Ketos Tampan Itu, Kekasihku

Ketos Tampan Itu, Kekasihku
Membagikan Undangan


__ADS_3

Siang hari di lobi sekolah


“Leo, aku ada kabar baik,” kata Ryan. Leo pun menatap wajah Ryan dan tersenyum.


“Kabar baiknya kamu mau tunangan sama Dinda, ‘kan?” sahut Leo memastikan.


“Kok kamu bisa tau sih?” tanya Dinda penasaran.


“Hehe, ada deh,” jawab Leo sambil tertawa pelan.


“Aku sama Dinda mau tunangan 2 minggu lagi. Ini undangan buat kamu.” Ryan memberikan selembar amplop putih berisi sebuah kartu yang menuliskan dengan detail pasangan yang akan bertunangan, kedua pihak keluarga, di mana lokasinya, kapan waktunya, dan acara-acara yang akan diselenggarakan pada hari pertunangan Ryan dan Dinda.


“Selamat, ya. Aku seneng akhirnya kalian berdua mau jadi sepasang tunangan,” kata Leo sambil menjabat tangan Ryan dan Dinda.


“Wah, Dinda, kamu beneran yakin seratus persen mau tunangan sama Ryan?” tanya Leo sambil menggelengkan kepalanya saat membaca kartu undangan tersebut. Ryan pun menatap Leo dengan tatapan tajam, tapi ia juga menunggu jawaban dari Dinda.


“Iya, aku yakin,” jawab Dinda sambil tersenyum.


“Kamu hebat sih bisa bikin Ryan mau tunangan sama kamu dengan sukarela.” Leo menepuk kedua tangannya sambil tersenyum.


“Iya dong, Ryan cuma boleh tunangan sama aku,” sahut Dinda sambil menatap wajah Ryan.


“Kenapa?” tanya Ryan penasaran. Dinda segera mengalihkan pandangannya dari Ryan karena malu.


“Kenapa, Sayang?” tanya Ryan sekali lagi. Dinda pun menoleh ke arah Ryan dan tersenyum.


“Karena aku cuma sayang sama kamu. Puas?” balas Dinda.


“Iya, aku puas,” jawab Ryan sambil merangkul bahu Dinda dari samping.

__ADS_1


“Hai, guys,” sapa Clarissa dari belakang Leo.


“Hai, Clar. Aku sama Ryan mau tunangan 2 minggu lagi. Ini undangan buat kamu,” kata Dinda sambil memberikan undangan itu kepada Clarissa.


“Cie… selamat ya udah mau tunangan,” kata Clarissa sambil tersenyum. Clarissa pun menjabat tangan Dinda dan Ryan.


“Ada apa nih? Siapa yang mau tunangan?” tanya Rangga yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakang mereka berempat. Ia juga sudah bersama dengan Ayu.


“Aku sama Dinda,” jawab Ryan sambil memberikan kartu undangan kepada Rangga dan Ayu.


“Wah, selamat ya kalian berdua,” kata Ayu dengan antusias. Ia segera menyalami Ryan dan Dinda.


“Selamat, Ryan, Dinda,” kata Rangga yang juga menyalami Ryan dan Dinda.


“Ryan,” panggil Leo.


“Kalau kamu berani nyakitin Dinda abis kalian tunangan, aku pasti gak bakal maafin kamu,” jawab Leo dengan tegas.


“Kamu gak takut Clarissa cemburu?” sahut Ryan sambil tersenyum.


“Kenapa aku harus cemburu? Itu wajar kok, aku juga gak bakal ampunin kamu kalau kamu nyakitin Dinda,” cetus Clarissa.


“Kamu udah denger, ‘kan? Kita semua ada di pihak Dinda,” kata Leo kepada Ryan.


“Iya, aku pasti gak bakal nyakitin Dinda,” balas Ryan sambil menatap wajah Dinda.


“Makasih, guys,” kata Dinda sambil tersenyum.


“Kamu sendiri yang ngomong, kamu harus inget itu, Ryan.” Rangga mengingatkan sahabatnya itu.

__ADS_1


“Jadi, kalpan kalian tunangan?” tanya Ryan sambil menatap ke arah Leo dan Rangga secara bergantian.


“Hahaha, aku sama Clarissa rencananya sih 3 minggu lagi. Besok baru kita mau bagi undangannya ke kalian,” jawab Leo sambil tersenyum.


“Kalau kamu, Rangga?” tanya Ryan penasaran.


“Aku sih terserah Ayu aja maunya kapan. Kalau Ayu maunya hari ini juga gak masalah,” sahut Rangga sambil tersenyum. Ayu langsung terkejut saat mendengar jawaban Rangga.


“Kamu ini bener-bener parah, ya. Kita harus kasih tau ke orang tua kita dulu kalau mau tunangan,” balas Ayu sambil menyenggol lengan kiri pacarnya.


“Ya, aku tau, Sayang. Makanya nanti sore aku mau ketemu Papa sama Mama kamu buat bicarain itu,” kata Rangga sambil menatap wajah Ayu.


“Hah? Beneran?” tanya Ayu kaget.


“Iya dong. Masa aku bohong sih sama kamu?” sahut Rangga.


”Ih. Jangan mendadak juga dong. Nanti aku bingung mau jelasin apa ke Papa sama Mama,” jawab Ayu sambil menghela napasnya.


“Kamu cuma perlu bilang kalau kamu suka sama dia. Sisanya tugas Rangga buat yakinin Papa sama Mama kamu,” cetus Ryan. Baru kali ini Ryan memberikan pendapatnya dengan jelas alias satu kalimat utuh.


“Iya, kamu gak usah bingung. Ada aku yang bakal yakinin Papa sama Mama kamu,” sahut Rangga sambil tersenyum. Ayu mengangguk dan tersenyum.


“Ya udah deh. Kalau gitu, aku sama Ayu balik duluan, ya, guys.” Rangga melambaikan tangannya dan menuntun Ayu untuk pergi dari sana.


“Bye, sampai ketemu 2 minggu lagi, Rangga,” kata Ryan sambil tersenyum.


“Oke, bye guys,” sahut Rangga dari kejauhan.


Bersambung……

__ADS_1


__ADS_2