
“Ryan, hari ini kamu ada waktu?” tanya Leo dari sambungan telepon.
“Kenapa telpon pagi-pagi banget?” sahut Ryan.
“Sorry,” jawab Leo.
“Gak ada, kamu ‘kan tau kalo aku lebih sibuk di hari libur daripada-” kata Ryan.
“Kali ini penting,” sela Leo.
“Sepenting apa?” tanya Ryan.
“Penting banget,” jawab Leo dengan nada tegas.
“Kamu mau apa?” tanya Ryan sambil menghela napasnya.
”Aku mau kamu dateng ke rumah aku,” jawab Leo.
“Buat apa?” sahut Ryan sambil memicingkan matanya.
“Dateng aja siang ini. Gak usah makan siang dulu. Nanti langsung dateng aja, bye,” kata Leo yang langsung menutup sambungan telepon itu secara sepihak.
“Anak ini kenapa sih,” gumam Ryan.
...****************...
Siang hari di rumah Leo
“Kalian udah dateng? Ayo ke ruang makan!” ajak Leo kepada Clarissa, Ryan, dan Dinda. Mereka berempat menuju ke ruang makan, tetapi Clarissa dan Ryan langsung terperangah saat melihat ada Alexa yang sudah duduk di sana.
“Leo,” panggil Ryan sambil menarik lengan Leo ke luar ruang makan.
“Kenapa kamu ngundang Alexa juga?” tanya Ryan sambil berbisik.
”Justru dia yang jadi poin utama aku undang kalian semua,” jawab Leo.
“Maksud kamu apa?” tanya Ryan sambil mengerutkan dahinya.
“Pokoknya, kamu makan dulu aja,” jawab Leo sambil menarik lengan Ryan untuk kembali ke ruang makan. Kemudian, Ryan duduk di sebelah kanan Dinda dan Leo duduk di sebelah kanan Alexa. Sementara itu, Clarissa duduk di tengah-tengah Dinda dan Alexa.
“Halo, aku Alexa,” kata Alexa sambil menjulurkan tangan kanannya ke arah Dinda.
“Halo, aku-” kata Dinda yang baru saja ingin menjulurkan tangan kanannya juga.
“Sayang, tolong ambilin kotak tisu yang ada di sebelah kiri kamu,” potong Ryan.
“Ah, oke, ini,” kata Dinda sambil menaruh sekotak tisu itu ke samping piring Ryan.
“Ayo makan!” ajak Leo sambil mempersilakan semuanya untuk makan. Mereka semua makan, tetapi tidak ada yang bersuara bahkan sampai semuanya sudah selesai makan.
“Udah selesai makan, ‘kan? Ayo ikut aku ke ruang tamu!” ajak Leo untuk mencairkan suasana canggung di antara mereka. Kemudian, Leo menyuruh mereka semua untuk duduk di sofa.
“Jadi, hari ini aku minta kalian dateng ke sini karena-” kata Leo.
“Aku mau minta maaf,” sela Alexa.
“Minta maaf?” tanya Ryan datar.
__ADS_1
“Kalian kenal dia?” tanya Dinda.
“Din, dia Alexa, mantan Ryan,” jawab Leo yang langsung membuat Dinda menatap wajah Ryan.
“Pertama, aku paling bersalah sama kamu, Dinda,” kata Alexa sambil menatap mata Dinda.
“Kenapa kamu bisa tau nama aku?” tanya Dinda bingung.
”Karena kamu pacarnya Ryan,” jawab Alexa.
”Terus apa hubungannya aku sama rasa bersalah kamu?” tanya Dinda.
“Aku yang bikin kamu kena bola basket kemarin. Aku bayar salah satu murid buat lemparin bola itu ke kepala kamu,” jawab Alexa apa adanya.
“Alexa, kamu sengaja?” tanya Ryan setengah berteriak.
“Iya, aku sengaja,” jawab Alexa.
“Kamu-” sahut Ryan yang langsung disela oleh Leo.
“Ryan, udahlah, dia di sini buat minta maaf,” kata Leo.
“Kedua, aku yang suruh Clarissa buat kasih tau kelemahan kamu. Dia kasih tau aku kalau kamu bakal nangis pas kena bola basket,” kata Alexa.
“Din, aku-” kata Clarissa panik.
“Tapi dia juga terpaksa kasih tau karena aku ancem dia,” sahut Alexa.
“Ketiga, dua kejadian di atas itu supaya aku bisa liat apa reaksi Ryan pas kamu nangis. Aku pikir dia bakal menghindar, tapi ternyata dia malah nyusul kamu,” imbuh Alexa. Saat itu, Alexa juga menyusul Ryan sampai ke taman sehingga ia tahu apa yang sudah terjadi di antara Ryan dan Dinda.
