
“Ayo kita masuk!” ajak Dinda. Ryan hanya mengangguk lalu mengikuti langkah Dinda dari belakang.
Film yang mereka tonton menayangkan adegan yang memang untuk 15+ sehingga terdapat adegan pelukan di film itu. Ryan tersenyum lalu menatap dalam ke arah Dinda.
Kenapa harus ada adegan kayak gini sih? Aduh, dia natap aku dalem banget. Aku harus gimana? tanya Dinda dalam hatinya yang sudah mulai panik.
Ambil popcorn aja kali ya, kata Dinda yang tiba-tiba terpikirkan ide untuk mengabaikan tatapan Ryan. Ia segera mencomot popcorn itu menggunakan tangan kanannya. Sayangnya, Ryan juga mengambil popcorn itu dengan tangan kirinya sehingga tangan mereka bersentuhan di dalam box untuk tempat popcorn. Ryan dan Dinda saling bertatapan sekarang.
"Kamu duluan," kata Ryan yang langsung menarik tangannya.
"Oke, makasih," sahut Dinda dengan gugup lalu ia segera mengambil popcorn itu dan memakannya tanpa menghiraukan Ryan yang masih menatapnya.
"Cantik," kata Ryan.
"Hah? Kamu ngomong apa tadi?" sahut Dinda yang sebenarnya tidak bisa mendengar suara Ryan dengan jelas di dalam bioskop.
"Kamu cantik banget," jawab Ryan.
"Hah?" sahut Dinda kaget. Dinda hampir saja tersedak oleh popcorn yang baru ia kunyah.
"Oh, iya, makasih," kata Dinda setelah menghabiskan seluruh popcorn di mulutnya. Ia pun segera mengambil minuman lemon tea yang di taruh diantaranya dan Ryan.
Kenapa sedotannya cuma satu? tanya Dinda dalam hati. Ia lalu menatap ke arah Ryan untuk meminta penjelasan.
"Ri," panggil Dinda.
"Iya?" jawab Ryan.
"Ini minumannya buat siapa?" tanya Dinda.
__ADS_1
"Kita," jawab Ryan.
"Jadi, aku boleh minum setengahnya?" tanya Dinda. Ryan hanya mengangguk pelan. Tanpa pikir panjang, Dinda langsung meminumnya karena tenggorokkannya sudah kering sejak tadi.
Dia aneh, apa dia gak mau minum nanti? Ah, mungkin dia bisa minum langsung tanpa harus pake sedotan, kata Dinda yang menerka-nerka dalam hatinya sembari meminum setengah gelas lemon tea yang ada pada tangan kanannya.
Namun, saat Dinda sedang menikmati minumannya, Ryan tiba-tiba menaruh sedotan satunya lagi dan ikut meminumnya bersama Dinda. Dinda yang tiba-tiba kaget langsung berhenti meminumnya. Mereka akhirnya saling bertatapan sehingga mereka sama-sama gugup. (Para jomblo tolong abaikan saja adegan ini, author juga jomblo).
Kenapa dia tega banget ngelakuin ini? Jantung aku gak boleh berdetak cepet, nanti dia bisa tau, kata Dinda sambil berusaha mengendalikan emosinya.
"Maaf, aku juga mau minum," kata Ryan yang sadar bahwa ia sudah mengejutkan Dinda. Dinda hanya tersenyum canggung dan menutup matanya sambil menghela napas.
"Kamu lanjut minum aja, aku cuma mau minum sedikit tadi," lanjutnya.
"Oh, iya," sahut Dinda. Setelah ia memastikan Ryan tidak meminum lemon tea itu lagi, barulah ia berani meminumnya. Tak terasa, film romansa itu sudah selesai. Ryan dan Dinda keluar dari theather sambil berpegangan tangan.
"Tadi menurut kamu gimana filmnya?" tanya Ryan.
"Kalau menurut kamu?" tanya Dinda.
"Bagus," sahut Ryan.
"Ini udah jam 7:35!" Dinda setengah berteriak saat sadar bahwa saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 19:35.
"Hah? Cepet banget," jawab Ryan.
"Aku mau pulang," sahut Dinda.
"Hmm, yaudah, kita pulang abis ini," kata Ryan.
__ADS_1
"Tapi, rumah kamu lumayan jauh, 'kan?" imbuhnya.
"Iya sih," sahut Dinda.
"Aku anterin kamu pulang ya sayang," kata Ryan. Dinda hanya mengangguk saja dan mengikuti Ryan ke parkiran mobil untuk pulang bersama.
...****************...
Di depan Rumah Dinda
Ryan segera membuka pintu mobilnya dan turun untuk membukakan pintu untuk kekasihnya itu.
"Makasih," kata Dinda sembari turun dari mobil milik Ryan.
"Makasih udah anterin aku pulang sayang," lanjutnya.
"Iya, sama-sama," jawab Ryan.
"Kamu langsung pulang aja," imbuh Dinda.
"Aku tungguin kamu masuk dulu," jawab Ryan.
"Gak usah, kamu pulang aja," tolak Dinda.
"Kamu masuk dulu, kalau kamu gak masuk aku bakal terus berdiri di sini sampe besok," kata Ryan.
"Yaudah, aku masuk, bye," sahut Dinda.
"Bye," balas Ryan. Dinda tersenyum lalu masuk ke dalam rumahnya. Melihat pacarnya sudah masuk, Ryan segera melajukan mobilnya untuk pulang ke rumahnya.
__ADS_1
Bersambung......