
Malam Hari di Kediaman Jonathan
[Ryan] "Hei, Leo."
[Leo] "Ada apa?"
[Ryan] "Apa kamu yang memberitahunya?"
[Leo] "Siapa? Apa yang kamu maksud?" tanya Leo bingung.
[Ryan] "Mengenai Dinda." kata Ryan yang terlihat gelisah.
[Leo] "Aku tidak pernah memberitahu apapun mengenai Dinda kepada orang lain. Apa maksudmu?" tanya Leo.
[Ryan] "Bagaimana Alexa bisa tahu?" tanya Ryan.
[Leo] "Ryan, apa kamu lupa? Dia mengenalmu karena dia adalah anak konglomerat! Kamu pikir dia tidak punya mata-mata atau apapun untuk menyelidiki sesuatu?" tanya Leo sambil menggelengkan kepalanya.
[Leo] "Halo, Ryan?" tanya Leo.
[Leo] "Halo?" tanya Leo lagi.
"Yang benar saja!" gerutu Leo setelah tahu Ryan mematikan panggilan telepon secara sepihak.
"Tunggu, memangnya apa yang terjadi? Apa dia sudah menemui Ryan? Lalu, apa hubungannya dengan Dinda? Apa dia berusaha melukai Dinda?" tanya Leo pada dirinya sendiri. Ia juga ikut gelisah sama seperti Ryan. Ia memutuskan untuk meminta penjelasan dari Alexa.
[Leo] "Lexa, apa yang kamu lakukan tadi?" tanya Leo tegas.
[Alexa] "Menemui Ryan." jawab Alexa lemas.
[Leo] "Hanya itu? Kamu tidak melukai Dinda, 'kan?" tanya Leo cemas.
[Alexa] "Memangnya aku monster?! Untuk apa aku melukainya?" seru Alexa.
[Leo] "Tapi, kenapa Ryan begitu marah?" gumam Leo.
[Alexa] "Ryan marah?" tanya Alexa.
[Leo] "Itu pasti karena kamu yang agresif."
__ADS_1
[Alexa] "Leo! Aku tidak melakukan apapun dan aku juga tidak melukai siapapun!" teriak Alexa.
[Leo] "Baiklah, selama kamu tidak melakukan apapun pada Dinda!" seru Leo.
[Alexa] "Siapa Dinda bagimu? Aku bisa memaklumi jika Ryan melindunginya, tapi kau.. Ada apa denganmu?" sahut Alexa kesal.
[Leo] "Tidak ada. Aku tutup dulu." Leo pun mengakhiri panggilan telepon begitu saja.
"Ada apa dengan kedua orang ini?!" seru Alexa.
"Dinda, siapa dia sebenarnya?" tanya Alexa kesal.
...****************...
Malam hari di sebuah cluster mewah
"Bagaimana? Apa kamu sudah mendapat apa yang aku suruh?" tanya Alexa pada seorang pria.
"Sudah, Nona muda." jawab pria itu sambil menyodorkan beberapa berkas.
"Dinda Challista?" kata Alexa sambil mengerutkan dahinya. Ia merasa bingung.
"Terima kasih atas bantuanmu, kamu boleh pergi." kata Alexa kepada pria itu. Pria itu membungkukkan badannya lalu pergi.
Tidak.. Tidak mungkin aku mengenalnya. batin Alexa.
...****************...
Pagi Hari di Sekolah SMA Tunas Bangsa II
"Jadi, ternyata dia orangnya." kata Alexa yang daritadi terus memerhatikan orang yang dia cari, Dinda.
"Kamu siapa? Untuk apa sembunyi-sembunyi di sini?" tanya Angel yang merasa risau dengan keberadaan Alexa yang sembunyi-sembunyi di lobi utama sekolah.
"Hah.. Alexa?" tanya Angel terkejut.
"A-angel.. Angeline?" tanya Alexa sama terkejutnya.
"Sedang apa kamu di sini?" tanya Angel setengah berteriak.
__ADS_1
"Datang melihat sekolah lamaku." jawab Alexa yang masih bersikap tenang.
"Bohong! Bagaimana mungkin seorang anak konglomerat datang ke sekolah lamanya jika tidak punya maksud lain?" teriak Angel.
"Apa maksudmu?" tanya Alexa yang mulai meninggikan nada suaranya.
"Jangan pura-pura bodoh. Kamu ke sini karena ingin menemui Ryan, 'kan?" tanya Angel menyipitkan matanya.
"Tidak." jawab Alexa.
"Huh.. Kamu pikir aku bodoh? Kamu pikir aku bisa dibohongi begitu saja?" tanya Angel kesal.
"Terserah apa katamu. Aku pulang sekarang." sahut Alexa. Ia hendak melangkah pergi namun Angel mencegat langkahnya.
"Enak aja! Kamu tidak bisa seenaknya di sini!" seru Angel.
"Apa maumu?" tanya Alexa sambil menarik napasnya dalam. Ia ingin mengontrol emosinya terhadap Angel yang sangat temperamental.
"Jauhi Ryan! Pergi tinggalkan Ryan seperti saat awal kamu melakukannya! Tidak usah muncul di hadapannya lagi!"
"Hahaha.. Lucu sekali. Aku sudah bertemu dengannya kemarin malam. Kenapa? Kamu iri karena kamu tidak seberuntung diriku?" timpal Alexa sambil menunjukkan senyum kemenangannya.
"Alexa, dengar ini baik-baik! Kamu memang anak konglomerat yang bisa berbuat sesuatu sesuka hatimu. Tapi, aku tidak akan membiarkanmu memengaruhi Ryan!" teriak Angel.
"Oh, ya? Maafkan aku, Angel. Aku rasa aku harus mengecewakanmu kali ini." kata Alexa santai.
"Alexa!!!" teriak Angel. Ia sudah mengepalkan kedua tangannya dan bersiap menonjok Alexa dari belakang. Namun, Matthew yang melihat hal itu langsung menahan Angel melanjutkan aksinya.
"Wow.. Wow.. Ada apa ini? Kenapa kalian bertengkar? Cukup. Jangan bertengkar lagi!" teriak Matthew.
"Lepaskan! Dia yang mulai duluan!" bentak Angel. Matthew pun menatap Alexa untuk meminta penjelasan.
"Aku? Apa kau tidak punya cermin untuk berkaca?" tanya Alexa sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Alexa, kau!" seru Angel.
"Sudahlah, Gel. Lupakan saja." kata Matthew.
"Lupakan saja? Apa kamu pikir semudah itu untuk melupakan sesuatu?!" bentak Angel tidak terima.
__ADS_1
Bersambung......
note: hai readers, kalau author pake [...] "..." itu berarti mereka lagi telponan yaa.