
"Anak-anak." kata Bu Agnes.
"Iya, Bu." sahut seisi kelas XI A.
"Hari ini kalian akan ulangan statik. Ibu harap kalian mengerjakannya dengan jujur dan sepenuh hati." kata Bu Agnes.
"Baiklah, kalian bisa mulai mengerjakan sekarang." lanjut Bu Agnes.
...****************...
"Anak-anak. Bapak akan membagikan lembar jawaban untuk ulangan statik hari ini. Bapak berharap kalian semua mengerjakannya dengan jujur. Ingatlah bahwa berbohong bisa merugikan orang lain dan juga diri kalian sendiri." kata Pak Yanto.
"Baik, Pak." sahut semua murid kelas XI D.
"Baiklah. Kerjakan dengan jujur ya anak-anak. Bapak ada keperluan jadi kelas akan bapak tinggalkan sebentar." kata Pak Yanto setelah selesai membagikan lembar jawaban.
"Aduh, mati dah gua. Mana gua mabar ML semaleman sampe lupa hari in ada ulangan statik." kata Carlos.
"Bro, gua juga sama. Gimana nih?" sahut Daniel.
"Yaudah lah kita saling tukeran jawaban aja." jawab Carlos.
"Nomor 1 lu apa?" tanya Daniel.
"C." sahut Carlos.
"Yah, gua jawab D." sahut Daniel.
"Yaudah, D. 2 apa?" tanya Carlos.
"B." jawab Daniel.
"Lah gua A." sahut Carlos.
"Yaudah, A. 3 jawab apa?" kata Daniel.
"Menurut gue C." jawab Carlos.
"Bukannya A?" tanya Daniel.
"Hah? Yaudah A." sahut Carlos. Mereka berdua terus tukar jawaban sampai lembar jawaban terisi semua. Walaupun tidak tahu apakah jawaban yang mereka isi benar atau tidak.
__ADS_1
"Kalian ngapain nyontek?" tanya Ayu. Ayu kebetulan mendengar mereka berdiskusi saat akan mengambil penanya yang terjatuh di dekat kursi Carlos.
"Engga kok. Kami gak nyontek." jawab Daniel.
"Masa?" tanya Ayu dengan tatapan penuh selidik.
"Beneran engga kok." sahut Carlos.
"Kenapa kalian malah ngobrol! Masih ada teman kita yang belum selesai mengerjakan, jangan sampai konsentrasi mereka terganggu karena kalian. Balik ke tempat duduk kalian masing-masing!" kata Rangga. Inilah sisi Rangga yang jarang dilihat. Ayu pun mengaku kagum tapi ia juga takut saat Rangga yang ceria ketika bersamanya tiba-tiba berubah menjadi Rangga yang tegas saat harus mengatur kelas.
...****************...
"Ssst.. Jas!" panggil Raymond.
"Apa sih?" tanya Jasmine kesal.
"Nomor 3b gimana?" tanya Raymond.
"Ih. Pikir sendiri." jawab Jasmine.
"Jangan pelit gitu dong." sahut Raymond.
"Kamu yang gak mau belajar." seru Jasmine.
"Gak mau." sahut Jasmine.
"Ken.." panggil Raymond dengan intonasi sepelan mungkin.
"Napa, Ray?" tanya Kenzo.
"Bantu dong nomor 3b." jawab Raymond.
"Aduh, gua lagi gak siapin kertas buat kasih contekan. Sorry, Ray." sahut Kenzo.
"Ada apa ini?" tanya Bu Agnes.
"Ini, Bu. Si Raymond mau nanya jawaban." jawab Jasmine.
"Raymond, benarkah kata Jasmine?" tanya Bu Agnes.
Jasmine.. Awas kamu! Akan kubalas nanti! gumam Raymond dalam hati.
__ADS_1
"Hm.." jawab Raymond. Saat ini, ada rasa ketakutan dan malu yang bercampur di hatinya.
"Raymond, kamu mau mengaku lalu ibu berikan kesempatan lagi untuk Ikut susulan atau kalau ibu memeriksa CCTV dan kamu ketahuan menyontek kamu akan ibu berikan nilai nol?" tanya Bu Agnes memberikan pilihan.
"Keluar sekarang! Kamu ikut susulan nanti sore setelah pulang sekolah!" kata Bu Agnes tegas. Raymond pun segera keluar dari ruang kelasnya sambil menundukan kepalanya karena malu.
...****************...
Ulangan matematika sudah usai. Seharusnya semua siswa sudah merasa lega. Namun, ada siswa yang sudah lega karena merasa beban rumus matematika di otaknya sudah dikeluarkan semua melalui lembar jawaban dan ada juga siswa yang masih takut dan gugup akan nilai matematika mereka.
"Ryan." panggil Leo.
"Kamu lagi." sahut Ryan.
"Hehe. Iya. Kamu tidak bosan 'kan melihat sepupu kebanggaanmu yang tampan ini?" sahut Leo.
"Cih. Terserah." kata Ryan. Ryan hendak pergi ke parkiran mobil di sekolah untuk pulang tetapi langkahnya tertahan saat Leo memanggilnya.
"Hei, Ryan! Tunggu!" teriak Leo.
"Apa lagi?" tanya Ryan.
"Aku menemuimu bukan untuk diacuhkan! Paham?" seru Leo.
"Huh.. Iya paham, Tante Leo." jawab Ryan.
"Kurang ajar!" sahut Leo kesal.
"Ada apa kamu ingin menemuiku?" tanya Ryan.
"Aku mau bertanya." jawab Leo.
"Apa?" tanya Ryan.
"Apa kamu hanya pensaran dengan Dinda atau kamu memang menyukai Din..." Leo hendak bertanya tetapi sudah disela Ryan.
"Ehem. Bagaimana dengan ujian statik tadi? Apa kamu bisa mengerjakannya, tante?" tanya Ryan sengaja mengalihkan topik. Ia tahu saat ini banyak siswi yang melihat ke arah dirinya dan Leo.
"Tentu saja bisa! Berhenti memanggilku tante! Dasar pacar Angel!" seru Leo.
"Kalau begitu ya sudah. Aku mau pergi dulu, ya. Sampai besok, Leo pacar Angel." sahut Ryan.
__ADS_1
"Cih. Bagaimana bisa para siswi jatuh cinta pada pria sedingin ini? Ryan.. Ryan.. Apa kamu akan sedingin ini juga kepada pacarmu nanti? Aku merasa kasihan kepada kekasihnya kelak." kata Leo sambil mengamati bayangan tubuh Ryan yang semakin menjauh darinya. Leo menggelengkan kepalanya lalu menuju ke parkiran motor dan pulang menggunakan motor sportnya.
Bersambung.....