“Aku akuin kalau ini semua karena aku cemburu sama kamu. Jadi, aku minta maaf,” lanjut Alexa.
“Kali ini kamu minta maaf tulus atau engga?” sahut Ryan.
“Ryan, kamu boleh gak percaya sama aku. Tapi kali ini, aku memang tulus,” jawab Alexa dengan nada tegas.
“Oke, aku maafin kamu,” kata Ryan.
“Clarissa?” tanya Alexa.
“Aku maafin kamu,” jawab Clarissa datar.
“Dinda, kalau kamu gimana? Kamu bakalan marah sama aku?” tanya Alexa sambil menatap wajah Dinda.
“Aku maafin kamu, Alexa,” jawab Dinda sambil memegang kedua tangan Alexa lalu tersenyum.
“Makasih, Dinda. Kamu memang yang paling baik,” sahut Alexa sambil tersenyum.
“Makasih juga semuanya,” imbuh Alexa.
“Sama-sama,” sahut Dinda dan Clarissa.
“Ryan,” panggil Alexa.
“Apa?” sahut Ryan.
”Nanti aku boleh tetep ketemu kamu?” tanya Alexa.
__ADS_1
“Ketemu boleh aja, tapi inget status kamu,” jawab Ryan.
“Kamu tenang aja, aku gak bakal cemburu lagi,” kata Alexa sambil tersenyum.
”Oke, aku sama Dinda pergi dulu,” sahut Ryan sambil mengenggam tangan Dinda.
“Aku juga pergi dulu, bye-bye,” kata Alexa kepada semua yang berada di rumah itu. Tidak lama kemudian, supirnya datang menjemputnya. Kemudian, ia segera masuk ke dalam mobilnya.
“Leo,” panggil Alexa sambil membuka kaca jendela mobilnya yang di belakang. Leo segera berjalan mendekat ke arah mobil Alexa.
“Kenapa?” tanya Leo.
“Makasih,” kata Alexa sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.
“Sama-sama,” kata Leo sambil melambaikan tangannya.
“Dinda, tunggu!” seru Clarissa. Dinda segera berhenti lalu berbalik badan.
“Din, aku tau aku salah pas kasih tau kelemahan kamu, maaf,” kata Clarissa sambil menunduk. Leo yang melihat Clarissa menunduk segera menghampiri Clarissa.
”Din, dia kasih tau ke Alexa karena terpaksa. Jadi, tolong kamu jangan marah,” kata Leo menambahkan.
“Aku tau, Clar. Gapapa kok, aku maafin kamu,” sahut Dinda sambil tersenyum.
“Tapi-” kata Clarissa.
“Lagian masalahnya juga udah lewat, kenapa masih dibahas lagi?” timpal Dinda.
“Din, semakin kamu bilang gapapa, semakin aku khawatir kalau kamu gak mau sahabatan sama aku lagi,” kata Clarissa.
“Clar, kamu gak perlu khawatir. Aku bakal tetep jadi sahabat kamu,” sahut Dinda sambil memegang tangan kanan Clarissa.
“Beneran?” tanya Clarissa dengan perasaan senang.
“Iya,” jawab Dinda sambil tersenyum.
“Makasih, Din,” kata Clarissa sambil memeluk Dinda.
“Sama-sama,” sahut Dinda yang langsung membalas pelukan Clarissa. Mereka berpelukan untuk beberapa saat.
“Tapi Leo, kenapa kamu perhatian banget sama Clarissa? Kamu suka dia?” tanya Dinda sambil tersenyum.
“Hah? Din, jangan nanya sembarangan. Dia aja tadi perhatian banget sama Alexa, jadi, dia mungkin perhatian sama semua orang,” kata Clarissa sambil menatap Dinda.
“Dasar gak peka,” gumam Leo sambil tertawa.
“Apa?” tanya Clarissa.
“Aku perhatian sama Alexa karena dia butuh perhatian. Kalau aku gak kasih perhatian ke dia, mana mungkin Alexa mau minta maaf?” sahut Leo sambil mengangkat kedua alisnya.
“Jadi, kamu nyelesaiin masalah pake perhatian?” tanya Ryan sambil tersenyum.
“Iya, aku memang gak seganteng kamu. Tapi aku lebih punya pengalaman dari kamu,” jawab Leo dengan percaya diri.
“Pengalaman yang bikin Clarissa cemburu?” sahut Ryan sambil tertawa.
“Kamu cemburu?” tanya Leo sambil menatap mata Clarissa.
__ADS_1
“Dasar gak peka!” seru Clarissa sambil melangkah pergi dari situ.
Bersambung……