
Begitu bel istirahat berbunyi, Ryan langsung berlari ke kelas XI D untuk menemui Dinda.
Setelah Dinda keluar dari kelas dan melihat Ryan sudah menunggunya, ia segera menghampiri Ryan.
"Kita jadi ke perpus?" tanya Dinda sambil tersenyum.
"Iya, Sayang," jawab Ryan. Ia tersenyum lalu mengenggam tangan kanan Dinda dengan erat. Kemudian, mereka berdua pergi ke perpustakaan.
"Ah, aku iri banget sama Dinda," kata salah seorang siswi yang melihat Ryan berjalan sambil memegang tangan kanan Dinda.
"Dinda, lu cuma beruntung kali ini. Gua mau liat berapa lama hubungan lu sama Ryan bisa bertahan," kata Angel sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Kamu mau belajar apa, Sayang?" tanya Ryan.
"Hmm, Kimia aja," sahut Dinda sambil melihat-lihat rak buku khusus mata pelajaran Kimia. Ada banyak sekali jenis buku Kimia yang tersedia, tapi Dinda mau mengambil buku latihan soal khusus untuk ujian akhir.
"Oke," kata Ryan. Ia memerhatikan pacarnya yang ingin mengambil buku latihan soal Kimia. Ryan segera mengambilkannya untuk Dinda.
"Makasih, Sayang," kata Dinda sambil tersenyum.
"Sama-sama, Sayang," sahut Ryan.
Dinda pun mulai menyalin latihan soal yang ada di buku ke buku tulisnya.
"Sayang," panggil Ryan saat Dinda sudah selesai menyalin latihan soal ke buku tulis.
"Nanti mau aku anterin pulang?" tanya Ryan sambil tersenyum.
"Oke," jawab Dinda sambil tersenyum.
...****************...
__ADS_1
Pagi hari di sekolah
Tak terasa, pagi ini para murid kelas X dan XI akan menjalani ujian akhir semester sebelum mereka bisa naik ke jenjang selanjutnya.
"Non, hari ini Non ujian, 'kan?" tanya Pak Susilo memastikan.
"Iya, Pak," jawab Dinda sambil mengangguk.
"Semangat, ya, Non," kata Pak Susilo sambil tersenyum.
"Makasih, Pak," sahut Dinda sambil tersenyum. Setelah itu, ia berjalan memasuki kelas XI D.
"Anak-anak, hari ini kalian akan mengerjakan ujian kenaikan kelas. Silakan berdoa sesuai kepercayaan kalian masing-masing dan kerjakan soalnya dengan baik dan jujur," kata Bu Rosa. Murid-murid pun mulai berdoa dan mengerjakan soal ujian itu.
...****************...
Siang hari di sekolah
"Din, menurut kamu soal ujiannya susah gak?" tanya Ayu.
"Ah, menurut aku soalnya susah!" gerutu Ayu sambil mengernyitkan dahinya.
"Makanya, jangan pacaran mulu," sahut Amanda.
"Ngaca dong! Kamu 'kan juga punya pacar!" seru Ayu yang mulai emosi.
"Ya, tapi aku 'kan tetep belajar," kata Amanda sambil mengangkat bahunya.
"Udah-udah, abis ujian ini selesai, kalian ada rencana mau jalan-jalan ke mana?" tanya Dinda untuk melerai adu mulut di antara Ayu dan Amanda.
"Hmm, ke mana aja boleh kok," jawab Amanda.
__ADS_1
"Manda Sayang!" sapa Budi dari kejauhan. Ia segera menghampiri Amanda.
"Budi, karena kamu ada di sini, abis ujian ini selesai, kamu mau jalan-jalan ke mana?" tanya Amanda sambil menautkan lengan kanannya ke lengan kiri Budi.
"Ke hati kamu," jawab Budi sambil menatap lekat wajah Amanda.
"Bukan itu, maksud aku tuh ya jalan-jalan sama mereka semua," kata Amanda sambil menunjuk ke arah Dinda dan yang lainnya.
"Oh, aku sih terserah kalian aja," sahut Budi.
"Ri," panggil Dinda.
"Kenapa, Sayang?" tanya Ryan sambil tersenyum.
"Kamu ada ide tempat kencan buat rame-rame gak?" sahut Dinda sambil menatap kedua mata Ryan. Seluruh tubuh Ryan seketika membeku karena ia memang sudah mencari beberapa tempat kencan, tapi bukan tempat kencan untuk rame-rame.
"Hmm... kalo perginya rame-rame, mending tanya Leo aja," jawab Ryan sambil menghela napasnya.
"Oke," sahut Dinda.
"Leo," panggil Dinda.
"Iya, kenapa, Din?" balas Leo yang langsung menoleh ke arah Dinda.
"Kamu ada ide tempat kencan buat rame-rame gak?" tanya Ryan yang langsung bertanya supaya Dinda tidak bertanya kepada Leo. Leo hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Ryan.
"Kalau mau pergi rame-rame, kita ke taman hiburan aja," jawab Leo.
"Iya, pasti seru!" seru Clarissa antusias.
"Gimana menurut kalian?" tanya Leo.
__ADS_1
"Oke, kita ke taman hiburan minggu depan," jawab Rangga.
Bersambung......