
...Happy Reading...
Kedua biji mata Chris Arthur seolah ingin terlepas dari cangkangnya, saat melihat Gemintang berjalan berdampingan dengan William disana.
Astaga perempuan yang satu itu, minta dinikahin sekarang juga apa gimana? ngapain juga dia datang kesini dengan Mantan suaminya itu!
Emosi, amarah dan juga kekesalan Chris seolah menumpuk jadi satu, dan meledak disana, dia sungguh tidak menyangka jika anak dari sahabat baik ayahnya itu adalah William.
Allohuakbar... kenapa ada mas Chris juga disini, ya ampun... sama kedua orang tuanya lagi, haduh... bagaimana ini, sandiwaraku jadi pacar mas Chris masih berlanjut nggak ya? atau dia sudah bilang putus?
Gemintangpun langsung terdiam terpaku, bingung harus menjelaskan ke siapa terlebih dahulu.
" Jadi perempuan itu istrinya anakmu Pak Barra?" Ibu Chris yang memang sedari awal tidak menyukai Gemintang langsung tersenyum licik karenanya.
" Emm... William sini, ayah kenalkan kamu dengan teman kuliah ayah dulu, dia pembisnis yang handal, kita juga diajak kerja sama dengan putranya nanti."
Barra hanya tersenyum penuh dengan keraguan, namun dia mencoba untuk tidak memikirkannya, karena dia fikir Robert sang sahabatnya itu tidak mengenali siapa Gemintang.
" TIDAK!" Chris dan William menjawabnya dengan serentak.
" Kenapa William? ada masalah?" Tanya Barra dengan tatapan bertanya-tanya.
" Jelas... mereka semua bermasalah." Umpat Ibu Chris sambil tersenyum, diantara mereka hanya ibu Chris yang merasa bahagia dengan Kejutan Hidup kali ini.
" Ayah... ehh... om saya mau..." Gemintang ingin menjelaskan sesuatu, namun ayah Chris tidak mau memandang kearahnya.
" Chris? what happen? apa maksud dari semua ini?" Wajah dari Robert terlihat merah padam, darahnya seolah sudah naik semua ke ubun-ubun.
" Ayah, mereka sudah resmi bercerai, nanti akan aku jelaskan semua dirumah okey?" Chris sudah paham apa makna dari tatapan ayahnya.
" Bercerai? maksud kamu gimana, dia.. dia.. @rgh.. Chris kamu...!" Robert langsung memegang dadanya yang tiba-tiba terasa sesak.
" AYAH!"
Chris langsung berteriak dan memapah tubuh ayahnya yang tiba-tiba melemas.
" Papah? astaga... ini semua gara-gara kalian!" Ibu tiri Chris langsung menatap tajam kearah Gemintang.
" Kita ke rumah sakit sekarang bos! biar paman aku yang gendong!" Peter langsung mengambil alih tubuh Robert dan menggendongnya menuju parkiran mobilnya.
" Gemintang, ikut aku sekarang!" Ucap Chris seketika
" Tapi mas?" Gemintang terlihat ragu sendiri jadinya, dia merasa serba salah dalam situasi ini.
__ADS_1
" Mau jalan sendiri atau aku gendong kamu sekarang!" Umpat Chris dengan wajah yang sudah tidak bisa dijelaskan lagi kusutnya.
" Hei... kalau dia tidak mau jangan dipaksa lah, apa hakmu memaksa dia!" William langsung merasa keberatan.
" Lalu apa hakmu melarangku, kamu sudah bukan suaminya, kamu hanya MANTAN Gemintang, ingat itu!" Chris pun tidak mau kalah berdebat.
" HEI... KAU YA!" Emosi William langsung memuncak.
" Jangan meninggikan suaramu dihadapanku! lebih baik kamu urus saja ayahmu itu, dan jangan lupa, ceritakan kepadanya, bahwa Gemintang bukan lagi istri kamu, mengerti?" Chris mengatakan itu semua dengan penuh penekanan.
" Mas Chris.. sudahlah, jangan salahkan ayahnya mas William." Gemintang merasa kasian saat melihat ayah William yang langsung tertunduk lesu tanpa berkata-kata sedikitpun.
" Gemintang sayang, aku tanya sekali lagi, mau jalan sendiri atau aku yang gendong?"
Chris pura-pura tersenyum, namun matanya tetap melotot kearah Gemintang, dia seolah memberikan pesan lewat tatapannya, bahwa 'kamu harus ikut denganku'.
" Siaaal... berani-beraninya dia panggil Gemintang dengan sebutan sayang didepan kedua mataku." Umpat William sambil melengos kesal.
" Mas tapi?" Gemintang kembali merasa serba salah.
" GEMINTANG LEA PRAKOSO!" Lengkap sudah nama janda muda itu disebut.
" Okey... okey, aku jalan sendiri!" Gemintang memilih mengalah saja, daripada mereka kembali menjadi sorotan publik disana.
