Ketos Tampan Itu, Kekasihku

Ketos Tampan Itu, Kekasihku
Perdebatan


__ADS_3

Empat puluh lima menit sudah berlalu, para siswi masih saja berebutan produk yang ditandatangani oleh Ryan sendiri. Mereka semua memang tergila-gila dengan Ryan bahkan sekalipun hanya dapat foto dan tanda tangannya.


"Aaaa tampannya!" para siswi masih berdecak kagum walaupun sudah melihat foto Ryan cukup lama.


"Ehem.." Ryan sengaja berdehem karena ia sudah lelah daritadi berdiri disana.


"Wah.. Ryan disini!!"


"Ah, tampan sekali jodohku!"


"Lihat! Pacarku sudah datang!" dan masih banyak lagi komentar siswi-siswi.


"Beri aku jalan." Ryan hanya mengatakan tiga kata yang membuat kerumunan itu akhirnya terpaksa menyingkir.


"Dinda.." Ryan bicara dengan nada suara bass nya.


"Ah, Leo. Bagaimana? Apa semuanya sudah terjual habis?"


"Tentu. Ini semua berkat wajahmu yang super tampan itu." sahut Amanda. Budi hanya menatap tajam kearahnya.


"Baiklah." Ryan pergi begitu saja. Setelah itu, semua sorot mata menuju ke Dinda.


Huh! Orang itu apa-apaan main pergi begitu saja setelah memanggil namaku! Sekarang semua sorot mata menuju ke arahku. Bagaimana ini! Dinda kesal sendiri.


Wow.. Bagaimana dia bisa terlihat tampan dan keren bersamaan? batin Clarissa.


"Din." Amanda memanggil.


"Din? Kamu kenapa melamun?" Amanda heran.


"Aku melamun? Tidak kok." balas Dinda cepat. Amanda hanya bisa menggelengkan kepalanya.


...****************...


"Selamat datang tuan mu.." Pak Bagus menyambut kedatangan tuan mudanya.


"Hei. Bukankah sudah kuperingatkan berulang kali? Panggil aku Ryan!"


"Iya, Ryan."


"Aku mau makan nasi goreng seperti biasanya. Tolong bawakan ke kamarku dalam 10 menit."


"Baik, tu.. ehem..Ryan."


"Ah, segarnya!" Ryan baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil yang masih Ia pegang di tangannya untuk mengelap rambutnya yang masih basah.


"Apa? Apa ini?" Ryan menatap kearah layar laptopnya dengan ekspresi wajah yang serius.


Tok.. tok.. tok


"Tuan muda.. um.. Ryan, nasi gorengnya sudah siap."


"Masuklah. Bawa kemari."

__ADS_1


"Baik."


"Ini tuan muda."


"Ya." balas Ryan singkat. Ryan tampaknya tidak peduli dengan Pak Bagus yang daritadi merasa heran kenapa tuan mudanya fokus sekali melihat kearah laptopnya dan tidak marah saat dipanggil tuan muda.


"Kalau begitu, saya permisi tuan muda."


"Ya."


"Panggil saja jika butuh sesuatu."


"Ya." mendengar jawaban yang sama, Pak Bagus memilih buru-buru keluara dari kamar Ryan. Ryan terlihat heran sekaligus senang saat membaca pesan dari Amanda.


'Hei, apa maksudmu?' Ryan membalas pesan dari Amanda.


'Kenapa?' tanya Amanda lagi.


'Apa maksudnya semua ini?'


'Ini adalah username instagramnya, @din0216_'


'Ini adalah nomor teleponnya, 081245375772'


'Hah? Apa maksudmu? Siapa yang kamu bicarakan?' Ryan berpura-pura tidak tahu.


'Pacarmu. Calon pacarmu.'


'DINDA LAH SIAPA LAGI!' balas Amanda yang sudah gemas karena Ryan berpura-pura tidak tahu. Ryan hanya membaca dan tidak mau membalas. Ia buru-buru menyimpan nomor telepon Dinda dan mengecek instagramnya untuk melihat apa yang Dinda posting. Saat Ryan melihat foto-foto Dinda, ia tak sengaja memencet tombol like.


Cantik dan manis sekali dia. Ryan melihat foto-foto yang Dinda posting di sosmed nya tanpa menyadari kalau ia sudah memencet like di beberapa postingan Dinda yang bisa saja membuat seisi sekolah gaduh.


