Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
109. Nguping


__ADS_3

...Happy Reading...


Disaat Gemintang masih asyik meluapkan memori-memorinya dimasa lampaunya, disebuah perbukitan indah yang hijau dan membentang luas pepohonan disekelilingnya.


Ada dua sosok pria yang sudah berpenampilan casual lengkap dengan topi dan kaca mata hitamnya, sedang berdiri menyandar disebalik pohon besar dengan gaya cool mereka, sambil terus menguping pembicaraan wanita-wanitanya masing-masing.


" Ternyata menguping itu ada hikmahnya juga ya bos?" Peter langsung berkomentar saat menjadi detektif dadakan.


" Hikmah apaan?" Jawab Chris anpa mengalihkan pandangan dari wanitanya.


" Kita kan jadi tahu bagaimana perasaan mereka dengan kita yang sesungguhnya, dan bagaimana pendapat mereka juga tentang kita kan?"


" Iya juga sih, aku kira wanitaku itu karena terpaksa menerimaku dia akan mengumpatku dibelakang, ternyata dia menerimaku dengan hati yang terbuka, aish... makin cinta aku sama si Janda kembang itu." Chris langsung tersenyum-senyum sendiri membayangkan wajah Gemintang yang terlihat bersinar itu.


" Itu juga karena wanitaku yang mengingatkan, kalau sudah ada kamu sekarang disampingnya!" Peter langsung tidak mau kalah.


" Hei... tanpa dia ingatkan sekalipun, aku tuh sudah terselip didalam hatinya, dan sebentar lagi akan memenuhi seluruh isi ruang dihatinya, mengerti!" Pendapat Chris seolah tidak terbantahkan.


" Aish... mau menyangkal kasian juga lihatnya, jadi iyain ajalah!" Ledek Peter tanpa rasa takut sama sekali.


" Kampret luh, mau bonus nggak!"


" Hehe... dengan senang hati boskuh, Sumarni itu pasti sebentar lagi akan tergila-gila dengan anda bos!" Saat mendengar kata bonus, dia langsung saja memuji lawan debatnya itu.


" So pastilah, memang siapa yang tidak terpana dengan pesonaku!" Jawab Chris yang kembali ke sifat awal dulu.


" Tapi... emm, coba dengar itu?"


Sesaat setelah mereka memuji wanitanya masing-masing, tiba-tiba topik mereka beralih ke mantan suami Gemintang dan itu sontak membuat otot-otot diwajah dan tangan Chris langsung mengeras.


" Aish... sialan! dia lagi... dia lagi, apa tidak ada topik pembicaraan lain selain dia! mantan tak berguna juga masih aja diingat-ingat, menyebalkan sekali."


" Woah... masih baik aku jadi yang pertama, kalau sama seperti anda berat juga kan bos!"


Dan saat Chris mendengar isakan tangis dari Gemintang hanya karena mengingat sang mantan, emosinya tiba-tiba meledak, dia sungguh tidak rela air mata wanitanya itu menetes hanya karena masa lalu dengan pria bejat sepertinya.


Aish... wanita yang satu ini.


" GEMINTANG, BESOK PAGI KITA MENIKAH!"


Chris sudah tidak tahan lagi, dia langsung berteriak lalu muncul dari sebalik pohon dan berkacak pinggang dibelakang Gemintang, bahkan Sabrina juga sudah ikutan melongo karena terkejut melihat kedatangan dua orang yang paling berkuasa di perusahaannya dulu.


" HAH?"


Gemintang dan Sabrina sampai mengucek kedua matanya, takut salah melihat orang karena mereka baru saja membahas tentang mereka juga.


" Hai sayang... tempat kita sama ternyata ya?" Peter langsung ikut berdiri disamping Chris dengan senyum yang dia paksakan, sambil menyindir istrinya yang langsung terlihat pucat, karena merasa bersalah.


" Cie... Lamarannya keren euy... nggak banyak basa basi, semangat mas kamu pasti diterima!" Salah satu anak muda mewakili satu genk nya untuk menjadi penyemangat Chris disana.


" Terima... terima... terima... terima dong mbaknya!"

__ADS_1


Tanpa mereka duga, para pengunjung yang lainya pun ikutan bersorak kepadanya dan membuat video tentang mereka demi bisa update berita terbaru di akun sosial media mereka masing-masing.


" Mas Chris." Gemintangpun jadi tidak enak hati saat Chris mendengar curhatan dia.


" Apalagi!" Wajah Chris pun sudah terlihat tidak bersahabat.


" Ahehe... maaf ya, kalau suaranya mengganggu kalian, silahkan dilanjut acara kalian." Gemintang langsung membungkukkan tubuhnya sejenak dan mengajak Chris agar mengikutinya.


" Cih... menyebalkan sekali." Umpat Chris kesal namun juga tetap mengikuti langkah kekasihnya.


" Mas Chris, jangan begini malu dong." Gemintang langsung menarik lengan kekasihnya dan mengajaknya masuk kedalam tenda.


" Dasar pembohong, kenapa sih wanita itu pandai sekali berbohong."


" Dan mas pun sama, pandai juga membalas kebohongan kami, katanya mau bisnis keluar kota tadi kan?"


" Iya... aku bisa bisnis dimana saja kan memang bisa, bahkan kalau perlu aku bisa hancurkan tempat ini dan akan aku buat sebuah gedung, agar semua kenangan masa lalumu hilang semua tak bersisa!"


