Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
76. The power of money


__ADS_3

...Happy Reading...


Sebagai seorang sahabat, apalagi sudah berasa seperti saudara, yang selalu ada ketika kita sedang susah maupun senang, Gemintang ikut merasa tidak terima, saat Sabrina seolah tidak dianggap oleh suaminya sendiri.


Jadi setelah meeting selesai, Gemintang langsung membelokkan mobilnya ke Mall terbesar di kota itu.


" Kita mau belanja apa? ini masih jam kantor loh Gem?" Tanya Sabrina yang mengikuti saja langkah sahabatnya itu.


" Sudah lama sekali aku tidak menggunakan blackcard ku ini, takut pula nanti jamuran kalau nggak dipakai kan? jadi hari ini kita akan Me Time bareng gaes." Jawab Gemintang dengan semangat empat lima.


" Tapi Gem?"


" Nggak usah pakai tapi-tapian, anggap saja ini juga kerjaan, nemenin bos healing biar nggak stress okey?"


" Kalau begitu lanjutlah sampai sore, haha..!"


" Kirain mau nolak lagi." Ledek Gemintang.


" Ya nggak mungkinlah, dikasih free kok nolak, kata simbah ni ya, menolak rezeki itu mubadzir, tak elok tauk!"


" Simbah lah konon, hahaha.."


Tuhan begitu baik, jika kita selalu berprasangka baik kepada-Nya, semua yang datang pada diri kita pasti yang baik-baik, dan Gemintang adalah salah satunya, Give Thanks to Alloh..


Sabrina akhirnya bisa tersenyum saat melihat betapa baiknya sahabatnya itu.


Akhirnya mereka memasuki outlet-outlet disana satu persatu, diawali dengan toko pakaian bermerk terlebih dahulu.


" Na... selamat ulang tahun, loe ambil saja baju kerja, baju santai atau baju apapun itu, sepuasnya." Gemintang langsung merangkul lengan sahabatnya yang malah terlihat kebingungan.


" Emang siapa yang ulang tahun hari ini Gem, apa kamu lupa hari ulang tahunku?" Sabrina langsung menatap wajah Gemintang dengan heran.


" Hehe... kado ulang tahun dibayar di muka, pokoknya kamu harus ganti style mulai sekarang."


" Maksudnya? apa style aku itu terlalu norak ya Gem? pantas saja mas Peter malu mengakui aku sebagai istrinya didepan orang lain." Sabrina tanpa sadar mengeluarkan unek-uneknya yang sebenarnya ingin dia simpan sendiri.


" Maksudnya? kapan Peter tidak mengakui kamu sebagai istrinya? didepan siapa?" Gemintang langsung memicingkan kedua matanya, dia jadi semakin mantap dengan misinya.


Niat awal Gemintang memang ingin make over Sabrina, tapi bukan karena alasan itu, dia hanya ingin Sabrina membuat Peter kesengsem terhadapnya saja.


" Hah... ehh... enggak kok." Sabrina langsung menutup mulutnya karena keceplosan bicara.


" Jujur Sabrina! sejak kapan kamu bisa berbohong denganku?" Gemintang langsung menarik telinga Sabrina dengan gemas.

__ADS_1


" Hehe... maaf Gem, bukan begitu, cuma..." Sabrina jadi merasa bersalah karenanya.


" Woaaahh... semakin gemes pengen kremesin saja aku lihat Peter itu, boleh nggak sih kalau aku carikan dukun buat nyantet dia sekarang, biar si Sumarno itu bisa bertekuk lutut dihadapan kamu!"


Gemintang kembali emosi dibuatnya, setiap bertemu dengan Peter saja selalu berdebat, apalagi ditambah dia berani menggores hati Sabrina, semakin meluap-luap kekesalannya dengan Peter.


" Apaan sih Gem, musyrik itu namanya." Sabrina langsung menyentil kening sahabatnya, bisa-bisanya sampai bawa-bawa dukun pikirnya.


" Kesel banget gue lama-lama ngelihat dia, tadi dia ada disini?"


" Hmm... tapi ya sudahlah Gem, aku tidak apa-apa, siapalah aku ini jika dibandingkan dengan dia ya kan?"


" Nggak gitu juga caranya bestie!" Gemintang tetap merasa tidak terima.


" Dia mau menolongku saja aku harusnya sudah bersyukur dan berterima kasih dengannya, jadi kalau cuma tidak diakui didepan orang lain saja itu tidak seberapa, karena adanya dia, ayahku bisa menutup mata dam beristirahat dengan tenang, jadi aku tidak akan berharap lebih dengannya." Sabrina menundukkan kepalanya dengan lemas.