Akhirnya Gemintang memilih mengikuti Chris saja, karena api kemarahan sudah jelas terlihat dari wajahnya, namun dia sempat menoleh dan menunduk kearah mantan ayah mertuanya, yang tidak kalah syock juga ternyata dan tak lupa dia mengucapkan kata maaf dengan beliau walau tanpa suara.
Bagaimanapun juga, sampai saat ini mantan ayah mertuanya itu masih sangat dia hormati dan dia sayangi layaknya ayah sendiri, karena sampai detik ini pun, dia masih memperlakukan Gemintang dengan baik dan penuh kasih sayang layaknya anak sendiri.
" Chris... kenapa kamu bawa wanita itu, dia yang sudah membuat ayahmu seperti ini nak!" Ibu Chris seolah semakin benci melihat Gemintang ikut berada disana.
" Sudahlah, urus saja ayahku, wanita ini biar aku yang mengurusnya, dia tidak ada kena mengena denganmu." Jawab Chris dengan acuh tak acuh, namun tangan kirinya tetap mengenggam jemari Gemintang yang sudah kalut di kursi mobil paling belakang, dia pun bingung harus berbuat apa dan bagaimana untuk saat ini.
Berbagai selang dan alat bantu penyambung hidup pun telah tertempel ditubuh ayah Chris.
Robert sekarang berada diruang ICU, untung saja letak Hotel itu tidak jauh dari Rumah sakit terbesar di kota itu, jadi nyawa ayah Chris masih bisa tertolong.
" Keluarga bapak Robert?" Setelah menunggu satu jam lebih akhirnya seorang dokter keluar dari ruang ICU.
" Ya saya putranya dokter." Chris langsung berlari mendekat kearah dokter itu dengan perasaan was-was.
" Untung kalian segera membawanya kesini, terlambat sedikit saja mungkin akan berdampak fatal dengan kondisi kesehatan ayahmu."
" Apa ayah punya penyakit parah?"
__ADS_1
" Hmm...sudahlah, yang penting ayahmu sudah membaik sekarang dan akan segera kami pindahkan ke ruang rawat inap."
Pantas saja ayah memilih pensiun? tapi kenapa dia tidak menceritakan secara detail penyakitnya itu denganku?
" Baik dokter." Chris hanya menggangukkan kepalanya saja.
" Satu lagi, tolong jangan bebankan masalah apapun kepadanya untuk saat ini, dan jangan membuat ayah kamu emosi ya, jaga dia baik-baik." Dokter itu seolah mewanti-wanti dengan keluarga pasien.
" Terima kasih dokter." Chris langsung bisa menghela nafasnya, setidaknya dia sudah lega saat ayahnya dalam keadaan baik-baik saja.
" Peter, kamu jaga ayahku sebentar." Chris langsung memanggil Peter yang masih setia menanti perintah disana.
" Okey bos!" Jawab Peter dengan sigap.
" Gemintang, ayo ikut aku!" Teriak Chris sambil menarik kembali tangan Gemintang.
" Chris, mau kemana kamu? ayah kamu sakit loh, masak kamu mau pergi dengan wanita itu?" Ibu Chris kembali protes saat melihat mereka akan beranjak pergi dari sana.
" Aku tidak pergi, aku hanya ingin bicara dengan wanitaku sebentar saja." Jawab Chris dengan mantap.
" Cih... wanitaku? istri orang saja kamu bela-belain, apa sudah tidak ada lagi gadis single lainnya didunia ini, sampai kamu harus memilihnya?" Ibu Chris langsung melirik tubuh Gemintang dari ujung kepala sampai ke ujung kaki dengan tatapan meremehkan.
" Owh... Apa kamu lupa! saat kamu mendekati ayahku, dia juga masih suami orang!"
Dan kata-kata Chris berhasil membungkam mulut ibu tirinya itu, dia mendengar banyak kisah keluarganya selama ini, hanya saja dia tidak mau ambil pusing dan ambil peduli, karena kenangan masa indah saat dia kecilpun, semuanya tidak akan pernah bisa terulang lagi.
Ini juga yang aku takutkan akhir-akhir ini mas, bila keluargamu tidak bisa menerima statusku.
Sebenarnya kenapa kalau Janda?
Tidak semua Janda itu statusnya buruk? tak semua Janda murah harganya, janganlah kau pandang sebelah mata karena seseorang menyandang status Janda. Karena menyandang status Janda juga bukan keinginannya, dan pasti ada sebabnya.
Tapi ya sudahlah...
Biarkan saja mereka membaca kita meskipun keliru, daripada menjelaskan siapa diri kita tapi menyulitkan.
Bukan hal yang mustahil, kelak mereka akan memanen sendiri rasa malu dari sikap sok tahu yang terburu-buru.
(Rintihan hati Janda)
Gemintang tidak bisa menolak, dia tetap memilih mengikuti kemana langkah Chris membawanya pergi, tanpa memperdulikan tatapan ibu Chris yang terlihat membenci.
..."Tuhan mendengar lebih dari yang kamu ucapkan, menjawab lebih dari yang kamu pinta, dan Tuhan memberi lebih dari yang kamu bayangkan, dengan waktu dan cara-Nya sendiri."...
__ADS_1