas kan belum pernah jadi imam sholatku setelah kini menjadi suamiku."
" Okey siap." Jawab Chris dengan mantap.
" Mulai sekarang.. setiap pagi mas harus jadi imamku, tapi kalau siang nggak harus, mas kan kerja juga, yang penting tidak meninggalkan ibadah kita, karena seburuk-buruknya kita, jangan pernah meninggalkan sholat, diterima atau tidak sholat kita, biar Alloh yang atur, semoga doa-doa kita selalu bertemu di amin yang sama."
" Amin, dengan senang hati sayang, pelvk dulu sini dikit aja?"
" Nggak, bisa-bisa nggak jadi mandi nanti aku, hehe..." Gemintang langsung bangkit dan berlari menuju kamar mandi.
Mentari pagi pun akhirnya muncul ke bumi, dan mulai memancarkan sinarnya untuk memberikan kehangatan dipagi ini.
Dengan ditemani dua cangkir kopi hitam dan breakfast yang disajikan hotel itu, Chris dan Gemintang sarapan di balkon kamarnya.
Tak berapa lama terdengar suara ketukan dari pintu kamar mereka.
" Siapa sayang?"
" Entah, mungkin Sabrina kali mau ngajak sarapan di Restoran bawah, perut dia kan katrok, mana bisa dia sarapan roti doang, kalau belum bau nasi putih pasti masih kelaparan dia." Gemintang langsung berjalan ingin membukakan pintu, dan Chris pun langsung mengikutinya.
" Selamat pagi."
" Tante?"
Degh!
Saat mata wanita itu dan mata Chris bertemu, seolah ada daya magnet tersendiri yang membuat mereka saling memandang dengan pemikiran masing-masing.
" Tante ngapain disini pagi-pagi?" Tanya Gemintang dengan tatapan menyelidik, apalagi saat mereka berdua saling terdiam tanpa sepatah katapun dan masih saling adu pandang.
" Hello! ada aku disini woi!" Suara teriakan Gemintang akhirnya menghancurkan lamunan mereka.
" Jangan pergi!" Gemintang tidak ingin bertanya-tanya didalam hati, dia tidak suka memendam perasaan, kalau bisa diselesaikan langsung kenapa tidak, pikirnya.
Karena Gemintang masih menaruh curiga, bahwa tante itu pasti punya hubungan khusus dengan suaminya, makanya dia sengaja ingin mengkorek habis pagi ini.
" Mas nggak kenal sama dia, jadi kamu lanjut aja ngobrol, mas mau lanjut ngopi sayang."
" Tapi katanya dia rekan kerja mas? yang aku ceritakan kemarin itu loh, fans mas kali, coba inget-inget dulu." Gemintang langsung berbisik disamping telinga suaminya.
" Emm... begini, maaf kalau saya menggangu waktu istirahat kalian berdua, perkenalkan.. Saya Widya, owner dari hotel ini."
" Owh... tante pemilik hotel ini juga?" Gemintang langsung manggut-manggut, pantesan sepagi ini udah nongol disini, pikirnya.
" Iya benar sekali nak, begini kedatangan saya pagi-pagi kesini adalah untuk memberikan Gift kepada kalian berdua, sebagai pelanggan spesial di hotel kami, karena kalian juga sudah mempercayakan hotel kami untuk memeriahkan pesta akbar pernikahan kalian berdua, silahkan diambil, semoga kalian menyukainya." Wanita itu menyerahkan sebuah kotak ke hadapan Gemintang.
" Owh... begitu, kirain tante itu.. anu.. hehe."
" Jangan salah paham, saya bukan wanita yang menyukai berondong, kamu takut ya tante mengincar suami kamu?" Ledek Widya dengan senyuman.
" Hehe... maaf tante, soalnya lagi marak pelakor sih, dan jaman sekarang itu pelakor suka tidak mengenal umur, main sikat aja kan?"
" Kalau kalian berdua bahagia, aku pun sama."
" Kenapa tante?"
" Owh.. nothing, silahkan dibuka gift nya."
" Woah... really ini gift untuk kami? satu set emas berhiaskan batu berlian? wow banget kalau ini sih, bukan gift lagi namanya, tapi rejeki nomplok!" Gemintang terkejut sendiri akhirnya, baru kali ini dia melihat Gift yang kalau dijual bisa berharga ratusan juta rupiah pikirnya.