" Hei... jangan patah semangat kamu Na! kamu itu cantik loh, bodoh banget pria yang menyia-nyiakan kamu itu, lihat saja setelah ini apa reaksi dia."


" Maksud kamu? aku nggak mau ya Gem kalau harus main dukun!" Sabrina takut kalau sahabatnya itu nekat.


" Cih... tanpa dukun pun kamu bisa menakhlukkannya, nggak tahu aja si Sumarno itu, The power of money, kalau duit sudah berbicara, kita lihat saja dia bisa apa." Umpat Gemintang dengan senyum liciknya.


" Gem... mau kemana ini?"


Setelah mendengar curhatan Sabrina, Gemintang seolah semakin tambah semangat untuk menjadikan Sabrina spek bidadari.


" Tapi Gem?"


" Hello mbaknya... come here please, aku mau make over sahabat aku ini." Gemintang langsung masuk ke sebuah salon kecantikan terbesar disana dan memanggil beberapa karyawan salon itu dengan heboh.


" Ada yang bisa kami bantu nona?" Tanya pemilik salon itu dengan ramah.


" Aku akan banyar kalian dua kali lipat, make over dia dari ujung rambut sampai ujung kaki sampai perfect dan ajari dia juga tutorial make up simple untuk sehari-hari, akan aku berikan bonus juga buat kalian kalau hasilnya memuaskan, okey?"


" Siap nona."


Mereka langsung terlihat bersemangat, jarang-jarang yang menawarkan bonus pada mereka, apalagi tanpa minta diskonan dalam setiap biaya perawatannya pikir mereka.


" Gem... kamu juga ikut dong, biar tuh bujang semakin tergila-gila sama kamu."


" Bujang siapa?"


" Siapa lagi, pak Chris lah."

__ADS_1


" Aku begini saja dia sudah termehek-mehek, kalau ditambah di make over lagi, bisa pusing kepalaku meladeni rengekannya."


" Biarkan saja, daripada terus mengingat calon mantan suamimu kan, mending cari yang fresh bukan?"


" Ckk... aku belum berpikir kearah sana, sudahlah yang penting kamu dulu saja, kita buat si Sumarno itu mengemis cinta denganmu!"


" Jahat nggak sih gue Gem?"


" Bukan kamu yang jahat, tapi dia!"


" Dia nggak jahat Gem."


" Gimana sih Na, kamu kok malah jadi belain dia?"


" Nggak belain, cuma memang aku nggak pantas saja jadi miliknya."


" Trus maunya kamu gimana Sabrina?"


" Biarkan saja mengalir seperti semestinya dan berjalan seperti seharusnya, pernikahan yang langgeng itu atas dasar saling mencintai dan menyayangi, jika memang dia tidak bisa melakukan itu denganku untuk apa aku memaksanya? toh... semua hal yang dipaksakan hasilnya juga tidak akan baik kan?" Sabrina kembali sadar diri, dan mengingat semua tentangnya.


" Tapi aku tetap ingin make over kamu, apapun alasan kamu, Peter memang sudah keterlaluan."


" Gem... kita tidak bisa memaksa orang lain menyukai kita, kita juga tidak bisa mencegah orang lain untuk membenci kita, kita hanya perlu baik-baik saja kepada siapapun, baik yang menyukai maupun yang membenci." Kata mutiara dari seorang Sabrina langsung muncul begitu saja.


" Aku tidak masalah jika kamu memang sudah tidak tahan untuk tetap bersamanya, namun aku tetap tidak rela kalau kamu sampai terluka."


" Gem?"


" Sabrina, sejak kapan kamu jadi lembek seperti ini? dulu kamu yang menggebu-gebu saat melihat mas William menggila? trus sekarang saat ada masalah yang menghampirimu, kamu jadi lemah begini, why?"


" Tapi ini lain cerita Gemintang."


" Owh... tidak bisa, kita harus tetap kuat, jangan menyerah, kalau ada yang menyakiti kita, setidaknya kita harus memberikan sedikit hadiah untuk mereka, biar mereka tahu, kita bukan wanita yang mudah teraniaya!"


" Haish... kalau kamu sudah begini, aku bisa apa?"


Sabrina hanya bisa menaikkan kedua bahunya, kalau tekad Gemintang sudah begitu kuat, tidak akan ada yang bisa menghalanginya.


Jangan sesekali mengucap selamat tinggal bila kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup.


Tetap sabar, semangat, dan tersenyum karena kamu sedang menimba ilmu di Universitas Kehidupan. Allah menaruhmu di tempatmu yang sekarang, bukan karena kebetulan.


TO BE CONTINUE...

__ADS_1


Kita lanjut bestie, tapi jangan lupa, tinggalkan VOTE kalian ya, big hug buat kalian semua.


__ADS_2