
Pagi ini, Ryan sudah bisa keluar dari rumah sakit dan sekolah. Ia sedang memarkirkan mobilnya namun ia melihat sesuatu yang membuatnya bertanya-tanya.
"Apa?" tanya Ryan kaget saat melihat Leo dan Dinda berangkat bersama.
"Leo.. Ada apa ini sebenarnya?" kata Ryan yang masih terkejut.
"Wah, dia.. Apa dia selalu tidak mau kalah?" kata Ryan sambil tertawa. Lebih tepatnya, tertawa karena cemburu. Ryan pun turun dari mobil dan langsung berjalan ke arah lobby sekolah. Namun, seseorang menepuk pundaknya dari belakang.
"Hei, Ryan. Wassup my bro!" kata Leo samb tersenyum.
"I'm not your bro!" seru Ryan kesal.
"Hahaha. Anak tampan ini marah lagi." kata Leo sambil tertawa kencang.
"Apa? Tidak. Siapa yang marah?" sahut Ryan sambil membuang muka.
"Sudahlah, aku hanya berangkat bersamanya. Tidak perlu cemburu. Dinda tidak memerlukan perhatian darimu." kata Leo santai.
"Apa? Hei, Leo. Aku tidak.." sahut Ryan.
"Dah. Aku masuk kelas dulu." kata Leo sambil tersenyum lalu melambaikan tangannya.
"Leo!" teriak Ryan.
"Benar-benar!" seru Ryan kesal.
...****************...
"Ciee.. Siapa tuh tadi yang berangkat sekolah sambil uwu-uwu bareng pacar?" tanya Amanda yang langsung mencubit lengan Dinda.
"Uwu-uwu apaan sih, Manda? Leo bukan pacarku." jawab Dinda sambil mengedikkan bahunya.
"Halah, udah deh, Din. Ngaku aja. Kamu suka sama Leo, 'kan?" sahut Amanda antusias.
"Tidak." jawab Dinda acuh.
__ADS_1
"Dinda.. Apa benar itu? Kamu tadi berangkat ke sekolah bersama Leo sambil berboncengan?" tanya Ayu dengan ekspresi terkejut.
"Benar." jawab Dinda tenang.
"Wah, apa kamu sudah berpacaran sekarang?" tanya Ayu antusias.
"Belum." jawab Dinda yang tetap terlihat tenang.
"Dinda! Rumor itu benar? Kamu tadi berangkat ke sekolah bersama Leo?" tanya Clarissa sedikit terkejut.
"Benar.." jawab Dinda. Dinda belum menyelesaikan kalimatnya namun sudah disela.
"Wah.. Apa kalian sudah pacaran?" tanya Clarissa.
"Tidak. Bukan kayak gitu." jawab Dinda.
"Kalau gak kayak gitu terus kayak apa?" tanya Rangga yang tiba-tiba nimbrung.
"Ya.. Gak kayak apa-apa." jawab Dinda santai.
"Yaudah kalau ga mau kasih tau." kata Rangga.
"Karena tadi mobilku mogok ditengah jalan." jelasnya.
"Oh. Tapi, kalian terlihat cocok. Kenapa tidak sekalian jadian saja?" tanya Amanda sambil tertawa.
"Manda." kata Dinda kesal.
"Baiklah, baiklah. Jangan natap aku kayak gitu." sahut Amanda yang belum selesai tertawa.
"Selamat pagi anak-anak." kata Pak Sumardi yang tiba-tiba masuk ke kelas XI MIPA IV.
"Pagi, pak." sahut para murid.
"Kita akan memulai pelajaran ekonomi pada pagi ini. Buka buku kalian halaman 59." kata Pak Sumardi.
__ADS_1
"Oke, pak." sahut para murid.
...****************...
"Katakan padaku." kata Ryan.
"Apa?" tanya Leo.
"Apa kamu menyukai Dinda?" tanya Ryan dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
"Hmm.. Menurutmu?" tanya Leo.
"Jawab saja!" seru Ryan.
"Hahaha. Kamu sangat lucu." kata Leo yang malah tertawa.
"Leo! Aku serius kali ini!" seru Ryan.
"Baiklah, iya. Aku memang menyukainya. Kenapa?" tanya Leo sambil tersenyum. Ryan tidak merespon. Tubuhnya bahkan tidak bergerak sama sekali.
"Hei, Ryan." panggil Leo.
"Apa?" tanya Ryan.
"Jangan bilang padaku kalau kamu juga menyukainya." jawab Leo.
"Hahaha. Kenapa memangnya?" sahut Ryan.
"Tidak apa-apa. Hanya saja, dibandingkan dengan dirimu, aku lebih berpotensi disukai balik olehnya." jawab Leo sambil mengangkat kedua alisnya.
"Kau.." sahut Ryan.
"Hmm?" tanya Leo.
"Terserah. Buktikan dengan tindakanmu bukan mulutmu!" seru Ryan. Ia langsung berlalu pergi dari sana.
__ADS_1
"Yang benar saja. Dulu ia bahkan tidak semarah ini saat aku makan bersama Alexa. Kenapa dia semarah ini kali ini?" gumam Leo sambil menggelengkan kepalanya.
Bersambung......