Ketos Tampan Itu, Kekasihku

Ketos Tampan Itu, Kekasihku
Belajar Di Perpustakaan


__ADS_3

“Anak-anak, mulai hari ini sampai minggu depan kalian akan melaksanakan Ujian Sekolah. Bapak yakin kalian sudah belajar dan mempersiapkannya dengan baik. Bapak harap kalian semua bisa mendapat nilai yang baik dan mengutamakan kejujuran dalam mengerjakan soal-soal ujian. Terima kasih atas perhatiannya. Kalian boleh kembali ke kelas masing-masing,” kata sang kepala sekolah.


******


Kring… kring… kring…


Bel pulang sekolah sudah berbunyi, para murid bergegas untuk meninggalkan gedung sekolah. Ada yang langsung pulang ke rumah, ada yang harus mampir dulu ke tempat les, dan ada yang memilih belajar di perpustakaan sekolah. Hari ini, Ayu sudah mengajak para sahabatnya untuk belajar bersama di perpustakaan sekolah.


“Halo, guys,” sapa Rangga dengan suara datar. Ia pun duduk di bangku yang ada di sebelah kiri Ayu.


“Hai, Rangga. Kok kamu kelihatan lemes banget sih?” tanya Leo penasaran.


“Tadi kalian bisa gak kerjain soalnya?” tanya Rangga yang terlihat lesu.


“Bisa dong, kalau kamu gimana? Bisa gak?” sahut Clarissa dengan antusias.


“Engga, aku gak tau kalau hari ini mata pelajarannya itu Bahasa Indonesia. Aku pikir Bahasa Inggris,” jawab Rangga pasrah.


”Makanya lain kali sebelum belajar tuh kamu baca jadwalnya dulu dong.” Ayu memukul Rangga sambil mengingatkannya untuk membaca jadwal ujian sebelum belajar.


“Iya, iya, lain kali aku baca jadwalnya,” kata Rangga sambil memeluk Ayu di depan semua orang.


“Romantis banget kalian,” sahut Clarissa sambil tersenyum.


“Iya dong, kalian juga harus romantis sama pacar kalian,” balas Ayu sambil menatap Rangga.


“Tuh, dengerin,” kata Leo sambil menyenggol lengan kiri pacarnya.

__ADS_1


“Apa?” sahut Clarissa sambil menatap ke arah Leo.


“Kita harus romantis kayak mereka.” Leo langsung memeluk Clarissa seperti Rangga memeluk Ayu barusan. Namun, Clarissa langsung melepaskan pelukannya karena malu.


“Ryan, Dinda, akhirnya kalian berdua dateng juga,” kata Ayu. Ia langsung menuntun Dinda. Sementara itu, Ryan menyusul mereka dari belakang.


“Sekarang kita semua udah ada di sini. Kita mau belajar apa dulu nih?” tanya Clarissa.


“Belajar menyayangi pasangan,” jawab Leo.


“Leo! Aku serius,” sahut Clarissa dengan nada tinggi.


“Aku juga serius,” kata Leo sambil tersenyum.


“Sekarang kamu udah ga tau lagi ya cara menghadapi cewe?” Ryan membisikan ke telinga Leo sambil tertawa.


“Kita belajar Fisika dulu aja, Fisika ‘kan yang paling susah di antara semua mata pelajaran,” kata Dinda.


“Iya juga, yaudah, ayo,” sahut Rangga. Mereka semua mengeluarkan buku cetak dan buku tulis Fisika dari tas. Kemudian, mereka mulai membuka buku cetak untuk soal latihan dan buku tulis untuk jawabannya. Mereka mengerjakan soal itu masing-masing sampai mereka semua selesai menjawab soal-soalnya. Setelah itu, mereka mendiskusikan jawabannya bersama-sama.


“Ternyata ini jawaban yang bener. Makasih, ya, Din. Kamu memang pahlawan aku dari dulu,” kata Ayu.


“Sama-sama,” sahut Dinda sambil tersenyum.


“Gak kerasa sekarang udah jam 2,” kata Ayu sembari mengecek jam yang tertera pada layar ponselnya.


“Kalau gitu, kita pulang sekarang aja,” balas Dinda memberikan usul.

__ADS_1


“Oke, Din. Makasih ya guys buat hari ini,” sahut Ayu sambil tersenyum.


“Makasih juga, Ayu,” kata Clarissa.


“Bye-bye, aku pulang duluan, ya,” kata Ayu sambil melambaikan tangannya dan berjalan pergi meninggalkan ruang perpustakaan.


”Bye, Ayu,” sahut Dinda sambil melambaikan tangannya kepada Ayu.


“Kalau gitu, aku juga mau pulang deh. Bye, guys,” kata Rangga yang langsung menyusul langkah Ayu.


“Sayang, kamu gak mau pulang?” tanya Leo sembari merapikan barang-barangnya.


“Gak, aku masih mau belajar lagi di sini,” jawab Clarissa tidak acuh.


“Yaudah, aku temenin kamu, ya.” Leo kembali menaruh alat tulis dan buku-bukunya di atas meja.


“Bye, Clar. Bye, Leo.” Dinda melambaikan tangannya kepada Clarissa dan Leo sambil tersenyum.


“Bye, Din. Hati-hati di jalan, ya,” sahut Clarissa sembari tersenyum.


“Bye, Din,” kata Leo.


“Bye, Leo, Clar,” kata Ryan sambil tersenyum.


“Bye, Ryan,” sahut Leo dan Clarissa dengan kompak.


Bersambung……

__ADS_1


__ADS_2