" Kenapa kamu memberikan itu kepada kami?" Chris malah merasa sebaliknya.
__ADS_1
" Heh mas... jangan judes-judes gitu kenapa, dia owner hotel ini loh?"
" Emm... it's okey, memang banyak yang selalu salah sangka dengan kita, walau mungkin mereka tidak tahu akar dari permasalahan itu yang sebenarnya, tapi manusiawilah, karena kesan pertama yang orang lain lihat itu kan casingnya, kita mana tahu isinya sebelum lama mengenalnya, bukan begitu mas, eh.. bapak Chris yang terhormat?"
Namun Chris tetap diam saja, tanpa punya niatan untuk menjawabnya.
" Okey, silahkan dilanjut sarapannya, semoga kalian suka giftnya, dan tante mohon agar tidak membuang benda itu, kalau misalnya kalian berdua tidak menyukainya, bisa kalian simpan saja sebagai kenang-kenangan dari hotel kami, kalau begitu saya permisi." Wanita itu langsung ingin mengundurkan diri dari sana, karena tatapan Chris tiba-tiba berubah, seolah dia tidak menerima kedatangannya, walau wanita itu tidak punya niatan jahat sekalipun.
" Siapa kamu!" Chris langsung menajamkan kedua matanya, feellingnya mengatakan kalau ada sesuatu hal yang lain dari wanita setengah baya yang masih fashionable ini.
" Mas jangan begitu!" Gemintang langsung merasa tidak enak hati.
" Saya cuma owner hotel ini saja." Walau terlihat berat, namun Widya berusaha untuk tetap tersenyum.
" Jangan bohong!" Chris kembali menajamkan pandangannya.
" Mas... kenapa sih, orang dikasih hadiah kok malah marah-marah, nggak boleh kek gitu mas, nggak baik."
" Kembalikan barang itu!" Ucap Chris dengan tampang ketusnya.
" Why?"
" Sayang cepat kembalikan, kalau kamu suka, kita bisa beli sekarang, uang mas tidak akan habis jika hanya untuk membelikan kamu kayak begituan, bahkan dengan tokonya sekalipun."
" Tapi kenapa mas?"
" Chris... tolong jangan begini." Tiba-tiba wanita itu langsung memanggil nama.
" Heh?" Gemintang malah jadi melongo melihat perubahan panggilan nama untuk suaminya.
" Tante sebenarnya siapa sih?" Tanya Gemintang yang semakin kepo.
" Sayang, kita masuk saja, kembalikan barang itu, kita kemasi barang kita sekarang." Ucap Chris yang sudah mulai curiga.
" Sekarang juga? katanya besok baru kita pulang mas?"
" No, kita langsung check out sekarang juga!"
" Ada apa sih ini?" Gemintang semakin bingung dibuatnya.
" Chris, maafkan mama."
Duar!
Seolah ada petasan api yang meledak disana, Gemintang yang sudah ditarik masuk kedalam kamar itu langsung tercengang dan menatap wanita itu kembali.
Mama? jadi dia mamanya mas Chris? astaga... aku pikir dia calon pelakor, kalau ini sih bukan gift lagi namanya, tapi kejutan kehidupan yang terasa pahit.
" Aku sudah tidak punya mama lagi! ayok sayang, kita berkemas." Chris bahkan tidak mau memandang kearahnya.
" Tapi nak?"
Apalagi setelah Chris mendengar ada embel-embel panggilan 'Nak', itu semakin meyakinkan dirinya bahwa dia adalah wanita yang tidak ingin Chris lihat, sekalipun dia sangat merindukannya.
Bhug!
Chris langsung membanting pintu itu dengan kasar, saat dia melihat perhiasan yang diberikan kepada Gemintang tadi, dia sudah merasa ada yang aneh, karena sekilas dia seperti pernah melihat emas yang berhiaskan batu berlian yang memang tidak ada duanya itu.
Alloh tidak pernah menaruh tanggung jawab di pundak yang salah.
Kamu yang terpilih?
Itu berarti kamu yang mampu, orang lain belum tentu bisa sekuat dan setegar kamu.
Jadi, bertahan dan bersabarlah, karena pasti ada kemudahan setelah kesulitan.
__ADS_1
..."Berdamai dengan diri sendiri, berdo'a, nikmati real life and istighfar is the best solution of any problem."...