" Mana ada gedung diatas bukit?"


" Bodo Amat, aku bisa buat Villa, atau restoran, dengan view sebagus ini pasti laris dipasaran." Jiwa bisnisnya langsung muncul, padahal dia hanya asal saja memberikan alasan tadi biar kelihatan masuk akal.


" Mamaskuh yang paling ganteng, mas haus nggak? aku bawa white coffe loh tadi, mantep banget diminum saat cuaca sedang sejuk-sejuk begini." Karena sudah tidak bisa mengelak, jadi Gemintang lebih memilih untuk merayu kekasihnya saja.


" Jangan merayuku, ngak akan mempan, pokoknya besok kita menikah!" Ucap Chris dengan pendiriannya tadi, dia tidak mau Gemintang terlalu larut dalam masa lali, apalagi sampai kembali pada mantan kekasihnya yang masih ngarep dengannya.


" Hehe... mas pikir nikah itu gampang apa? apalagi orang tua mas yang langsung berubah pikiran karena tahu aku ini adalah seorang Janda kan?" Gemintang tersenyum getir melihat nasipnya sendiri.


" Emm... sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung dengan niatnya."


" Nah... itu tahu, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkannya, asal mau berusaha dan berdoa."


" Iya.. aku mengerti mas."


" Jadi ini tujuanmu kesini?"


" Tujuan apa?"


" Mengingat mantan?"


" Bukan, aku memang setiap tahunnya pasti kesini mas."


" Dengan mantan suamimu itu kan?"


" Itu kan setelah menikah, sebelumnya aku selalu pergi dengan abang, sama ayah dan ibu, karena mereka dulu awal bertemunya disini." Gemintang menjelaskan salah satu kebiasaan keluarganya, yaitu setiap akhir pekan selalu menyempatkan diri untuk kumpul keluarga.


" Trus kenapa kamu tadi mewek karena dia!"


" Bukan karena dia mas." Gemintang mencoba mengelak sebisanya.


" Tapi karena kenanganmu bersama dia di tempat ini kan?"

__ADS_1


Chris memang tidak bisa menutupi kekesalannya, kalau memang dia tidak suka, dia akan mengatakannya secara gamblang nggak pakai basa-basi.


" Eehh mas... tau nggak kenapa semut itu kecil?" Satu ide langsung terlintas dipikiran Gemintang.


" Nggak usah mengalihkan pembicaraan, aku lagi ngomong serius ini."


" Aku juga serius mas, coba jawab dulu."


" Entahlah, memang dari sononya kecil kali!" Jawab Chris dengan asal.


" Bukan, karena kan yang besar itu rasa sayang aku kepada mas, hehe." Gemintang langsung menoel hidung mancung Chris yang sudah kembang kempis karena ingin marah namun tidak jadi.


" Gemintang!" Antara kesal tapi juga senang Chris mendengarnya.


" Hehe... Biarpun awalnya aku terpaksa menerima mas, tapi bukan berarti aku tidak menyayangi mas sepenuh hati, jauh sebelum mas bilang suka denganku, aku sudah menaruh simpati banyak dengan mas, emm... mas itu istimewa banget buat aku."


" Eherm... bohong." Chris langsung mulai Ge eR karena pujian dari kekasihnya.


" Cie... seneng nie ye?" Ledek Gemintang sambil tersenyum dengan manisnya, membuat Chris semakin grogi saat menatap wajahnya.


" Apaan sih!" Chris langsung membuang wajahnya kesamping sambil tersenyum malu-malu.


Hanya Gemintanglah satu-satunya wanita yang berani menggombali serta meledeknya, selama perjalanan kisah dihidupnya.


" Kamu kalau lagi marah makin lucu deh mas, makin gemas, dan makin bikin tambah sayang. Kalau gini gimana mau pindah ke orang lain?" Rayu Gemintang kembali dengan fasehnya.


" Memangnya kamu mau pindah kemana, jangan harap kamu bisa lari dariku!" Chris langsung terlihat mengancam.


" Dih.. siapa juga yang mau lari, dapet capek doang, mending jalan bareng sama mas, melewati suka dan duka bersama ya kan?"


" Tidak akan aku biarkan kamu melewati duka dan lara, karena saat bersamaku kamu hanya boleh bahagia."


Cup


Untuk yang pertama kalinya, Gemintang berinisiatif menyambar bibirr kekasihnya itu terlebih dahulu.


Dia begitu tersanjung saat mendengar ucapan dari Chris yang begitu menenangkan, padahal dihadapan mereka banyak sekali rintangan yang menghadang.


Namun dia sudah berkomitment terlebih dahulu, dan itu yang membuat Gemintang semakin menaruh rasa yang lebih dengan sosok Chris Arthur kekasih hatinya.


Kita bukanlah sebatang pohon, namun kita hanyalah setiap helai daun yang terhubung dan saling melengkapi satu sama lain.


Kehidupan cinta adalah tentang bagaimana kita saling melengkapi bukan bagaimana kita saling menyakiti.


TO BE CONTINUE...


...****************...


Kasih bonus doubel update lagi, pokoknya apa sih yang nggak buat kalian bestie😊


Yang penting like, vote dan hadiahnya lancar, updatenya juga lancar dong😁

__ADS_1


...****************...


__ADS_2