Ketos Tampan Itu, Kekasihku

Ketos Tampan Itu, Kekasihku
Penjelasan Ryan dan Kenapa Dia Menangis?


__ADS_3

"Kalian ngapain sih? Masih pagi udah mau main labrak aja." tanya Rangga yang merasa tidak nyaman.


"Ini si anak baru udah salah terus si Amanda belain." jelas Mellisa.


"Engga kok, engga gitu ceritanya, Rangga. Kamu 'kan juga tau sendiri Clarissa bukan orang yang kayak gitu." sahut Amanda.


"Lah, emang kenapa? Salah Clarissa sama Amanda apa?" tanya Rangga.


"Udah, gak usah ladenin dia, Sa. Ayo labrak aja dua manusia ini." sahut Karen. Saat Amanda dan Clarissa sudah terpojok, Rangga berusaha mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi di kelasnya.


"Eh, eh udah stop! Apaan sih kalian! Bikin kacau aja di kelas orang!" tegur Rangga. Sementara itu, Amanda, Clarissa, Mellisa, Karen, Ica, dan Belinda masih bertengkar dengan saling menjambak. Rangga yang melihat itu sudah tidak tahan lagi.


"Berhenti! Stop! Ngapain sih kalian? Dan juga lu Mellisa, Karen, Belinda ngapain lu pada di kelas ini, hah? Sana balik ke kelas lu! Udah mau selesai jam istirahatnya!" teriak Rangga.


"Rangga, lu gak berhak ngatur kita orang ya. Lu bukan siapa-siapa." sahut Ica.


"Gua gak ngatur. Gua cuma ingetin jam istirahatnya udah mau selesai! Jadi, silahkan pergi dari sini! Pintu ada di sebelah sana!" seru Rangga sambil mengangkat tangannya ke arah pintu kelas XI D.


"Pergi gak kalian? Pergi atau kalian bakal nyesel?" ancam Rangga.


"Kalau kita gak mau pergi, lu mau ngapain emang?" tanya Karen menantang.


"Pergi! Gua itung sampai itungan ke-3. Gak pergi lu pada tanggung sendiri ya akibatnya!" seru Rangga.


"Satu, dua, ti.." ucap Rangga yang langsung disela oleh Ica.


"Guys, gas pergi dulu." sahut Ica sambil memberikan arahan kepada ketiga teman satu gengnya.

__ADS_1


"Rangga, makasih ya!" kata Amanda senang.


"Thank you." ucap Clarissa malu-malu. Ia mulai merasa semakin kagum dengan sosok Rangga yang gentle.


Wah, sudah tampan, tinggi, baik dan juga pemberani. Dia benar-benar adalah pria idamanku. ucap Clarissa dalam hati.


"Iya. Sama-sama. Lain kali kalau ketemu mereka jangan jambak-jambakan lagi ya. Langsung pergi aja, oke?" tanya Rangga yang dijawab anggukan oleh Clarissa dan Amanda.


"Btw, Clar kamu ada salah apa sama mereka?" tanya Rangga.


"Enggak tahu. Mereka bilang aku membuat Angel menangis karena melapor kepada Ryan. Tapi, aku tidak melapor apapun kepada Ryan. Aku juga tidak tahu apa yang terjadi sampai Angel bisa menangis dan mereka memfitnahku begitu saja." sahut Clarissa dengan wajah tertunduk. Ia tidak tahu apa alasan yang membuat geng Angel menuduhnya tetapi ia berharap tidak akan ada hal buruk yang terjadi.


"Yaudah. Kalau gitu kamu hati-hati ya mulai sekarang." jawab Ryan sambil memberikan senyum hangatnya.


"Iya. Aku pasti akan lebih hati-hati mulai sekarang." sahut Clarissa sambil tersenyum manis.


...****************...


"Hei." sapa suara baritone kepada Clarissa saat Clarissa hendak menuju ke gerbang sekolah untuk pulang.


"Hah? Siapa... Ryan?!" tanya Clarissa terkejut. Ia sampai tak sengaja menjatuhkan smartphone miliknya.


"Ehem. Iya, ini aku. Maaf kalau aku membuatmu kaget." kata Ryan sambil mengambil smartphone Clarissa. Namun, Clarissa juga berniat mengambil smartphone nya sehingga tangan mereka bersentuhan. Clarissa menatap Ryan lekat sambil tersenyum malu setelah mengambil smartphone miliknya namun Ryan sudah berdiri lagi seperti posisi semula.


Gawat, aku jadi salah tingkah di depannya. Untunglah, dia tidak sadar kalau aku tadi salah tingkah. Apa karena dia terlalu tampan atau aku yang mudah salah tingkah? ucap Clarissa dalam hati.


"Ah, aku tidak apa-apa. Ada apa, Ryan?" tanya Clarissa berusaha bersikap seperti biasa.

__ADS_1


"Itu.. Angel dan gengnya merundungmu lagi?" tanya Ryan dengan menampilkan raut wajah serius.


"Iya." jawab Clarissa tertunduk.


"Kenapa? Bukankah sudah kubilang lawan mereka dan laporkan saja padaku atau guru?" tanya Ryan.


"Um.. itu mereka juga menuduhku melapor padamu sampai Angel menangis padahal aku tidak melapor apapun." jelas Clarissa.


"Lalu, apa yang terjadi? Apa kamu diganggu lagi?" tanya Ryan mulai penasaran.


"Iya. Tapi, aku merasa bersalah karena Manda jadi terlibat saat membelaku dan hampir dilabrak juga oleh mereka. Untunglah, Rangga sudah mengusir mereka dari kelas XI D." jawab Clarissa senang.


"Oh, begitu. Baiklah, sampai nanti." sahut Ryan.


"Tunggu! Ryan, aku ingin bertanya." kata Clarissa mencegah kepergian Ryan.


"Apa?" tanya Ryan dingin.


"Apa maksud mereka aku melapor kepadamu dan Angel menangis karena aku melapor kepadamu dan kamu lebih memilih aku dibandingkan dia padahal aku tidak melaporkan apapun kepadamu?" tanya Clarissa yang ingin mendapatkan jawaban.


"Saat aku sudah selesai menghukum murid yang terlambat, aku melihat kamu membawakan 5 botol minuman segar yang tentu saja bisa langsung tertebak kalau 5 botol minuman yang kamu pegang itu untuk Angel dan gengnya. Oleh karena itu, aku langsung menegurnya saat istirahat. Dia bertanya padaku jika suatu saat dia dan kamu akan terbunuh siapa yang akan kuselamatkan kalau aku hanya boleh memilih satu orang dan aku menjawab akan menyelamatkanmu." sahut Ryan.


"Benarkah? Baiklah kalau begitu. Terimakasih, ya." sahut Clarissa.


"Iya. Aku pergi dulu." balas Ryan. Setelah Ryan pergi kearah parkiran mobil, Clarissa juga pergi ke parkiran mobil untuk pulang.


"Tapi, kenapa dia menangis?" tanya Clarissa dalam perjalanannya pulang dari sekolah ke rumahnya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2