
Sore hari di depan gerbang sekolah
“Kamu udah dapet jawaban dari pertanyaanku?” tanya Alexa dengan tatapan yang mengintimidasi.
“Belum, aku udah ngikutin Dinda berhari-hari tapi tetep gak ada yang bisa membuatnya menangis,” jawab Clarissa.
“Jadi, waktumu tinggal 2 hari lagi. Kalau kamu gagal…” sahut Alexa.
“Aku gak akan gagal,” sela Clarissa sambil mengepalkan kedua tangannya.
“Bagus, aku suka semangatmu. Datanglah ke rumahku setelah kamu dapet jawabannya,” balas Alexa sambil tersenyum licik.
...****************...
Sore hari di taman sekolah
“Ri,” panggil Dinda.
“Kenapa, Sayang?” sahut Ryan.
“Sebenernya, aku cuma mau bilang aja sama kamu kalau…” sahut Dinda. Namun, ia tidak melanjutkan kalimatnya.
“Bilang aja,” kata Ryan sambil tersenyum.
“Maaf, aku sebenernya gak suka kalau kamu terlalu deket sama wanita lain," sahut Dinda sambil menundukkan kepalanya.
“Kamu gak perlu minta maaf, Sayang. Kalau kamu cemburu, itu justru normal,” kata Ryan sambil mengelus rambut Dinda.
“Dan… Makasih,” imbuhnya sambil tersenyum.
__ADS_1
“Kenapa kamu berterima kasih?” tanya Dinda sambil mendongakkan kepalanya.
“Karena kamu sudah cemburu. Dengan kata lain, kamu sangat menyukaiku,” jawab Ryan sambil tersenyum lebar.
“Siapa bilang aku sangat menyukaimu? Aku cuma menyukaimu saja," bantah Dinda sambil membuang pandangannya ke arah lain.
“Aku juga sangat menyukaimu. Jadi, aku harap kamu juga jangan terlalu deket sama pria lain,” kata Ryan sambil tersenyum karena menurutnya bantahan Dinda itu lucu dan menggemaskan.
“Aku tau,” sahut Dinda sambil menatap kedua mata Ryan.
“Ada lagi yang mau kamu bilang ke aku?” tanya Ryan.
“Ada, sebenernya aku sangat suka bermain basket sejak kecil. Tapi aku pernah menangis karena bola basket yang melesat ke kepalaku. Jadi, aku gak mau main basket lagi. Gimana kalau kamu ajarin aku supaya gak takut lagi sama bola basket?” tanya Dinda.
“Ayo, kamu bisa memanfaatkan pacarmu ini untuk mengajarimu dan menemanimu bermain,” jawab Ryan yang langsung bangkut berdiri untuk menuju ke lapangan sekolah.
“Makasih, Sayang,” kata Dinda sembari bangkit berdiri.
...****************...
Sore hari di lapangan basket sekolah
"Kamu mau aku ajarin yang mana dulu?Dribbling? Shooting? Atau..." Ryan menghentikan kalimatnya sambil menatap wajah Dinda.
"Atau apa?" tanya Dinda penasaran.
"Atau aku langsung praktekkin semuanya aja?" sahut Ryan.
"Boleh," jawab Dinda. Ryan segera mengambil salah satu bola yang letaknya di ujung lapangan. Lalu, ia mulai mencontohkan semua tahapannya. Mulai dari dribbling, shooting, dan lay up.
__ADS_1
"Kamu hebat banget, kenapa aku gak pernah sadar ya sebelumnya?" tanya Dinda.
"Waktu itu, kamu belum liat pesonaku. Kali ini, aku sebagai pacar harus bisa buat kamu terpesona," jawab Ryan dengan percaya diri.
"Iya, sekarang aku coba praktek ya," sahut Dinda sambil tersenyum. Ryan mengangguk lalu mengawasi Dinda dari tengah lapangan. Sesuai dugaan Ryan, Dinda bisa langsung menguasai semua teknik dasar itu dalam waktu yang singkat.
"Ternyata main basket itu seru," kata Dinda setelah ia selesai bermain selama 30 menit.
"Iya dong, apalagi kalau pacar kamu yang ganteng ini yang ajarin," balas Ryan sambil memegang tangan Dinda.
"Kita mau ke mana?" tanya Dinda saat Ryan mengajaknya pergi dari lapangan.
"Ke kantin. Kita harus beli minuman," sahut Ryan. Dinda mengangguk lalu mengikuti Ryan untuk membeli minuman di kantin.
...****************...
Sore hari di Rumah Alexa
"Kamu udah dapet jawabannya?" tanya Alexa yang terlihat sangat antusias karena kedatangan Clarissa kali ini.
"Dinda akan menangis kalau kepalanya kena bola basket," jawab Clarissa tanpa basa-basi.
"Itu aja?" sahut Alexa dengan ekspresi bingungnya.
"Itu udah menjawab pertanyaan kamu. Jangan lupa untuk tepatin janji yang udah kamu buat," kata Clarissa mengingatkan.
"Oke, aku akan menepati janji. Pergilah," balas Alexa sambil tersenyum masam. Clarissa segera pergi dari sana secepat mungkin karena tanpa ia sadari air matanya mulai jatuh dari kelopak matanya dan membasahi kedua pipinya.
"Aku mau liat bagaimana kamu akan menghadapinya yang menangis di hadapanmu nanti, Ryan," gumam Alexa sambil tersenyum licik.
__ADS_1
Bersambung......