Ketos Tampan Itu, Kekasihku

Ketos Tampan Itu, Kekasihku
Leo Datang Menginap


__ADS_3

“Kita bentar lagi ada ujian kenaikan kelas, kamu udah belajar?” tanya Leo sambil mengeluarkan buku Kimia dari dalam tasnya.


“Udah,” jawab Ryan sambil merapihkan meja belajarnya.


“Yang mana yang belum?” tanya Leo sambil menaruh bukunya di meja dan tasnya di kursi.


“Udah semua,” jawab Ryan.


“Kayaknya aku salah ngajak orang, yaudah deh aku ajak Dinda aja,” kata Leo sambil mengangkat alisnya. Lalu, ia meraih ponsel di sakunya untuk menelepon Dinda.


“Hei, jangan!” seru Ryan yang langsung mencegah Leo untuk menelepon pacarnya. Leo segera menaruh ponselnya di atas meja dan membuka bukunya.


“Kalau gitu, ajarin aku yang ini,” kata Leo sambil menunjuk bab yang sulit dalam buku Kimia yang Ia bawa.


“Iya,” sahut Ryan datar. Ia segera duduk di samping Leo lalu mulai menjelaskannya secara rinci. Bahkan, Ryan juga menyuruh Leo mengerjakan soal latihan yang langsung ia buat setelah mengajari Leo.


“Udah ngerti, ‘kan?” tanya Ryan setelah panjang lebar menjelaskan materi yang tidak Leo mengerti.


“Iya, makasih, ya. Kamu yang terbaik,” kata Leo sambil menepuk pundak Ryan.


“Berarti sekarang kamu bisa tidur di kamar lain, ‘kan?” tanya Ryan sambil tersenyum.


“Bisa, tapi memangnya kamu mau ngapain ngusir aku? Kamu juga cuma sendirian di sini,” sahut Leo.


“Telpon pacar,” jawab Ryan singkat.


“Ehem… Yaudah, aku ke luar dulu, bye,” kata Leo yang langsung melangkah ke luar dari kamar Ryan. Lalu, ia berjalan menyusuri koridor di rumah itu sambil merapihkan bukunya di dalam tasnya sehingga tanpa sengaja Priscilla yang juga sedang melihat ponselnya menabrak Leo.


“Ci Cilla?” tanya Leo.


“Hai, Leo. Kapan kamu dateng?” sapa Priscilla ramah.

__ADS_1


“Sekitar 40 menit yang lalu, Ci,” jawab Leo.


“Oh, maaf, tadi Cici gak sengaja nabrak kamu,” sahut Priscilla.


“Iya, aku juga minta maaf, Ci,” kata Leo.


“By the way, kamu dateng jam segini, mau nginep di sini?” tanya Priscilla.


“Iya, Ci,” jawab Leo.


“Kenapa? Om mau pergi?” sahut Priscilla penasaran.


“Bukan, tadi aku dateng ke sini mau belajar bareng Ryan. Jadi, aku sekalian nginep aja di sini malem ini,” jelas Leo.


“Kamu udah belajar bareng sama dia?” tanya Priscilla.


“Udah, Ci,” jawab Leo sambil mengangguk pelan.


“Terus dia sekarang ngapain?” balas Priscilla penasaran.


“Telpon siapa?” tanya Priscilla.


“Dinda,” jawab Leo. Priscilla segera menarik lengan Leo untuk menuju ke ruang tamu supaya mereka bisa mengobrol dengan lebih leluasa.


“Hubungan mereka itu sebenernya udah sampe tahap apa?” tanya Priscilla dengan suara pelan.


Ryan gak kasih tau ke Ci Cilla? tanya Leo dalam hati.


“Mereka deket belakangan ini,” jawab Leo sambil tersenyum.


“Sedeket apa?” tanya Priscilla kepo.

__ADS_1


“Ya, mungkin Ryan udah anggep Dinda sebagai gebetannya, Ci,” jawab Leo asal.


“Kamu bener juga. Ryan gak akan telpon cewe malem-malem kalau bukan karena dia suka sama cewe itu,” sahut Priscilla.


“Iya, Ci,” sahut Leo sambil tersenyum canggung.


“Eh, tapi, menurut kamu Dinda suka balik sama Ryan gak?” tanya Priscilla kepo.


“Mungkin,” jawab Leo pelan.


“Kalau kamu sendiri udah ada orang yang kamu suka?” tanya Priscilla.


“Udah, Ci,” jawab Leo.


“Kamu fokus aja kejar dia, ya. Cici doain semoga kamu bisa bahagia sama dia,” kata Priscilla sambil tersenyum.


“Iya, makasih, Ci,” balas Leo sambil tersenyum.


“Sama-sama, Cici naik ke atas dulu, ya,” kata Priscilla sambil menepuk pundak Leo lalu naik ke atas.


“Iya, Ci,” sahut Leo.


Tidak lama kemudian, ia naik ke atas lalu masuk ke kamar tamu yang disediakan khusus untuknya. Ia berjalan menyusuri kamar yang luas itu sambil melihat foto-foto masa kecilnya dan Ryan yang sedang bermain bersama.


“Kenapa kita berdua harus mencintai gadis yang sama?” tanya Leo sambil meneteskan air matanya. Ia masih sedih dengan kisah cintanya yang tidak berbuah manis. Meski begitu, Leo segera menghapus air matanya dan memutuskan untuk berdoa lalu tidur.


Tok... Tok... Tok...


Ryan yang tidak mendapat jawaban memutuskan untuk masuk ke dalam kamar yang ditempati Leo saat ini.


“Leo, handphone kamu…” kata Ryan yang langsung menghentikan kalimatnya saat melihat bahwa sepupunya itu sudah tertidur.

__ADS_1


“Dia udah tidur jam segini?” gumam Ryan. Ia menaruh handphone itu di meja samping tempat tidur Leo. Kemudian, ia segera pergi dari kamar itu dengan perasaannya yang campur aduk.


Bersambung……


__ADS_2