Ketos Tampan Itu, Kekasihku

Ketos Tampan Itu, Kekasihku
Membuat Kue Kukis Natal


__ADS_3

Hari natal sudah hampir tiba, semua orang mulai mempersiapkan diri mereka untuk menyambut hari istimewa tersebut. Ada yang bersiap untuk pergi ke gereja. Ada yang bersiap untuk membeli barang-barang yang akan diskon di mall. Ada juga yang bersiap untuk memborong kue-kue dan souvenir natal. Dan ada juga yang mempersiapkan diri untuk menghabiskan waktu mereka bersama dengan orang-orang yang disayangi.


...****************...


Pagi hari di sekolah


“Sayang,” panggil Dinda.


“Kenapa, Sayang?” tanya Ryan yang langsung menoleh ke arah Dinda.


“Aku mau coba bikin kue kukis ini. Bentuknya lucu banget,” kata Dinda sambil menunjukkan kue kukis yang memiliki bermacam-macam bentuk yang lucu. Ada yang berbentuk bintang, kaus kaki, pohon natal, orang-orangan salju, kereta rusa, dan masih banyak lagi di layar ponselnya.


“Oke, kamu mau aku bantuin?” tanya Ryan yang langsung menawarkan bantuannya tanpa diminta.


“Iya dong, kamu ‘kan bisa masak juga. Bantuin aku, ya. Please?” sahut Dinda sambil merapatkan kedua tangannya di depan dada.


“Iya, Sayang,” jawab Ryan sambil mengangguk dan tersenyum.


“Kapan kamu mau bikin kue itu?” tanya Ryan.


“Kalau besok kamu bisa atau gak?” balas Dinda. Ryan pun teringat akan jadwalnya besok. Seharusnya besok dia bermain ice hockey dengan Leo. Namun, Ryan juga tahu jika ia memundurkan jadwal bermainnya dengan Leo, Leo pasti akan merasa senang.


“Hmm… bisa kok,” jawab Ryan.


“Oke, besok pas pulang sekolah kita berdua bikin di rumah aku, ya,” kata Dinda.


“Oke,” sahut Ryan. Bel masuk kelas pun berbunyi, Ryan segera mengantarkan Dinda kembali ke kelasnya. Lalu, ia sendiri juga kembali ke kelasnya yaitu XII MIPA 3. Setelah itu, Ryan segera menelepon Leo.


“Halo, Leo,” sapa Ryan.


”Ya, kenapa?” sahut Leo.


”Sorry, aku mundurin ya jadwal kita main ice hockey. Aku masih ada urusan lain besok. Kamu yang atur aja mau mundur ke hari apa. Kalau udah kamu atur waktunya, kabarin aku, ya,” kata Ryan yang langsung mengungkapkan tujuannya menelepon Leo.


“Oh, Oke. Kalau kamu mau mundurin ke hari lain ya bagus juga, jadi aku bisa pergi kencan sama Clarissa besok. Haha,” balas Leo sambil tertawa.


“Iya terserah kamu deh mau ngapain besok, bye,” sahut Ryan.

__ADS_1


”Bye,” kata Leo.


...****************...


Sore hari di Rumah Dinda


Pertama-tama, Dinda dan Ryan mencuci tangan mereka. Setelah itu, mereka memakai celemek dan sarung tangan. Lalu, Ryan segera membantu Dinda menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat kue kukis natal seperti mangkuk, plastik, kertas roti, tepung, baking powder, garam, mentega, gula pasir, telur, dan lain-lain. Kemudian, mereka mulai membuat kue kukis tersebut.


“Semuanya udah siap, ayo kita mulai!” kata Dinda dengan antusias.


“Ayo!” sahut Ryan.


“Kita harus campurin tepung, garam sama baking powder ke dalam mangkok ini,” kata Dinda sambil menuangkan tepung, garam, dan baking powder ke dalam salah satu mangkok. Sementara itu, Ryan membantu Dinda untuk mengaduk ketiga bahan itu sampai tercampur.


“Terus langkah kedua apa?” tanya Ryan.


