
"Apakah dari seragam sekolah yang sedang aku pakai sekarang?" tanya Dinda sambil menunjuk ke arah seragam yang sedang ia pakai.
"Kau benar." jawab Ronald sambil tersenyum. Mereka tidak menyadari kalau sedari tadi ada seseorang yang dibakar api cemburu yang memperhatikan mereka.
Hah, apa yang mereka lakukan? Kenapa mereka mengobrol di toilet? Apa mereka dekat? tanya Ryan dalam hati saat melihat Dinda dan Ronald asik berbincang berduaan.
Dinda tersenyum padanya? batin Ryan. Ia pun mengepalkan tangannya seakan ingin melayangkan pukulan ke wajah Ronald.
"Dorrr." Leo sengaja mengagetkan Ryan yang sedari tadi hanya menatap lurus ke depan. Tentu saja Ryan masih mengawasi pergerakan yang terjadi antara Dinda dengan Ronald.
"Leo!" teriak Ryan.
"Kenapa? Apa aku terlihat jauh lebih tampan hari ini sampai kamu terkejut begitu?" tanya Leo sambil tersenyum tanpa dosa.
"Cih. Mana ada." sahut Ryan sambil membuang muka.
"Haha. Kamu sangat lucu, Ryan." kata Leo sambil tertawa lebar.
"Berisik." sahut Ryan kesal.
"Haha." Leo yang tidak menggubris Ryan malah terus menertawakan sepupunya itu sampai lupa kalau tujuannya mendatangi Ryan adalah untuk mengucapkan selamat atas kemenangannya di kompetisi basket antar sekolah tahun ini. Ryan yang sedari tadi kesal dan memasang muka masam hanya bisa pasrah saja dengan tingkah laku sepupunya itu.
"Ehem. Aku pergi dulu." kata Ryan.
"Haha. Kemana? Apa mencari pacar?" tanya Leo sambil tertawa tanpa dosa.
"Itu bukan urusanmu." sahut Ryan dingin.
__ADS_1
"Cih. Dia selalu saja begitu. Bagaimana dia akan memiliki kekasih nanti?" gerutu Leo kesal.
"Hah, tunggu. Aku nyamperin dia untuk mengucapkan selamat. Astaga, Leo! Kenapa kamu bisa lupa? Sekarang anak itu sudah pergi entah kemana." gumam Leo.
...****************...
"Kenapa Ronald belum balik juga? Aneh sekali." kata Jojo setelah selesai makan.
"Mungkin dia buang air besar." kata Jojo lagi.
"Tapi, kenapa lama sekali? Aku harus nyamperin dia." kata Jojo mulai curiga kepada Ronald.
...****************...
"Hei, Ronald." sapa Ryan sambil mendorong pelan tubuh Dinda menggunakan lengannya. Entah mengapa ia tidak suka melihat Dinda berduaan dengan Ronald.
"Sampai nanti, cantik." kata Ronald sambil tersenyum setelah melihat kalau Jojo sedang menuju ke toilet. Dinda juga tersenyum balik untuk menghargai Ronald.
Apa! bentak Ryan dalam hati. Ia ingin sekali menanyakan banyak hal kepada gadis di hadapannya saat ini tetapi ia mengurungkan niatnya.
Kamu bukan siapa-siapa, Ryan. Teman pun tidak. Walaupun begitu, tetap saja kamu seharusnya tidak dekat dengannya juga, Din! gerutu Ryan dalam hati.
"Ehem. Kamu mengenalnya?" tanya Ryan dengan muka masam.
"Ya. Barusan saja." jawab Dinda sambil mengangguk.
"Oh." sahut Ryan dingin. Ia segera pergi dari sana.
__ADS_1
"Ada apa dengannya?" tanya Dinda sambil memperhatikan bayangan punggung Ryan yang semakin menjauh darinya.
...****************...
"Kamu darimana saja?" tanya Jojo.
"Toilet." jawab Ronald.
"Oh." sahut Jojo.
"Kamu sudah selesai, 'kan? Ayo kita pulang! Yang lain udah pada pulang duluan tuh gara-gara kamu ke toiletnya lama." ajak Jojo.
"Ayo!" sahut Ronald. Mereka berdua menuju ke parkiran dan menaiki mobil Mercedes Benz milik Ronald karena Ronald memang anak orang kaya.
...****************...
Malam hari di Kediaman Jonathan
"Dinda.. Kenapa dia bisa tersenyum manis walaupun baru kenal dengan Ronald?" kata Ryan sambil menyandarkan kepalanya di kursi yang sedang ia duduki dan memutar pulpen yang sedang ia pegang. Sebenarnya, Ryan sedang belajar mata pelajaran Fisika sekarang karena tadi ia ketinggalan materi pelajaran saat ia bertanding basket. Namun, pikirannya itu malah terganggu dengan kejadian yang ia lihat di toilet sekolah tadi sore.
"Masa bodo. Dia baru kenal dengan Ronald. Berarti mereka tidak dekat." kata Ryan sambil tersenyum.
"Ryan, untuk apa kamu memikirkannya? Dia tidak penting." kata Ryan dengan suara pelan.
"Tapi, kenapa aku tidak suka saat melihatnya mengobrol berduaan dengan Ronald?" tanya Ryan kepada dirinya sendiri.
Bersambung......
__ADS_1
Hai semuanya, maaf ya author udah dua hari ga update. Jadi, sebagai gantinya hari ini author update dua bab. Terima kasih buat para readers yang selalu setia membaca novel ini. ~Bella