...****************...


Pagi hari yang cerah membuat suasana hati Dinda sangat senang. Namun, tiba-tiba ada yang menarik tangannya.


"Heh Dinda, Sini lu!" Angel menarik tangan Dinda dengan keras sampai tangan kecil itu memerah.


"Ouch.. Apaan sih pagi-pagi gini tarik tangan orang sembarangan?" Dinda merasa kesal.


"Lu yang sembarangan!" balas Angel dengan suara nyaring.


Ini orang kesambet apa sih sampai marah-marah ga jelas kayak gini. gumam Dinda.


"Cepat jelasin ke gua, apa maksud Ryan ngelike postingan lu! Lu berdua ada hubungan apa dibelakang gua hah! Berani-berani nya lu tikung pacar gua!"


Haduh apa-apaan sih anak ini. Boro-boro mau nikung, belum tentu juga ada yang suka sama gua. batin Dinda. Dinda mulai merasa gemas sendiri menghadapi Angel.


"Lah apa barusan lu bilang? Dinda nikung pacar orang? Halah, lu aja kali yang ga laku!" tiba-tiba Ayu muncul di belakang mereka entah darimana.


"Jaga mulut lu!" sahut Angel.


"Lu juga ngaca! Dasar nenek lampir!" Ayu tidak mau kalah.

__ADS_1


"Apa lu bilang? Gua nenek lampir?" Sekarang Angel lebih memanas karena ada Ayu.


"Udah lah, Din. Gak usah ngeladenin orang kayak dia. Ayo kita masuk kelas!" ajak Ayu.


"Heh, bentar!"


"Apalagi nek?"


"Gua gak nyuruh lu nunggu, gua nyuruh Dinda buat jelasin dulu ke gua!"


"Jelasin apaan sih, Din?" tanya Ayu penasaran.


"Gak tau."


"Nih. Jelasin kenapa Ryan bisa like postingan lu?" Angel yang masih penasaran menunjukkan foto postingan Dinda di media sosial yang di like Ryan.


"Ya ampun. Heh yang namanya media sosial ya semua orang punya hak buat ngelike lah." sahut Ayu.


"Gua gak ngomong sama lu!" balas Angel.


"Ya, terserah. Din, cepat jelasin ke dia deh biar dia puas. Nenek lampir emang ga ada rasa puas-puasnya!"


"Haduh. Ya mana aku tau dia ngelike post aku!" balas Dinda.


"Halah, gak usah pura-pura deh. Jelasin ke gua atau gak gua hancurin lu hari ini juga! Dan gak usah sok-sok formal pake aku kamu. Jijik tau!" ancam Angel sambil memegang tangan Dinda dengan keras.


"Angel!" seorang siswa tiba-tiba muncul dan memegang tangannya dengan sangat keras.


"Ouch.. Leo! Apa-apaan sih!"


"Kamu yang apa-apaan! Kenapa kamu megang tangan Dinda sampai merah begitu!"


"Lah kenapa kamu malah belain dia!"


"Emangnya dia salah apa sama kamu?"


"Liat nih, Ryan like foto dia. Pasti mereka ada apa-apa kan dibelakang gua!" teriakan Angel yang kencang membuat seisi sekolah kecuali guru-guru menonton perdebatan antara Angel dan Leo.


"Lah kalau Ryan like emangnya kenapa?" balas Samuel.


"Tau. Toh semua orang punya hak buat ngelike kan. Emangnya lu doang yang boleh ngelike postingan orang di media sosial?" balas Amanda.


"Kalian semua tidak mengerti! Dia pasti berencana merebut Ryan dari gua!" sahut Angel.


"Apa? Ryan? Merebut Ryan darimu?" tanya Dinda.


"Apa lu masih mau pura-pura gak tau?" Angel bertanya sambil menangis yang dibuat-buat olehnya supaya seolah-olah Dinda yang salah.


"Ya ampun. Drama banget deh ni orang." kata Amanda.


"Kamu yang sabar ya, Din. Orang ini memang gak tau diri dan gak tau malu." kata Ayu berusaha menenangkan Dinda yang terlihat panik karena Angel menangis. Di satu sisi, ia merasa Angel agak keterlaluan. Tapi di lain sisi, ia juga tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2