“Campurin mentega sama gula pasir di mangkok lain terus dikocok,” jawab Dinda sambil menyodorkan mangkok itu ke arah Ryan. Sementara Ryan mengerjakan langkah kedua, Dinda mengerjakan langkah ketiga. Ryan dan Dinda mampu bekerja sama dengan baik sehingga kue kukis natal yang mereka buat dapat selesai dalam waktu kurang lebih dua jam.


“Yey! Kuenya udah jadi!” seru Dinda sambil mengangkat kue tersebut dari oven.


“Cokelat sama Stroberi,” jawab Dinda.


“Oke,” sahut Ryan. Ia pun menambahkan topping Cokelat dan Stroberi di atas kue kukisnya. Setelah itu, mereka berdua difoto oleh pembantu yang ada di rumah Dinda. Kemudian, mereka melepaskan celemek dan sarung tangan yang mereka pakai. Lalu, mereka memakan kue kukis yang berbentuk macam-macam itu di ruang tamu.


“Hmm, rasanya enak banget,” kata Dinda.


“Iya, kamu pinter bikin kuenya,” sahut Ryan sambil mengelus kepala pacarnya yang duduk di sebelah kanannya.


“Kamu juga pinter kok bikin kuenya,” kata Dinda sembari mengacungkan jempol kanannya ke arah Ryan.


“Makasih, Sayang,” balas Ryan sambil tersenyum. Dinda pun ikut tersenyum saat melihat Ryan yang begitu bahagia karena ini pertama kalinya ia membuat kue kukis natal seumur hidupnya.


“Jadi, kamu beneran gak pernah bikin kue kukis natal sebelum hari ini?” tanya Dinda penasaran.


“Gak pernah,” jawab Ryan sambil menggelengkan kepalanya.


“Terus gimana rasanya pertama kali bikin kue kukis natal?” sahut Dinda penasaran.

__ADS_1


“Aku seneng sih karena bikinnya sama kamu. Terus tadi kamu juga hampir cium pipi aku waktu-” jawab Ryan.


“Oke, sorry. Aku gak sengaja nyenggol kamu tadi waktu masukkin adonannya ke cetakan jadi gak tau kalau aku hampir cium pipi kamu,” timpal Dinda.


“Haha, gapapa, Sayang. Kamu bisa cium pipi aku kalau kamu mau,” sahut Ryan sambil tertawa.


“Kalau aku gak mau gimana?” tanya Dinda.


“Gapapa,” kata Ryan.


“Kenapa muka kamu mendadak datar lagi sih?” tanya Dinda yang sengaja menggoda Ryan. Biasanya, Ryan yang selalu menggodanya.


“Gak kok,” jawab Ryan sambil menghela napas karena kecewa. Dinda pun tertawa lalu mencium pipi kanan pacarnya itu.


“Kamu cium pipi aku barusan, hmm?” tanya Ryan sambil menatap kedua mata Dinda yang berwarna hitam legam.


“Kenapa? Memang gak boleh?” balas Dinda sambil memelototkan kedua matanya.


“Boleh, mau aku cium balik?” tawar Ryan sambil tersenyum.


“Gak, makasih,” jawab Dinda sambil mengalihkan padangannya ke arah lain karena malu.


“Yaudah deh, aku pulang dulu, ya. Bye, Sayang, see you tomorrow,” kata Ryan sambil bangkit berdiri dan menuju ke pintu rumah Dinda untuk keluar.


“Sayang, tunggu,” panggil Dinda.


“Kenapa, Sayang?” sahut Ryan.


“Kamu mau langsung pergi aja?” tanya Dinda sambil mengerucutkan bibirnya.


“Iya,” jawab Ryan sambil tertawa. Ia tahu kalau pacarnya sedang kesal dengannya.


”Dasar gak peka,” gerutu Dinda dengan nada pelan. Ryan langsung mencium kening pacarnya setelah mendengar gerutuan Dinda.


“Bye, Sayang. Besok pagi aku jemput kamu, ya,” kata Ryan sambil tersenyum. Ia pun keluar dari rumah Dinda dan kembali ke rumahnya.


Bersambung……

__ADS_1


__ADS_2